Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

ASPEK TEKNIS DAN EKONOMIS PENYARADAN DENGAN MENGGUNAKAN PANCANG TARIK (MONOCABLE WINCH) DI PT. BELAYAN RIVER TIMBER Yosep Ruslim
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 5, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2011.5.1.59-72

Abstract

Penerapan sistem Pancang Tarik (monocable winch) didalam kegiatan pemanenan ramah lingkungan (RIL) merupakan upaya untuk mengurangi biaya produksi dan mengurangi kerusakan lingkungan jika dibandingkan penyaradan dengan menggunakan sistem bulldoser. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa penyaradan dengan menggunakan Pancang Tarik akan lebih efisien dan lebih produktif. Terdapat hanya sedikit perbedaan biaya penyaradan dan produktivitas penyaradan pada kelerengan < 26% dan kelerengan ≥ 26%. Biaya operasional penyaradan pada kelerengan tersebut   juga menunjukan tidak ada perbedaan yang nyata yaitu sebesar Rp. 31.000,- pada kelerengan < 26% dan Rp. 32.000,- pada kelerengan  ≥ 26%.  Hal tersebut menggambarkan bahwa penyaradan dengan menggunakan Pancang Tarik akan lebih murah jika dibandingkan penyaradan dengan menggunakan bulldoser yaitu sebesar Rp. 175.000,- /m3. Penerapan sistem Pancang Tarik ini akan menghasilkan biaya penyaradan yang lebih efektif, ramah lingkungan dan mengurangi emisi karbon.
PERILAKU BERSARANG ORANGUTAN MORIO (Pongo pygmaeus morio) PADA HABITAT DI SEKITAR SUNGAI SANGATA KANAN Zheri Hermawan; Yaya Rayadin; Paulus Matius; Yosep Ruslim
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2019.5.1.11-20

Abstract

Perubahan lanskap hutan alami akibat aktifitas pembangunan ekonomi maupun bencana kebakaran hutan memberi dampak kepada keberadaan habitat dan populasi Orangutan morio (Pongo pygmaeus morio). Kawasan hutan yang menjadi habitat orangutan morio di Kalimantan Timur saat ini telah terfragmentasi menjadi beberapa unit habitat, dengan luasan yang bervariasi dan tersebar pada berbagai fungsi lanskap. Orangutan morio memiliki perilaku adaptasi yang baik dalam habitatnya. Oleh karena ini dalam penelitian ini dilakukan pengamatan karakteristik pohon sarang dan sarang orangutan morio pada habitatnya di sekitar sungai Sangata Kanan. Hasil pengamatan dijumpai 26 sarang di 25 pohon sarang dengan jenis Ulin (Eusideroxylon zwageri) yang paling banyak digunakan. Pada jalur transek tidak ditemukan sarang tipe A dan B. Secara umum, karakteristik sarangnya sangat penting dalam pemahaman kondisi habitat orangutan.
KEHADIRAN DAN KERAGAMAN HERBA-LIANA SEBAGAI SUMBER PAKAN SATWA LIAR DI KAWASAN REKLAMASI PASCATAMBANG BATUBARA PT KIDECO JAYA AGUNG, PASER, KALIMANTAN TIMUR Slamet Rohmadi; Yaya Rayadin; Paulus Matius; Yosep Ruslim
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2018.4.2.71-82

