Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PABRIK GULA KALIBAGOR: PERKEMBANGAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT KALIBAGOR TAHUN 1957-1997 Pamikat, Renardi; Wasino, Wasino; Atno, Atno
Journal of Indonesian History Vol 8 No 2 (2019): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v8i2.37053

Abstract

Sukarno's speech on August 17, 1956 signaled the takeover of Dutch-owned companies, which began in December 1957. The Law set up for the nationalization act was Law No. 86 of 1958. One of the things nationalized by the government was the Kalibagor sugar factory. In this study, the author discusses how the process of nationalizing the Kalibagor sugar factory until its closure and the socio-economic dynamics of the community that occurred after nationalization. The results of this study are that the people in Kalibagor experienced some changes. This is the impact of the nationalization. In 1975, the sugar commodity was replaced by rice and tobacco. Then the government issued Presidential Instruction No. 9 of 1975 concerning People's Intensification Sugar Cane (TRI). But the program was also unsuccessful with a number of problems, which made the Kalibagor sugar factory continue to suffer losses. Finally, in 1997 the crisis that occurred in Indonesia resulted in a decline in the sugar industry, so that there were several sugar mills which were closed or diamalgamasi including the Kalibagor sugar factory. Keywords: Kalibagor Sugar Factory, Nationalization, Impact
PERBEDAAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO EDUKASI DAN MEDIA VIDEO DOKUMENTER PADA PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA N 12 SEMARANG TAHUN AJARAH 2017/2018 Erniasih, Umi; Pramono, Suwito Eko; Atno, Atno
Indonesian Journal of History Education Vol 6 No 2 (2018): Indonesian Journal of History Education
Publisher : Jurusan Sejarah Universitas Negeri Semarang, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar peserta didik dengan menggunakan media video edukasi dalam pembelajaran sejarah di Kelas X IPS SMA N 12 Semarang tahun ajaran 2017/2018, untuk mengetahui hasil belajar peserta didik dengan menggunakan media video dokumenter dalam pembelajaran sejarah di kelas X IPS SMA N 12 Semarang  tahun ajaran 2017/2018, dan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar dengan menggunakan media video edukasi dengan media video dokumenter pada pembelajaran sejarah di Kelas X IPS SMA N 12 Semarang tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen. Lokasi penelitian di SMA N 12 Semarang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dokumentasi, tes, observasi, serta angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar peserta didik dengan menggunakna media video edukasi yaitu sebesar 85,5. Sedangkan rata-rata hasil belajar peserta didik dengan menggunakan media video dokumenter sebesar 74,6. Selain itu melalui uji t telah dihasilkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar antara peserta didik yang menggunakan media video edukasi dengan menggunakan media video dokumenter sebesar 3,583. Kata kunci: hasil belajar; video; edukasi; dokumenter
KERAGAMAN MEDIA PEMBELAJARAN YANG DIGUNAKAN GURU SEJARAH DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI DI KABUPATEN REMBANG TAHUN AJARAN 2018/2019 Anggraeni, Ayu Ria; Suharso, R; Atno, Atno
Indonesian Journal of History Education Vol 7 No 1 (2019): Indonesian Journal of History Education
Publisher : Jurusan Sejarah Universitas Negeri Semarang, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijhe.v7i1.30395

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui proses pembelajaran sejarah, penggunaan media dalam pembelajaran oleh guru sejarah, kendala-kendala yang dihadapi guru dalam penggunaan media, serta keragaman media yang digunakan guru sejarah Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kabupaten Rembang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah berjalan cukup baik, Media pembelajaran yang digunakan di SMAN 1 Rembang, SMAN 3 Rembang, SMAN 1 Lasem, SMAN 1 Sumber berupa adalah power point (ppt), LCD, proyektor, video, buku paket, LKS. SMAN 2 Rembang berupa, ppt, LCD, proyektor, video, buku paket, LKS, internet. SMAN 1 Sulang berupa, ppt, LCD, proyektor, video, buku paket, LKS, papan tulis, miniatur. Kendala yang dihadapai guru SMAN 1 Rembang, SMAN 2 Rembang, SMAN 3 Rembang, dalam pemanfaatan media adalah terkait kendala teknis pada media pembelajaran. Kendala yang diahdapi guru SMAN 1 Lasem berupa pemadaman listrik, kendala guru SMAN 1 Sumber terkait ketersediaan sarana dan prasarana, sedangkan guru SMAN 1 Sulang tidak menemui kendala yang berarti. Terdapat keberagaman penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran sejarah di Sekolah Menengah Atas Negeri di Kabupaten Rembang. Terdapat sekolah yang menggunakan media konvensional, mutakhir, maupun kedua-duanya.
PERKEMBANGAN KELOMPOK WAYANG ORANG NGESTI PANDOWO DI SEMARANG TAHUN 1996 – 2001 Azhari, Dinda Huwaidaa’; Ibnu, Sodiq; Atno, Atno
Indonesian Journal of Conservation Vol 8, No 1 (2019): June
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v8i1.22683

