Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Penilaian Kerawanan Pohon Tumbang di Sepanjang Jalan Arteri Taman Hutan Raya Bukit Soeharto Menggunakan Google Street View Ali Suhardiman; Frans Milan; Yosep Ruslim; Ariyanto Ariyanto; Hari Siswanto
Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 18 No 1 (2024): March
Publisher : Faculty of Forestry Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jik.v18i1.9158

Abstract

The incidence of fallen trees along the roadside was widespread across various locations in Indonesia, particularly in areas where trees naturally thrive. Therefore, this research aimed to explore Google Street View (GSV) to obtain information regarding the potential of fallen trees. A novel approach was proposed using panoramic photos available in GSV data from May 2021 and then subjected to testing along Balikpapan–Samarinda Arterial Road, covering a distance of 33 kilometers (Km), which traversed Bukit Soeharto Grand Forest Park (BSGFP). Leaning trees, trees with imbalanced canopy proportion, dying trees, and trees in rough topography became the criteria specified from GSV photos to determine potentially fallen trees. The results showed that 224 trees along Arterial Road met those criteria, translating to approximately 6.79 trees per kilometer of Arterial Road. The analysis revealed that an imbalance canopy proportion was the primary cause of fallen trees, supported by investigations and comparisons with the corresponding GSV photos before the collapse. The Arterial Road Balikpapan-Samarinda poses moderate fallen tree vulnerability, scoring between 25% and 50%.
Membangun distribusi biomassa di hutan alam Dipterokarpa Siswanto, Hari; Nugroho, Rizky Wahyu; Ariyanto, Ariyanto; Ruslim, Yosep; Aquastini, Dwinita; Pambudhi, Fadjar
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i1.13176

Abstract

Gas rumah kaca menimbulkan dampak yang besar terhadap perubahan iklim global, sehingga perlu dilakukan upaya mitigasi untuk mengurangi dampak tersebut. Inventarisasi Hutan Menyeluruh Berkala bisa digunakan sebagai dasar pengukuran biomassa di atas pengukuran tanah. Provinsi Kalimantan Timur dalam program FCPF ini diminta menggunakan perhitungan emisi dan nilai perhitungan dihitung berdasarkan metode Monte Carlo. Sedangkan metode Monte Carlo sendiri memerlukan informasi tentang distribusi biomassa, yang saat ini belum diketahui bentuknya. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menghitung jumlah biomassa pohon per hektar, dan nilai ketidakpastian 2) Membuat bentuk distribusi biomassa berdasarkan data plot IHMB. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari pengukuran diameter IHMB dari PT INHUTANI UMH 1 Meraang Berau. Pengolahan data yang dilakukan adalah pembuatan distribusi diameter, lalu dilakukan perhitungan biomassa dengan menggunakan rumus alometrik. Selanjutnya penerapan distribusi normal dan distribusi lognormal pada data biomassa serta perhitungan nilai ketidakpastian. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari 611 petak ukur nilai rata-rata biomassa yaitu 167,1 ton dengan total biomassa keseluruhan adalah 102.137,7 ton ha -1 , dengan nilai ketidakpastian sebesar 7,5%. Hasil dua bentuk distribusi yang diuji berdasarkan bentuk visualnya, distribusi normal lebih baik dari distribusi lognormal.
Probabilitas kerentanan kebakaran hutan dan lahan menggunakan Model Hotspot Algoritma Maximum Entropy Dhaffa, Naufal Akhdan Amru; Suhardiman, Ali; Sulistioadi, Yohanes Budi; Ruslim, Yosep; Herlambang, Heru; Boer, Chandradewana; Kristiningrum, Rochadi
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.14859

