Claim Missing Document
Check
Articles

PENENTUAN INDEKS KEANDALAN JARINGAN SISTEM DISTRIBUSI 20 KV DI PT. PLN (PERSERO) AREA SINGKAWANG DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS Irfandi, Rachmad; Sirait, Bonar; Arsyad, M. Iqbal
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2020): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang Penentuan Indeks Keandalan Sistem Jaringan Distribusi 20 kV di PT. PLN (Persero) Area Singkawang dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) pada feeder Tani dan Borneo. Dimana indeks kegagalan dari setiap peralatan utama sistem distribusi diperhitungkan dalam mencari indeks keandalan sistem secara menyeluruh. Sejumlah studi kasus dilakukan guna melihat pengaruh dari jumlah serta lokasi penempatan sectionalizer dan juga fuse di sepanjang jaringan terhadap indeks kandalan sistem. Pada akhirnya solusi optimal akan memberikan nilai indeks keandalan sistem distribusi yang terbaik. Dari hasil perhitungan pada feeder Tani bahwa mempunyai nilai indeks SAIFI : 3,967033 kali/tahun, SAIDI :4,070305 jam/tahun dan CAIDI : 1,026032 jam/tahun/pelanggan, sedangkan untuk nilai indeks pada feeder Borneo yaitu SAIFI :3,575593 kali/tahun, SAIDI :4,50368 jam/tahun dam CAIDI 1,25956 jam/tahun/pealnggan. masing-masing feeder mempunyai nilai SAIFI yang jauh melebihi standar PLN 68-2 tahun 1986 yang digunakan, maka perlu dilakukan upaya perbaikan, seperti mengurangi frekuensi terjadinya gangguan dan mengurangi durasi gangguan dengan menambahkan fuse untuk melokalisir gangguan serta menambahkan sectionalizer agar ketika terjadi pemadaman dapat dilokalisir hanya terjadi pada section tertentu
STUDI PEMANFAATAN ARANG CANGKANG SAWIT UNTUK MENURUNKAN RESISTANSI PENTANAHAN JENIS ELEKTRODA PLAT BERBENTUK PERSEGI Sutiawan, Hendra; Arsyad, M. Iqbal; -, Purwoharjono
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2020): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang hasil pengukuran resistansi pentanahan dengan melakukan treatment terhadap tanah menggunakan arang cangkang sawit untuk mengetahui penurunan resistansi pentanahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengetahui pengaruh penambahan arang cangkang sawit menggunakan jenis tanah liat yang berlokasi di Kota Pontianak, Kecamatan Pontianak Timur, Kelurahan Parit Mayor. Penelitian ini menggunakan 4 model elektroda A,B,C,D dengan ukuran luas bervariasi mulai dari 15x15 cm hingga 60x60 cm. Elektroda yang digunakan  terbuat dari bahan alumunium dengan ketebalan plat 2 mm. Penambahan ketebalan arang cangkang sawit dibuat bervariasi dengan kedalaman maksimal 120 cm. Pengukuran dilakukan dengan metode 3 titik menggunakan alat ukur Earth Resistance Tester model 4105A. Hasil pengujian dengan penurunan maksimum didapatkan pada kedalaman 120 cm menggunakan elektroda model D dengan nilai resistansi pentanahan tanpa penambahan arang cangkang sawit sebesar 12,73 ohm setelah penambahan arang cangkang sawit sebesar 5,16 ohm turun sebesar 57,5%. Nilai resistansi pentanahan terendah yang didapatkan dengan penambahan ketebalan arang cangkang sawit 120 cm dibiarkan selama 10 hari menggunakan elektroda model D sebesar 4,69 ohm.
