Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analysis Of Physical Quality And Chemical Content Of Corn Crop Silage With The Addition Of Sago And Tapioca Flour Additives As Ruminant Animal Feed Sairudy, Albertus; Astuty, Andriyani; Utomo, Ristianto
Kalwedo Sains (KASA) Vol 3 No 1 (2022): Kalwedo Sains (KASA), Maret 2022
Publisher : Program Studi Di Luar Kampus Utama Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/kasav3i1p40-54

Abstract

This study aims to find out the fission quality and chemical composition of corn crop silage with the addition of sago flour and tapioca as additives. This study includes three treatments, namely: (P0) corn crops 800 g without additives added, (P1) corn crops 800 g with the addition of 10% sago flour additives, and (P2) corn crops 800 g with the addition of 10% tapioca additives. Incubation time starts on days 7, 14, 21, and 28. The incubation time silage of days 7, 14, 21, and 28 was assessed for physical quality including color, smell, texture, and the presence of fungi using questionnaires filled out by five students as panelists. Silage incubation results of the 21st and 28 th days, in addition to being assessed for physical quality, also analyzed chemical composition including dry matter content (BK), organic matter (BO), coarse protein (PK), gauze fiber (SK), and NH3. Physical quality assessment data is analyzed descriptively while chemical composition data is analyzed statistically using randomized completely block desing (RCBD). If there is a difference in treatment, followed by Duncan's new multiple range test (DMRT). The results of the analysis of the physical quality of the silage of the corn plant as a whole are of good quality (yellowish-green color, sour smell, the tesctur is not mushy and still clearly visible, and there is no fungus). The results of a statistical analysis of the chemical composition of corn crop silage with the addition of 10% sago flour and tapioca showed a noticeable difference (P<0.05) to nh3 concentrations, organic matter content (BO), and coarse fiber (SK).
Analisis Potensi Individu Peternak Kambing Di Pulau-Pulau Kecil Spesfik Pulau Moa Kabupaten Maluku Barat Daya Welerubun, Inggrid; Sairudy, Albertus; Jesayas, Heryanus
Kalwedo Sains (KASA) Vol 4 No 1 (2023): Kalwedo Sains (KASA), Maret 2023
Publisher : Program Studi Di Luar Kampus Utama Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/kasav4i1p60-69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi peternak individu peternak kambing di pulau Moa Kabupaten Maluku Barat Daya Propinsi Maluku. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei. Sampel wilayah dipilih sebanyak 3 lokasiyakni; Desa Moain, Dusun Nyama, Dan Dusun Kiera. Responden dalam penelitian ini adalah peternak kambing yang diambil secara acak (Purposive Random Sampling) sebanyak 20 peternak per desa sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar (75.5%) potensi dasar peternak kambing di Pulau Moa Kabupaten Maluku Barat Daya berada pada kategori sedang hal ini dibuktikan dengan hasil wawancara dan proses pengolahan data yang diperoleh dari penelitian serta penguasaan teknologi berada pada kategori rendah (100%).
Analisis Jejaring Sosial Peternak Dalam Manajemen Sumberdaya Ternak Kerbau Di Padang Penggembalaan Secara Alami Di Pulau Moa Kabupaten Maluku Barat Daya Sairudy, Albertus; Jesajas, Heryanus; Tulalessy, Abraham Henry
Kalwedo Sains (KASA) Vol 5 No 1 (2024): Kalwedo Sains (KASA), Maret 2024
Publisher : Program Studi Di Luar Kampus Utama Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/kasav5i1p24-30

