Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PHLEBOTOMY TECHNIQUE (FASDHU) AS A PRIMARY EFFORT TO REDUCE BLOOD PRESSURE IN HYPERTENSION SUFFERERS Madi, Darmadi; Yusrita, Eli; Permata Dewi, Asiska; Ismaningsih, Ismaningsih; Hasbi, Nural
Journal of Empowerment Community Vol. 7 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v7i1.1641

Abstract

Teknik Flebotomi (Fasdhu) merupakan suatu teknik yang digunakan untuk mengeluarkan darah dari fungsi vena difossa cubiti. Teknik ini berguna untuk menurunkan kadar yang berlebih di dalam tubuh salah satunya tekanan darah yang tinggi (hipertensi). Banyak cara yang telah digunakan untuk menurunkan tekanan darah yang tinggi, diantaranya dengan obat sintetik, konsumsi obat herbal dan beberapa Upaya lain yang dianggap mampu menurunan tekanan darah tersebut. Tujuan dari pengabdian ini diharapkan penderita hipertensi akan Kembali normal tekanan darahnya setelah melakukan teknik flebotomi (fasdhu) tersebut. Metode atau tahapan-tahapan pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian ini diawali dengan memberikan penyuluhan tentang hipertensi, dilanjutkan tahapan berikutnya pengukuran tekanan darah, tahapan berikutnya pengeluaran darah dengan teknik flebotomi (fasdhu) serta tahapan terakhir pengukuran tekanan darah setelah perlakuan teknik flebotomi. Dari perlakuan yang telah dilakukan terhadap 10 responden yang mengalami tekanan darah tinggi diperoleh rerata tekanan darah sebelum perlakuan teknik flebotomi (fasdhu) adalah 172/88,5 mmhg, sedangkan setelah perlakuan diperoleh rerata tekanan darah 148,2/88,3 mmhg. Dari hasil perlakuan teknik flebotomi (fasdhu) yang telah dilakukan tersebut perlakuan teknik fasdhu mampu menurunkan tekanan darah yang tinggi. Kata kunci: Flebotomi ; Fasdhu ; Hipertensi.
Pencegahan Penurunan VO2 Maks Pada Perokok Aktif Dengan Latihan Aerobic Intensitas Sedang Hidayati Zein, Renni; Rizal, Yose; Ismaningsih, Ismaningsih; Hariani Ratih , Rini; Mardhiyani , Dini
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v2i2.313

Abstract

Menurut WHO dalam  Report on Global Tobacco Epidemic   tahun 2008, konsumsi rokok di Indonesia menduduki urutan ke - 3 di dunia setelah  China dan India. Konsumsi rata - rata rokok per orang (usia di  atas 15 tahun) adalah 12 batang per hari pada tahun 2007. Prevalensi dari penduduk usia di atas 15 tahun yang merokok adalah 35,4% pada tahun 2007. Namun, terdapat perbedaan angka yang besar antara pria dan wanita dimana 65,3% pria di Indonesia yang berusia di atas 15 tahun merokok dan hanya sekitar 5% wanita yang merokok. Kerusakan pada berbagai macam sistem organ dapat disebabkan oleh berbagai macam zat toksik, iritan dan radikal bebas yang ada dalam asap rokok. Dari efek rokok pada berbagai sistem organ tersebut, angka mortalitas terbesar adalah akibat penyakit pada sistem kardiovaskular, yaitu sebesar 37%, penyakit kankersebesar 28% dan akibat penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), yaitu sebesar 26%. Tujuan dari kegiatan pelaksanaan ini adalah untuk: Melakukan diskusi dengan Ketua IPMBK, Peninjauan lokasi IPMBK di jalan A.Yani Kecamatan Bangkinang Kota, Menjalin kerjasama Ketua IPMBK kecamatan Bangkinang Kota dan Melakukan Penyuluhan Anggota IPMBK. Sasaran dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mahasiswa atau remaja anggota IPMBK yang merupakan perokok aktif dijalan A. yani Kecamatan bangkinang kota kabupaten Kampar. Berdasarkan hasil wawancara dan pemeriksaan dari 12 mahasiswa/i perokok aktif rata-rata mengalami penurunan Vo2 maks dibuktikan dengan selisih nilai yang diperoleh saat dilakukan pemeriksaan. Setelah dilakukan wawancara selanjutnya mendemostrasikan tentang terapi latihan berupa latihan aerobic untuk meningkatkan Vo2 maks pada perokok aktif dan dapat memberikan edukasi berupa bahaya yang ditimbulkan akibat rokok serta pencegahan yang akan ditimbulkan.  
Peranan Fisioterapi Dalam Mempromosikan Kesehatan Dan Memberikan Stroke Exercise Untuk Memulihkan Mobilitas Dirumah Dalam Mengoptimalkan Aktivitas Fungsional Tubuh Ismaningsih, Ismaningsih; Siti Muawanah, Siti Muawanah; Nurmaliza, Nurmaliza; Triyulianti, Sari; Saniya, Saniya
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v2i2.316

