Claim Missing Document
Check
Articles

PERILAKU 3M DALAM PENGUATAN KAPASITAS DI KECAMATAN PABUARAN KABUPATEN CIREBON Arie Surya Gutama; Muhammad Fedryansyah; Maulana Irfan
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 3, No 2 (2022): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v3i2.38121

Abstract

Pandemi Covid-19 mengubah kebiasaan baru di masyarakat, khususnya masyarakat di Kecamatan Pabuaran Kabupaten Cirebon, yaitu penerapan protokol kesehatan berupa 3M (Menjaga Jarak, Memakai Masker, dan Mencuci Tangan). Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan upaya yang dilakukan dalam penguatan kapasitas pada penerapan perilaku 3M di Kecamatan Pabuaran Kabupaten Cirebon. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka. Data yang diperoleh melalui jurnal ilmiah atau berita online yang terkait dengan tema pengabdian kepada masyarakat dan data sekunder Kecamatan Pabuaran Kabupaten Cirebon dalam angka. Pendekatan teoritik yang digunakan ialah community organizing pada dimensi penguatan kapasitas yang terdiri dari kemunculan pemimpin lokal, kemunculan organisasi formal dan informal, terbukanya akses komunikasi vertikal dan horizontal antara masyarakat terdampak, dan terbukanya hubungan masyarakat terdampak dengan pihak luar. Hasil pengabdian pada masyarakat menunjukkan penguatan kapasitas dalam perilaku 3M belum optimal. Hal ini dibuktikan belum munculnya local leader dan organisasi lokal yang bersifat informal. Oleh karena itu saran dari pengabdian kepada masyarakat ini ialah diperlukan partisipasi berbagai pihak untuk memunculkan kedua aspek tersebut.Pandemi Covid-19 mengubah kebiasaan baru di masyarakat, khususnya masyarakat di Kecamatan Pabuaran Kabupaten Cirebon, yaitu penerapan protokol kesehatan berupa 3M (Menjaga Jarak, Memakai Masker, dan Mencuci Tangan). Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan upaya yang dilakukan dalam penguatan kapasitas pada penerapan perilaku 3M di Kecamatan Pabuaran Kabupaten Cirebon. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka. Data yang diperoleh melalui jurnal ilmiah atau berita online yang terkait dengan tema pengabdian kepada masyarakat dan data sekunder Kecamatan Pabuaran Kabupaten Cirebon dalam angka. Pendekatan teoritik yang digunakan ialah community organizing pada dimensi penguatan kapasitas yang terdiri dari kemunculan pemimpin lokal, kemunculan organisasi formal dan informal, terbukanya akses komunikasi vertikal dan horizontal antara masyarakat terdampak, dan terbukanya hubungan masyarakat terdampak dengan pihak luar. Hasil pengabdian pada masyarakat menunjukkan penguatan kapasitas dalam perilaku 3M belum optimal. Hal ini dibuktikan belum munculnya local leader dan organisasi lokal yang bersifat informal. Oleh karena itu saran dari pengabdian kepada masyarakat ini ialah diperlukan partisipasi berbagai pihak untuk memunculkan kedua aspek tersebut.
TATA KELOLA PEMERINTAHAN KOLABORATIF DALAM PENGEMBANGAN EKORIPARIAN SUNGAI CILIWUNG DI KELURAHAN SUKARESMI KECAMATAN TANAH SAREAL KOTA BOGOR Muhammad Irfan Maulana; Sawitri Budi Utami; Nina Karlina
JANE - Jurnal Administrasi Negara Vol 13, No 2 (2022): JANE (Jurnal Administrasi Negara)-Februari 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jane.v13i2.37150

