Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI PEMANFAATAN ARANG CANGKANG SAWIT UNTUK MENURUNKAN RESISTANSI PENTANAHAN JENIS ELEKTRODA PLAT BERBENTUK PERSEGI Hendra Sutiawan; M. Iqbal Arsyad; Purwoharjono -
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 2: Juli 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i2.42474

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang hasil pengukuran resistansi pentanahan dengan melakukan treatment terhadap tanah menggunakan arang cangkang sawit untuk mengetahui penurunan resistansi pentanahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengetahui pengaruh penambahan arang cangkang sawit menggunakan jenis tanah liat yang berlokasi di Kota Pontianak, Kecamatan Pontianak Timur, Kelurahan Parit Mayor. Penelitian ini menggunakan 4 model elektroda A,B,C,D dengan ukuran luas bervariasi mulai dari 15x15 cm hingga 60x60 cm. Elektroda yang digunakan  terbuat dari bahan alumunium dengan ketebalan plat 2 mm. Penambahan ketebalan arang cangkang sawit dibuat bervariasi dengan kedalaman maksimal 120 cm. Pengukuran dilakukan dengan metode 3 titik menggunakan alat ukur Earth Resistance Tester model 4105A. Hasil pengujian dengan penurunan maksimum didapatkan pada kedalaman 120 cm menggunakan elektroda model D dengan nilai resistansi pentanahan tanpa penambahan arang cangkang sawit sebesar 12,73 ohm setelah penambahan arang cangkang sawit sebesar 5,16 ohm turun sebesar 57,5%. Nilai resistansi pentanahan terendah yang didapatkan dengan penambahan ketebalan arang cangkang sawit 120 cm dibiarkan selama 10 hari menggunakan elektroda model D sebesar 4,69 ohm.
APLIKASI ARTIFICIAL INTELLEGENCE DALAM PERAMALAN KEBUTUHAN ENERGI LISTRIK DI KOTA PONTIANAK DAN SEKITARNYA Gabriel Yourky Sitohang; M. Iqbal Arsyad; Zainal Abidin
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48652

Abstract

Peramalan kebutuhan energi listrik sangat penting dilakukan hal ini tentu bertujuan untuk mengetahui berapa besar energi listrik untuk tahun mendatang. Hal tersebut berupaya untuk tidak merugikan pihak penyedia energi listrik yaitu PT. PLN (persero) karena dalam hal ini tentu banyak biaya yang dikeluarkan, itulah pentingnya melakukan peramalan energi listrik untuk tahun mendatang supaya tidak memakan biaya dan sumber daya lain yang banyak. Didalam penelitian ini menggunakan Artificial Intellegence (AI) atau yang biasa disebut kecerdasan manusia. Kecerdasan manusia ini berbentuk aplikasi yaitu Matlab yang membantu dalam aksi peramalan kebutuhan energi listrik di Kota Pontianak, dan metode yang digunakan adalah metode JST (jaringan syaraf tiruan) yang mana jaringan syaraf tiruan ini memiliki jaringan yang sama seperti otak manusia. Yang dapat memperlajari suatu jaringan neuron  untuk dikembangkan hasilnya. Di penelitian ini tentu juga harus memiliki data sebagai penunjang untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Data yang digunakan adalah data energi terjual. Data tersebut diambil dalam kurun waktu lima (5) tahun yang lalu. Selanjutnya data tersebut dipisahkan menjadi dua bagian, yaitu untuk proses training dan proses pengujian. Setelah itu dilakukan pelatihan dengan memasukan data latih yang terlah dipisahkan, dalam pelatihan hasil terbaik ialah menggunakan training function trainlm yakni menghasilkan error sebesar 0,00000469. Error ini sangat kecil dan dapat diteruskan dengan pengujian. Didalam pengujian data yang dimasukan tentu sudah dipisahkan sejak awal. Pengujian telah dilakukan kemudian akan keluar hasil untuk peramalan kebutuhan energi listrik untuk tahun kedepannya. Dalam penelitian ini kebutuhan energi listrik di Kota Pontianak memiliki rata-rata pertumbuhan yaitu 5%.
ANALISA PERBAIKAN FAKTOR DAYA MENGGUNAKAN KAPASITOR BANK PADA PENYULANG SURUK PT PLN (Persero) ULP PUTUSSIBAU Aleng Umardi Saputra; M. Iqbal Arsyad; Zainal Abidin
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v11i1.63021

