Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Strategy Analysis Of BBPOM Pekanbaru Implementing A Communication Management Program Regarding Hazardous Halal-Haram Cosmetics From The Islamic Education Perspective Rosmala, Rosmala; Kholil, Syukur; Harahap, Nursapiah
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 03 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i03.4337

Abstract

Communication management is the role of management in communicating effectively. The purpose of this research was to find out how BBPOM Pekanbaru can inform, educate, and communicate (ICE) with the public in Pekanbaru about the phenomenon of dangerous cosmetics. Sources of data are referred to journals, magazines, websites, and newspapers related to the dangerous cosmetics phenomenon. A qualitative research method was implemented, and the POAC (planning, organizing, acting, and controlling) concept on how to communicate was used as a reference. BBPOM Pekanbaru has implemented information sharing, counseling, and the ICE program by conducting 12 times of knowledge sharing through Instagram, Twitter, and Facebook and a 14-time discussion program using video, local television, and radio about dangerous cosmetics in Pekanbaru. Many programs have been implemented as per the yearly program target, but BBPOM needs additional resources to improve the control system. Communication management is very important from an Islamic perspective because everything must be done correctly.
IMPLIKASI TEKNOLOGI KOMUNIKASI TERHADAP HUBUNGAN INTERPERSONAL ORANG TUA DAN ANAK Az-zahra, Salsabila; Berliana , Farida; Zen, Fadli Febriansyah; Aulia, Lisa; Febrian, Revi; Harahap, Nursapiah
Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik Vol. 1 No. 3 (2024): Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini melihat bagaimana penggunaan elektronik mempengaruhi hubungan interpersonal antara orang tua dan anak di berbagai lingkungan di Medan. Kuesioner berbasis skala Likert (1-4) digunakan untuk mengumpulkan data dari 50 orang tua dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Skor rata-rata 53,8% dari hasil penelitian menunjukkan hubungan yang "tidak baik". Hasil penelitian ini menekankan dampak buruk dari teknologi, termasuk paparan informasi yang menyinggung, fokus yang buruk, gangguan tidur, dan terganggunya interaksi keluarga. Penelitian ini menyoroti betapa pentingnya bagi orang tua untuk mengawasi dan mengajari anak-anak mereka tentang penggunaan teknologi untuk mengurangi dampak buruk dan menjaga hubungan keluarga yang positif.
Pengaruh Teknologi Komunikasi : Studi Kauntitatif Terhadap Pengaruh Komunikasi Dalam Lingkup Komunikasi Keluarga Satria, M Diaz; Tarigan , Revinta Br; Nasution, Karina Anjani; Maulana, Muhammad Hasbi; Kharisma, Citra Puja; Harahap, Nursapiah
Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik Vol. 1 No. 4 (2024): Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh teknologi komunikasi terhadap interaksi keluarga, dengan fokus pada penggunaan aplikasi WhatsApp. Rogers (1986) melihat teknologi komunikasi sebagai perangkat keras dalam struktur organisasi yang memfasilitasi pertukaran informasi, sementara McOmber (2003) mengaitkannya dengan kebudayaan dan perubahan sosial. Metode penelitian kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner menggunakan Skala Guttman diterapkan kepada 47 responden. Hasil menunjukkan bahwa WhatsApp adalah aplikasi chat paling populer karena kemudahan penggunaan dan tanpa iklan. Mayoritas responden merasa lebih mudah menyampaikan perasaan melalui teknologi komunikasi dibandingkan secara langsung, dan teknologi seperti WhatsApp membantu mereka merasa lebih dekat dengan keluarga meskipun terpisah oleh jarak. Namun, ketergantungan pada teknologi dapat mengurangi kualitas interaksi tatap muka. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya menemukan keseimbangan antara komunikasi virtual dan tatap muka untuk mempertahankan kualitas hubungan keluarga.