Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR DETERMINAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP BALITA DI KECAMATAN PADARINCANG 2017 THRESYA FEBRIANTI; Rusman Efendi
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 18, No 2 (2019): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v18i2.2779

Abstract

Immunization is one of the programs to control of infectious diseases, the coverage of immunization in Banten 2016 is still below the target of 90.26%. Coverage of UCI in subdistrict only reached 68.41% while Indonesia equal to 81,82%. This indicates the low coverage of UCI in the subdistrict area in Banten.The study aimed to analyze factors related to the completness of basic immunization in under-five children in Padarincang Sub-district in 2017. This study used case control design using secondary data and analyzed by Chi Square Test. The sample of this research is mother who has toddler with 66 cases and control of 66 people. The results showed that there was a significant correlation between family support with basic immunization completeness in underfive (p= 0,001; OR = 17,843 (95% CI = 2,271-140,223)), there was significant relation between house distance with basic immunization completeness in underfive (p= 0,002; OR = 5,304 (95% CI = 1,852-15,189)), and there was a significant relation between working mother with basic immunization completeness in toddler (p= 0,008; OR = 4,960 (95% CI = 1,559- 15,779)). It is expected that the Health Office will improve the provision of information about immunization to family members.
PENGENDALIAN KADAR GLUKOSA DARAH OLEH TEH HIJAU DAN ATAU TEH DAUN MURBEI PADA TIKUS DIABETES Rusman Efendi; Evy Damayanthi; Lilik Kustiyah; Nastiti Kusumorini
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 5 No. 2 (2010)
Publisher : Food and Nutrition Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.237 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2010.5.2.87-94

Abstract

Diabetes mellitus is degeneratif disease with high prevalence that happens in many countries. Several studies had been done to control diabetes by using green tea, mullberry leaf  tea, and their mixture. The aim of this research was to analyze the influence of the administration green tea, mullbery leaf tea, and their mixtures to blood glucose level of diabetic rats both during 120 minutes after administration. This research had four phases, first to determine the best mullberry leaf tea, second to fourth phases respectively, determine turnover of blood glucose level on normal rats; attempt during 120 minutes on diabetic rats.  The result of research during 120 minutes have showed that blood glucose level on diabetic rats which were administered by green tea, mullberry leaf tea and their mixture is significantly difference with diabetic rats which were administered by water. Blood glucose level at baseline increased at 30th minutes and showed the difference significantly and then until 60th and 120th minutes and relatively stable. During 120 minutes after feed consumption, inhibition of blood glucose level occured increasingly on diabetic rats which were administered by green tea, mullberry leaf tea, and their mixture compared to diabetic rats which were administered by water.
Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Peternak dalam Penggunaan Antibiotik pada Ayam Broiler di Kabupaten Subang Trioso Purnawarman; Rusman Efendi
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 8 No. 3 (2020): November 2020
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.8.3.48-55

Abstract

Masalah global yang dihadapi saat ini adalah tingginya penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional pada manusia dan hewan mendorong pada kejadian resistansi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan, sikap, serta hubungannya dengan praktik penggunaan antibiotik pada peternak broiler. Metode penelitian menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 74 peternak dari 126 peternak di Kabupaten Subang. Kriteria sampel peternak yang diambil memiliki broiler 5000-10000 ekor. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara stratified random sampling berdasarkan pola manajemen peternakan, rincian besar sampel peternakan ayam broiler adalah 71 peternak dengan pola manajemen inti kemitraan dan pola menajemen mandiri sebanyak 3 peternak. Pengambilan dari dua kelompok tersebut dilakukan secara acak. Data diambil menggunakan kuesioner dengan cara wawancara, kemudian dianalisis dengan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan α ≤ 0.05. Hasil penelitian menemukan sebagian besar peternak memiliki pengetahuan yang sedang tentang penggunaan antibiotik pada broiler. Peternak yang memiliki sikap baik dalam penggunaan antibiotik berjumlah berjumlah 7%, paling sedikit bila dibandingkan dengan yang sikapnya sedang sebanyak 76% dan kurang sebanyak 17%. Praktik peternak dalam menggunakan antibiotik pada broiler sebagian besar termasuk dalam kategori sedang. Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan sikap peternak dalam penggunaan antibiotik pada broiler. Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan praktik peternak dalam menggunakan antibiotik pada broiler dengan nilai p=0.028 ≤ 0.05. Sikap tidak dengan praktik penggunaan antibiotik pada broiler. Kesimpulannya adalah pengetahuan berhubungan dengan praktik peternak dalam penggunaan antibiotik pada broiler.
Waktu Henti Antibiotik dan Faktor yang mempengaruhinya pada Peternakan Broiler di Bogor Rusman Efendi
Jurnal Sain Veteriner Vol 40, No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.68609