Abstract

Degradasi DAS yang terjadi seperti erosi, sendimentasi, pencemaran bahkan perubahan penggunaan lahan untuk pemukiman dan kegiatan ekonomi masih berlanjut sampai saat ini sejak pertama kali DAS secara yuridis tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 33 tahun 1970 tentang Perencanaan Hutan. Akan tetapi degradasi tersebut masih terus berlanjut sampai saat ini, yang salah satu penyebabnya disebabkan oleh belum adanya keterpaduan tindak dan upaya oleh pihak-pihak yang terkait pengelolaan DAS. Salah satu DAS yang mengalami degradasi tersebut adalah DAS Ciliwung. Menanggapi permasalahan ini tergagas sebuah model pengolahan DAS Ekoriparian yang dalam pengembangannya mengikutsertakan pihak pemerintah, swasta dan masyarakat. Akan tetapi dalam proses pengembangannya belum ditemukan sebuah framework tata kelola pemerintahan kolaboratif. Dalam penelitian ini peneliti bertujuan untuk menganalisis pembentukan tata kelola pemerintahan kolaboratif dalam pengembangan Ekoriparian Sungai Ciliwung di Kelurahan Sukaresmi Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor. Dasar teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori tiga dimensi pembentukan tata kelola pemerintahan kolaboratif oleh Bryson et al pada tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti dengan cara observasi, wawancara, studi literatur dan dokumentasi. Selanjutnya teknik pengolahan data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa belum terbentuknya tata kelola pemerintahan kolaboratif dalam pengembangan Ekoriparian Sungai Ciliwung di Kelurahan Sukaresmi Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor. Hal ini didasari masih adanya beberapa hal yang harus ditingkatkan kembali guna terbentuknya sebuah tata kelola pemerintahan kolaboratif dalam pengembangan Ekoriparian Sungai Ciliwung di Kelurahan Sukaresmi Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor.
ACTIVE AGING DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN LANJUT USIA Wulan Dari; Maulana Irfan
Share : Social Work Journal Vol 13, No 1 (2023): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v13i1.46851

Abstract

Ageing Population atau penuaan penduduk merupakan fenomena global yang sedang terjadi. Meningkatnya populasi lansia di dunia terjadi dikarenakan semakin membaiknya faktor kesehatan, menurunnya angka kematian bayi, akses pendidikan yang mudah, hingga meningkatnya lowongan pekerjaan. Bersamaan dengan hal tersebut, kondisi tubuh lansia akan menurun secara alamiah, baik dari fisik dan psikisnya. Lansia termasuk kaum marginal dengan stigma mereka dianggap sebagai beban dan hanya bergantung kepada usia produktif. Untuk mengatasi hal tersebut, WHO mengeluarkan konsep Active Aging yang diharapkan dapat memaksimalkan potensi lansia. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran Active Aging dalam meningkatkan kesejahteraan lanjut usia. Pada penulisan artikel ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari kajian ini menemukan: 3 pilar dalam Active Aging meliputi partisipasi, kesehatan, dan keamanan dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan lansia. Partisipasi dilakukan dengan memberikan kesempatan bagi lansia untuk berpartisipasi aktif dalam sektor sosial, ekonomi, dan fisik. Kesehatan lansia yang baik ditandai dengan sehat secara fisik dan mental, juga dapat melaksanakan aktivitas sehari-hari. Kesehatan lansia dapat dijaga dengan tetap memaksimalkan gaya hidup sehat, olahraga teratur, mengkonsumsi makanan bergizi, dan menjauhi kebiasaan buruk seperti merokok. Keamanan meliputi keamanan secara sosial, fisik, dan ekonomi. Keamanan yang rentan dialami oleh lansia adalah keamanan ekonomi, lansia yang tidak memiliki dukungan secara finansial memerlukan dukungan penuh dari pemerintah. Tercapainya kesejahteraan lansia juga akan meningkatkan kualitas hidup lansia. Diperlukannya peran maupun dukungan keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam memaksimalkan Active Aging pada aspek partisipasi, kesehatan, dan keamanan.
PEMANFAATAN ASET LOKAL DALAM PENGEMBANGAN BATIK TULIS PEWARNA ALAMI OLEH MASYARAKAT BLOK KEBON GEDANG DESA CIWARINGIN, KECAMATAN CIWARINGIN, KABUPATEN CIREBON Yoga Maulana Yusuf; Maulana Irfan; Nandang Mulyana
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v1i1.31862