Abstract

Bencana merupakan suatu peristiwa yang diwaspadai karena dapat menimbulkan kerugian materiil dan mengancam keselamatan salah satunya kebakaran di hamparan lahan hutan dan pemukiman masyarakat. Pada tahun 2020, Kabupaten Kutai Timur mencatat 21 titik kejadian kebakaran hutan dan lahan tertinggi. Dampak dari kebakaran tersebut melibatkan aspek sosial, budaya, dan ekonomi. Bencana ini dipicu oleh faktor alam atau faktor lainnya, ketidakberadaan informasi lokasi kerentanan kebakaran hutan dan lahan dapat menghambat upaya pengendalian kebakaran. Penelitian ini dilakukan untuk mencegah terjadinya bencana serupa dengan memodelkan distribusi hotspot. Tujuan utama adalah menilai probabilitas kerentanan terhadap kebakaran yang dapat terjadi di areal hutan dan lahan wilayah Kutai Timur. Data kajian ini mencakup variabel hotspot dan faktor lingkungan selama lima tahun terakhir. Faktor lingkungan tersebut melibatkan data curah hujan, kelembapan, dan kecepatan angin yang dihitung rata-rata dari tahun 2018 hingga 2023. Pengembangan model menggunakan algoritma maximum entropy dan software ArcGIS untuk menganalisis data spasial. Model ini menghasilkan representasi sebaran hotspot di wilayah Kutai Timur, menunjukkan prediksi kerentanan terhadap kebakaran yang terjadi di areal hutan dan lahan. Faktor lingkungan yang digunakan memiliki kontribusi seimbang dalam pembentukan model. Hasilnya menunjukkan probabilitas kerentanan tertinggi terdapat pada area penggunaan lain dan hutan produksi di dalam kawasan administrasi Kabupaten Kutai Timur.
KESESUAIAN TIGA JENIS PADI LOKAL PADA LAHAN PERLADANGAN GILIR BALIK DI DESA SETULANG Merang, Oktiani Perida; Lahjie, Abubakar M.; Yusuf, Syahrir; Ruslim, Yosep
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i2.4176

Abstract

Perladangan gilir balik (shifting cultivation) merupakan cara pertanian tertua yang dijumpai di daerah tropis, di mana petani harus berputar dari satu tempat ke tempat lain dan kembali ke tempat semula setelah beberapa tahun. Bagi suku Dayak yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, kegiatan perladangan padi adalah sebagai sumber pemenuhan kebutuhan pangan yang paling cocok. Penelitian ini dilakukan untuk Mengidentifikasi jenis padi lokal yang sesuai dengan kondisi lahan. Penelitian ini akan dilaksanakan di Desa Setulang Kabupaten Malinau. Metodologi yang digunakan adalah metode purposif sampling yaitu pengambilan sampel secara sengaja. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan dimuat dalam bentuk kurva kalibrasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa ketiga jenis padi mengalami peningkatan produksi pada tahun ke 10-17 dengan jumlah rata-rata peroduksi berkisar antara 150-250 kg Beras.
ANALISIS PELUANG USAHA BAGI HASIL HUTAN TANAMAN JENIS Eucalyptus pellita F. Muell DAN Acacia mangium Willd DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Noor, Rusni; Lahjie, Abubakar M.; Simarangkir, B.D.A.S.; Ruslim, Yosep
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i2.4348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui riap pertumbuhan, tingkat pengembalian nominal dan kelayakan keuntungan profit sharing pengelolaan hutan tanaman Jenis Eucalyptus pellita F. Muell dan Acacia mangium Willd di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Analisis pertumbuhan riap dan produksi menggunakan metode riap MAI dan CAI pada perhitungan total volume, diameter dan tinggi pohon, serta untuk profit sharing menggunakan analisis kelayakan i (tingkat pengembalian nominal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi/pertumbuhan Eucalyptus pellita F. Muell mencapai riap yang optimal pada umur 5 tahun dengan total volume sebesar 156,53 m3/ha, riap MAI mencapai 31,31 m3/ha/thn dan CAI 31,35 m3/ha/thn sedangkan jenis Acacia mangium Willdmencapai riap yang optimal pada umur 5 tahun dengan total volume sebesar 150,22 m3/ha, riap MAI mencapai 30,04 m3/ha/thn dan CAI 30,50 m3/ha/thn. Analisis tingkat pengembalian nominal dan peluang usaha bagi hasil berbasis ekonomi konvensional Eucalyptus pellita F. Muelldengan sistem bagi hasil masing-masing mendapatkan 50% baik untuk investor maupun pengelola menghasilkan tingkat pengembalian nominal sebesar 49,49%. Analisis tingkat pengembalian nominal dan peluang usaha bagi hasil berbasis ekonomi konvensional jenis Acacia mangium Willddengan sistem bagi hasil masing-masing 50% untuk investor dan pengelola menghasilkan tingkat pengembalian nominal sebesar 48,26%.Tanaman jenis Eucalyptus pellita F. Muelldan Acacia mangium Willdsama-sama layak untuk diusahakan karena nilai tingkat pengembalian nominalnya lebih besar daripada tingkat bunga minimal yang diterima oleh investor (MAR).
KAJIAN PERTUMBUHAN RESTORASI MANGROVE PADA KAWASAN TAMAN NASIONAL KUTAI KALIMANTAN TIMUR Asnaenie, Asnaenie; Lahjie, Abubakar M.; Simarangkir, B.D.A.S.; Ruslim, Yosep
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i2.4341