Abstract

Waktu henti antibiotik merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap residu antibiotik. Residu obat dalam unggas dan produk unggas menjadi perhatian karena membahayakan kesehatan masyarakat seperti berupa reaksi alergi dan hipersensitivitas, gangguan reproduksi, karsinogenisitas, nefropati, gangguan flora normal usus dan resistansi antibiotik. Peternak broiler yang memperhatikan waktu henti antibiotik baru sekitar separuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi waktu henti antibiotik pada broiler. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study. Sampel penelitian diambil sebanyak 103 Rumah Tangga Peternak (RTP) dengan kriteria sampel adalah peternak yang menggunakan antibiotik dalam proses pemeliharaan broilernya. Data diambil menggunakan kuesioner dengan cara wawancara. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi dan uji t dengan taraf signifikan (α) sebesar 5 %. Hasil penelitian menemukan faktor yang berkorelasi secara signifikan terhadap waktu henti antibiotik adalah umur peternak dengan kekuatan korelasi lemah dan cukup, Lama bekerja dengan kekuatan korelasi yang cukup, dan jumlah kepemilikan broiler dengan kekuatan korelasi yang cukup. Waktu henti antibiotik secara rerata berbeda nyata berdasarkan pada faktor pengambil keputusan dan penggunaan kombinasi antibiotik. Pengambil keputusan yang dilakukan oleh peternak dan yang tidak menggunakan kombinasi antibiotik waktu henti antibiotiknya lebih panjang.
Program Pengelolaan Penyakit Hipertensi Berbasis Masyarakat dengan Pendekatan Keluarga di Kelurahan Pondok Jaya, Tangerang Selatan Ridhwan Fauzi; Rusman Efendi; Mustakim Mustakim
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v4i2.1931

Abstract

Manajemen penyakit hipertensi memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kondisi medis pasien dan memperlambat terjadinya komplikasi. Akan tetapi pelaksanaan program manajemen penyakit hipertensi belum terlaksana dengan optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran aktif keluarga dalam mendukung kesuksesan pengelolaan penyakit hipertensi di Kelurahan Pondok Jaya, Tangerang Selatan. Kegiatan dilaksanakan dalam empat tahap yaitu analisis situasi, formulasi rencana, implementasi, dan monitoring evaluasi. Tahap analisis situasi dilakukan dengan survey mawas diri dan telaah data sekunder di Puskesmas. Tahap kedua dilakukan dengan melakukan musyawarah masyarakat. Tahap implementasi terdiri dari tiga program yaitu door to door campaign dan skrining hipertensi, edukasi/penyuluhan, dan senam bersama. Evaluasi tekanan darah sistol dan diastol serta pengetahuan peserta sebelum dan sesudah program. Hasil intervensi menunjukan terdapat perbedaan yang bermakna tekanan darah sistol, diastol, dan pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah program (p<0.005). Program pengelolaan penyakit hipertensi dengan pendekatan keluarga terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kondisi klinis masyarakat penderita hipertensi. Oleh karena itu, petugas pelayanan kesehatan primer lebih meningkatkan peran aktif keluarga dalam mensukseskan program pengelolaan penyakit kronis.
Gambaran Persepsi Pasien tentang Pencegahan dan Pengendalian Infeksi dalam Implementasi Pelayanan Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2020 Uzlifatil Janah; Mustakim Mustakim; Rusman Efendi; Noor Latifah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 01 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v10i01.772

