Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

OPTIMALISASI PELAYANAN PAUD HOLISTIK MELALUI PELATIHAN KADER DI DESA LEMAH MULYA KECAMATAN MAJALAYA KABUPATEN KARAWANG Nelly Apriningrum; Maria Alia Rahayu
JURNAL CEMERLANG : Pengabdian pada Masyarakat Vol 1 No 1 (2018): Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2079.479 KB) | DOI: 10.31540/jpm.v1i1.140

Abstract

Pelayanan posyandu di Desa Lemah mulya sebagai unit kesehatan berbasis masyarakat yang ada selama ini masih berfokus pada pelayanan penimbangan berat badan, pemberian vitamin A dan pemberian imunisasi serta cenderung mengabaikan pemantauan perkembangan balita. Upaya pemerintah mengatasi permasalahan tersebut dengan memadukan program PAUD, posyandu dan BKB melalui Optimalisasi pelayanan PAUD Holistik yang bertujuan agar setiap balita mendapatkan pelayanan secara menyeluruh sesuai kebutuhan. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan memberikan pelatihan kepada para guru PAUD, kader posyandu dan BKB melalui pendekatan partispatif dari masyarakat. Hasil dari kegiatan pengabdian ini berupa terjalinnya kerjasama antar kader melalui pelayanan integrasi, peningkatan pengetahuan kader tentang pertumbuhan dan perkembangan balita, investasi SDIDTK kit serta implementasi Optimalisasi PAUD holistik di Desa Lemah mulya. Potensi tokoh masyarakat, kader dan warga masyarakat menjadi peluang terlaksananya kegiatan PAUD Holistik serta diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Rancang bangun aplikasi M-Chat berbasis android bagi anak balita di kabupaten Karawang Nelly Apriningrum
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.322 KB) | DOI: 10.22146/bkm.40504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang aplikasi M-CHAT berbasis android untuk mendeteksi dini penyimpangan perkembangan berupa autisme. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini mengacu pada model pengembangan Waterfall melalui beberapa langkah : analysis, design, coding dan testing. Jumlah responden 30 tenaga kesehatan di puskesmas wilayah Kabupaten Karawang Tahun 2018Tampilan implementasi rancangan User Interface :Menu UtamaSaat pertama kali aplikasi ini dijalankan maka tampilan awal adalah menu utama, yang berisi : menu petunjuk penggunaan aplikasi, menu stimulasi, deteksi dan informasi gejala autis.       2. Menu StimulasiSaat pengguna memilih menu stimulasi maka system akan menampilkan informasi perihal perkembangan dan stimulasi sesuai dengan umur anak yang diperiksa.       3. Menu Deteksi AutismeSystem ini akan menampilkan kuesioner, lalu  pengguna menjawab dengan memberikan cheklist (√) jika jawaban “ya”, dan dikosongkan jika jawaban “tidak”, lalu klik tombol deteksi maka system akan menampilkan hasil deteksi sesuai jawaban yang diberikan.Penilaian menu ini akan menghasilkan status perkembangan “sesuai” atau “menyimpang”, selain itu pada menu ini juga dilengkapi dengan tampilan intervensi.      4. Menu PanduanMenu ini untuk mengetahui penggunaan aplikasi M-Chat Berbasis Android bagi Anak Balita (18-36 bulan). Pengujian black box menunjukkan hasil “sesuai” pada setiap bentuk pengujian, artinya bahwa semua fungsi pengujian beta kepada pengguna  memiliki beberapa kelebihan meliputi :  tampilan menarik, mudah digunakan, dapat membantu menentukan status perkembangan balita.
Pelatihan Kader Kesehatan Tentang Senam Nifas di Wilayah Kabupaten Karawang Oon Sopiah; Nelly Apriningrum; Citra Resita; Uway Wariah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.6872

