Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Corporate environmental compliance and sustainability in palm oil plantation activities Putra, Bima Adi; Aipassa, Marlon I.; Ruslim, Yosep; Siahaya, Martha E.
Jurnal Bisnis Kehutanan dan Lingkungan Vol. 3 No. 1: July (2025)
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jbkl.v3i1.2025.1818

Abstract

Background: One key aspect of sustainable palm oil industry development is responsible environmental management. The Indonesian government, through the Ministry of Agriculture, mandates that oil palm plantation companies implement Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) standards. A crucial requirement includes conducting an Environmental Impact Analysis (EIA) and obtaining environmental permits. Companies must enhance their sustainability performance, particularly in environmental management. Methods: The research method used is to review environmental management documents and evaluate the results of laboratory analysis that have been obtained by PT. T. Data collection in this study was carried out through observation, interviews and literature studies. This study aims to examine the effectiveness of the implementation or implementation of the RKL-RPL of Oil Palm Plantations of PT. T with reference to environmental documents. Findings: Findings indicate that PT. T's Environmental Impact Analysis/Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) implementation complies with regulatory requirements. The Environmental Management Plan/Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL)—Environmental Monitoring Plan/Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) implementation is considered effective due to strong internal and external communication and coordination. Effective environmental management is driven by clear policies, standard operating procedures (SOPs), and competent human resources. Additionally, the company benefits from a well-structured organization, sufficient facilities, and adequate funding. Conclusion: The implementation of PT T's Environmental Management Plan/Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL)—Environmental Monitoring Plan/Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) in environmental management has been effective due to intensive communication, internal-external coordination, and the support of clear policies and standard operating procedures (SOPs). This success is supported by competent human resources, a well-structured organization, as well as adequate facilities and funding. Novelty/Originality of this article: The novelty of this research lies in its comprehensive evaluation of corporate environmental management effectiveness, offering valuable insights into best practices for sustainable palm oil production in Indonesia.
PEMETAAN RENCANA TATA RUANG DESA SECARA PARTISIPATIF DI DESA JONGGON JAYA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Siswanto, Hari; Fredy, Gloriana Nanni Dau; Ariyanto, Ariyanto; Ruslim, Yosep
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 24, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v24i2.8861

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk pada suatu wilayah dari tahun ke tahun akan terus meningkat dengan cukup signifikan hal tersebut membuat kebutuhan akan lahan dan alih fungsi lahan akan terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tutupan lahan eksisting, dan memetakan pola ruang di Desa Jonggon Jaya. Adapun analisis atau metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan dilakukannya diskusi secara pasif ataupun aktif dengan melakukan komunikasi dua arah. Dimana pada kegiatan ini fasilitator meminta pandangan dan masukan terkait draft rencana tata ruang wilayah Desa hasil penyusunan peneliti, dari Masyarakat dan Pemerintah Desa Terdapat 30 kelas tutupan Lahan di Desa Jonggon Jaya yang seluas 10.515,82 ha. Adapun tutupan lahan yang paling dominan dalam fungsi kawasan areal penggunaan lain ialah hutan sekunder lahan rendah, kerapatan sedang seluas 1.192,42 ha dikarenakan masyarakat memiliki lahan yang luas namun dengan kemampuan yang terbatas, sehingga banyak lahan yang tidak tergarap, sedangkan tutupan lahan yang dominan pada fungsi kawasan hutan produksi ialah hutan eukaliptus, dikarenakan terdapat kawasan hutan yang merupakan ijin Hutan Tanaman Industri. Rencana tata ruang Desa Jonggon Jaya, terbagi dalam 2 kawasan yaitu kawasan budidaya kehutanan dan kawasan non kehutanan. Rencana tata ruang Desa Jonggon Jaya, terdapat 19 pola. Pola ruang yang dominan pada fungsi kawasan areal penggunaan lain ialah perkebunan dengan persentase 27,00% yang sebagian besar dimiliki oleh perusahaan dan pola ruang yang dominan pada fungsi kawasan hutan produksi ialah kawasan budidaya kehutanan dengan persentase 48,68% yang sebagian besar dimiliki oleh Perusahaan.
Analisis finansial dan strategi pengembangan usaha budidaya burung walet (Aerodramus fuciphagus) Halimah, Nurul; Ruslim, Yosep; Mursidah, Mursidah
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i2.13120