Abstract

Dimensi Pelayanan Fisioterapi meliputi upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan dan pemulihan gangguan sistem gerak dan fungsi dalam rentang kehidupan dari praseminasi sampai ajal. Pelayanan fisioterapi dapat dilakukan di pusat kesehatan kerja, pusat panti usia lanjut, pusat olahraga dan pusat pelayanan umum. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan informasi kepada masyarakat, tentang pentingnya upaya pencegahan dan juga intervensi yang dapat dilakukan fisioterapi melalui kegiatan mempromosikan kesehatan dan memberikan stroke exercise untuk memulihkan mobilitas dirumah dalam mengoptimalkan aktivitas fungsional tubuh. Komponen utama rehabilitasi stroke adalah penerapan latihan untuk meningkatkan fungsi motoric. Stroke exercise merupakan sesuatu yang penting bagi para penyintas yang ingin meningkatkan mobilitas. Penelitian menunjukkan bahwa ada periode waktu kritis hingga 6-8 bulan setelah stroke, pemulihan paling banyak terjadi dengan rehabilitasi, namun ada juga bukti bahwa neuroplastisitas berlanjut sepanjang umur. Faktanya program latihan dirumah yang konsisten adalah salah satu cara terbaik untuk melanjutkan pemulihan setelah keluar dari rehabilitasi rawat inap. Banyak orang dengan gangguan neurologis setelah stroke lebih memilih perawatan berbasis rumah daripada jangka panjang rawat inap. Perawatan dirumah tidak hanya memenuhi standar perawatan rumah sakit, tetapi juga menawarkan pasien manfaat tambahan dari kenyamanan dirumah. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mempromosikan kesehatan dan memberikan stroke exercise untuk memulihkan mobilitas dirumah dalam mengoptimalkan aktivitas fungsional tubuh. Tim pengabdian memberikan edukasi pencegahan dan penatalaksanaan kondisi low back pain dengan menggunakan neuromuscular taping dan terapi latihan berupa exercise. Lokasi pengadaan kegiatan ini dilakukan di "Centrum" jalan Ahmad Dahlan 137 Sukajadi Pekanbaru. Harapannya setelah dilakukan pengabdian kepada masyarakat dapat membantu pemulihan bagi orang yang terkena stroke untuk melakukan peranan fisioterapi dalam mempromosikan kesehatan dan memberikan stroke exercise untuk memulihkan mobilitas dirumah dalam mengoptimalkan aktivitas fungsional tubuh penderita stroke
EDUKASI DAN PEMBERIAN PROGRAM FISIOTERAPI SENAM LANSIA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP DI POSYANDU LANSIA SEHATI KELURAHAN SIDOMULYO KOTA PEKANBARU Ismaningsih, Ismaningsih; Iballa, Brilian Dini MA; Darmadi, Darmadi; Juariah, Siti
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v7i2.595

Abstract

The World Health Organization (WHO) defines healthy aging as the process of developing and maintaining functional abilities that enable well-being in old age. Aging describes the influence on cells at the biological level caused by the impact of the accumulation of various molecular and cellular damage over time. This leads to a gradual decline in physical and mental capacity, an increased risk of disease, and eventually death. One of the efforts of the physiotherapy program in conducting this activity aims to provide education and an elderly gymnastics program to raise awareness about the importance of physiotherapy and how to perform simple exercises at home, the presence of physiotherapists who can provide periodic services at the Posyandu, including evaluating physical conditions and providing interventions that are appropriate to the condition of the disease. The method used in this activity is to conduct counseling, education, and intervention, then the data is processed quantitatively. The results measured the quality of life using WHOQOL. The WHOQOL score before was 68.33+5.423 and afterward, it was 86.06+4.439, indicating an improvement in the quality of life after the elderly gymnastics program. Additionally, this activity resulted in several aspects, namely: 1) the elderly and their families became more aware of the importance of physiotherapy in maintaining physical health, 2) education on the benefits of physiotherapy and physical exercise, 3) a physical exercise program (in the form of elderly gymnastics), 4) the elderly participating in the program experienced an improved quality of life, 5) the elderly reported feeling more active, enthusiastic, and able to perform daily activities better, 6) the level of participation of the elderly in the program was high, indicating interest and need for the program, and 7) positive feedback from the elderly and their families regarding the benefits of the program for their health and well-being.