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di kawasan Taman Nasional Kutai (TNK) Provinsi Kalimantan Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui laju tingkat pertumbuhan tanaman pada lahan restorasi mangrove di TNK, Mengetahui hubungan kualitas lahan restorasi dengan laju pertumbuhan tanaman pada lahan restorasi mangrove di TNK, Mengetahui faktor tempat tumbuh yang berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan. Lokasi penelitian terdiri atas 4 (empat) Stasiun Pengamatan yakni Stasiun Pengamatan I dan II berada di Kota Bontang dan Stasiun Pengamatan III dan IV berada di Desa Sangkima Kabupaten Kutai Timur. Penelitian ini merupakan kombinasi antara penelitian menerangkan (explanatori research) dan penelitian deskriptif (deskriptif research). Penelitian yang bersifat menerangkan adalah penelitian yang menyangkut pengujian hipotesis. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: Pemilihan lahan restorasi sebaiknya di sesuaikan dengan jenis yang sesuai dengan tempat tumbuh. Laju bertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh pemilihan tempat tumbuh dan terlindung dari kuat arus. Dari hasil penelitian di beberapa stasiun, kegiatan restorasi yang di lakukan di TNK sebagian tidak sesui dengan jenis tempat tumbuh tanaman
INVENTARISASI TANAMAN DAN TUMBUHAN OBAT DI DESA JONGGON JAYA KECAMATAN LOA KULU Siahaan, Krisna Bernadeth; Siswanto, Hari; Ariyanto, Ariyanto; Sari, Diah Rakhmah; Suhardiman, Ali; Herlambang, Heru; Utami, Widia Sri; Ruslim, Yosep
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i2.7690

