Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

OPTIMALISASI POTENSI REMAJA PUTRI MELALUI “GERMAS PEDULI STUNTING” DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Setiawati, Riska; Yanti, Irma; Apriningrum, Nelly; Sopiah, Oon; Wariyah, Uway; Marlina, Rina; Alia Rahayu, Maria; Hamdayani P, Irma; Nurlailasari, Ella; Suryani, Lilis; Fathia GR, Fyrensha; Arikah Abiyyah, Najwa
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i3.1285-1291

Abstract

Salah satu tantangan utama dalam kesehatan masyarakat di negara dengan penghasilan menengah ke bawah adalah stunting. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi stunting pada balita pada tahun 2018 mencapai 30,8 persen, yang berarti satu dari tiga balita mengalami kondisi ini. Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi di Asia Tenggara dan kelima di dunia dalam hal angka stunting pada anak. Masalah gizi yang dialami oleh remaja putri di Indonesia antara lain adalah status gizi pendek (stunting), anemia, dan Kekurangan Energi Kronis (KEK). Pada dasarnya, masalah gizi di kalangan remaja muncul akibat perilaku gizi yang tidak tepat. Selain itu, masalah gizi ini juga berhubungan dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR), yang merupakan faktor risiko terjadinya stunting. Metode pelaksanaan pengabdian ini adalah pelayanan dan penyuluhan. Pelayanan berupa  pemeriksaan haemoglobin (Hb) dan pengukuran status gizi  sedangkan penyuluhan mengenai gerakan masyarakat sehat peduli stunting pada remaja putri. Berdasarkan hasil pemeriksaan Hb didapatkan remaja dengan kadar Hb normal 73% sedangkan remaja dengan anemia ringan sebesar 26%. Hasil identifikasi status gizi responden sebagian besar adalah kurus yaitu 39%, sedangkan kategori normal 36% dan gemuk 25%. Penyuluhan gerakan masyarakat sehat bagi remaja putri peduli stunting dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2024 yang dihadiri 45 remaja. Hasil yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini diharapkan tenaga kesehatan (bidan) dapat menstimulasi remaja putri secara intensif untuk konsisten mengkonsumsi tablet Fe serta monitoring pemeriksaan Hb sebagai upaya pencegahan stunting serta gerakan masyarakat sehat pada remaja putri.
Determinan Terjadinya Infeksi Luka Operasi (ILO) Post Sectio Caesarea Rina Kartikasari; Nelly Apriningrum
Faletehan Health Journal Vol 7 No 03 (2020): Faletehan Health Journal, November 2020
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v7i03.195

Abstract

One of efforts in saving the lives of mothers and babies as the main goal of the delivery process can be through obstetric surgical procedures of caesarean section. The surgical procedures of cesarean section delivery can cause several complications, one of which is surgical site infection (SSI). The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of surgical site infection (SSI) of post caesarean postpartum mothers at Berkah General Hospital Pandeglang in 2017. This study used an analytical survey research method with a cross-sectional approach. This research was conducted from May to June 2017 at the postpartum room. The research samples were 96 respondents. The sampling technique is accidental sampling. The data collection technique used a questionnaire and direct observations. The data analysis used chi square test. The results showed that out of 96 post cesarean postpartum, 77.1% did not experience SSI. There was a relationship among nutritional status (Pv 0.000; OR 1.8), hemoglobin level (Pv 0.003; OR 8.9), wound care (Pv 0.000) and the incidence of SSI. However, there was no relationship between maternal age (Pv 0.327) and parity (Pv 0.889) and the incidence of SSI. The risk factors of post caesarean section surgical site infection are nutritional status, hemoglobin level, and wound care.
EFEKTIVITAS WAKTU PENUNDAAN PEMOTONGAN TALI PUSAT 2 MENIT TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA BAYI BARU LAHIR DI RUANG BERSALIN RSUD YOWARI KABUPATEN JAYAPURA TAHUN 2025 Dina Arihta; Yurike Anandita Kusumastuti; Daniah Daniah; Nelly Apriningrum
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 8 No 2 (2025): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v8i2.127

Abstract

Delayed umbilical cord clamping is a temporary delay in the clamping of the umbilical cord until the pulsation of the umbilical cord stops, performed on normal newborns (BBL). This study aims to determine the effectiveness of a 2-minute delay in umbilical cord clamping on hemoglobin levels in BBL in the Delivery Room of RSUD Yowari, Jayapura Regency in 2025. This research is a quantitative study with a quasi-experimental design and a post-test only design with non-equivalent groups. The population of this study comprises all infants born from December 2024 to January 2025, totaling 60 infants, with accidental sampling of 38 BBL. The samples were divided into 2 groups: the experimental group and the control group, each consisting of 19 respondents. The research results showed the hemoglobin levels of the experimental group: 19.405 with a minimum value of 16.4 and a maximum value of 22.7, while the control group: 15.184 with a minimum value of 11.8 and a maximum value of 18.4. Data analysis using the paired samples T-test with a 95% confidence interval resulted in a significance level of sig = 0.001, so the (p value) ≤ 0.05. The conclusion of this study is that there is a significant effect of a 2-minute delay in cord cutting on hemoglobin levels in newborns. Penundaan pemotongan tali pusat merupakan penundaan sesaat dalam melakukan pemotongan tali pusat sampai denyut nadi tali pusat berhenti yang dilakukan pada bayi baru lahir (BBL) normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas waktu penundaan pemotongan tali pusat 2 menit terhadap kadar hemoglobin pada BBL di Ruang Bersalin RSUD Yowari Kabupaten Jayapura Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasy eksperiment dan rancangan post test only design with non equivalent group. Populasi penelitian ini adalah seluruh bayi yang lahir dari bulan Desember 2024 sampai Januari 2025 sebanyak 60 bayi dengan pengambilan sampel secara accidental sampling sebanyak 38 BBL. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing 19 responden. Hasil penelitian menunjukkan kadar hemoglobin kelompok eksperimen: 19.405 dengan nilai minimum 16.4 dan nilai maksimum 22.7 sedangkan kelompok kontrol:15.184 dengan nilai minimum 11.8 dan nilai maksimum 18.4. Analisis data menggunakan uji paired samples T-test dengan interval kepercayaan 95% didapatkan hasil tingkat signifikansi sig = 0,001 sehingga nilai (p value) ≤ 0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh yang signifikan antara waktu penundaan pemotongan tali pusat 2 menit terhadap kadar hemoglobin pada bayi baru lahir.