Abstract

Kegiatan pemulihan fungsi kawasan ekosistem pascatambang dilakukan melalui kegiatan reklamasi dan revegatasi lahan. Penilaian keberhasilan kegiatan reklamasi dan revegetasi selama ini hanya didasarakan pada pertumbuhan dan keberadaan tanaman pokoknya. Kehadiran dan keragaman jenis tumbuhan bawah herba dan liana dikawasan reklamasi pascatambang belum menjadi indikator dalam penilaian keberhasilan kegiatan reklamasi. Kehadiran jenis herba-liana sendiri sangat penting bagi sumber pakan satwa liar yang ada didalamnya. Oleh karena ini dalam penelitian ini dilakukan perhitungan kehadiran dan keragaman jenis herba-liana pada berbagai variasi umur tanaman reklamasi yang berbeda. Tingkat keragaman dan kehadiran didasarkan pada nilai frekuensi kehadiran pada masing masing subplotnya. Dari tabel 11 variasi umur tanaman yang berbeda menunjukkan bahwa semakin berkembang umur tanaman reklamasi akan diikuti pula oleh penambahan keanekaragaman jenisnya herba dan liana. Frekuensi dari 176 kehadiran menunjukkan bahwa jenis yang paling banyak hadir adalah jenis Zoysia matrella 80,7% (142 dari 176) diikuti oleh jenis Mucuna sp. 75% (132 dari 176) dan Asystasia intrusa 59,1% (104 dari 176). Secara umum kehadiran jenis tumbuhan bawah kategori herba liana sangat penting dalam mempercepat pemulihan ekosistem pascatambang.
PENGEMBANGAN BONTANG MANGROVE PARK SEBAGAI MODEL PERLINDUNGAN EKOSISTEM MANGROVE DI TAMAN NASIONAL KUTAI DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN Eko Harjanto; Yaya Rayadin; Marlon I Aipassa; Yosep Ruslim
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2019.5.1.21-30

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di kawasan hutan mangrove Taman Nasional Kutai yang diberi nama Bontang Mangrove Park, sebagai kawasan wisata alam yang bertujuan untuk perlindungan terhadap ekosistem mangrove di Kota Bontang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perubahan tutupan lahan pada Kawasan Bontang Mangrove Park dengan menggunakan citra tutupan lahan tahun 2002 sampai dengan tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bontang Mangrove Park seluas 294,78 Ha memiliki tutupan lahan (forest cover) terutama hutan mangrove seluas 203,58 Ha (29,06%) pada tahun 2002, meningkat menjadi 241,75 Ha (82,01%) pada tahun 2009, dan bertambah menjadi 264,61 Ha (89,77%) pada tahun 2018.  Peningkatan tutupan hutan seluas 61,03 Ha (30%) pada tahun 2002-2018 umumnya disebabkan adanya perubahan tutupan tambak menjadi ekosistem hutan mangrove dalam kurun waktu 16 tahun tersebut. Hasil ini setidaknya menunjukkan bahwa pengembangan Bontang Mangrove Park sebagai salah satu model perlindungan ekosistem hutan mangrove berbentuk ekowisata di Taman Nasional Kutai (TNK) mampu memberikan dampak positif  terhadap peningkatan kualitas tutupan hutan mangrove di Kota Bontang.
ASPEK TEKNIS DAN EKONOMIS PENYARADAN DENGAN MENGGUNAKAN PANCANG TARIK (MONOCABLE WINCH) DI PT. BELAYAN RIVER TIMBER Yosep Ruslim
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 5, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2011.5.1.59-72

Abstract

Penerapan sistem Pancang Tarik (monocable winch) didalam kegiatan pemanenan ramah lingkungan (RIL) merupakan upaya untuk mengurangi biaya produksi dan mengurangi kerusakan lingkungan jika dibandingkan penyaradan dengan menggunakan sistem bulldoser. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa penyaradan dengan menggunakan Pancang Tarik akan lebih efisien dan lebih produktif. Terdapat hanya sedikit perbedaan biaya penyaradan dan produktivitas penyaradan pada kelerengan < 26% dan kelerengan ≥ 26%. Biaya operasional penyaradan pada kelerengan tersebut   juga menunjukan tidak ada perbedaan yang nyata yaitu sebesar Rp. 31.000,- pada kelerengan < 26% dan Rp. 32.000,- pada kelerengan  ≥ 26%.  Hal tersebut menggambarkan bahwa penyaradan dengan menggunakan Pancang Tarik akan lebih murah jika dibandingkan penyaradan dengan menggunakan bulldoser yaitu sebesar Rp. 175.000,- /m3. Penerapan sistem Pancang Tarik ini akan menghasilkan biaya penyaradan yang lebih efektif, ramah lingkungan dan mengurangi emisi karbon.
PERILAKU BERSARANG ORANGUTAN MORIO (Pongo pygmaeus morio) PADA HABITAT DI SEKITAR SUNGAI SANGATA KANAN Zheri Hermawan; Yaya Rayadin; Paulus Matius; Yosep Ruslim
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2019.5.1.11-20