Abstract

ABSTRAKBerbagai keluhan sering dirasakan ibu nifas seperti nyeri perut bagian bawah yang semakin bertambah saat menyusui bayinya, badan pegal, nyeri luka jalan lahir, gangguan pencernaan dan sebagainya. Berbagai upaya untuk memulihkan kembali alat kandungan serta menguatkan otot-otot rahim dan perut pada ibu nifas diantaranya melalui mobilisisai dini dan senam nifas. Serangkaian aktivitas fisik pada senam nifas melalui gerakan tubuh yang dihasilkan oleh kontraksi otot kerangka tubuh yang dapat meningkatkan energi dengan tujuan meningkatkan kebugaran fisik agar ibu nifas mampu melaksanakan tugas sehari-hari dengan semangat. Berdasarkan studi pendahuluan didaptkan rumusan masalah berupa terbatasnya pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan mengenai senam nifas di wilayah puskesmas Talagasari Kabupaten karawang. Dengan demikian diperlukan pemberdayaan masyarakat khususnya kader kesehatan yang bertujuan agar kader mampu menjalankan peran dan tugasnya dalam mendukung program kesehatan ibu dan anak diantaranya melalui pelatihan senam nifas. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah dengan pelatihan. Adapun penyampaian materi pengetahuan menggunakan metode ceramah tanya jawab, sedangkan keterampilan senam nifas menggunakan metode demonstrasi dan simulasi. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama 3 bulan dengan jumlah responden 52 kader kesehatan. Pelatihan dalam kegiatan ini memberikan implikasi berupa peningkatan pengetahuan responden hingga sebesar 12, 72 sedangkan keterampilan responden meningkat sebesar 55,1. Kegiatan pengabdian telah memberikan manfaat khususnya bagi responden serta bagi seluruh masyarakat Kecamatan Telagasari Kabupaten Karawang secara umum. Kegiatan pengebdian masyarakat ini diharapkan dapat dikembangkan di beberapa desa lainnya di wilayah Puskesmas Telagasari maupun lainnya di Kabupaten KarawangKata Kunci: Kader, nifas, senam.ABSTRACTVarious complaints are often felt by postpartum mothers such as lower abdominal pain that increases when breastfeeding the baby's body aches, pain from birth canal wounds, digestive disorders, and so on. Various efforts to restore the uterus and strengthen the uterine and abdominal muscles in postpartum women include early mobilization and postpartum exercise. A series of physical activities in postpartum gymnastics through body movements produced by skeletal muscle contractions that can increase energy with the aim of increasing physical fitness so that postpartum women are able to carry out daily tasks with enthusiasm. Based on the preliminary study, the formulation of the problem was found in the form of limited knowledge and skills of health cadres regarding postpartum gymnastics in the area of Talagasari Public Health Center, Karawang Regency. Thus, it is necessary to empower the community, especially health cadres, which aims to make the cadres able to carry out their roles and duties in supporting maternal and child health programs, including through postpartum gymnastics training. The community service method used is training. The delivery of knowledge material uses the question-and-answer lecture method, while postpartum gymnastics skills use demonstration and simulation methods. The service activity was carried out for 3 months with a total of 52 health cadres as respondents. The training in this activity has implications in the form of increasing respondents' knowledge by 12,72 while respondents' skills increase by 55,1. Service activities have provided benefits, especially for respondents and for the entire community of Telagasari District, Karawang Regency in general. This community service activity is expected to be developed in several other villages in the Telagasari Health Center area and others in Karawang Regency.Keywords; Cadre, Postpartum, Gymnastic
