Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Komunikasi antara Guru dengan Siswa terhadap Hasil Belajar IPS Kelas IV SDN Gugus III Sekarbela Kota Mataram Sri Wahyuningsih; I Nyoman Karma; Abdul Kadir Jaelani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2c (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2c.673

Abstract

Komunikasi Guru memiliki peranan penting dalam keberhasilan proses pembelajaran di mana guru mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif dan menyenangkan. Komunikasi yang menyenangkan mampu mempengaruhi semangat belajar siswa sehingga siswa termotivasi untuk belajar dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi guru terhadap hasil belajar siswa SDN di Gugus III Sekarbela Kota Mataram . Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif jenis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,042 < 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak.Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh komunikasi antara guru dengan siswa terhadap hail belajar IPS kelas IV SDN Gugus III Sekarbela Kota Mataram.
Identifikasi Kesulitan Guru dalam Melaksanakan Penilaian Autentik pada Kurikulum 2013 di SDN 50 Cakranegara Nabilah Nabilah; I Nyoman Karma; Husniati Husniati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v6i4.298

Abstract

Perubahan kurikulum dari KTSP menjadi kurikulum 2013 menyebabkan perubahan dalam sistem penilaian, yang mana dalam kurikulum 2013 dikenal dengan penilaian autentik. Penilaian autentik menekankan pada penilaian secara holistik yang mencangkup mulai dari aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Adapun pelaksanaan penilaian autentik di lapangan masih belum berjalan sebagaimana mestinya. Masih banyak guru yang mengeluhkan kesulitan dalam melaksanakan penilaian autentik di sekolah yang disebabkan oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan guru dalam melaksanakan penilaian autentik pada kurikulum 2013 di SDN 50 Cakranegara tahun ajaran 2020/2021. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah guru kelas I, II, III, IV, dan V SDN 50 Cakranegara. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data menggunakan analisis data model Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil analisis data, hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat beberapa kesulitan yang dialami guru dalam melaksanakan penilaian autentik pada kurikulum 2013 mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan penilaian meliputi (1) Pada tahap perencanaan penilaian, kesulitan yang dialami guru yakni kesulitan dalam menyusun kisi-kisi dan membuat instrumen penilaian. (2) Pada tahap pelaksanaan, guru kesulitan dalam menggunakan teknik penilaian diri dan penilaian antarteman untuk penilaian aspek afektif, kesulitan dalam menggunakan teknik tertulis dan teknik lisan untuk penilaian pada aspek kognitif, dan pada penilaian aspek psikomotorik, guru kesulitan dalam menggunakan teknik unjuk kerja dan teknik proyek. (3) Pada tahap pelaporan penilaian, guru mengalami kesulitan dalam mengolah nilai menjadi rapor. Dapat disimpulkan bahwa guru di SDN 50 Cakranegara mengalami kesulitan dalam melaksanakan penilaian autentik pada kurikulum 2013. Kesulitan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yaitu pemahaman guru yang masih kurang, pelatihan yang tidak merata pada guru terkait penilaian autentik kurikulum 2013, dan ketersediaan waktu yang kurang memadai. Perlu sosialisasi yang massif dan merata untuk para guru kedepannya terkait penialain autentik. Salah satu caranya dengan melakukan pelatihan secara mandiri dengan materi yang jelas, mendalam, dan tuntas agar para guru memahami penilaian autentik dengan baik dan benar. 
Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Tema Cita-Citaku Subtema Aku dan Cita-Citaku Kelas IV Intan Yuniarti; I Nyoman Karma; Siti Istiningsih
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v6i4.318

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan beragam suku, etnis, dan agama yang berbeda-beda dari setiap daerah. Sebagai negara yang beraneka ragam, Indonesia memiliki masyarakat yang beragam sesuai dengan atribut setiap kabupaten. Pengenalan kearifan lokal terhadap siswa sekolah dasar sangat penting untuk mengenalkan unsur budaya dan adat istiadat di lingkungan sekolah tersebut. Tugas pendidik sangat penting dalam melaksanakan proses pembelajaran berbasis kearifan lokal dengan merencanakan modul untuk memenuhi kebutuhan ketersediaan modul berbasis kearifan lokal. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah penyusunan modul pembelajaran berbasis kearifan lokal dan untuk mengetahui keefektivan modul tersebut. Metode penelitian yang digunakan yaitu R&D (Research and Development) dengan model ADDIE. Hasil penelitian dan pengembangan sebagai berikut: (1) konten dan konteks kearifan lokal masyarakat Lombok yang relevan dengan tema cita-citaku kelas IV meliputi puisi daerah sasak Lombok, lagu daerah masyarakat Lombok, dan cerita rakyat masyarakat Lombok. Bahan ajar yang dikembangkan nanti adalah bahan ajar berupa modul pada tema 6, yaitu cita-citaku subtema 1 pembelajaran 5. (2) Hasil validasi ahli media terhadap modul berbasis kearifan lokal yaitu kualitas modul yang dihasilkan ada pada kategori sangat layak. (3) Hasil validasi materi terhadap modul berbasis kearifan lokal yaitu kualitas modul yang dihasilkan ada pada kategori sangat layak. (4) Tanggapan siswa terhadap modul berbasis kearifan lokal yaitu kualitas modul yang dihasilkan ada pada kategori sangat layak.  Dapat disimpulkan bahwa pengembangan dari segi desain: format isi, warna. Dari segi materi lebih rapi, tebal dan font yang sesuai. Selain itu, dari segi bahasa, modul pembelajaran berbasis kearifan lokal menggunakan bahasa yang baku, jelas dan langsung sehingga modul tersebut layak untuk digunakan dalam sistem pembelajaran.
Analisis Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas V SDN 43 Ampenan Tahun Ajaran 2021/2022 Baiq Joya Pitria Rosinta Dewi; I Nyoman Karma; Syaiful Musaddat
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v6i4.340