Abstract

Kegiatan pengembangan masyarakat saat ini gencar dilakukan di Indonesia dalam berbagai sektor, dengan memfokuskan kepada potensi dibanding masalah yang ada di daerah tersebut. Dengan menggunakan pendekatan asset based community development, diyakini dapat menjadi alternatif yang tepat sebagai upaya untuk memanfaatkan asset yang ada guna meningkatkan kualitas hidup mereka. Pendekatan berbasis asset ini memiliki tujuan untuk fokus mengidentifikasi dan memanfaatkan asset yang ada daripada fokus terhadap kekurangan atau masalah. Kegiatan pemanfaatan asset lokal yang dilakukan oleh masyarakat Kampung Gedang bertujuan agar kehidupan masyarakat setempat menjadi lebih baik dan mandiri dengan memanfaatkan potensi yang ada, mulai dari pemanfaatan bahan alam, sumber daya manusia, hingga fasilitas sarana dan prasarana setempat guna mendukung pengembangan batik tulis itu sendiri melalui kegiatan pemanfaatan asset lokal yang tidak terlepas dari kontribusi dan partisipasi aktif dari masayrakat sekitar melalui 3 tahap, yaitu identifying local asset, leveraging local asset, dan managing local asset. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, menggunakan studi literatur dan data sekunder lainnya dari berbagai sumber. Pada pembahasan menunjukan bahwa tahapan ABCD merupakan suatu langkah yang bisa diambil guna mendukung perkembangan Batik Ciwaringin, dengan mengadopsi konsep tersebut maka langkah pengembangan masyarakat melalui batik bisa terlaksana dengan baik. Community development activity is now intensively being done in Indonesia in every sector, by focusing to the potensials rather than to the problems in the society. This approach has the purpose to only focus identifying dan utilize the existing assets rather than to the weaknesses and problems. The local assets utilization that is being done by the community in Kampung Gedang intend to improve their quality of life and to ba more independent by utilizing their own local potentials, such as nature resources, human resources, facilities and infrastructure of their own in order to improve the growth of batik it self through the utilization activity of the local assets which needs the community contribution and participation through three steps, which are identifying local asset, leveraging local asset, and managing local asset. The method that is used on this research is descriptive with qualitative approach, using literature study and other seconder data from any resources. The result of this research shows that ABCD is the right concept to be adapted in order to develop the Batik Ciwaringin by the locals in order to make Batik Ciwaringin a lot better in the future.
PERAN PEMERINTAH DALAM PENANGANAN DAMPAK PANDEMI COVID-19 BAGI PENYANDANG DISABILITAS Fara Dhania Aulia Dhania Aulia; Dessy Hasanah Siti Asiah; Maulana Irfan
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v1i1.30951