SKRINING PERKEMBANGAN BAYI MELALUI PELAYANAN BABY MASSAGE Nelly Apriningrum; Sri Rahayu; Rohanah Rohanah
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan tumbuh kembang bayi menyebabkan berbagai kendala pada fase selanjutnya. Data nasional menunjukkan terdapat 36,8 % balita mengalami stunting dan 16 % balita mengalami gangguan perkembangan. Kementerian kesehatan membuat program Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang bayi balita yang terkoordinasi dengan keluarga, masyarakat, tenaga kesehatan untuk mengatasinya. Studi pendahuluan didapatkan data 2,2 % balita mengalami stunting dan gizi kurang pada tahun 2019 di desa Telagasari Kabupaten Karawang serta balita usia 2 tahun dan 3 tahun yang belum mampu berjalan. Dominasi layanan pemantauan pertumbuhan bayi balita di posyandu menjadi bagian permasalahan yang perlu penanganan. Berdasarkan uraian permasalahan maka diperlukan pengabdian masyarakat berupa skrining perkembangan bayi melalui pelayanan baby massage. Kegiatan pengabdian menggunakan metode penyuluhan. Kegiatan pengabdian diikuti oleh 20 partisipan dengan memperhatikan protokol kesehatan, sosialisasi dan penyuluhan skrining perkembangan dan cara melakukan baby massage dilakukan di aula desa, sedangkan monitoring pelayanan dan pendampingan baby massage dilakukan dengan metode home visit setiap 1 minggu sekali selama 4 minggul dan pada minggu ketiga dan keempat ibu partisipan sudah mampu melakukan pemijatan pada bayinya. Rata -rata perkembangan bayi sebelum intervensi 8,45 dan setelah intervensi 9,6. Kegiatan pengabdian ini memberikan manfaat bagi partisipan dan ibu sehingga perlu pengembangan pengabdian di desa lain. Kata kunci : Bayi, pelayanan, perkembangan, pijat, skrining ABSTRACT Growth problems in babies could lead to various obstacles in the next phase. National data shows that 36.8% of children under five are stunted and 16% of children under five have growth problems. The Ministry of Health has created a stimulation program for early intervention and detection on the growth and development of infants under five which is coordinated with families, communities, health workers to deal with it. The preliminary study showed that 2.2% of children under five were stunted and malnourished in 2019 in Telagasari Village, Karawang Regency and children aged 2 years and 3 years were not able to walk. The dominance of infant growth monitoring services at posyandu (Integrated Health Service for infant) is part of the problem that needs to be addressed. Based on the description of the problem, it is necessary to have community service in the form of screening for infant development through baby massage services. Community service activities was implemented through counseling program. While adhering to health protocols, the service activity carried out in the village community hall was attended by 20 participants focusing on the socialization and counseling on baby development screening as well as how to do baby massage. Monitoring services and baby massage assistance were carried out by home visit once a week for 4 weeks and by the third week all four participating mothers were able to massage their babies. Average growth of infants before intervention was 8.45 and after intervention was 9.6. As this service activity offers some benefits for participants and mothers, therefore it is necessary to develop community service in other villages. Keywords: Babies, service, development, massage, screening
S HUBUNGAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU HYGIENE REMAJA PUTRI PADA SAAT MENSTRUASI Eka Santi Prabekti; sri Rahyu; Nelly Apriningrum
HSG (Health Science Growth) Journal Vol 7 No 01 (2022): Health Science Growth (HSG) Journal
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Unsika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/hsg.v7i01.7801