Abstract

Tanaman obat adalah berbagai tanaman yang dimanfaatkan untuk obat tradisonal. Koleksi tanaman obat seringkali berada di lahan pekarangan, kebun ataupun halaman rumah dan dikelola dengan baik. Tumbuhan obat juga berasal dari tumbuhan liar yang tidak dibudidayakan yang berada di areal persawahan, hutan, lapangan ataupun di sekitar rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tanaman obat yang dibudidayakan masyarakat di Desa Jonggon Jaya dan mengidetifikasi jenis tumbuhan obat yang ada di areal berhutan Desa Jonggon Jaya. Penelitian ini dilakukan di Desa Jonggon Jaya, Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Metode pengambilan data tanaman obat dilakukan secara kualitatif dengan 100 responden menggunakan teknik purposive sampling dan metode pengambilan data tumbuhan obat secara kuantitatif dengan sistem jalur. Penempatan plot selang seling secara sistematis dengan plot penelitian sebanyak 3 jalur, setiap jalur terdiri dari 5 plot dengan jumlah keseluruhan sebanyak 15 plot. Plot yang digunakan berbentuk kotak dan setiap plot berukuran 20m x 20m dengan jarak antar plot 200 meter. Hasil penelitian tanaman obat yang dibudidayakan masyarakat Desa Jonggon Jaya sebanyak 28 jenis tanaman dengan berbagai khasiatnya, bagian yang paling banyak digunakan adalah rimpang dengan persentase sebesar 37% dan tanaman yang paling banyak dibudidayakan adalah Sereh dapur (Cymbopogon citratus) dan kunyit kuning (Curcuma longa) dengan jumlah masing-masing 41 tanaman dengan persentase 24%. Hasil penelitian tumbuhan obat yang ada di areal berhutan Desa Jonggon Jaya sebanyak 34 jenis dengan habitus paling banyak ditemukan adalah habitus pohon dengan persentase 35%.
Implementasi baseline penggunaan kawasan hutan pada perusahaan pertambangan batubara di Provinsi Kalimantan Timur Aipassa, Marlon Ivanhoe; Ilyas, Qodimatul Unshuri; Ruslim, Yosep; Rosmini, Rosmini
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i1.18912

Abstract

Baseline penggunaan kawasan hutan merupakan salah satu kewajiban yang diberikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai konsekuensi diterbitkan Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) untuk kegiatan operasi produksi batubara di dalam kawasan hutan. Realisasi penggunaan kawasan hutan merupakan gambaran kondisi aktual penggunaan kawasan hutan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi baseline terhadap realisasi penggunaan kawasan hutan yang dilakukan oleh pemegang PPKH di Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian dilakukan dengan studi literatur, interptretasi citra satelit seara visual, kuisoner dan wawancara kepada pemegang PPKH. Data yang diperoleh dilakukan analisa dengan skala likert. Hasil penelitain menunjukkan bahwa baseline penggunaan kawasan hutan telah terimplementasi cukup baik dengan persentase 66,40%. Pemegang PPKH telah mengetahui peran baseline penggunaan kawasan hutan namun dalam realisasi pelaksanaan di lapangan belum optimal
The Effect of Fertilization on Growth Response of Porang (Amorphophallus oncophyllus Prain) in Dipterocarp Forests, East Kalimantan Indonesia Kasransyah, Kasransyah; Marjenah, Marjenah; Rujehan, Rujehan; Karyati, Karyati; Ruslim, Yosep; Matius, Paulus; Syahrinudin, Syahrinudin; Soetioso, Rusdi; Wasli, Mohd Effendi; Toma, Takeshi
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 47, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v47i2.4357