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit pernapasan akut yang disebabkan oleh novel human coronavirus yang bisa menyebabkan kematian lebih tinggi pada orang berusia ≥60 tahun dan pada orang yang memiliki penyakit penyerta. Kasus Covid-19 di Dunia hingga tanggal 27 Mei 2020 mencapai 5.488.825 kasus, sedangkan di Indonesia sudah mencapai 23.851 kasus dan provinsi kasus COVID-19 tertinggi yaitu DKI Jakarta sebesar 6.895 kasus. Implementasi pelayanan kesehatan selama masa pandemi COVID-19 harus diperhatikan agar tidak terjadi penularan Covid-19 di pelayanan kesehatan. Penelitian menunjukkan wabah COVID-19 berdampak pada psikologis seperti depresi, kecemasan dan stres. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran persepsi pasien tentang pencegahan dan pengendalian infeksi dalam implementasi pelayanan kesehatan selama masa pandemi Covid-19 di Wilayah DKI Jakarta tahun 2020. Penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah responden dalam penelitian yaitu 107 sampel dengan teknik purposive sampling. Metode pengambilan data menggunakan kuesioner yang disebar dalam bentuk google form. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi bahwa pengendalian teknis dan pengendalian administratif sudah sesuai yaitu 57,9% dan sebagian besar responden memiliki persepsi bahwa penggunaan alat pelindung diri sudah sesuai yaitu 51,4%. Hal ini menunjukkan bahwa pencegahan dan pengendalian infeksi di pelayanan kesehahatan wilayah DKI Jakarta tahun 2020 sudah sesuai.
ANALISIS PERILAKU DAN KEBUTUHAN INFORMASI KESEHATAN REPRODUKSI MELALUI PUSAT INFORMASI KONSELING REMAJA Mizna Sabilla; Thresya Febrianti; Rusman Efendi
JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA Vol 7 No 1 (2019): Januari-Juni
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) INDRAMAYU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.601 KB) | DOI: 10.36973/jkih.v7i1.153

Abstract

Permasalahan remaja sampai saat ini masih tinggi, diantaranya perilaku seksual dan penggunaan Napza yang dapat meningkatan penularan HIV AIDS. Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK R) penting diberikan sebagai wadah dalam menyebarkan informasi kesehatan. Penelitian dilakukan untuk menganalisis perilaku berisiko remaja serta kebutuhan informasi Seksualitas, Napza, dan HIV AIDS melalui PIK R. Metode yang digunakan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dikumpulkan dengan kuesioner dan dilakukan analisis bivariat, sedangkan data kualitatif dengan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku berisiko remaja terkait HIV AIDS, namun masih ditemukan 21,1 % mahasiswa yang perilakunya berisiko. Analisis kualitatif menyebutkan bahwa mahasiswa memerlukan informasi terkait kesehatan reproduksi, Napza dan HIV AIDS. Saran: Adanya advokasi kepada pimpinan UMJ untuk menghidupkan kembali PIK R UMJ, kerjasama dengan BKKBN, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Keluarga Berencana (DPMP3AKB) dan BNN serta sosialisasi kepada seluruh mahasiswa UMJ terkait PIK R UMJ.
Pengetahuan, Sikap, dan Penggunaan Pestisida oleh Petani Padi dan Sayur di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor Rusman Efendi; Denita Nur Anisya; Adinda Nurfitriyani; Siti Riptifah Tri Handari; Ridhwan Fauzi
J-Mestahat Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
Publisher : Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kota Tangerang Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58185/j-mestahat.v3i1.99