EVALUASI SISTEM PROTEKSI SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH 20KV AREA PONTIANAK RAYON ULP SIANTAN PENYULANG PANGERAN SIANTAN Aldo, Dion; Sirait, Bonar; Arsyad, M. Iqbal
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan hubung singkat di Penyulang Pangeran merupakan permasalahan serius bagi GI ULP Siantan apabila tidak ditangani dengan benar. Untuk itu, gangguan hubung singkat yang terjadi pada penyulang, harus diatasi agar waktunya tidak melebihi batas kemampuan trafo tenaga, dan juga mengganggu belangsungnya aliran daya pada daerah yang tidak terganggu, yaitu dengan mengatur koordinasi pada peralatan proteksi. Didalam penelitian ini, peralatan proteksi yang digunakan yaitu relai arus lebih dan sekring pemutus. Perhitungan arus gangguan hubung singkat pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode impedansi. Agar dapat menganalisa koordinasi relai arus lebih dan sekring pemutus yang berada di sepanjang Penyulang Pangeran, dengan panjang penyulang 25,855 Kms, maka perhitungan arus gangguan hubung singkat dibagi menjadi lima titik gangguan berdasarkan persentase panjang penyulang, yaitu 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Ada 4 jenis gangguan hubung singkat yang dihitung, yaitu gangguan hubung singkat tiga fasa, gangguan hubung singkat dua fasa, gangguan hubung singkat dua fasa ke tanah, dan gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah. Dari keempat jenis gangguan hubung singkat tersebut, gangguan hubung singkat tiga fasa lah yang paling besar yaitu 2292,9992 A pada 0% panjang jaringan, kemudian gangguan hubung yang terkecil adalah gangguan hubung singkat dua fasa ke tanah yaitu 75,7821 A pada 100% panjang saluran Penyulang Pangeran. Setelah mendapatkan arus gangguan hubung singkat pada kelima titik gangguan, maka dilanjutkan dengan menghitung setting relai untuk mencari pick-up dan waktu kerjanya menggunakan relai dengan karakteristik standard invers. Hasil dari perhitungan tersebut dibuat menjadi sebuah kurva arus berbanding waktu. Dari kurva tersebut, maka dapat dilihat koordinasi dari masing-masing peralatan proteksi. Setelah itu, kurva koordinasi berdasarkan perhitungan dibandingkan dengan kurva koordinasi berdasarkan di lapangan. Ternyata masih terdapat kesalahan koordinasi di lapangan, yaitu pada jarak 0% Penyulang Pangeran. Maka perlu settingan ulang pada CB Pangeran agar tidak terjadi kesalahan koordinasi yang terjadi pada 0% panjang saluran.
Perkiraan Konsumsi Energi Listrik Di Kabupaten Sekadau Dengan Menggunakan Metode Gabungan Kurniawan, Edi; Arsyad, M. Iqbal; Abidin, Zainal
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi suatu daerah mempengaruhi tingkat konsumsi energi listrik. PLN sebagai penyedia energi listrik selalu memantau peningkatan konsumsi energi listrik setiap tahunnya. Salah satu hal yang penting adalah peramalan konsumsi energi listrik (forecasting). Peramalan konsumsi energi listrik bertujuan untuk mendapatkan gambaran kebutuhan energi listrik di masa yang akan datang dengan acuan data masa lampau. Penelitian ini menerapkan metode gabungan menggunakan model analitis, ekonometri dan kecenderungan dengan pendekatan sektoral (rumah tangga, bisnis, umum dan industri). Hasil peramalan konsumsi energi listrik didapatkan jumlah pelanggan pada tahun 2025 sebesar 53.224 dengan rata-rata pertumbuhan sektor rumah tangga  6,08%, sektor bisnis 6,42%, sektor umum 15,75%, dan sektor industri 11,31% disetiap tahunnya. Daya tersambung pada tahun 2025 sebesar 59.725.099 VA, dengan rata-rata  pertumbuhan pada sektor rumah tangga 7,40%, sektor bisnis 8,29 %, sektor umum 15,75% dan sektor industri 11,89% pada setiap tahunnya. Energi terjual pada tahun 2025 sebesar 80.447.777 kWh, dengan rata-rata pertumbuhan pada sektor rumah tangga 6,58%, sektor bisnis 10,02%, sektor umum 2,17%, dan sektor industri 5,72 % setiap tahunnya. Total produksi energi listrik pada tahun 2025 sebesar 106.978.427 kWh, dengan rata-rata peningkatan 8,75% disetiap tahunnya. Dan untuk beban puncak pada tahun 2025 sebesar 16.370 KW dengan rata-rata peningkatan 8,75% setiap tahunnya.
