Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Dan Efisiensi Teknis Usahatani Kacang Panjang (Vigna Sinensis L.) Di Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo Abdul Rahman Gani; Moh Muchlis Djibran; Yusriyah Atikah Gobel; Meity Melani Mokoginta; Merita Ayu Indrianti; Dewa Oka Suparwata
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober - Desember
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v2i4.647

Abstract

Kacang panjang (Vigna sinensis L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi dan gizi tinggi yang menunjukkan pertumbuhan produksi sangat signifikan di Kabupaten Gorontalo, namun kajian kuantitatif tentang faktor-faktor produksi dan efisiensi teknisnya belum pernah dilakukan di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh simultan dan parsial faktor-faktor produksi serta mengkaji tingkat efisiensi teknis usahatani kacang panjang di Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Survei kuantitatif diterapkan dengan melibatkan 86 petani melalui pendekatan total sampling (sensus). Analisis menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas yang diestimasi dengan Ordinary Least Square (OLS) melalui perangkat lunak EViews 10. Seluruh uji asumsi klasik terpenuhi: normalitas (Jarque-Bera: JB=3,596; p=0,166), bebas multikolinearitas, dan homoskedastisitas. Hasil menunjukkan bahwa secara simultan seluruh faktor produksi berpengaruh nyata (F=14,207; p<0,001; R2=54,60%). Secara parsial, luas lahan (beta=0,341; p=0,002), benih (beta=0,241; p=0,024), dan pupuk (beta=0,315; p=0,045) berpengaruh nyata pada taraf alpha=5%, sedangkan tenaga kerja dan pestisida tidak berpengaruh nyata. Total elastisitas sebesar 1,009 mengindikasikan constant return to scale (CRS) pada level sistem produksi keseluruhan, sementara seluruh faktor produksi secara parsial berada pada kondisi decreasing return to scale (DRS). Temuan ini mengimplikasikan perlunya reorientasi penggunaan input melalui optimalisasi lahan, peningkatan kualitas benih unggul bersertifikat, dan penerapan pemupukan berimbang sebagai prioritas program penyuluhan pertanian di Kabupaten Gorontalo.  
Huyula Sebagai Modal Sosial Pada Usahatani Tomat: Persepsi Petani Terhadap Efisiensi Waktu Dan Biaya Di Kecamatan Limboto, Gorontalo Jumriaty Maleba; Moh Muchlis Djibran; Meity Melani Mokoginta; Yusriyah Atikah Gobel; Merita Ayu Indrianti; Dewa Oka Suparwata
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 3 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v3i1.703

Abstract

Kearifan lokal Huyula merupakan praktik gotong royong khas masyarakat Gorontalo yang diimplementasikan dalam sistem pertanian komunal, termasuk usahatani tomat. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi petani tomat terhadap kontribusi Huyula dalam meningkatkan efisiensi waktu (X1), efisiensi biaya (X2), dan produktivitas usahatani (Y) di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Desain penelitian bersifat deskriptif kuantitatif dengan teknik sensus terhadap 48 petani tomat di tiga desa sampel: Bolihuangga, Hunggaluwa, dan Tenilo. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert lima poin dengan 15 item pernyataan (5 item per variabel, skor total teoritis 5-25). Analisis deskriptif kategoris menggunakan interval kelas empat poin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor efisiensi waktu berada pada rentang 21-25 (Sangat Tinggi), efisiensi biaya pada 17-23 (Tinggi hingga Sangat Tinggi), dan persepsi produktivitas pada 18-23 (Tinggi hingga Sangat Tinggi). Ketiga variabel secara konsisten menunjukkan persepsi positif terhadap manfaat Huyula. Data sekunder produksi tomat 2019-2022 menunjukkan pola fluktuasi signifikan: 3.212 kuintal (2019) turun 57% menjadi 1.394 kuintal (2020) akibat pandemi COVID-19, kemudian pulih ke 1.569 kuintal (2021) dan 3.109 kuintal (2022). Temuan ini mengkonfirmasi Huyula sebagai modal sosial produktif yang efektif sebagai mekanisme efisiensi tenaga kerja kolektif dan buffer ketahanan produksi. Penelitian merekomendasikan integrasi Huyula secara formal dalam program penyuluhan pertanian berbasis komunitas di Gorontalo.
Mencegah Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Remaja melalui Edukasi dan Partisipasi Karang Taruna di Desa Pentadio Timur Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo Moh Muchlis Djibran; Yusriyah Atikah Gobel; Meity M Mokoginta; Sitti Magfirah Makmur; Hardiyanti Umar; Memy Restiani Ishak; Risman Bakari Bahu; Zulkarnain Djakaria; Devi Yulianti Tobuhu; Ririn R. Luawo; Sri Nova Indriani Puneli; Noer Mayang Kaluku
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i1.250

