Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

DOMINASI FAKTOR SOSIAL ATAS FAKTOR EKONOMI DALAM USAHATANI CABAI DI PESISIR BONEPANTAI Uloli, Fristawati; Suparwata, Dewa Oka; Mokoginta, Meity Melani; Indrianti, Merita Ayu
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.22434

Abstract

Usahatani cabai di Indonesia kerap dihadapkan pada volatilitas harga dan risiko produksi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh simultan faktor ekonomi (biaya produksi dan harga jual) dan faktor sosial (pendidikan dan pengalaman) terhadap pendapatan petani cabai di wilayah pesisir Kecamatan Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango. Menggunakan pendekatan kuantitatif, data dari 56 petani sampel dianalisis dengan model fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian mengungkap bahwa faktor ekonomi secara statistik tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan (Sig. 0,392), mengindikasikan posisi petani sebagai price taker yang rentan distorsi pasar. Sebaliknya, faktor sosial berpengaruh positif dan sangat signifikan (Sig. 0,001) dengan koefisien elastisitas dominan sebesar 1,167. Usahatani berada pada kondisi Increasing Returns to Scale (1,400). Temuan ini menyimpulkan bahwa kapasitas manajerial dan pengalaman lebih menentukan keberhasilan ekonomi dibandingkan modal finansial. Rekomendasi kebijakan harus bergeser dari fokus subsidi fisik menuju investasi penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui penyuluhan intensif. Kata Kunci : Cabai, Cobb-Douglas, Faktor Ekonomi, Faktor Sosial, Pendapatan Petani
ANALISIS KELAYAKAN DAN PENGEMBANGAN AGRIBISNIS JAGUNG (ZEA MAYS) DI DESA KOPI KECAMATAN BULANGO UTARA KABUPATEN BONE BOLANGO Laiko, Rizal Susanto; Suparwata, Dewa Oka; Djibran, Moh Muchlis; Mokoginta, Meity M.
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.21346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan finansial dan kontribusi ekonomi dari agribisnis jagung di Desa Kopi, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis rasio penerimaan terhadap biaya (R/C ratio) dan Location Quotient (LQ). Data diperoleh melalui survei terhadap 41 petani jagung dengan menggunakan kuesioner terstruktur dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa R/C ratio sebesar 2,56 mengindikasikan bahwa usaha tani jagung di Desa Kopi layak secara finansial, dengan total pendapatan yang lebih besar daripada biaya produksi. Nilai LQ sebesar 1,25 menunjukkan bahwa jagung merupakan komoditas unggulan di daerah tersebut, dengan kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal. Penelitian ini juga menemukan bahwa faktor-faktor seperti akses terhadap input, teknologi budidaya, dan informasi pasar mempengaruhi profitabilitas petani. Kebijakan pemerintah yang mendukung penyuluhan dan akses pembiayaan diperlukan untuk memperkuat kelayakan dan daya saing agribisnis jagung di tingkat pedesaan.  
Comparative Analysis of Rice Farming Using Tabela and Transplantation Patterns in Harapan Village Bokingo, Zulkarnain; Mokoginta, Meity Melani; Gobel, Yusriyah Atikah; Suparwata, Dewa Oka
Economics and Digital Business Review Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/ecotal.v7i2.3776

Abstract

This study aims to determine the production costs and income of lowland rice farming using the Tabela planting pattern and the shifting planting pattern in Harapan Village, Wonosari District. This study involved 41 rice farmers. The research method is a survey, using a farming analysis that provides an explanation of the large production costs and income of lowland rice farming in the table planting pattern and the shifting planting pattern in Harapan Village. The results of the study show Based on the results of the analysis that has been carried out, it can be seen that the average farming costs incurred by rice farmers with a shifting planting pattern are Rp. 10,600,959 (Per Kg / Farmer / MT) and the average farming costs incurred by rice farmers with a Tabela planting pattern are Rp. 2,676,347 (Per Kg / Farmer / MT) in Harapan Village, Wonosari District, and the average income of rice farmers with a shifting planting pattern is Rp. 22,289,950 (Per Kg / Farmer / MT) and the average income of rice farmers with a Tabela planting pattern is Rp. 32,313,126 (Per Kg / Farmer / MT) in Harapan Village, Wonosari District
Analisis Strategi Penerapan Teknologi Mesin Tanam Padi pada Pertanian Padi Menggunakan Metode Interpretive Structural Modeling (ISM) di Sulawesi Selatan. Irmayani; Meity Melani Mokoginta; Poornika Kumari Seelagama; Abdullah; Dina Aprianty Azis; Mukhlis; Masnur
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 4 (2024): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i4.7124