Studi Analisa Kelayakan Transformator Arus untuk Proteksi Sistem Tenaga Listrik Berdasarkan Hasil Uji Tahanan Isolasi, Rasio, dan Eksitasi Rianti, -; Arsyad, M. Iqbal; -, Danial
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformator arus (CT) merupakan peralatan yang sangat penting pada gardu induk, dimana perangkat ini digunakan untuk mengubah nilai arus yang besar menjadi nilai arus yang lebih kecil untuk keperluan pengukuran dan proteksi. CT harus dalam keadaan baik agar dapat melakukan transformasi arus secara akurat dan teliti. Kesalahan transformasi arus dapat menyebabkan kesalahan ukur dan kegagalan sistem proteksi. Atas dasar tersebut maka diperlukan pengujian berkala untuk mengetahui kondisi CT yang digunakan pada kegiatan operasional gardu induk. Pengukuran tahanan isolasi dilakukan pada awal pengujian dimaksudkan untuk mengetahui secara dini kondisi isolasi CT dan untuk menghindari kegagalan pengujian selanjutnya. Pengukuran tahanan isolasi pada setiap inti CT masing-masing fasa memiliki nilai >20 MΩ. Hasil pengujian rasio pada kelas 5P untuk jenis CT proteksi memiliki kesalahan  dan pada kelas 0,2 untuk jenis CT metering memiliki kesalahan . Titik jenuh atau nilai eksitasi pada CT pada setiap inti menunjukkan nilai Vk > Vs. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat megger (megaohm meter) untuk pengujian tahanan isolasi dan CT Analyzer untuk pengujian rasio dan eksitasi, kemudian hasil pengujian dievaluasi berdasarkan standar yang ditetapkan oleh IEC 60044-1.
STUDI PROFIL TEGANGAN DAN RUGI-RUGI DAYA AKIBAT PENAMBAHAN GARDU DISTRIBUSI SISIPAN TERHADAP JARINGAN TEGANGAN MENENGAH (JTM) 20 Kv Nisrina, Andini Nada; Arsyad, M. Iqbal; Sirait, Bonar
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemasangan gardu distribusi sisipan terhadap profil tegangan dan rugi-rugi daya yang terjadi pada penyulang. Pemasangan gardu distribusi sisipan bertujuan untuk mengatasi overload yang terjadi pada transformator agar tidak terjadi kerusakan pada gardu distribusi. Penelitian ini dilakukan menggunakan studi aliran daya dengan metode pendekatan langsung (direct method) untuk mengetahui nilai tegangan bus serta aliran daya aktif dan reaktif yang mengalir terhadap setiap skenario pemasangan gardu distribusi sisipan yang dilakukan. Penelitian ini dilakukan pada Penyulang Raya 15 dan Penyulang Durian 3 dengan 5 skenario penambahan gardu distribusi sisipan yaitu penambahan 1 gardu, penambahan 2 gardu, penambahan 3 gardu, penambahan 1 gardu dengan kapasitas yang lebih besar dan penambahan gardu pada bus baru. Berdasarkan hasil yang didapat dapat disimpulkan bahwa pemasangan gardu distribusi sisipan pada jaringan tegangan menengah (JTM) 20 kV memiliki dampak yang kurang baik terhadap profil tegangan dan rugi-rugi daya yang terjadi pada penyulang. Semakin banyak gardu distribusi sisipan yang dipasang pada suatu penyulang dan semakin besar kapasitas gardu distribusi yang dipasang, maka rugi daya yang terjadi akan semakin besar pula hal tersebut diakibatkan oleh arus yang mengalir pada gardu dan beban yang terdapat pada gardu distribusi. Semakin besar beban pada gardu distribusi maka arus yang mengalir pada gardu tersebut juga akan semakin besar. Oleh karena itu diperlukan adanya pemasangan injeksi daya reaktif, penggantian kabel penghantar ataupun pemasangan Distributed Generation untuk memperbaiki profil tegangan dan rugi daya yang terjadi pada jaringan tegangan menengah.