Abstract

Penyalahgunaan narkoba pada remaja merupakan masalah serius yang berdampak buruk terhadap kesehatan fisik, sosial, dan masa depan generasi muda. Faktor utama yang mendorong meningkatnya penggunaan narkoba di kalangan generasi muda adalah kurangnya edukasi dan kesadaran mengenai bahaya yang terkait dengan narkoba. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengedukasi remaja dengan pemahaman menyeluruh tentang berbagai klasifikasi narkoba, dampak buruk penggunaan narkoba terhadap kesejahteraan fisik dan mental, dan potensi konsekuensi hukum yang mungkin timbul. Pendekatan yang digunakan adalah metode ceramah dan diskusi yang meliputi pemaparan dari dosen, pakar hukum, dan perwakilan Karang Taruna Provinsi Gorontalo. Hasil yang diperoleh dari upaya pengabdian masyarakat ini secara efektif meningkatkan kesadaran dan pemahaman di kalangan remaja mengenai bahaya yang terkait dengan kecanduan narkoba. Sebagian besar peserta menyadari pentingnya kegiatan ini dan termotivasi untuk tidak melakukan penyalahgunaan narkoba di masa depan. Untuk melindungi generasi muda dari bahaya penggunaan narkoba, kegiatan serupa harus terus dilakukan dalam memberikan edukasi dan menumbuhkan ketahanan generasi muda terhadap narkoba.
ANALISIS KELAYAKAN DAN PENGEMBANGAN AGRIBISNIS JAGUNG (ZEA MAYS) DI DESA KOPI KECAMATAN BULANGO UTARA KABUPATEN BONE BOLANGO Rizal Susanto Laiko; Dewa Oka Suparwata; Moh Muchlis Djibran; Meity M. Mokoginta
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51 No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.21346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan finansial dan kontribusi ekonomi dari agribisnis jagung di Desa Kopi, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis rasio penerimaan terhadap biaya (R/C ratio) dan Location Quotient (LQ). Data diperoleh melalui survei terhadap 41 petani jagung dengan menggunakan kuesioner terstruktur dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa R/C ratio sebesar 2,56 mengindikasikan bahwa usaha tani jagung di Desa Kopi layak secara finansial, dengan total pendapatan yang lebih besar daripada biaya produksi. Nilai LQ sebesar 1,25 menunjukkan bahwa jagung merupakan komoditas unggulan di daerah tersebut, dengan kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal. Penelitian ini juga menemukan bahwa faktor-faktor seperti akses terhadap input, teknologi budidaya, dan informasi pasar mempengaruhi profitabilitas petani. Kebijakan pemerintah yang mendukung penyuluhan dan akses pembiayaan diperlukan untuk memperkuat kelayakan dan daya saing agribisnis jagung di tingkat pedesaan.  
DOMINASI FAKTOR SOSIAL ATAS FAKTOR EKONOMI DALAM USAHATANI CABAI DI PESISIR BONEPANTAI Fristawati Uloli; Dewa Oka Suparwata; Meity Melani Mokoginta; Merita Ayu Indrianti
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51 No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.22434

Abstract

Usahatani cabai di Indonesia kerap dihadapkan pada volatilitas harga dan risiko produksi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh simultan faktor ekonomi (biaya produksi dan harga jual) dan faktor sosial (pendidikan dan pengalaman) terhadap pendapatan petani cabai di wilayah pesisir Kecamatan Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango. Menggunakan pendekatan kuantitatif, data dari 56 petani sampel dianalisis dengan model fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian mengungkap bahwa faktor ekonomi secara statistik tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan (Sig. 0,392), mengindikasikan posisi petani sebagai price taker yang rentan distorsi pasar. Sebaliknya, faktor sosial berpengaruh positif dan sangat signifikan (Sig. 0,001) dengan koefisien elastisitas dominan sebesar 1,167. Usahatani berada pada kondisi Increasing Returns to Scale (1,400). Temuan ini menyimpulkan bahwa kapasitas manajerial dan pengalaman lebih menentukan keberhasilan ekonomi dibandingkan modal finansial. Rekomendasi kebijakan harus bergeser dari fokus subsidi fisik menuju investasi penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui penyuluhan intensif. Kata Kunci : Cabai, Cobb-Douglas, Faktor Ekonomi, Faktor Sosial, Pendapatan Petani