Abstract

Membudidayaan burung walet bukan hal yang mudah untuk dilakukan walaupun harga jual sarangnya memiliki nilai tinggi, namun tentu ada faktor yang harus diperhatikan. Sedangkan untuk perumusan strategi dilakukan dengan menentukan faktor internal dan eksternal dimana responden yang diambil adalah seluruh pemilik usaha ternak (metode sensus), kemudian dimasukkan kedalam matriks SWOT dan ditentukan strategi yang tepat dalam pengembangan usaha tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi pada bangunan rumah walet dengan luasan 98 m2 memiliki produksi optimal pada tahun ke-7 dengan produksi 4,3 kg dengan produktivitas 3,66 g/m2dan produksi maksimal sebesar 6,2 kg pada tahun ke-12 dengan produktivitas 5,27 g/m2. Sedangkan pada bangunan dengan luasan 144 m2, produksi maksimal di tahun ke-14 dengan produksi 18,5 kg dengan produktivitas 10,71 g/m2 dan produksi optimal dicapai di tahun ke-9 dengan produksi 14 kg dengan produktivitas 8,10 g/m2. 
Inventarisasi Tumbuhan Tingkat Pancang Dan Semai Berkhasiat Obat Di Lembo Yang Digunakan Oleh Suku Dayak Tunjung Kampung Ngenyan Asa Kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat Parliansyah, Eldi; Matius, Paulus; Hastaniah, Hastaniah; Ruslim, Yosep
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VII Nomor 2 Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v7i2.189

Abstract

Salah satu cara pengelolaan hutan oleh masyarakat tradisional suku Dayak di kabupaten Kutai Barat adalah dengan menanam berbagai macam tumbuhan buah-buahan lokal yang biasa mereka sebut lembo. Selama ini lembo dikenal luas sebagai penghasil buah-buahan, namun pada penelitian ini bertujuan untuk mempelajari manfaat lain yang dapat diperoleh dari lembo tersebut, yang dalam hal ini adalah pemanfaatan tumbuh-tumbuhan sebagai bahan obat tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, hasil inventarisasi dua lokasi lembo yaitu di lembo labakng iweeq dan lembo labakng mooq, pada lokasi pertama diperoleh tumbuhan tingkat pancang 43 jenis dari 22 famili dengan jumlah individu 1.255 dan dengan kerapatan 125.946 individu ha-1, tingkat semai dan tumbuhan bawah 54 jenis dari 35 famili kerapatan 6.784 individu ha-1, Pada lokasi kedua diperoleh, tingkat pancang 33 jenis dari 20 famili dengan kerapatan 3.961 individu ha-1, semai dan tumbuhan bawah 35 jenis dari 25 famili dengan kerapatan 3.961 individu ha-1. Hasil wawancara tentang pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan obat tradisional oleh masyarakat ditemukan 34 jenis dalam 27 famili tumbuhan yang dimanfaatkan untuk mengobati 37 macam penyakit diantaranya adalah, Poikilospermum suaveolens (Blume) Merr yang digunakan untuk mengobati kencing batu, sakit pinggang, kanker, sariawan, penambah berat badan. Eurycoma longifolia Jack diginakan untuk mengobati rematik, tipes, sakit pinggang, susah buang air kecil, luka luar dan impoten. Fordia splendissima (Blume ex Miq.) Buijsen digunakan untuk penawar racun binatang, keracunan makanan, bedak dan peralatan dalam ritual pengobatan. Proses pengolahan yang paling banyak dilakukan sebelum pemakaian adalah dengan merebus bagian tumbuhan dan meminumnya 11 jenis (20%), pemanfaatan bagian tumbuhan secara langsung 10 jenis (19%), sebagai peralatan dalam ritual pengobatan 8 jenis (15%).
Identifikasi Mahang (Macaranga gigantea) Dan Puspa (Schima wallichii) Menggunakan Foto Drone Di KHDTK Diklat Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Mulawarman Ulandari, Ita; Siswanto, Hari; Ruslim, Yosep; Aquastini, Dwinita
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XI Nomor 1 Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v11i1.477