Abstract

Kesenian wayang orang Ngesti Pandowo mengalami kejayaan tahun 1950-an hingga 1970-an. Setelah periode tersebut kejayaan kelompok ini memudar perlahan. Kemunduran Ngesti Pandowo mencapai puncaknya ketika terjadi pemutusan kerjasama yang dikeluarkan oleh yayasan GRIS yang menaungi gedung pementasannya di tahun 1990. Permasalahan yang muncul adalah, bagaimana nasib Ngesti Pandowo dalam mempertahankan gedung pementasan mereka di kompleks GRIS? Lalu bagaimana nasib kelompok wayang orang ini setelah resmi keluar dari GRIS?. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di tahun 1996 kompleks GRIS resmi terjual ke BPD Jawa Tengah, Ngesti Pandowo mendapatkan hak sebesar Rp500 juta. Kelompok ini kemudian menempati gedhong ndhuwur di kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) namun tidak bertahan lama karena gedung tidak representatif. Selanjutnya Ngesti Pandowo menyewa gedung pementasan di Istana Majapahit Pedurungan dari tahun 1997–2000, yang mana sewa gedung dihentikan karena ketidakmampuan membayarnya. Untuk mempertahankan pementasan, kelompok ini kemudian dipinjami gedung Ki Narto Sabdo oleh Pemerintah Kota Semarang di kompleks TBRS tanpa membayar sewa pada tahun 2001.
DARI RAKYAT UNTUK RAKYAT: BENIH, CIKAL-BAKAL, DAN KELAHIRAN TENTARA INDONESIA 1945-1947 Atno, Atno; Utama, Nanda Julian
Journal of Indonesian History Vol 7 No 1 (2018): Journal of Indonesian History (JIH)
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini akan menyoroti bagaimana proses kelahiran Tentara Nasional Indonesia. Permasalahan utama yang coba akan diangkat adalah bagaimana proses awal kelahiran TNI itu sendiri baik itu unsur pembentuk dan organisasi awal dalam institusi ini terbentuk. Tentara Nasional Indonesia (TNI) merupakan tulang punggung perjuangan bangsa Indonesia, terutama beberapa saat menjelang kemerdekaan. Keberadaannya amat penting dalam rangka mempertahankan negara Indonesia yang baru saja lahir. Namun lahirnya institusi ketentaraan di Indonesia bukanlah merupakan perkara yang mudah. Ada cukup banyak perdebatan awal mengenai bagaimana institusi ini akan dibawa. Berikut juga unsur-unsur dalam ketentaraan itu sendiri, mengingat secara garis besar institusi awal ketentaraan Indonesia berasal dari mereka yang merupakan didikan Belanda (KNIL) dan Jepang (PETA), serta kekuatan lain ditengah-tengah rakyat seperti organisasi massa dan laskar. Tulisan ini akan mencoba mengurai masalah awal yang dihadapi TNI ketika akan terbentuk lewat sebuah penelitian dengan menggunakan metode sejarah sebagai acuan akademis.
Kampung-Kota dan Permukiman Kumuh di Kota Bandung Tahun 1965-1985 Kausan, Bagas Yusuf; Wijayanti, Putri Agus; Atno, Atno
Journal of Indonesian History Vol 8 No 1 (2019): Journal of Indonesian History (JIH)
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v8i1.32211