STUDI PEMANFAATAN ARANG KAYU BAKAU UNTUK PERBAIKAN RESISTANSI PENTANAHAN MENGGUNAKANJENIS ELEKTRODA PLAT BERBENTUK PERSEGI Aslan, Yusuf; Arsyad, M. Iqbal; Abidin, Zainal
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Penelitian mengenai pemanfaataan arang kayu bakau untuk perbaikan resistansi pentanahan menggunakan elektroda plat berbentuk persegi menjelaskan tentang hasil pengukuran resistansi pentanahan dengan melakukan treatment terhadap tanah menggunakan arang kayu. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa dan mengetahui pengaruh penambahan arang kayu bakau dengan menggunakan jenis tanah gambut dan tanah liat terhadap resistansi pentanahan. Penelitian ini berlokasi di Jalan Raya Desa Mega Timur Parit Lengkong Kecamatan Sungai Ambawang untuk penelitian tanah gambut dan Jalan parit bugis, gang mandiri IV Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat untuk penelitian pada tanah liat. Penelitian ini menambahkan karbon yang berasal dari arang kayu bakau, Berdasarkan SNI No 06-3730-1995 hasil pengujian karbon aktif kayu bakau yang terbaik (Optimum) dengan kadar air 4,25%, kadar ZMM 9,88% kadar abu 2,44% dan kadar karbon 87,68% diperoleh pada suhu aktivasi 500 °C.  Variasi penelitian dilakukan dengan menggunakan 4 model elektroda A,B,C,D dengan ukuran luas bervariasi mulai dari 15x15 cm hingga 60x60 cm. Pengukuran dilakukan dengan metode 3 titik menggunakan alat ukur Earth Resistance Tester model Kyoritsu 4105A. Hasil pengujian dengan penurunan maksimum pada tanah gambut didapatkan pada kedalaman 120 cm menggunakan elektroda model D dengan nilai resistansi pentanahan tanpa penambahan arang kayu bakau sebesar 9,01 Ohm setelah penambahan arang kayu bakau nilai resistansi turun menjadi 3,62 Ohm turun sebesar 40,1%. Elektorda ditanam dan dibiarkan selama 21 hari menggunakan elektroda model D dapat menurunkan resistansi menjadi 3,53 Ohm pada tanah gambut dan 4,50 Ohm pada tanah liat yang dibiarkan selama 3 hari. Berdasarkan hasil penelitian nilai resistansi pentanahan pada tanah gambut lebih baik daripada nilai resistansi pentanahan pada tanah liat. Tanah gambut 20% lebih baik dalam penurunan resistansi pentanahan dibandingkan dengan tanah liat.