Abstract

The use of forest land under dipterocarp for agroforestry is hindered by the problem of low fertility, necessitating the application of fertilization from organic materials, such as manure, compost, or biochar. These materials provide essential nutrients, including nitrogen, carbon, phosphorus, and potassium, increase cation exchange capacity (CEC), neutralize the pH, and enhance soil texture and water retention. This study aims to determine the effect of fertilization on the growth of Porang in the dipterocarp forest in PT Utama Damai Indah Timber East Kalimantan. It was conducted from August 2021 to July 2022. A completely randomized design (CRD) was used with three replications at five treatment levels: manure 1000 g/plant (P1), compost 1000 g/plant (P2), biochar + manure 1000 g/plant (P3), biochar + compost 1000 g/plant (P4), and control without fertilization (P0).  Data analysis was performed using ANOVA, followed by the Duncan test at a 10% level. The results showed that applying organic fertilizer enhanced soil's physical and chemical properties significantly. The combination of biochar and manure, at 1000 g/plant, proved to be the most effective treatment for increasing the height and yield of Porang compared to the control and other treatments.
Perhitungan kebutuhan dan pemetaan ruang terbuka di Kota Samarinda Siswanto, Hari; Manulang, Gilbert Renaldi; Ariyanto, Ariyanto; Ruslim, Yosep
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i1.18670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kebutuhan ruang terbuka hijau di Kota Samarinda yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi ruang terbuka hijau, dan memprediksi kebutuhan ruang terbuka hijau untuk 10 tahun mendatang berdasarkan tingkat kebutuhan oksigen. Analisis dalam pemetaan ruang terbuka hijau dan lahan potensial untuk pengembangan ruang terbuka hijau dilakukan dengan menginterpretasi fitur pada citra satelit secara visual menggunakan Citra Satelit SPOT 6/7 tahun 2020, serta memproyeksikan kebutuhan ruang terbuka hijau di Kota Samarinda selama 10 tahun mendatang berdasarkan tingkat kebutuhan oksigen menggunakan formula matematika sederhana yaitu ?? = (?? × xr)100 + ??. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi ruang terbuka hijau di Kota Samarinda mencakup luasan 26.265,33 ha, yang terbagi menjadi ruang terbuka hijau publik sebesar 709,02 ha dan ruang terbuka hijau pribadi sebesar 25.556,31 ha.. Selain itu, penelitian ini juga memetakan area potensial untuk penambahan ruang terbuka hijau, yang mencakup luasan 8.473,73 ha, dan menghitung kebutuhan ruang terbuka hijau berdasarkan tingkat kebutuhan oksigen untuk 10 tahun mendatang, mencakup luasan 24.414 ha.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdunnur Abdunnur, Abdunnur Abubakar M Lahjie Abubakar M. Lahjie Aipassa, Marlon I. Aipassa, Marlon Ivanhoe Alfian Noor Ali Suhardiman Aquastini, Dwinita Ariyanto Ariyanto Ariyanto Ariyanto Ariyanto Ariyanto Asnaenie Asnaenie Asnaenie, Asnaenie B.D.A.S. Simarangkir BDAS Simarangkir Chandradewana Boer Dewi Embong Bulan Dhaffa, Naufal Akhdan Amru Eko Budi Prasetyo Eko Harjanto Eviyanti Palimbong Faldi, Muhammad Iqbal Feby Kristina Frans Milan Fredy, Gloriana Nanni Dau Gina Saptiani Hari Siswanto Hari Siswanto Hari Siswanto Hastaniah, Hastaniah Herlambang, Heru Heru Herlambang Ibrahim Ibrahim Ilyas, Qodimatul Unshuri Karyati Karyati Karyati Karyati Kasransyah, Kasransyah Kiswanto Kiswanto Manulang, Gilbert Renaldi Marjenah, Marjenah Marlon I Aipassa Martha Ekawati Siahaya Merang, Oktiani Perida Moises Soares Mursidah Mursidah, Mursidah Mus Muliadi Noor, Rusni Nugroho, Rizky Wahyu Nurul Halimah Oktiani Perida Merang Pambudhi, Fadjar Parliansyah, Eldi Paulus Matius Putra, Bima Adi Rachmat Budiwijaya Suba Riri Trinanda Rochadi Kristiningrum, Rochadi Rosmini Rosmini Rujehan, Rujehan Rusni Noor Sabat Sandraria Lebang Salaho Dina Devy Sari, Diah Rakhmah Siahaan, Krisna Bernadeth Siahaya, Martha E. Simarangkir, B.D.A.S. Slamet Rohmadi Soetioso, Rusdi Suhardiman, Ali Suharyono Suharyono Syahrinudin, Syahrinudin Syahrir Yusuf Taufan Purwokusumaning Daru, Taufan Purwokusumaning Toma, Takeshi Ulandari, Ita Wasli, Mohd Effendi Widia Sri Utami Wulan I R Sari Yaya Rayadin Yusuf, Syahrir Zheri Hermawan