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan faktor daya, mementukan letak dan menghitung kapasitas penggunaan kapasitor bank. Untuk mengetahui faktor daya sebelum dan sesudah dipasang kapasitor bank digunakan metode Newton-Raphson. Kondisi faktor daya rata-rata awal Penyulang Suruk sebesar 0,827 dan tidak memiliki bus yang memenuhi standar SPLN 70-1:1985 yaitu lebih dari 0,85. Penentuan lokasi pemasangan kapasitor bank menggunakan metode Loss Sensitivity Factor dipadukan dengan nilai normalisasi bus. Kapasitas kapasitor bank optimal diperoleh dengan melakukan perhitungan dan beberapa skenario sampai faktor daya rata-rata melebihi standar. Meningkatkan faktor daya menjadi 0,95 Skenario 2 ditempatkan 2 buah kapasitor bank pada bus 14 dan 25 masing-masing 344,217 kVAr membuat 24 bus memenuhi standart dengan faktor daya rata-rata 0,869  dan Skenario 5 ditempatkan 11 buah kapasitor bank pada bus 5, 6, 7, 10, 14, 17, 19, 20, 21, 25 dan 26 masing-masing 62,584 kVAr  membuat 25 bus memnuhi standart dengan faktor daya rata-rata 0,860. Pada skenario 2 dan skenario 5 faktor daya rata-rata memenuhi SPLN 70-1:1985. Namun skenario 5 lebih banyak bus yaitu 25 memenuhi standar Sehingga skenario 5 menjadi skenario yang optimal dalam penelitian ini untuk dilakukan pemasangan kapasitor bank.
ANALISA PENGARUH KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN TERHADAP ARUS NETRAL DAN LOSSES PADA TRANSFORMATOR DISTRIBUSI DI PENYULANG PANGSUMA PT. PLN (PERSERO) RAYON MEMPAWAH Aditiya Doni Wirawan; Junaidi -; M. Iqbal Arsyad
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.52079

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung ketidakseimbangan beban ,rugi-rugi pada penghantar netral transformator serta kerugian biaya yang disebabkan rugi-rugi pada penghantar netral transformator. Perhitungan pada penelitian ini menggunakan aplikasi Microsoft Excel untuk menghitung nilai persentase pembebanan gardu, persentase ketidakseimbangan beban, perhitungan nilai IN, rugi-rugi daya dan biaya rugi-rugi. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif analitik. Hasil perhitungan ketidakseimbangan beban pada gardu yang paling tinggi terdapat pada siang hari sebesar 3224,32% dan pada malam hari sebesar 2746,38% . Terdapat 48 gardu yang melewati 25% pada siang hari dan 44 gardu yang melewati 25% pada malam hari. Faktor yang mempengaruhi tingginya ketidakseimbangan beban pada siang hari, karena banyaknya perusahaan, perkantoran dan pasar yang beroperasi pada siang hari.  Hasil perhitungan rugi-rugi pada penghantar netral transformator paling tinggi terdapat pada gardu malam hari dengan nilai 60,962 kW dari gardu pada siang hari dengan nilai 25,26 kW. Dari penelitian ini diperoleh kerugian biaya rugi-rugi pada siang hari sebesar Rp.13.212.96 ,- dan kerugian biaya rugi-rugi pada malam hari sebesar Rp.31.887.890,-.Semakin tinggi nilai arus netral yang mengalir pada penghantar netral transformator maka semakin tinggi rugi-rugi daya dan biaya yang dikeluarkan.
STUDI SUSUT TRANSMISI PT. PLN (PERSERO) UP3B SISTEM KALIMANTAN BARAT - Janedi; M. Iqbal Arsyad; Bonar Sirait
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 2: Juli 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i2.42134