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Pulau Moa Kabupaten Maluku Barat Daya dari bulan Agustus hingga September 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Penentuan desa sampel berdasarkan jumlah populasi kerbau terbanyak (proporsive sampling). Penelitian ini bertujuan untuk mengindetifikasi bentuk-bentuk jejaring social peternak yang terjadi antara peternak dalam manajemen sumberdaya ternak kerbau di Pulau Moa, Menganalisis motovasi dan ekspektasi peternak terhadap jejaring social yang telah terbentuk, mengidentifikasi keeratan hubungan simpul ikatan dalam jejaring social kelompok peternak. Hasil penelitian menunjukan bahwa hubungan terikat lemah lebih singkat sedangkan hubungan terkuat lama dan terjadi antara individu-individu yang lebih banyak kesamaan identitasnya. Motivasi dan tujuan pemeliharaan dari peternak yaitu untuk menambah pendapatan dan tabungan. Disimpulkan bahwa bentuk-bentuk jejaring yang dimiliki oleh peternak di Pulau Moa ada bonding social capital dan brinding social capital.
Identifikasi, Prevalensi, Dan Intensitas Endoparasit Pada Kerbau Moa Di Desa Tounwawan, Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya Tetrapoik, Jenromp Ana Putri Moto; Kaihena, Martha; Nindatu, Maria; Sairudy, Albertus; Ratulewen, Desi Ellida
Kalwedo Sains (KASA) Vol 4 No 2 (2023): Kalwedo Sains (KASA), September 2023
Publisher : Program Studi Di Luar Kampus Utama Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/kasav4i2p93-101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis endoparasit pada kerbau Moa di Desa Tounwawan, Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya. Sampel feses yang digunakan sebanyak 15 ekor kerbau Moa yang ada di Desa Tounwawan, Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya dan diperiksa di Laboratorium SMK Negeri 6, Maluku Barat Daya, identifikasi endoparasit dilakukan dengan metode natif. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa, dari 15 sampel yang diperiksa, 4 sampel (26,67 %) positif terinfeksi endoparasit. Sebanyak 1 sampel (6,67%) terinfeksi Trichinellidae, 1 sampel (6,67%) terinfeksi Taenidae, 1 sampel terinfeksi Ancylostomatoidea, 1 sampel (6,67%) terinfeksi Trichuridae. Derajat infeksi endoparasit pada kerbau Moa di Desa Tounwawan Kecamatan Moa Kabupaten Maluku Barat Daya termasuk dalam kategori infeksi jarang. Data tingkat intensitas, pada penelitian ini tersaji sebagai berikut: Trichinellidae 0,4, Taenidae 0,6, Ancylostomatoidea 1,4 dan Trichuridae adalah 0,2. Tingkat Infeksi endoparasit pada kerbau Moa di Desa Tounwawan Kecamatan Moa, kabupaten Maluku Barat Daya termasuk dalam kategori rendah.
Pemberian Jamu Herbal Sebagai Pakan Alami Terhadap Indeks Produksi Ayam Broiler Welerubun, Inggrid; Sairudy, Albertus
Kalwedo Sains (KASA) Vol 4 No 2 (2023): Kalwedo Sains (KASA), September 2023
Publisher : Program Studi Di Luar Kampus Utama Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/kasav4i2p102-108

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jamu herbal sebagai imbuhan pakan untuk melihat indeks produksi ayam broiler. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu (P0): kontrol, (P1): pemberian jamu herbal 1,10ml/l, (P2): pemberian jamu herbal 2,10ml/l, (P3): pemberian jamu herbal 3,10ml/l. Jamu diberi setiap hari hingga ayam berusia 30 hari. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah bobot badan akhir, persentase ayam hidup, konversi pakan, dan indeks produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil uji Anova, jamu herbal tidak memberi pengaruh nyata (P<5%) pada bobot badan akhir, persentase ayam hidup, konversi pakan dan indeks produksi. Rata-rata indeks produksi broiler pada perlakuan P0 (381), P1 (370), P2 (369) dan P3 (384). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan jamu herbal sebagai imbuhan pakan alami tidak memberi pengaruh nyata terhadap indeks produksi.
Pembuatan Pupuk Kompos Berbahan Dasar Daun Kering Di Desa Morella Kecamatan Lehitu Kabupaten Maluku Tengah Welerubun, Inggrid; Lainsamputty, Jecklin M; Sairudy, Albertus
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/a2eagk90