Abstract

Pestisida membawa bencana sangat hebat terhadap kesehatan petani dan konsumen akibat mengkonsumsi produk yang mengandung residu. Tujuan penelitian ini mengkaji pengaruh pengetahuan, dan sikap terhadap penggunaan pestisida oleh petani padi dan sayur. Desain penelitian menggunakan cross sectional study. Populasi penelitian adalah petani padi dan petani sayur di Desa Ciasihan Kabupaten Bogor. Besar sampel sebanyak 225 petani yang diambil secara purposive, pada Mei sampai Juli 2022. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan cara wawancara dianalisis menggunakan uji ANOVA. Hasil penelitian menemukan petani yang kadang-kadang, tidak pernah dan sering menggunakan pestisida sebagai upaya terakhir pengendalian hama memiliki pengetahuan yang berbeda signifikan dibandingkan dengan kategori lainnya. Petani yang selalu menggunakan pestisida saat mendekati waktu panen memiliki pengetahuan paling rendah dibandingkan dengan yang lainnya. Petani yang selalu menggunakan jenis pestisida sesuai dengan sasaran organisme pengganggu tanaman, dan selalu menggunakan pestisida sebagai upaya terakhir pengendalian hama memiliki sikap yang lebih tinggi dan berbeda signifikan dibandingkan dengan yang lainnya. Secara umum penggunaan pestisida oleh petani belum menunjukan perilaku yang baik. Pengetahuan dan sikap petani menunjukan perbedaan yang signifikan berdasarkan penggunaan pestisida.
Hubungan Ketersediaan APD dengan Perilakuk Penggunaan APD dalam Menangani Kasus Gawat Darurat pada Pelayanan Pra RS di Yayasan Ambulans Gawat Darurat 118 Jakarta Rusman Efendi; Triana Srisantyorini
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2015): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN - EXTEND
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.11.1.70-74

Abstract

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan langkah terakhir dalam pengendalian risiko, meskipun manfaatnya akan optimal jika dikombinasikan dengan upaya pengendalian lain, seperti eliminasi, substitusi, rekayasa, dan pengaturan administratif. Penggunaan APD dalam lingkungan kerja memiliki dampak besar dalam mencegah kecelakaan kerja. Sayangnya, masih banyak pekerja yang belum menerapkan APD saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku paramedik dalam menggunakan APD. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan kuantitatif, dengan metode studi cross-sectional. Populasi yang diteliti sebanyak 100 orang, dan sampel yang diambil melibatkan 60 orang karyawan operasional di Yayasan Ambulans Gawat Darurat 118. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara ketersediaan APD dan penggunaan APD (nilai p = 0,000). Disarankan agar Yayasan Ambulans Gawat Darurat 118 memberikan pelatihan dan informasi yang tepat mengenai penggunaan APD kepada paramedik.--The use of Personal Protective Equipment (PPE) is the final step in hazard control. Although the use of PPE can be most effective when combined with other control measures such as elimination, substitution, engineering, and administrative controls, the benefits of using PPE in the workplace are significant in preventing occupational accidents. However, in reality, many workers still do not use PPE while working. The purpose of this research is to identify the factors related to paramedics' behavior in using PPE. This study employed an analytical design with a quantitative approach, using a cross-sectional study method. The study population consisted of 100 individuals, and a sample of 60 operational employees from Yayasan Ambulans Gawat Darurat 118 was selected. The research results showed a significant relationship between the availability of PPE and its usage (p-value = 0.000). It is recommended that Yayasan Ambulans Gawat Darurat 118 provide training and accurate information on the proper use of PPE to paramedics.
Pengaruh Status Kesehatan Rumah Terhadap Kejadian Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Sawangan Rusman Efendi; Cindi Maduri; Thresya Febrianti; Siti Riptifah Tri Handari
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 14 No 1 (2023): November 2023
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33657/jurkessia.v14i1.844

Abstract

Tuberculosis is an infectious disease that is a major cause of ill health and one of the leading causes of death worldwide. This study aims to analyze the effect of home health on the incidence of tuberculosis in the working area of the Sawangan Health Center, Depok. The design used is case control, to determine the effect of home health on the incidence of tuberculosis. The population in this study were the people in the working area of the Sawangan Public Health Center, Depok. The sample size was 60 respondents, consisting of 30 samples of tuberculosis sufferers and 30 samples as controls. Data were collected by observation, then the results of the study were analyzed using the chi-square test with univariate and bivariate analysis. The significance level uses ? 0.05. The results of the study found a significant effect of the ventilation area, lighting, and humidity of the house on the incidence of tuberculosis. There is no significant effect of the type of floor and the density of the house on the incidence of tuberculosis. The health condition of the house in general influences the incidence of tuberculosis, so that local health workers need to educate the public about creating housing conditions that meet health requirements.