Abstract

Adolescence is a period of transition from childhood to adulthood characterized by physical and psychological changes. According to a World Health Organization (WHO) survey in several countries, adolescent females aged10-14 years have problems with reproduction. In Indonesia, out of 43,3 adolescent females aged 10-14 years behave very badly in hygiene. Based on the initial survey conducted at Middle School 3 Trimurjo of Central Lampung Regency, of the 30 students of VII & VIII grades interviewed 4 people who understand how to do vulva hygiene treatment while 26 people pay less attention to vulva hygiene during menstruation. This research type is quantitative with a cross-sectional survey design. The population of this study was all students in VII and VIII grades who have menstruated and are willing to be respondents at Middle School 3 Trimurjo of Central Lampung Regency amounting to 52 respondents. This research sample was all students of VII and VIII grades who are present during the research implementation. The analysis used was the chi-square test. The research result showed that there was a correlation between reproductive health knowledge with the hygiene behavior of adolescent females when menstruation at the Middle School 3 Trimurjo of Central Lampung Regency in 2021 with a p-value: of 0.008 and OR 9.0. As a suggestion, the health workers' role needs to be improved in providing education through scheduled and on going counseling to adolescents in educational institutions.
Optimalisasi Posyandu Lansia dalam Implementasi Status Gizi dan Kesehatan Reproduksi Menuju Lansia Mandiri di Kabupaten Karawang Tris Eryando; Daniah Daniah; Nurhidayah Nurhidayah; Warendi Warendi; Yulia Herawati; Nelly Apriningrum
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8379

Abstract

ABSTRAK Menurut WHO, di kawasan Asia Tenggara populasi Lansia sebesar 8% atau sekitar 142 juta jiwa. Pada tahun 2050 diperkirakan populasi Lansia meningkat 3 kali lipat dari tahun ini. Pada abad ke-21 tantangan khusus bidang kesehatan dari terus meningkatnya jumlah lansia yaitu timbulnya masalah degeneratif dan Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes mellitus, hipertensi, dan gangguan-gangguan kesehatan jiwa lainnya. Salah satu pencengahan penyakit degeneratif bisa dicegah dengan kebutuhan status gizi, terutama monitoring intake karbohidrat dalam tuhuh pada setiap lansia dan Kesehatan Reproduksi pada lansia harus diperhatikan. Berdasarkan survey pendahuluan yang ditemukan  terdapat posyandu lansia yang tidak optimal sehingga pengetahuan lansia terhadap kebutuhan status gizi lansia dan kesehatan reproduksi kurang, tidak ada  aktivitas fisik pada lansia, tidak adanya kajian keagamaan yang dilakukan lansia, tidak adanya keterampilan pada lansia. Dengan demikian untuk bisa mengoptimalkan posyandu lansia harus adanya pendampingan khusus oleh para kader sesuai dengan tujuan menjadikan para lansia produktif dan mandiri. Adapun metode kegiatan pengabdian masyarakat dengan melakukan pelatihan senam hipertensi, keterampilan dan pengukuran karbohidrat dengan aplikasi berbasis Android, memberikan materi tentang status gizi dan kesehatan reproduksi dalam bentuk ceramah dan tanya jawab. Dari hasil implementasi pengabdian kepada masyarakat yang sudah dilakukan dengan jumlah responden 50 lansia. Pengetahuan lansia terhadap kebutuhan status gizi dan pengetahuan kesehatan reproduksi pada lansia masih rendah terdapat 90% lansia tidak tahu tentang kebutuhan status gizi dan kesehatan reproduksi lansia. Lansia yang mengikuti senam sebanyak 6%, jumlah lansia dalam melakukan keterampilan juga rendah sebanyak 10%, dan lansia yang mengikuti kajian keagamaan sebanyak 20%. Alat keterampilan yang digunakan dengan  alat habis pakai menjadi keterampilan yang bisa dijual seperti bekas air mineral yang dikumpulkan, lalu didaur ulang hingga menjadi bahan yang bermanfaat seperti tempat air mineral, tempat pensil.  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat dilakukan secara optimal dan bisa dikembangkan untuk wilayah RW yang lain, dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan lansia bisa lebih produktif dan mandiri serta tidak ketergantungan dengan keluarganya.Kata Kunci: Lansia, Posyandu Lansia, Gizi, Kesehatan Reproduksi, Keterampilan  ABSTRACT According to WHO, in the Southeast Asian region, the elderly population is 8% or around 142 million people.2 By 2050 it is estimated that the elderly population will increase 3 times from this year. In the 21st century, the specific challenges in the health sector from the continued increase in the number of the elderly are the emergence of degenerative problems and Non-Communicable Diseases (NCDs) such as diabetes mellitus, hypertension, and other mental health disorders. One of the diversions of degenerative diseases can be prevented by the need for nutritional status, especially monitoring the intake of carbohydrates in the elderly, and Reproductive Health in the elderly must be considered. Based on a preliminary survey, it was found that there are posyandu for the elderly that are not optimal so that the elderly's knowledge of the nutritional status needs of the elderly and reproductive health is lacking, there is no physical activity in the elderly, there is no religious study conducted by the elderly, there are no skills in the elderly. Thus, to be able to optimize the posyandu for the elderly, there must be special assistance by cadres to make the elderly productive and independent. The method of community service activities by conducting hypertension gymnastics training, skills, and carbohydrate measurement with an Android-based application, providing material on nutritional status and reproductive health in the form of lectures and questions and answers. From the results of the implementation of community service that has been carried out with the number of respondents 50 elderly. The elderly's knowledge of nutritional status needs and reproductive health knowledge in the elderly is still low, there are 90% of the elderly do not know about their nutritional status and reproductive health needs of the elderly. The number of elderly who participated in gymnastics was 6%, the number of elderly in performing skills was also low by 10%, and the number of elderly who participated in religious studies was 20%. Skill tools used with consumables become skills that can be sold such as used mineral water collected, then recycled into useful materials such as mineral water holders, and pencil cases. This community service activity is expected to be carried out optimally and can be developed for other RW areas, with this community service activity it is hoped that the elderly can be more productive and independent and not dependent on their families. Keywords: Elderly, Posyandu Elderly, Nutrition, Reproductive Health, Skills
Aplikasi Kalender Kehamilan (Smart Pregnancy) Berbasis Android Carudin Carudin; Nelly Apriningrum
JOIN (Jurnal Online Informatika) Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Department of Informatics, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/join.v2i2.125