Abstract

Dalam  sebuah  sistem   kelistrikan   diantara   pusat   pembangkit   dan  pusat   bebanpada   umumnya  terpisah  dalam  jarak  yang sangat  jauh, jarak yang sangat  jauh  ini  akan  menyebabkan  drop  tegangan.  Penyebab  adanya susut/rugi-rugi daya yaitu memiliki  beberapa  faktor  diantaranya  faktor  jarak pembangkit menuju beban yang terlalu jauh sehingga  tegangan  pada  awal  pengiriman  menuju tegangan  pada  ujung  penerima  memiliki  perbedaan  yang signifikan. Pada penelitian ini metode untuk menentukan nilai susut/rugi-rugi transmisi pada Sistem Khatulistiwa adalah dengan analisa aliran daya dan perhitungan koefisien rugi-rugi transmisi (loss coefficient). Tegangan bus Sistem Khatulistiwa berdasarkan kondisi normal (+5%;-10%), yang sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2016 masih memenuhi standar yang diizinkan. Dengan perhitungan aliran daya metode Newton-Rapson pada Sistem Khatulistiwa menghasilkan total rugi-rugi daya aktif saluran sebesar 6,597 MW, sedangkan total rugi-rugi daya reaktif sebesar 96,429 MVAr. Dengan perhitungan koefisien rugi-rugi transmisi (loss coefficient) dengan metode B-coefficient diperoleh total rugi-rugi daya aktif sebesar 6,330 MW. Perhitungan aliran daya pada Sistem Khatulistiwa dilakukan dalam beberapa skenario yaitu kondisi normal, skenario 1 (seluruh daya pembangkitan disuplai dari SEB, sedangkan pembangkit lainnya dalam kondisi off) dan skenario 2 (daya pembangkitan disuplai oleh pembangkit SEB, PLTU serta PLTG, sedangkan pembangkit PLTD dalam kondisi off). Besarnya total rugi-rugi daya aktif saluran Sistem Khatulistiwa kondisi normal sebesar 6,597 MW atau persentase rugi-rugi daya aktif sebesar 1,72%, besarnya total rugi-rugi daya aktif saluran Sistem Khatulistiwa skenario 1 sebesar 21,918 MW atau persentase rugi-rugi daya aktif sebesar 5,49%. Sedangkan besarnya total rugi-rugi daya aktif saluran Sistem Khatulistiwa skenario 2 sebesar 11,342 MW atau persentase rugi-rugi daya aktif sebesar 2,92%. Berdasarkan total rugi-rugi daya aktif saluran Sistem Khatulistiwa dari ketiga skenario yang dikemukakan masih dalam batas normal, yaitu ambang batas rugi-rugi saluran transmisi sekitar 5-15% (Jaelani, 2013).
ANALISA PERBANDINGAN KONDUKTOR ACSR DAN ACCC SALURAN TRANSMISI TEGANGAN TINGGI 150 KV PADA SISTEM KHATULISTIWA Lorensius Yoga Pratama; Rudy Gianto; M. Iqbal Arsyad
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.55592