Abstract

Pada tahun 1970-1980an, seiring dengan berkembangnya perencanaan kota metropolitan, masalah permukiman menjadi satu gejala yang terjadi nyaris di setiap kota besar di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh daya tampung kota yang terbatas, sementara lonjakan jumlah penduduk akibat dari urbanisasi terus mengalami peningkatan. Akibatnya banyak para pendatang yang kemudian bermukim di lahan-lahan tidak terpakai dan mengisi kantong-kantong perkampungan kota yang sebelumnya telah ada. Penelitian ini membahas tentang sejarah kampung-kota, terutama terkait posisinya dalam perencanaan kota yang semakin modern. Lebih lanjut, penelitian ini mencoba melihat cara pemerintah memandang perkampungan-kota dan meninjau upaya apa saja yang pernah dilakukan pemerintah guna memperbaiki lingkungan perkampungan kota tersebut. Setelah ditinjau, dalam rentang tahun 1970-1980an, aneka bentuk program perbaikan perkampungan pernah dilaksanakan di Kota Bandung. Meskipun ada pula program perbaikan perkampungan yang murni diinisiasi secara swadaya oleh masyarakat, sebagian besar program perbaikan perkampungan pada saat itu merupakan proyek pemerintah yang bekerja sama dengan beberapa lembaga filantropi. Namun dengan hanya mengambil fokus pada perbaikan aspek fisik perkampungan, beberapa program perbaikan pun tidak berdampak secara signifikan terhadap masyarakat. Sebab, membaiknya lingkungan perkampungan tidak menjamin membaiknya kondisi perekonomian mereka yang lebih banyak terserap ke dalam ekonomi informal perkotaan.
Pabrik Gula Kalibagor: Perkembangan dan Dampaknya Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Kalibagor Tahun 1957-1997 Pamikat, Renardi; Wasino, Wasino; Atno, Atno
Journal of Indonesian History Vol 8 No 2 (2019): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v8i2.37053

Abstract

Sukarno's speech on August 17, 1956 signaled the takeover of Dutch-owned companies, which began in December 1957. The Law set up for the nationalization act was Law No. 86 of 1958. One of the things nationalized by the government was the Kalibagor sugar factory. In this study, the author discusses how the process of nationalizing the Kalibagor sugar factory until its closure and the socio-economic dynamics of the community that occurred after nationalization. The results of this study are that the people in Kalibagor experienced some changes. This is the impact of the nationalization. In 1975, the sugar commodity was replaced by rice and tobacco. Then the government issued Presidential Instruction No. 9 of 1975 concerning People's Intensification Sugar Cane (TRI). But the program was also unsuccessful with a number of problems, which made the Kalibagor sugar factory continue to suffer losses. Finally, in 1997 the crisis that occurred in Indonesia resulted in a decline in the sugar industry, so that there were several sugar mills which were closed or diamalgamasi including the Kalibagor sugar factory. Keywords: Kalibagor Sugar Factory, Nationalization, Impact
Peranan Pembelajaran Sejarah dalam Penanaman Pendidikan Karakter Religius pada Siswa MA Darul Amanah Satrio, Arianto Adi; Atno, Atno
Historia Pedagogia Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/hisped.v12i2.56866