Abstract

Inventarisasi hutan yang merupakan bagian penting dalam perencanaan hutan dapat dilakukan secara terestris dan penginderaan jauh. Teknologi penginderaan jauh terus berkembang diantararanya drone. Dengan resolusi spasial yang tinggi menjadikan citra drone semakin banyak dimanfaatkan pada berbagai bidang termasuk kehutanan dalam hal mengidentifikasi jenis vegetasi. Pada penelitian ini citra drone digunakan untuk mengidentifikasi jenis vegetasi Mahang (Macaranga gigantea) dan Puspa (Schima walichii).Tujuan penelitian yaitu mengetahui informasi dari kunci interpretasi vegetasi Mahang dan Puspa, Mengetahui informasi dari hasil persentase uji akurasi vegetasi Mahang dan Puspa, Melakukan pemetaan sebaran dari vegetasi Mahang dan Puspa. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kantitatif dengan mengelola hasil uji akurasi dengan membandingkan hasil interpretasi dan pengecekan lapangan. Pada uji akurasi dibuktikan bahwasannya hanya vegetasi Mahang yang dapat teridentifikasi yang menghasilkan persentase uji akurasi sebesar 93%, sedangkan vegetasi puspa tidak dapat teridentifikasi dikarenakan persentase uji akurasi hanya mencapai 20%. Berdasarkan hasil identifikasi dibuktikan bahwasannya jumlah populasi mahang yang terdapat di kawasan KHDTK yaitu sebanyak 3469 individu, dimana jumlah rata-rata individu dari vegetasi Mahang yaitu sebanyak 11 individu/hektar dimana individu paling sedikit yaitu sebanyak 1 individu dan jumlah individu terbanyak yaitu sebanyak 43 individu. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu hanya vegetasi Mahang yang dapat teridentifikasi dikarenkan korelasi antara persentase uji akurasi dan keberhasilan kunci interpretasi, dimana persentase uji akurasi vegetasi Mahang mencapai 93% .
Evaluasi Status Mutu Air Sungai Samboja di Kecamatan Samboja Barat Kabupaten Kutai Kartanegara Noor, Alfian; Abdunnur, Abdunnur; Kristiningrum, Rochadi; Aipassa, Marlon Ivanhoe; Ruslim, Yosep
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XI Nomor 1 Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v11i1.486

Abstract

Evaluation of the Water Quality Status of the Samboja River in Samboja District, Kutai Kartanegara Regency. The depletion of clean water due to pollution in rivers as part of the impact of decreasing water quality. Knowing the status of the water quality and quality of the Samboja River in Samboja District, Kutai Kartanegara Regency is the goal of this study. Data analysis to evaluate the status and water quality of the Samboja River is to take water quality samples at three points, namely downstream, middle, and upstream in two conditions of no rain and after rain. Then the water quality parameters are tested and compared with water quality standards using the Storet method and the pollution index method which refers to the Decree of the Minister of the Environment Number 115 of 2003 concerning Guidelines for Determining the Status of Water Quality. The results showed that the water quality status of the Samboja river spatially and temporally using the Storet method, class II water allocation was categorized as "moderately polluted" and "severely polluted" with a score of -12 to -34. Meanwhile, using the class II pollution index method including "meeting the quality standard" to "lightly polluted" with an IP value of 0.69 to 3.57.
Pemetaan Tutupan Dan Penggunaan Lahan Menggunakan Drone Berbasis Sistem Informasi Geografis Di Desa Jonggon Jaya Faldi, Muhammad Iqbal; Siswanto, Hari; Suhardiman, Ali; Ruslim, Yosep; Aquastini, Dwinita
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XI Nomor 2 Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v11i2.519