Abstract

Untuk menjaga keberlangsungan daya listrik pada Sistem Khatulistiwa perlu adanya penanganan terhadap saluran transmisi demi mendapatkan efisiensi. Salah satu faktor penyebab rugi - rugi daya adalah jenis kabel penghantar ACSR yang digunakan, dengan dilakukan rekonduktoring menjadi jenis ACCC pada saluran GI Singakawang – GI Parit Baru diharapkan dapat mengurangi losses dan jatuh tegangan. Perhitungan rugi-rugi daya pada penelitian ini menggunakan solusi aliran daya metode Gauss-Seidel dengan menggunakan software matlab. Hasil perhitungan sebelum dilakukan rekonduktoring rugi- rugi daya aktif pada Sistem Khatulistiwa sebesar 11,102 MW dan setelah dilakukan rekonduktoring, rugi -rugi daya aktif sebesar 10,025 MW, selisih rugi-rugi daya 1,08 MW atau 3,153 %. Sehingga dapat menekan  biaya rugi-rugi aktif saluran transmisi Sistem Khatulistiwa sebesar Rp. 42.507.552,96 per hari. Tegangan bus saluran transmisi Sistem Khatulistiwa masih memenuhi ambang standar yang diijinkan berlandaskan Peraturan Menteri ESDM No.18 Tahun 2016 yaitu +5%; -10%.  Berdasarkan penjelasan di atas rekonduktoring dapat mengurangi rugi-rugi daya pada transmisi dan meningkatkan tegangan bus serta mengurangi kerugian ekonomis. Meskipun demikian perlu dilakukan kajian rekonduktoring yang lebih lanjut pada saluran transmisi yang lain untuk memperoleh rugi -rugi transmisi dan biaya operasi sitem tenaga yang minumum.
Pengaruh Pembangkit Tersebar Terhadap Tegangan dan Rugi-Rugi Daya Sistem Distribusi Tenaga Listrik Muhammad Jesuli; Rudy Gianto; M. Iqbal Arsyad
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 1: Januari 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i1.44527

Abstract

Pembangkit Tersebar merupakan pembangkit tenaga listrik berskala kecil yang dipasang pada sistem distribusi dan biasanya menggunakan sumber energi alternatif yaitu energi baru terbarukan yang ramah lingkungan. Tujuannya dari penelitian yaitu menyelidiki pengaruh pembangkit tersebar terhadap tegangan dan rugi-rugi daya sistem distribusi tenaga listrik serta menyelidiki pengaruh lokasi penempatan pembangkit tersebar pada sistem distribusi tenaga listrik. Pada penelitian ini untuk mendapatkan besar tegangan setiap bus serta rugi-rugi daya sistem menggunakan perhitungan melalui program matlab. Hasil perbaikan profil tegangan terjadi pada setiap bus, baik pada sistem 12 bus maupun sistem 33 bus, hasil studi aliran daya dalam bentuk keluaran daya substasiun dan rugi-rugi daya total untuk sistem 12 bus dan 33 bus. Untuk sistem 12 bus daya substasiun tanpa DG sebesar 455.714 kW, 413.041 kVAR dengan rugi-rugi daya 20.714 kW, 8.041 kVAR, setelaha penambahan DG besar daya substasiun berubah menjadi 360.004 kW, 352.992 kVAR dengan rugi-rugi daya sebesar 12.004 kW, 4.692 kVAR, sedangkan untuk sistem 33 bus daya substasiun tanpa DG sebesar 3925.998 kW, 2443.033 kVAR dengan rugi-rugi daya 210.998 kW, 143.033 kVAR, setelaha penambahan DG besar daya substasiun menjadi 3105.551 kW,2069.933 kVAR dengan rugi-rugi daya 133.551 kW, 91.933 kVAR. Pengaruh lokasi penempatan DG (sistem yang digunakan sistem 12 bus) hasil daya substasiun untuk DG di tengah saluran sebesar 408.802 kW, 383.275 kVAR dengan rugi-rugi daya 17.302 kW, 6.625 kVAR, sedangkan DG diujung saluran besar daya substasiun 406.412 kW, 382.551 kVAR dengan rugi-rugi daya 14.912 kW, 5.901 kVAR. Berdasarkan dari hasil aliran daya tersebut Instalasi DG pada sistem distribusi memperbaiki profil tegangan sistem dan dapat mereduksi rugi-rugi daya pada saluran distribusi, dengan adanya DG suplai daya dari substasiun yang biasanya berasal dari energi tak terbarukan dapat dikurangi karena sebagian beban dicatu oleh DG, untuk lokasi penempatan DG (pada sistem 12 bus) DG diujung saluran lebih baik daripada ditengah saluran dalam memperbaiki profil tegangan serta mengurangi rugi-rugi daya sistem
Studi Perencanaan Instalasi Proteksi Tegangan Lebih Petir Pada Gedung Kantor Bupati Bengkayang Septino Adrian; M. Iqbal Arsyad; Danial -
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48544