Abstract

Indonesia has several rice producing centers, one of which is Sidrap Regency which is located in South Sulawesi with the support of a rice transplanter technology system. This research aims to analyze the factors inhibiting the implementation of rice transplanter rice planting machine innovation and strategies for implementing the use of this planting machine. This research uses descriptive analysis by creating frequency tables and percentages from primary data results obtained through interviews with respondents. Likert scale to measure farmers' responses to the dissemination of the Rice Transplanter rice planting machine innovation in Sidrap Regency and the ISM method was used to develop a strategy for implementing the dissemination of agricultural innovation to support agricultural development in Sidrap Regency. The research results show that the factors inhibiting the implementation of Rice Transplanter machine innovation are farmers' lack of skills in using rice transplanter, limited rice transplanter, facilities in farmer groups, lack of rice transplanter service providers and lack of farmer staff, motivation to use rice planting tools. The strategy for implementing rice transplanter innovation is through training in implementing rice transplanter innovation, increasing farmers' interest in using rice transplanters, providing rice transplanter facilities and strengthening institutions.
Karakteristik Sosial Ekonomi Peternak Sapi Potong Dan Kaitannya Dengan Skala Usaha Di Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo Irhamni Abdullah; Ishak Korompot; Ramlan Pomolango; Meity Melani Mokoginta; Dewa Oka Suparwata
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sosial dan ekonomi peternak sapi potong serta hubungannya dengan skala usaha di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 91 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Variabel penelitian meliputi karakteristik sosial (umur, pendidikan, pengalaman beternak dan jumlah tanggungan keluarga), karakteristik ekonomi (sumber modal, biaya operasional dan pendapatan), serta skala usaha yang diukur berdasarkan jumlah kepemilikan ternak. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sosial peternak berada pada kategori sedang hingga tinggi dan relatif homogen, sedangkan karakteristik ekonomi berada pada kategori rendah hingga sedang. Skala usaha peternakan sapi potong didominasi oleh skala kecil hingga menengah. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa karakteristik sosial tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan skala usaha (rs = 0,037; p > 0,05), sedangkan karakteristik ekonomi memiliki hubungan yang sangat kuat dan signifikan (rs = 0,837; p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa faktor ekonomi merupakan determinan utama dalam pengembangan skala usaha peternakan sapi potong, karakteristik sosial tidak berpengaruh secara langsung. Peningkatan skala usaha perlu difokuskan pada penguatan akses terhadap sumber daya ekonomi, khususnya modal dan pendapatan usaha.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Dan Efisiensi Teknis Usahatani Kacang Panjang (Vigna Sinensis L.) Di Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo Abdul Rahman Gani; Moh Muchlis Djibran; Yusriyah Atikah Gobel; Meity Melani Mokoginta; Merita Ayu Indrianti; Dewa Oka Suparwata
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober - Desember
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v2i4.647

Abstract

Kacang panjang (Vigna sinensis L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi dan gizi tinggi yang menunjukkan pertumbuhan produksi sangat signifikan di Kabupaten Gorontalo, namun kajian kuantitatif tentang faktor-faktor produksi dan efisiensi teknisnya belum pernah dilakukan di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh simultan dan parsial faktor-faktor produksi serta mengkaji tingkat efisiensi teknis usahatani kacang panjang di Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Survei kuantitatif diterapkan dengan melibatkan 86 petani melalui pendekatan total sampling (sensus). Analisis menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas yang diestimasi dengan Ordinary Least Square (OLS) melalui perangkat lunak EViews 10. Seluruh uji asumsi klasik terpenuhi: normalitas (Jarque-Bera: JB=3,596; p=0,166), bebas multikolinearitas, dan homoskedastisitas. Hasil menunjukkan bahwa secara simultan seluruh faktor produksi berpengaruh nyata (F=14,207; p<0,001; R2=54,60%). Secara parsial, luas lahan (beta=0,341; p=0,002), benih (beta=0,241; p=0,024), dan pupuk (beta=0,315; p=0,045) berpengaruh nyata pada taraf alpha=5%, sedangkan tenaga kerja dan pestisida tidak berpengaruh nyata. Total elastisitas sebesar 1,009 mengindikasikan constant return to scale (CRS) pada level sistem produksi keseluruhan, sementara seluruh faktor produksi secara parsial berada pada kondisi decreasing return to scale (DRS). Temuan ini mengimplikasikan perlunya reorientasi penggunaan input melalui optimalisasi lahan, peningkatan kualitas benih unggul bersertifikat, dan penerapan pemupukan berimbang sebagai prioritas program penyuluhan pertanian di Kabupaten Gorontalo.  
Huyula Sebagai Modal Sosial Pada Usahatani Tomat: Persepsi Petani Terhadap Efisiensi Waktu Dan Biaya Di Kecamatan Limboto, Gorontalo Jumriaty Maleba; Moh Muchlis Djibran; Meity Melani Mokoginta; Yusriyah Atikah Gobel; Merita Ayu Indrianti; Dewa Oka Suparwata
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 3 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v3i1.703

Abstract

Kearifan lokal Huyula merupakan praktik gotong royong khas masyarakat Gorontalo yang diimplementasikan dalam sistem pertanian komunal, termasuk usahatani tomat. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi petani tomat terhadap kontribusi Huyula dalam meningkatkan efisiensi waktu (X1), efisiensi biaya (X2), dan produktivitas usahatani (Y) di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Desain penelitian bersifat deskriptif kuantitatif dengan teknik sensus terhadap 48 petani tomat di tiga desa sampel: Bolihuangga, Hunggaluwa, dan Tenilo. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert lima poin dengan 15 item pernyataan (5 item per variabel, skor total teoritis 5-25). Analisis deskriptif kategoris menggunakan interval kelas empat poin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor efisiensi waktu berada pada rentang 21-25 (Sangat Tinggi), efisiensi biaya pada 17-23 (Tinggi hingga Sangat Tinggi), dan persepsi produktivitas pada 18-23 (Tinggi hingga Sangat Tinggi). Ketiga variabel secara konsisten menunjukkan persepsi positif terhadap manfaat Huyula. Data sekunder produksi tomat 2019-2022 menunjukkan pola fluktuasi signifikan: 3.212 kuintal (2019) turun 57% menjadi 1.394 kuintal (2020) akibat pandemi COVID-19, kemudian pulih ke 1.569 kuintal (2021) dan 3.109 kuintal (2022). Temuan ini mengkonfirmasi Huyula sebagai modal sosial produktif yang efektif sebagai mekanisme efisiensi tenaga kerja kolektif dan buffer ketahanan produksi. Penelitian merekomendasikan integrasi Huyula secara formal dalam program penyuluhan pertanian berbasis komunitas di Gorontalo.