Abstract

Land use is the end result of any form of dynamic human intervention. How to find out the form of land cover and use by using drones. This study aims to map and identify land cover and land use and determine the accuracy value of aerial photo interpretation results of land cover and land use in Jonggon Jaya Village. The expected results provide information related to the results of making maps of land cover and use and provide information on the form of land cover and use. This research uses drones and ArcGis Pro software which produces land cover and land use classes that refer to the Indonesian National Standard (SNI) 7645-1: 2014 concerning Land Cover Classification. The results of mapping land cover and land use in Jonggon Jaya Village produced 29 land cover and land use classes obtained from the results of aerial photo interpretation. Industrial Plantation Forest (HTI) is the largest land cover and use with an area of 5096.30 Ha or 48.463% and rivers are the smallest land cover and use with an area of 0.32 Ha or 0.003%. The results of the accuracy test with the overall accuracy formula on the results of aerial photo interpretation are 95.18% of the data that matches the conditions on the ground or as many as 138 validation points that match the 145 overall validation points, while the interpretation error is 4.82% or 7 validation points.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdunnur Abdunnur, Abdunnur Abubakar M Lahjie Abubakar M. Lahjie Aipassa, Marlon I. Aipassa, Marlon Ivanhoe Alfian Noor Ali Suhardiman Aquastini, Dwinita Ariyanto Ariyanto Ariyanto Ariyanto Ariyanto Ariyanto Asnaenie Asnaenie Asnaenie, Asnaenie B.D.A.S. Simarangkir BDAS Simarangkir Chandradewana Boer Dewi Embong Bulan Dhaffa, Naufal Akhdan Amru Eko Budi Prasetyo Eko Harjanto Eviyanti Palimbong Faldi, Muhammad Iqbal Feby Kristina Frans Milan Fredy, Gloriana Nanni Dau Gina Saptiani Hari Siswanto Hari Siswanto Hari Siswanto Hastaniah, Hastaniah Herlambang, Heru Heru Herlambang Ibrahim Ibrahim Ilyas, Qodimatul Unshuri Karyati Karyati Karyati Karyati Kasransyah, Kasransyah Kiswanto Kiswanto Manulang, Gilbert Renaldi Marjenah, Marjenah Marlon I Aipassa Martha Ekawati Siahaya Merang, Oktiani Perida Moises Soares Mursidah Mursidah, Mursidah Mus Muliadi Noor, Rusni Nugroho, Rizky Wahyu Nurul Halimah Oktiani Perida Merang Pambudhi, Fadjar Parliansyah, Eldi Paulus Matius Putra, Bima Adi Rachmat Budiwijaya Suba Riri Trinanda Rochadi Kristiningrum, Rochadi Rosmini Rosmini Rujehan, Rujehan Rusni Noor Sabat Sandraria Lebang Salaho Dina Devy Sari, Diah Rakhmah Siahaan, Krisna Bernadeth Siahaya, Martha E. Simarangkir, B.D.A.S. Slamet Rohmadi Soetioso, Rusdi Suhardiman, Ali Suharyono Suharyono Syahrinudin, Syahrinudin Syahrir Yusuf Taufan Purwokusumaning Daru, Taufan Purwokusumaning Toma, Takeshi Ulandari, Ita Wasli, Mohd Effendi Widia Sri Utami Wulan I R Sari Yaya Rayadin Yusuf, Syahrir Zheri Hermawan