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini menggambarkan peran pemerintah dalam menangani dampak dari pandemi Covid-19 bagi penyandang disabilitas di Indonesia. Penelitian ini dengan pendekatan kualitatif dengan studi literature merupakan metode utama untuk menggambarkan secara konseptual mengenai kajian peran pemerintah dalam penanganan dampak pandemi Covid-19 bagi penyandang disabilitas. Penyandang disabilitas termasuk dalam kelompok rentan yang harus mendapat perhatian dari pemerintah pada masalah ini. Dengan adanya pandemi Covid-19 saat ini ternyata berdampak pada kehidupan kelompok penyandang disabilitas yang menjadi semakin terpuruk. Para penyandang disabilitas umumnya berkerja sebagai sektor informal seperti pemijat, pedagang, dan lain sebagainya. Dengan adanya imbauan pemerintah untuk menetap di rumah dan social distancing membuat berkurangnya penghasilan bagi penyandang disabilitas. Masalah pandemi Covid-19 ini berdampak pada kehidupan penyandang disabilitas dalam berbagai aspek yaitu dalam hal perekonomian, informasi yang terbatas, dan jaminan kesehatan. Dalam hal ini terdapat peran pemerintah untuk menangani dampak Covid-19 bagi penyandang disabilitas. Peran pemerintah dalam hal ini memberikan bantuan sosial Program Keluarga Harapan kepada penyandang disabilitas dengan besaran manfaat 2,4 juta per tahun dan selain itu adanya bantuan untuk membantu dalam perekonimian maupun kesehatan. Selain adanya peran pemerintah perlu adanya peran pekerja sosial dalam membantu kelompok rentan, termasuk para penyandang disabilitas dengan cara mengoptimalisasi berbagai sumber baik pada diri mereka, maupun lingkungan sosial.  ABSTRACT This study illustrates the role of the government in dealing with the effects of the Covid-19 pandemic for people with disabilities in Indonesia. This research with a qualitative approach with a literature study is the main method to conceptually describe the study of the role of government in handling the impact of the Covid-19 pandemic for persons with disabilities. Persons with disabilities are included in vulnerable groups which should get the attention of the government on this issue. With the current Covid-19 pandemic, the impact on the lives of groups of people with disabilities has worsened. People with disabilities generally work as an informal sector such as masseurs, traders, and so on. With the appeal of the government to settle at home and social distancing makes a reduction in income for people with disabilities. The problem of the Covid-19 pandemic has an impact on the lives of people with disabilities in various aspects, namely in terms of the economy, limited information, and health insurance. In this case there is a role for the government to deal with the impact of Covid-19 for people with disabilities. The role of the government in this case is to provide social assistance for the Family of Hope Program to persons with disabilities with a benefit amount of 2.4 million per year and in addition to that there is assistance to assist in the recording and health. In addition to the role of government, there needs to be a role of social workers in helping vulnerable groups, including persons with disabilities, by optimizing various sources both within themselves and the social environment.
BUSINESS COACHING: PENGEMBANGAN USAHA INDUSTRI KECIL MENENGAH DI ERA PANDEMI COVID-19 Hery Wibowo; Maulana Irfan; Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 1 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i1.33431

Abstract

ABSTRAKPandemi covid-19 secara nyata berdampak terhadap kondisi perekonomian masyarakat khususnya bagi para pelaku usaha kecil dan menengah, sehingga diperlukan upaya untuk mengatasi perubahan yang terjadi agar mereka tidak sampai menghentikan kegiatan usahanya. Dalam hal pengembangan usaha, beberapa metode dapat dipilih untuk meningkatkan kinerja, antara lain dengan melakukan kegiatan pelatihan, konsultasi, mentoring ataupun business coaching. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan dengan metode business coaching sebagai salah satu upaya meningkatkan kinerja usaha yang didasarkan atas komunikasi apresiatif bertujuan serta kerjasama dan rasa saling percaya diantara pembimbing (coach) dengan mitra (coachee). Secara umum tahapan yang dilakukan adalah kegiatan eksplorasi, assessment, plan of treatment dan treatment. Proses coacing dilakukan terhadap sejumlah pelaku usaha yang memiliki jenis usaha berbeda dengan lokasi usaha tersebar di beberapa wilayah. Hasil pelaksanaan kegiatan kuliah kerja nyata - pengabdian pada masyarakat (KKN-PPM) Unpad menunjukkan bahwa dengan dilakukannya business coaching telah muncul kesadaran baru tentang kondisi usaha dan wawasan baru tentang beragam alternatif teknik usaha yang dapat dioptimalkan untuk menambah pasar, menyasar pelanggan yang tepat dan meningkatkan penjualan. ABSTRACT The Covid-19 pandemic has an impact on the economic condition of the community, especially for small and medium business actors, so efforts are needed to cope with the changes that have occurred so that they can maintain their business. In terms of business development, several methods can be chosen to improve performance, among others, by conducting training activities, consulting, mentoring or business coaching. This community service activity is carried out using the business coaching method as an effort to improve business performance based on appreciative communication with the aim of cooperation and mutual trust between the coaches and partners (coachee). In general, the stages carried out are exploration, assessment, plan of treatment and treatment activities. The coacing process is carried out on a number of business actors who have different types of business with business locations scattered in several regions. The results of the implementation of real work lecture activities - community service (KKN-PPM) Unpad show that by carrying out business coaching, new awareness has emerged about business conditions and new insights on various alternative business techniques that can be optimized to increases the market, target the right customers and increase sales.
PARENTING TRAINING ANAK USIA DINI DI MASA PANDEMI COVID-19 BAGI KADER POSYANDU KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG Meilanny Budiarti Santoso; Nunung Nurwati; Sahadi Humaedi; Maulana Irfan
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v1i1.31359