Abstract

Perubahan lanskap hutan alami akibat aktifitas pembangunan ekonomi maupun bencana kebakaran hutan memberi dampak kepada keberadaan habitat dan populasi Orangutan morio (Pongo pygmaeus morio). Kawasan hutan yang menjadi habitat orangutan morio di Kalimantan Timur saat ini telah terfragmentasi menjadi beberapa unit habitat, dengan luasan yang bervariasi dan tersebar pada berbagai fungsi lanskap. Orangutan morio memiliki perilaku adaptasi yang baik dalam habitatnya. Oleh karena ini dalam penelitian ini dilakukan pengamatan karakteristik pohon sarang dan sarang orangutan morio pada habitatnya di sekitar sungai Sangata Kanan. Hasil pengamatan dijumpai 26 sarang di 25 pohon sarang dengan jenis Ulin (Eusideroxylon zwageri) yang paling banyak digunakan. Pada jalur transek tidak ditemukan sarang tipe A dan B. Secara umum, karakteristik sarangnya sangat penting dalam pemahaman kondisi habitat orangutan.
PERHITUNGAN KEBUTUHAN DAN PEMETAAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA BONTANG Sabat Sandraria Lebang; Hari Siswanto; Ariyanto Ariyanto; Yosep Ruslim
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 22, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v22i2.6827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kebutuhan Ruang Terbuka Hijau berdasarkan luas wilayah mengacu pada Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang dan kebutuhan oksigen di Kota Bontang, memetakan sebaran dan luasan, memetakan lahan yang potensial untuk dijadikan Ruang Terbuka Hijau kawasan perkotaan, dan memprediksi kebutuhan Ruang Terbuka Hijau 10 tahun kedepan. Kegiatan yang dilakukan meliputi persiapan, pengumpulan data, pengolahan data, analisis data dan penyusunan skripsi, menggunalkan sumber informasi dari Citra SPOT 6/7 Tahun 2020, peta administrasi Kota Bontang, Data statistik Kota Bontang, Data statistik Kota Bontang, Peta Fungsi Kawasan dan Peta RTH eksisting, sebagai data acuan untuk mengetahui kecukupan RTH berdasarakan 30%. Luas wilayah di Kota Bontang adalah 4.856,40 ha yang terdiri dari RTH Privat 1.618,80 dan RTH Publik 3.237,60 ha. Luas RTH eksisting Kota Bontang yaitu 7.023,68 ha; RTH Privat 1.676,41 ha dan RTH Publik 5.362,94 ha. Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau di Kota Bontang sudah terpenuhi kecukupan sebesar 30% dari luas wilayah. Sementara luas RTH berdasarkan kebutuhan oksigen adalah 8.361,7 ha sehingga terdapat kekurangan luas RTH sebesar 1.322,35 ha. Ruang Terbuka Hijau Kota Bontang tersebar merata pada semua kecamatan dan fungsi kawasan,. Luas areal yang potensial untuk dijadikan RTH adalah seluas 1.523,50 ha dan mencukupi untuk memenuhi kekurangan luas RTH sebesar 1.338,02 ha sampai tahun 2031. Berdasarkan hasil analisis Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Kota Bontang dalam kurun 10 tahun kedepan (tahun 2031) adalah 8.361,7 ha perlu dilakukan inventarisasi pada lahan yang berpotensi dijadikan RTH, hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa lokasi tersebut memang cocok dan bisa dijadikan RTH.
STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA HUTAN MANGROVE PT INHUTANI I UNIT BATU AMPAR-MENTAWIR KELURAHAN MENTAWIR KECAMATAN SEPAKU KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA Suharyono Suharyono; Marlon Ivanhoe Aipassa; Dewi Embong Bulan; Karyati Karyati; Yaya Rayadin; Martha Ekawati Siahaya; Yosep Ruslim; Rochadi Kristiningrum
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 22, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v22i2.6774