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Morella, Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah mengenai pembuatan kompos dari sampah daun kering. Manfaat pembuatan kompos dari daun kering adalah untuk membantu petani dalam membuat pupuk organik dari alam serta mengoptimalkan pemanfaatan sampah daun kering sehingga daun kering dapat memiliki nilai guna yang tinggi dan bermanfaat sebagai pupuk kompos. Pengolahan sampah daun kering menjadi pupuk organik dapat meningkatkan pengetahuan serta wawasan masyarakat tentang pembuatan pupuk kompos dan dapat mengurangi ketergantungan penggunaan pupuk anorganik yang mengandung banyak senyawa yang kurang ramah lingkungan. Pelatihan ini diikuti oleh masyarakat Desa Morella yaitu ibu-ibu PKK. Hasil dari pelatihan ini adalah masyarakat Desa Morella dapat membuat pupuk kompos dengan bahan alami serta menambah pengetahuan dan wawasan masyarakat Desa Morella, Kabupaten Maluku Tengah
Sosialisasi Perbaikan Manajemen Reproduksi pada Ternak Sapi Potong di Desa Laitutun Kecamatan Letti Kabupaten Maluku Barat Daya Arnold Ismael Kewilaa; Albertus Sairudy; Barnabas Gairtua; Jen Merlinda Lekipiou; Yokbet Yerusa; Adelcy Putriny Romkeny; Ludia Haprekkunarey; Lili Marlen Nyainleta; Viktor B. Untajana; Yulius A. Aktawelora; Novita Maupula; Agnes Serpiela; Erna Yanti Laumaly; Weli Apriliani Salmanu; Olinda Maria Maahury; Dewi Rosita Rupisay
Manfaat : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 4 (2025): November : Manfaat : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/manfaat.v2i4.484

Abstract

The purpose of this activity is to conduct outreach on improving reproductive management in beef cattle. This activity was carried out in Laitutun Village, Letti District, Southwest Maluku Regency, which took place in September 2025. The target of this activity was beef cattle breeders in Laitutun Village. The implementation of this activity includes two stages, namely: the preparation stage and the implementation stage. In the preparation stage, surveys, licensing coordination, and problem identification were conducted, to identify problems in the livestock sector. In the implementation stage, outreach was conducted on improving reproductive management in beef cattle in Laitutun Village. The material presented was reproductive management and various reproductive problems that can hinder the increase in the beef cattle population in Laitutun Village. This outreach activity involved all Laitutun Village Staff and the livestock community who raise beef cattle. The conclusion of this activity was increased information, knowledge, and understanding of good reproductive management, increased knowledge about the cycle and signs of estrus as well as the right time for mating and producing pregnancy, and increased motivation of the livestock community in developing the beef cattle business by increasing its population.
Dinamika Produksi, Populasi dan Pemotongan Ternak Kerbau Lokal sebagai Indikator Keberlanjutan Sektor Peternakan di Kabupaten Maluku Barat Daya Alam, Asmirani; Kewilaa, Arnold; Sairudy, Albertus; Matatula, Michel Johan; Sarfan, Riri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36766

Abstract

Ternak kerbau merupakan salah satu komoditas ternak lokal yang memiliki peran strategis dalam sistem peternakan wilayah kepulauan, khususnya sebagai sumber pangan, tabungan hidup dan bagian dari budaya masyarakat. Kabupaten Maluku Barat Daya dikenal sebagai salah satu wilayah dengan keberadaan ternak kerbau lokal yang bersifat endemik. Selain memiliki nilai ekonomi, ternak kerbau juga berperan penting dalam menjaga keberlanjutan sistem peternakan berbasis sumber daya lokal, yang didukung oleh ketersediaan lahan penggembalaan yang relatif luas serta sumber pakan alami. Namun demikian, kondisi musim kemarau yang berlangsung panjang menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan pakan dan populasi ternak kerbau, terutama dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan keberlanjutan populasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika produksi, populasi dan pemotongan ternak kerbau sebagai indikator keberlanjutan subsektor peternakan di Kabupaten Maluku Barat Daya pada tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder produksi, populasi dan pemotongan ternak kerbau yang diperoleh dari instansi pemerintah daerah terkait. Analisis dilakukan melalui pemaparan kondisi aktual serta perhitungan rasio pemotongan ternak sebagai indikator tekanan pemanfaatan terhadap populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi ternak kerbau pada tahun 2024 tercatat sebanyak 13.443 ekor dan terkonsentrasi di Kecamatan Moa sebagai wilayah basis utama. Produksi ternak kerbau juga didominasi oleh kecamatan tersebut, sementara beberapa kecamatan lain belum memiliki populasi maupun aktivitas produksi kerbau. Tingkat pemotongan ternak kerbau secara keseluruhan relatif rendah, sehingga tekanan pemanfaatan terhadap populasi masih tergolong kecil. Kondisi ini mencerminkan karakteristik peternakan rakyat, di mana ternak kerbau lebih banyak dipelihara sebagai aset ekonomi atau tabungan hidup. Oleh karena itu, penguatan manajemen reproduksi, perbaikan kualitas pakan serta pendampingan peternak rakyat menjadi langkah strategis dalam mendukung keberlanjutan pengelolaan ternak kerbau lokal di wilayah kepulauan.