Abstract

Pengasuhan anak merupakan hal yang menantang untuk dilakukan pada saat keadaan normal, terlebih di masa-masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini, sehingga penting bagi orang tua untuk mengambil langkah-langkah terbaik dengan meningkatkan kapasitas mereka dalam membantu diri, anak dan seluruh anggota keluarga untuk menjalani dan melalui situasi pandemi covid-19. Kegiatan parenting training yang dilaksanakan menggunakan metodologi andragogy yaitu dengan menempatkan dan memperlakukan para peserta pelatihan sebagai orang dewasa yang sudah memiliki pengetahuan sebelumnya dan kaya akan pengalaman dalam hal pengasuhan, sehingga para peserta pelatihan merupakan sumber belajar bagi sesama peserta pelatihan lainnya. Hasil yang diperoleh dengan dilaksanakannya parenting training bagi para kader posyandu di lingkungan Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang ini adalah (1). tergambarkannya kondisi potensi dan masalah yang dihadapi oleh anak usia dini; (2). dipahami oleh para kader posyandu pentingnya pengasuhan yang dilakukan oleh orang tua atau pengganti orang tua bagi tumbuh kembang anak usia dini; dan (3). tergambarkan kondisi kesehatan anak usia dini di masa pandemi covid-19 di lingkungan Kecamatan Jatinangor.
PROSES PEMBERDAYAAN ANAK YATIM MELALUI PROGRAM MANDIRI ENTREPRENEUR CENTER (MEC) OLEH YATIM MANDIRI BOGOR Salsa - Haura; Maulana - Irfan; Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.34294

Abstract

 Abstrak Organisasi pelayanan sosial, khususnya panti asuhan menjadi suatu lembaga yang sangat populer untuk membentuk perkembangan anak yatim, atau anak-anak yang tidak memiliki keluarga ataupun yang tidak tinggal bersama dengan keluarga. Lembaga panti asuhan mempunyai peran dalam memberikan pendidikan keagamaan, pendidikan formal, serta memberikan perlindungan dan rasa aman bagi anak. Namun, harapan ini sulit dicapai seutuhnya dikarenakan adanya kondisi-kondisi dimana panti asuhan tidak dapat memberikan bimbingan dalam bidang pendidikan, pekerjaan, serta dalam pembentukan karakter dan penyesuaian diri anak di masyarakat. Hal tersebut membuat panti asuhan tidak dapat  memenuhi standar pelayanan sosial yang mencakup aspek peningkatan sumber daya manusia. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu program pemberdayaan bagi anak-anak yatim untuk dapat menumbuhkan kemandiriannya, sehingga anak-anak menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Yayasan Yatim Mandiri merupakan lembaga amil zakat yang fokus pada pemberdayaan anak-anak yatim melalui program unggulannya yaitu Mandiri Entrepreneur Center (MEC). MEC merupakan pusat pendidikan dan pelatihan kewirausahaan untuk mencetak sumber daya manusia, khususnya anak yatim agar bisa berdaya saing di bidang ekonomi.  
The Competency of Social Worker as a Leader in Managing the Rumah Zakat Social Service Institution and in the Success of the “Kado Cinta Anak Disabilitas” Program Tahrizi Fathul Aliim; Soni Akhmad Nulhaqim; Maulana Irfan
Jurnal Manajemen Pelayanan Publik Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Manajemen Pelayanan Publik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmpp.v7i2.50625

Abstract

This research aims to descriptively investigate the competencies of leaders and their impact within the Department of Research and Program Development (RPD). The focus of the study is on the dual role of leaders as coordinators and administrators of social work, addressing barriers in the institution's administrative processes often hindered by a lack of human resources. The research problem highlights the need for social workers' competence as coordinators and administrators who understand the goals, policies, resources, administration, services, management functions, and evaluation. The study identifies gaps related to the dual role of social work leaders and emphasizes the lack of understanding and research on the urgency of this role. The research focuses on the impact of insufficient human resources on the administrative services of the institution, with an emphasis on a deep understanding of the competencies of social workers in their dual role. The results of the research indicate that leaders in the RPD Department have competencies through knowledge, attitudes, and actions, particularly in accompanying the design and implementation process of the “Kado Cinta Anak Disabilitas" program. The importance of understanding how leader competencies affect the quality of services and the work environment that supports employee well-being and mental health needs to be emphasized for a significant contribution to the development of this field.
Teamwork  Masihan Indonesia dalam Meningkatkan Pelayanan Kesejahteraan Masyarakat Sahira Ramadhatsani; Maulana Irfan; Soni Akhmad Nulhaqim
Global: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2024): Global: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Media Kreatif Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/24scg430