Abstract

Penelitian  ini  merupakan  penelitian  deskriptif  dengan  pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar potensi ekowisata hutan mangrove pada kawasan lindung PT Inhutani I Unit Batu Ampar – Mentawir  yang dapat dikembangkan sebagai ekowisata hutan mangrove selanjutnya, mengetahui bagaimanakah strategi pengembangan yang dapat dilakukan oleh PT Inhutani I Unit Batu Ampar-Mentawir terhadap  ekowisata hutan mangrove pada kawasan lindung berbasiskan pemberdayaan masyarakat lokal. Metode penelitian dilakukan dengan cara observasi lapangan, wawancara, kuesioner dan studi literatur selanjutnya dianalisa menggunakan SWOT. Berdasarkan observasi lapangan diketahui adanya potensi sumberdaya ekowisata hutan mangrove dan destinasi wisata lainnya sangat layak untuk dikembangkan, hasil kuesioner tentang persepsi pengelola, pengunjung, masyarakat sekitar hutan (kelompok sadar wisata) dan instansi pemerintah diketahui adanya minat sangat tinggi, hasil wawancara mendalam diperoleh informasi potensi dan pengembangan destinasi ekowisata lainnya, hasil deliniasi peta citra diperoleh data luasan kerapatan tegakan mangrove dan hasil studi literatur diketahui keanekaragaman vegetasi mangrove dan biodiversity. Strategi pengembangan ekowisata berdasarkan SWOT menunjukkan bahwa strategi pengembangan ekowisata hutan mangrove terletak pada kuadran (1) satu pada titik sumbu X positif dengan nilai 1,65 dan titik sumbu Y positif dengan nilai 1,65 sehingga dinyatakan sangat menguntungkan untuk pengembangan ekowisata hutan mangrove. (dimana aspek dari dalam lebih besar dari pada aspek dari luar dan aspek kekuatan dan peluang lebih baik dari pada aspek kelemahan dan ancaman).
ANALISIS STRATEGI PROGRAM PASCATAMBANG PETERNAKAN SAPI PADA LAHAN BEKAS TAMBANG PT KITADIN SITE EMBALUT Eko Budi Prasetyo; Marlon Ivanhoe Aipassa; Taufan Purwokusumaning Daru; Gina Saptiani; Salaho Dina Devy; Kiswanto Kiswanto; Yosep Ruslim; Feby Kristina
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 22, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v22i2.6816

Abstract

Penelitian  ini  merupakan  penelitian  deskriptif  dengan  pendekatan kuantitatif. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk mengidentifikasi jenis-jenis program pascatambang peternakan sapi yang telah dilakukan oleh PT Kitadin serta untuk mengetahui kemajuan kegiatan program pascatambang peternakan sapi yang telah dilakukan oleh PT Kitadin. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana kegiatan yang telah dilakukan dalam rangka melaksanakan program pascatambang peternakan sapi dan bagaimana strategi pengembangan program peternakan sapi yang dilakukan oleh PT Kitadin. Adapun metode yang digunakan dalam pengumpulan data yakni observasi/kunjungan lapangan langsung, wawancara dan study pustaka. Dalam pengolahan data yang telah diperoleh dilakukan dengan cara membandingkan pelaksanaan program tersebut dengan dokumen program rencana pascatambang dan melakukan evaluasi terkait pengembangan peternakan sapi yang telah di lakukan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pelaksanaan program pascatambang peternakan sapi di lahan bekas tambang khususnya di Pit S12 GS telah sesuai dengan dokumen perubahan program rencana pascatambang PT Kitadin tahun 2020 dari segi program dan jadwal pelaksanaan, rencana luasan area, serta rencana peruntukannya. Adapun terkait Startegi pengembangan peternakan sapi di lahan bekas tambang khususnya Pit S12 GS yang dilakukan oleh PT Kitadin apabila dilihat dari aspek pemilihan lokasi, topografi, daya dukung tanah, ketersediaan pakan ternak, dan sumber air minum ternak telah memadai dan sesuai dengan peruntukannya, tetapi bila didasarkan pada daya tampung, maka luas lahan yang disediakan untuk program pascatambang peternakan sapi belum memadai yakni hanya mampu menampung sebanyak 620 ekor sapi Bali dari rencana maksimal sebanyak 1.600 ekor sapi Bali.
Respon pertumbuhan Acacia crassicarpa A.Cunn. Ex Benth. terhadap pemberian pupuk cair yang berbeda di persemaian PT Mayawana Persada, Pontianak, Kalimantan Barat Eviyanti Palimbong; Ibrahim Ibrahim; Rachmat Budiwijaya Suba; Yosep Ruslim; Kiswanto Kiswanto; Heru Herlambang
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i1.9717