Pengaruh Animasi pada Program Instruksional Pendidikan M. Iqbal Arsyad; Herry Sujaini
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2004
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Computer Assisted Instruction (CAI) is instruction using computer as a means ofassist. From various aspects have an effect on to quality instructional software, problem liftedat this research is to see how far animation influence to result of student study by usinginstructional software.Method used at this research is with the use application instructional program usingaddition of animation facility to a group of sample, later then result of test of instructionitems compared to group sample of other dissimilar using instructional program withoutusing addition of animation facilityResult of research prove that happened by the difference which significant of betweensamples that is attempt group using instructional program additionally animation facility withthe group sample using instructional program without animation addition.Keyword: instructional software, animation
PEMANFAATAN LIMBAH SEKAM PADI TERHADAP PENURUNAN RESISTANSI PENTANAHAN MENGGUNAKAN ELEKTRODA PLAT BERBENTUK PERSEGI Riska Wahyuningsih; Purwoharjono -; M. Iqbal Arsyad
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengetahui pengaruh penambahan arang sekam padi dengan menggunakan jenis tanah gambut yang berlokasi di Jalan Raya Desa Mega Timur P. Lengkong Kecamatan Sungai Ambawang Pontianak Kaliamantan Barat. Pengukuran dilakukan dengan metode 3 titik menggunakan alat ukur Earth Resistance Tester model 4105A. Penelitian ini dilakukan dengan 4 model elektroda A,B,C,D dengan ukuran luas bervariasi mulai dari 15x15 cm2 hingga 60x60 cm2. Elektroda yang digunakan terbuat dari bahan alumunium dengan ketebalan plat 2 mm. Penambahan ketebalan arang sekam padi dibuat bervariasi dengan kedalaman maksimal 120 cm. Hasil pengujian dengan penurunan maksimum didapatkan pada skenario 1 kedalaman 120 cm menggunakan elektroda model D dengan nilai resistansi pentanahan sebesar 9,01 Ohm dan skenario 2 didapatka resistansi pentanahan sebesar 4,05 Ohm turun sebesar 66,80%. Hasil pengukuran resistansi pentanahan pada skenario 3 ketebalan 120 cm menggunakan elektroda model D sebesar 4,05 ohm, pada metoda skenario 4 mengguakan elektroda model D didapatkan hasil 4,08 ohm. Nilai resistansi pentanahan terendah yang didapatkan dengan metoda skenario 5 sebesar 3,83 Ohm. Pengaruh variasi ukuran luas elektroda plat berbentuk persegi berpengaruh terhadap penurunan resistansi pentanahan, dimana semakin luas elektroda plat berbentuk persegi maka nilai resistansi pentanahan semakin rendah.
PENENTUAN INDEKS KEANDALAN JARINGAN SISTEM DISTRIBUSI 20 KV DI PT. PLN (PERSERO) AREA SINGKAWANG DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS Rachmad Irfandi; Bonar Sirait; M. Iqbal Arsyad
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 2: Juli 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i2.41951

Abstract

Penelitian tentang Penentuan Indeks Keandalan Sistem Jaringan Distribusi 20 kV di PT. PLN (Persero) Area Singkawang dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) pada feeder Tani dan Borneo. Dimana indeks kegagalan dari setiap peralatan utama sistem distribusi diperhitungkan dalam mencari indeks keandalan sistem secara menyeluruh. Sejumlah studi kasus dilakukan guna melihat pengaruh dari jumlah serta lokasi penempatan sectionalizer dan juga fuse di sepanjang jaringan terhadap indeks kandalan sistem. Pada akhirnya solusi optimal akan memberikan nilai indeks keandalan sistem distribusi yang terbaik. Dari hasil perhitungan pada feeder Tani bahwa mempunyai nilai indeks SAIFI : 3,967033 kali/tahun, SAIDI :4,070305 jam/tahun dan CAIDI : 1,026032 jam/tahun/pelanggan, sedangkan untuk nilai indeks pada feeder Borneo yaitu SAIFI :3,575593 kali/tahun, SAIDI :4,50368 jam/tahun dam CAIDI 1,25956 jam/tahun/pealnggan. masing-masing feeder mempunyai nilai SAIFI yang jauh melebihi standar PLN 68-2 tahun 1986 yang digunakan, maka perlu dilakukan upaya perbaikan, seperti mengurangi frekuensi terjadinya gangguan dan mengurangi durasi gangguan dengan menambahkan fuse untuk melokalisir gangguan serta menambahkan sectionalizer agar ketika terjadi pemadaman dapat dilokalisir hanya terjadi pada section tertentu