Abstract

Penghitungan usia kehamilan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Namun hasil evaluasi kompetensi penghitungan usia kehamilan, taksiran persalinan di prodi kebidanan unsika pada tahun 2016 masih rendah yaitu baru mencapai 20%. Kelemahan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi usia kehamilan juga didapatkan berdasarkan laporan dari lahan praktik mahasiswa prodi Kebidanan Unsika. Melihat data dan laporan tersebut penulis melakukan penelitian dengan membuat aplikasi berisi kalender kahamilan pada smartphone OS Android. Aplikasi kalendar kehamilan tersebut dirancang untuk mempermudah tenaga kesehatan dan calon tenaga kesehatan pemberi pelayanan kehamilan dalam menghitung usia kehamilan, taksiran kehamilan, dan juga membantu ibu hamil untuk mengontrol kehamilannya 
RENDAHNYA MINAT AKSEPTOR KB MENGGUNAKAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) DI POSYANDU MELATI II WILAYAH KERJA PUSKESMAS RENGASDENGKLOK : RENDAHNYA MINAT AKSEPTOR KB MENGGUNAKAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) DI POSYANDU MELATI II WILAYAH KERJA PUSKESMAS RENGASDENGKLOK Riska Setiawati Setiawati; Irma Yanti; Nelly Apriningrum
HSG (Health Science Growth) Journal Vol 8 No 01 (2023): Health Science Growth (HSG) Journal
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Unsika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/hsg.v8i01.7231