Abstract

Gedung Kantor Bupati Bengkayang merupakan pusat Pemerintahan Kabupaten Bengkayang yang mempunyai fungsi penting dalam jalannya Pemerintahan. Bangunan ini mempunyai dimensi bangunan dengan tinggi 27 meter, lebar 49 meter dan panjang 88,5 meter. Perencanaan instalasi proteksi tegangan lebih petir dilakukan untuk melindungi bangunan dari sambaran petir langsung maupun sambaran petir tidak langsung dengan mengacu pada standar Peraturan Umum Instalasi Penangkal Petir (PUIPP) dan SNI 03-7015-2004. Dengan menggunakan metode elektrogeometri akan dilakukan perhitungan jarak sambar petir dan radius perlindungan penangkal petir yang dipasang pada bangunan. Berdasarkan PUIPP, Gedung Kantor Bupati Bengkayang mempunyai nilai indeks perkiraan bahaya sambaran petir (R) = 15, yaitu perkiraan bahaya sambaran petir sangat besar sehingga sangat perlu untuk memiliki sistem proteksi petir. Penentuan tingkat proteksi berdasarkan SNI 03-7015-2004, dengan rata-rata jumlah hari guruh 136 hari/tahun dapat ditentukan nilai kepadatan sambaran petir (Ng) 18,5773 sambaran/km2/tahun, nilai area cakupan ekivalen bangunan yang menarik sambaran petir (Ae) 33.172,5 m2, nilai frekuensi sambaran petir (Nd) 0,6162 sambaran/ tahun, dan nilai efesiensi sistem panangkal petir (E) 0,83 sehingga Gedung Kantor Bupati Bengkayang mempunyai tingkat proteksi tingkat IV. Setelah melakukan perhitungan menggunakan metode elektrogeometri, untuk melindungi Gedung Kantor Bupati Bengkayang dari sambaran petir dengan nilai arus maksimum 5 kA, diperlukan 5 penangkal petir dengan sudut perlindungan sebesar 45°, jarak sambar tiap penangkal petir 22,77 meter dan radius perlindungan tiap penangkal petir sebesar 22,37 meter sebagai sistem proteksi eksternal. Untuk proteksi internal Gedung Kantor Bupati Bengkayang pada arus dibawah 5 kA dilakukan dengan pemasangan arrester pada panel utama/ Main Distribution Panel (MDP) tipe 1 dengan nilai arus discharge maksimum sebesar 50 kA,  pada panel pembagi/ Sub Distribution Panel (SDP) dengan arrester tipe 2 dengan nilai arus discharge maksimum sebesar 20 kA dan pada peralatan listrik dengan arrester tipe 3 dengan nilai arus discharge maksimum sebesar 7 kA.
Analisa Penurunan Resistansi Pentanahan Menggunakan Arang Cangkang Sawit Dengan Elektroda Batang Dilokasi Jenis Tanah Liat dan Gambut Reza Heriyansyah; Junaidi -; M. Iqbal Arsyad
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.50959