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui pelaksanaan pembelajaran sejarah dalam proses penanaman pendidikan karakter religius, (2) menganalisis peran dan fungsi pembelajaran sejarah dalam penanaman pendidikan karakter religius pada siswa MA Darul Amanah, (3) Merumuskan hambatan dan kendala yang dihadapi guru dan siswa dalam penanaman pendidikan karakter religius pada pembelajaran sejarah di MA Darul Amanah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan strategi studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik keabsahan data dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian serta verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) pelaksanaan pembelajaran sejarah MA Darul Amanah terdapat perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pembelajaran dapat terlaksana dengan baik, namun perlu ditingkatkan kembali, (2) peranan pembelajaran sejarah dalam penanaman pendidikan karakter religius di MA Darul Amanah melalui materi sejarah Hindu, Budha, dan Islam, serta keteladanan tokoh sejarah yang kental dengan nilai religius. Peningkatan kepercayaan tersebut memberikan nilai keteladanan religius dan memberitahukan pentingnya menghargai antar umat beragama, dan (3) hambatan dalam proses penanaman pendidikan karakter religius pada pembelajaran sejarah adalah sarana prasarana yang kurang tersedia disetiap kelasnya, padatnya jadwal kegiatan pesantren, dan beragamnya karakteristik siswa. Kata kunci: pembelajaran sejarah, pendidikan karakter religius, peranan The aims of this study were (1) to determine the implementation of history learning in the process of inculcating religious character education, (2) to analyze the role and function of history learning in the cultivation of religious character education in MA Darul Amanah students, and (3) to formulate obstacles faced by teachers and students in planting religious character education in history learning at MA Darul Amanah. This study uses qualitative research methods with a case study strategy. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation studies. The data validity technique in this research is triangulation of sources, techniques, and time. The data analysis used is interactive analysis, which includes data collection, data reduction, presentation, and verification. The results showed that: (1) the implementation of history learning at MA Darul Amanah, including planning, implementation, and evaluation of learning, can be carried out well but needs improvement; (2) the role of history learning in inculcating religious character education in MA Darul Amanah is evident through historical materials of Hinduism, Buddhism, and Islam, as well as the examples of historical figures who embody religious values. This approach enhances religious exemplary values and emphasizes the importance of respecting inter-religious communities; and (3) obstacles in the process of inculcating religious character education in history learning include the lack of infrastructure facilities in each class, the tight schedule of pesantren activities, and the diversity of student characteristics. Keywords: history learning, religious character education, role
Improving the Pedagogical Competence of Central Java Province History Teachers Through Quizizz Media-Based Edutainment Method Guidance Suryadi, Andy; Atno, Atno; Kurniawan, Ganda Febri
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2024): July 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v3i2.2656

Abstract

The integration of technology in history learning is very important, but teaching techniques and competence in developing enjoyable learning situations are no less important. The problem that has been identified is that history teachers in Central Java Province are not familiar with edutainment in concept or practice. This is a challenge for the Service Team to be able to resolve this problem. Quizizz media-based edutainment is a means of creating an interactive and creative learning atmosphere. Technically, the implementation of quizizz media-based edutainment training activities for AGSI Central Java Province is as follows: Preparation. This preparation stage is carried out to analyze the problem in more depth and formulate strategic steps in resolving the problem. Implementation of Activities. Preparing a guidebook on implementing quizizz media-based edutainment. Preparing a hotline that provides consultation services to teachers regarding the implementation of the independent learning Focus Group Discussion (FGD) policy and outreach regarding the implementation of quizizz media-based edutainment. Mentoring is carried out regularly once a month (running for 8 months). This assistance is carried out online via social media (Whatsapp Group) and offline, namely face to face. Evaluation and monitoring of activities. Evaluation and monitoring of activities is carried out periodically by involving implementing members and activity partners. Each evaluation stage will be carried out as a whole to determine the degree of success of the activity based on the targets that have been set. The results of the first stage evaluation will be used as a basis for implementation in the second year and beyond.
Implementation of Nationalism Values in Learning the History of Independence Organizations in Class XI IPS 1 SMA Nasional Nusaputera Semarang Kasih, Amalia Sekar; Romadi, Romadi; Atno, Atno
Indonesian Journal of History Education Vol 5 No 2 (2020): Indonesian Journal of History Education
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijhe.v5i2.19917

Abstract

The purpose of this study is: (1) How is the implementation of the values of nationalism in the study of history on the subject of independent organizations in a class of XI IPS I in Nusaputera National High School of Semarang? (2) What constraints are experienced by teachers when applying the values of nationalism in the process of learning the history of the subject of independence organizations in class XI IPS I in Nusaputera National High School of Semarang? (3) What efforts are made by teachers to overcome obstacles when applying the values of nationalism in the process of learning the history of the subject of independence organization in class XI IPS I in Nusaputera National High School of Semarang? This research is a descriptive qualitative research. The results showed that the implementation of the value of nationalism in learning history on the subject of independence organizations in the class XI IPS I National Senior High School Nusaputera Semarang has been running well. The value of nationalism implemented was from planning, execution, and evaluation, including religion, pride to be Indonesian, love of homeland and nation, discipline, and appreciation of the service of former heroes. Obstacles experienced by teachers are learning, moral decline, electronic media, and time constraints. Efforts made by teachers are continuously giving the delivery of the value of nationalism