Abstract

The purpose of this study was to determine the factors that influence the low interest of mothers in the use of intrauterine devices (IUD). Interest in the IUD is still low because there are many perceptions that cause negative sides. The research design used a cross sectional approach. The sampling technique using Accidental Sampling amounted to 47 respondents. Data analysis was performed using chi-square. Data processing with SPSS. The results of the study the p-value = 0.19 means that there is a relationship between education and interest in using, p-value = 0.06 means there is a parity relationship with interest in using, p-value = 0.619 means there is no relationship between age and interest in using, p -value = 0.099 means there is no relationship between information sources and interest in using, p-value = 0.143 means there is no relationship between information sources and interest in using. The conclusion from each variable of education, parity, age, source of information and perception, which has a relationship with mother's interest in using is education and parity. The hope from the results of this study is to eliminate negative perceptions about the use of contraceptives by being approached by the relevant officers, especially health workers
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT: OPTIMALISASI PAUD HOLISTIK DI DESA LEMAHMULYA KECAMATAN MAJALAYA KABUPATEN KARAWANG Apriningrum, Nelly; Rahayu, Maria Alia
Sebatik Vol. 22 No. 2 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.365 KB) | DOI: 10.46984/sebatik.v22i2.336

Abstract

Pembangunan kesehatan salah satunya dilakukan melalui upaya peningkatan kesehatan anak sejak masih di dalam rahim selama lima tahun pertama kehidupan. Pelayanan posyandu sebagai unit kesehatan berbasis masyarakat yang ada selama ini masih berfokus pada pelayanan penimbangan berat badan, pemberian vitamin A dan imunisasi serta cenderung mengabaikan pemantauan perkembangan balita. Hal ini juga terjadi di Desa Lemahmulya Kecamatan Majalaya. Adanya permasalahan tersebut diperlukan solusi dengan mengintegrasikan pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan pelayanan posyandu dan Bina Keluarga Balita (BKB) melalui kegiatan pengabdian masyarakat berupa optimalisasi PAUD Holistik. Sasaran kegiatan ini adalah dengan memberikan pelatihan kepada para guru PAUD, kader posyandu dan BKB tentang konsep pertumbuhan dan perkembangan balita, pemantauan dan deteksi dini adanya penyimpangan sehingga diharapkan dapat memberikan pelayanan PAUD secara holistik. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini menggunakan metode penyelesaian masalah melalui pendekatan partisipatif. Hasil dari kegiatan pengabdian ini berupa terjalinnya kerjasama antar kader melalui pelayanan integrasi, peningkatan pengetahuan kader tentang pertumbuhan dan perkembangan balita, menunjang terlaksananya kegiatan pengabdian dengan memberikan investasi Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) kit serta implementasi Optimalisasi PAUD holistik di Desa Lemahmulya. Potensi tokoh masyarakat, kader dan masyarakat yang ada menjadi peluang agar kegiatan PAUD Holistik ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA NY Y DI PMB BIDAN N DESA PEJATEN KECAMATAN CIBUAYA KABUPATEN KARAWANG AMANDA, SARAH; APRININGRUM, NELLY; SOPIAH, OON
Journal Of Midwifery Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jm.v12i1.6553

Abstract

Pendahuluan: Seiring dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan dampak pada meningkatnya kebutuhan masyarakat akan mutu pelayanan kebidanan. Melalui asuhan kebidanan secara berkelanjutan pada Ny Y ini, bidan dan penulis dapat memberikan asuhan sesuai kompetensi dan wewenangnya sehingga dapat memberikan kontribusi dalam menurunkan angka morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi khususnya di PMB bidan N. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan desain penelitian studi kasus, dengan instrumen penelitian berupa panduan wawancara, panduan observasi format asuhan kebidanan. Asuhan kebidanan kehamilan, persalinan, nifas dan BBL secara keseluruhan dalam kondisi baik. Permasalahan jarak yang terlalu jauh antar kehamilan dan persalinan merupakan kondisi diluar kendali penulis maupun bidan, namun dengan koordinasi yang baik dan klien yang kooperatif, resiko dan masalah yang mungkin terjadi dapat diminimalisir dan ditangani dengan baik. Dengan asuhan kebidanan berkelanjutan ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan klien, terlaksananya program kesehatan ibu dan bayi bagi tenaga kesehatan serta didapatkannya ilmu pengetahuan dan keterampilan penulis dalam memberikan asuhan kebidanan.