Abstract

Lembaga swadaya masyarakat dapat diartikan organisasi/lembaga yang dibentuk oleh anggota masyarakat Warga Negara Republik Indonesia secara sukarela atas kehendak sendiri dan minat yang besar serta bergerak dibidang kegiatan tertentu yang ditetapkan oleh organisasi/ lembaga sebagai wujud partisipasi masyarakat dalam upaya meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, yang menitik beratkan kepada pengabdian secara swadaya. Masihan merupakan lembaga swadaya masyarakat. Misi Masihan.id adalah menciptakan komunitas yang saling mendukung melalui berbagai cara, seperti mencari donatur, berdonasi, berbagi konten, dan menyediakan barang yang diperlukan bagi mereka yang membutuhkan. pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus untuk mengetahui bagaimana proses kerja sama tim yang terjadi di layanan organisasi tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ternyata untuk dapat melayani masyarakat dengan baik proses kerja sama dalam tim dalam organisasi juga harus melalui beberapa tahap hingga dapat menghasilkan keputusan yang bijak.
Co-Authors Agus Wahyudi Riana Amelia Febriani Putri Anis Soraya Apep Risman Arie Surya Gutama Atwar Bajari Auliarani Putri Audy Bimbi Gita Rama Putri Binahayati Rusyidi Binahayati Rusyidi Budhi Wibhawa BUDHI WIBHAWA BUDI MUHAMMAD TAFTAZANI Derin Darachita Pradini Dessy Hasanah Siti Dessy Hasanah Siti Asiah Dessy Hasanah Siti Asiah Devi Ayu Rizki Dwi Putri Apriyan Fara Dhania Aulia Dhania Aulia Fiki Hari Nugraha FIRDHIA ARRAHMA Fitri Nuryanti Sahlan Gina Indah Permata Nastia Gisela Kessik Hadiyanto A Rachim Hadiyanto A. Rachim HADIYANTO ARRACHIM Herni Wulandari Hery Wibowo, Hery Hetty Krisnani Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono Jovanna Merseyside br. Manulang Kania Ramadhani Lenny Meilany Lin Aqiela MAILY VINTAN Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso Melisa Amalia Amin Moch. Zainuddin Muhamad Rizky Syawaludin Sobari Muhammad Fahrezi Muhammad Fedryansyah Nadia Habibah Nandang Mulyana Nandang Mulyana Nina Karlina Nunung Nurwati Nurliana C. Apsari Nurwati, R. Nunung Olih Solihin Ossya Salsabila Rabi’ah Al-ada Wiyatul Munawaroh Ratna Sari Resti Kinanti Sekarsari Rifdah Arifah Kurniawan Risna Resnawaty Risna Resnawaty Risna Resnawaty, Risna Rizki Bunga Lestari Rizki Bunga Lestari S. Kunto Adi Wibowo Sahadi Humaedi SAHADI HUMAEDI Sahadi Humaedi Sahira Ramadhatsani Salsa - Haura Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Sawitri Budi Utami Shaqila Livia Resmanda Shenny Des Jouanka Siti Rachmawati Soni A Nulhaqim Soni Achmad Nulhaqim Soni Akhmad Nulhaqim Soni Akhmad Nulhaqim Soni Akhmad Nulhaqim Sri Sulastri Tahrizi Fathul Aliim Tomi Sapari Usep Rochmat Wandi Adiansah Wandi Adiansyah Wulan Dari Yoga Maulana Yusuf Yudhistira Anugerah Pratama Yulia Puspita Dewi Zulham Hamidan Lubis