Abstract

Dalam mengupayakan penurunan resistansi pentanahan sudah banyak dilakukan salah satu cara nya dengan melakukan treatment pada tanah dengan menambahkan arang cangkang kelapa sawit pada tanah dengan memanfaatkan kandungan yang terdapat diarang cangkang sawit tersebut untuk penurunan resistansi pentanahan. Dalam penelitian ini mengunakan metode pengukuran resistansi pentanahan 3 titik. Dengan menggunakan 5 lubang yang berdiameter 10 cm, 20 cm, 30 cm, 40 cm dan 50 cm. Penelitian ini dilakukan pada 2 jenis tanah gambut dan liat dengan pengukuran langsung sebagai upaya penurunan. Penelitian ini melihat karakteristik arang dengan cara memvariasikan penambahan nya. Nilai resistansi pentanhan awal pada jenis tanah gambut dan liat sebelum dilakukan treatment tanah yaitu 17,27 Ω dan 33,1 Ω. Setelah dilakukan penambahan arang  mendapatkan penurunan paling kecil 6,03 Ω dengan penurunan sebesar 65,08 % untuk tanah gambut sedangkan untuk tanah liat 8,96 Ω dengan presentase penurunan 72,93  Pada penelitian ini dilakukan pengukuran selama 17 hari, dari hasil pengukuran tersebut didapatkan nilai resistansi terendah pada tanah gambut adalah sebesar 4,32 Ω dengan presentase penurunan sebesar 74,98 %, sedangkang untuk tanah jenis liat mengalami penurunan presentase nya sebesar 80,85 % dengan nilai resistansi sebesar 6,34 Ω. Dengan ini membuktikan bahwa arang cangkang kelapa sawit dapat menurunkan resistansi pentanhan dan menjadi alternatif dalam mengatasi permasalahan sistem pentanahan khususnya yang diakibatkan oleh resistansi pentananhan yang tinggi. Agar penelitian ini lebih baik dapat mencoba dengan menambahkan zat adiktif.
STUDI PEMANFAATAN ARANG KAYU BAKAU UNTUK PERBAIKAN RESISTANSI PENTANAHAN MENGGUNAKANJENIS ELEKTRODA PLAT BERBENTUK PERSEGI Yusuf Aslan; M. Iqbal Arsyad; Zainal Abidin
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.50168

Abstract

Penelitian Penelitian mengenai pemanfaataan arang kayu bakau untuk perbaikan resistansi pentanahan menggunakan elektroda plat berbentuk persegi menjelaskan tentang hasil pengukuran resistansi pentanahan dengan melakukan treatment terhadap tanah menggunakan arang kayu. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa dan mengetahui pengaruh penambahan arang kayu bakau dengan menggunakan jenis tanah gambut dan tanah liat terhadap resistansi pentanahan. Penelitian ini berlokasi di Jalan Raya Desa Mega Timur Parit Lengkong Kecamatan Sungai Ambawang untuk penelitian tanah gambut dan Jalan parit bugis, gang mandiri IV Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat untuk penelitian pada tanah liat. Penelitian ini menambahkan karbon yang berasal dari arang kayu bakau, Berdasarkan SNI No 06-3730-1995 hasil pengujian karbon aktif kayu bakau yang terbaik (Optimum) dengan kadar air 4,25%, kadar ZMM 9,88% kadar abu 2,44% dan kadar karbon 87,68% diperoleh pada suhu aktivasi 500 °C.  Variasi penelitian dilakukan dengan menggunakan 4 model elektroda A,B,C,D dengan ukuran luas bervariasi mulai dari 15x15 cm hingga 60x60 cm. Pengukuran dilakukan dengan metode 3 titik menggunakan alat ukur Earth Resistance Tester model Kyoritsu 4105A. Hasil pengujian dengan penurunan maksimum pada tanah gambut didapatkan pada kedalaman 120 cm menggunakan elektroda model D dengan nilai resistansi pentanahan tanpa penambahan arang kayu bakau sebesar 9,01 Ohm setelah penambahan arang kayu bakau nilai resistansi turun menjadi 3,62 Ohm turun sebesar 40,1%. Elektorda ditanam dan dibiarkan selama 21 hari menggunakan elektroda model D dapat menurunkan resistansi menjadi 3,53 Ohm pada tanah gambut dan 4,50 Ohm pada tanah liat yang dibiarkan selama 3 hari. Berdasarkan hasil penelitian nilai resistansi pentanahan pada tanah gambut lebih baik daripada nilai resistansi pentanahan pada tanah liat. Tanah gambut 20% lebih baik dalam penurunan resistansi pentanahan dibandingkan dengan tanah liat.