Abstract

Pembangunan Hutan Tanaman Industri (HTI) merupakan salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan kayu. Penggunaan pupuk dalam manajemen HTI diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman yang dikembangkan. Penggunaan jenis pohon yang cepat tumbuh, dalam hal ini Acacia crassicarpa, patut dipertimbangkan. Penelitian ini  menganalisa persentase hidup, pertambahan tinggi, diameter dan jumlah daun semai A. crassicarpa sebagai respon pemberian pupuk dengan jenis yang berbeda. Sedangkan respon pertumbuhan semai A. crassicarpadiuji di persemaian PT Mayawana Persada  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemupukan dengan Agrimore N, Agrimore P, Agrimore K dan NPK berpengaruh signifikan terhadap persentase hidup, diameter, tinggi, dan jumlah daun semai A. crassicarpa. Persentase hidup tanaman tertinggi yaitu pada perlakuan B2A3 dan B3A1 (100%). Persentase pertumbuhan semai pada perlakuan lainnya juga masih dikategorikan baik sekali (>90%) dengan rentang 96-98%. Perlakuan pupuk NPK memberikan pertambahan tinggi 42 cm/tahun. Perlakuan pupuk Agrimore K memberikan pertambahan diameter terbesar (3,86 mm/tahun), sedangkan pertambahan jumlah daun tertinggi dihasilkan dengan menggunakan pupuk Agrimore P (15,22 helai daun). Pemupukan dengan Agrimore P, Agrimore K sebanyak 2 gram/liter, NPK sebanyak 2 gram/liter, dan Agrimore K 2 gram/ltr memberikan hasil yg terbaik untuk tinggi, diameter dan jumlah daun untuk tanaman A. crassicarpa.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdunnur Abdunnur, Abdunnur Abubakar M Lahjie Abubakar M. Lahjie Aipassa, Marlon I. Aipassa, Marlon Ivanhoe Alfian Noor Ali Suhardiman Aquastini, Dwinita Ariyanto Ariyanto Ariyanto Ariyanto Ariyanto Ariyanto Asnaenie Asnaenie Asnaenie, Asnaenie B.D.A.S. Simarangkir BDAS Simarangkir Chandradewana Boer Dewi Embong Bulan Dhaffa, Naufal Akhdan Amru Eko Budi Prasetyo Eko Harjanto Eviyanti Palimbong Faldi, Muhammad Iqbal Feby Kristina Frans Milan Fredy, Gloriana Nanni Dau Gina Saptiani Hari Siswanto Hari Siswanto Hari Siswanto Hastaniah, Hastaniah Herlambang, Heru Heru Herlambang Ibrahim Ibrahim Ilyas, Qodimatul Unshuri Karyati Karyati Karyati Karyati Kasransyah, Kasransyah Kiswanto Kiswanto Manulang, Gilbert Renaldi Marjenah, Marjenah Marlon I Aipassa Martha Ekawati Siahaya Merang, Oktiani Perida Moises Soares Mursidah Mursidah, Mursidah Mus Muliadi Noor, Rusni Nugroho, Rizky Wahyu Nurul Halimah Oktiani Perida Merang Pambudhi, Fadjar Parliansyah, Eldi Paulus Matius Putra, Bima Adi Rachmat Budiwijaya Suba Riri Trinanda Rochadi Kristiningrum, Rochadi Rosmini Rosmini Rujehan, Rujehan Rusni Noor Sabat Sandraria Lebang Salaho Dina Devy Sari, Diah Rakhmah Siahaan, Krisna Bernadeth Siahaya, Martha E. Simarangkir, B.D.A.S. Slamet Rohmadi Soetioso, Rusdi Suhardiman, Ali Suharyono Suharyono Syahrinudin, Syahrinudin Syahrir Yusuf Taufan Purwokusumaning Daru, Taufan Purwokusumaning Toma, Takeshi Ulandari, Ita Wasli, Mohd Effendi Widia Sri Utami Wulan I R Sari Yaya Rayadin Yusuf, Syahrir Zheri Hermawan