Abstract

Salah satu cara mengembangkan kemampuan menulis puisi adalah dengan menumbuhkan minat membaca siswa, tidak membatasi imajinasi siswa, menghargai serta mendukung karya tulis siswa. Dalam menulis puisi sangat perlu diperhatikan aspek pendukung seperti tema, rasa, nada, amanat, diksi, citraan (imajiner), gaya, dan rima serta penulisan kata atau ejaan yang baik dan benar sesuai dengan standar Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrifsikan kemampuan menulis puisi siswa kelas V SDN 43 Ampenan dari segi unsur-unsur puisi seperti tema, diksi, rima, imajinasi dan amanat. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan analisis dokumen berupa puisi karya siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kemampuan siswa pada aspek tema memproleh persentase rata-rata 86,25% dengan ketegori sangat baik dan jenis tema yang dominan digunakan yaitu tema tentang orang tua, sekolah, lingkungan dan sahabat. Untuk aspek diksi memperoleh persentase rata-rata 85% dengan kategori baik, aspek rima memperoleh persentase rata-rata 60% dengan ketegori cukup, aspek imajinasi memperoleh persentase rata-rata 46,25% dengan ketegori cukup dan kata imaji yang digunakan yaitu citraan penglihatan, citraan pendengaran dan citraan penciuman, dan untuk aspek amanat memperoleh persentase rata-rata 86,25% dengan kategori sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis puisi siswa kelas V SDN 43 Ampenan dalam kategori cukup baik, yaitu rata-rata 72,75%.
Pengaruh Strategi Gallery of learning Terhadap Kemampuan Berbicara Peserta Didik Kelas V di SDN 28 Mataram Suci Mulyati; I Nyoman Karma; Heri Hadi Saputra
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3.735

Abstract

Strategi gallery of learning adalah model belajar secara berkelompok yang menjamin setiap siswa diberi kesempatan untuk berkontribusi serta mendengarkan pendapat. Penelitian dengan tujuan mengetahui pengaruh strategi gallery of learning terhadap kemampuan berbicara peserta didik kelas V SDN 28 Mataram. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen dengan jenis Quasy Eksperimental Design tipe Nonequivalent Control Group Design. Subjek dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas V ganjil sebagai kelompok kontrol sejumlah 17 siswa dan kelas V genap sebagai kelompok eksperimen sejumlah 17 siswa yang ditentukan dengan sistem undian. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan uji homogenitas, uji normalitas dan uji hipotesis dengan rumus Paired sample t-test dan uji effect size. Uji hipotesis dengan taraf signifikan 5 % bahwa nilai Sig (2-tailed) 0.000 < 0.05 dan nilai thitung 26,954 >tTabel 1,697. Ketentuan pengambilan keputusan dalam penelitian ini yaitu: jika nilai sig (2-tailed) < 0,05 dan nilai thitung >tTabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini diperkuat juga dengan perolehan hasil perhitungan menggunakan uji effect size dengan nilai yang dihasilkan 6,26351, berdasarkan Tabel interpretasi effect size yang dihasilkan menunjukan treatmen yang dilakukan peneliti menunjukan pengaruh dalam kategori sangat tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa te rdapat pengaruh strategi gallery of learning  terhadap kemampuan berbicara siswa kelompok V SDN 28 Matara. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran strategi gallery of learning dapat diterapkan di siswa SD kelompok V untuk kemampuan berbicara siswa.
Analisis Pelaksanaan Pembelajaran Tematik di Masa Pandemi Covid-19 Pada Siswa Kelas IV SDN 2 Sape Tahun Ajaran 2021/2022 Nuratikah Nuratikah; I Nyoman Karma; Ilham Syahrul Jiwandono
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3.758

Abstract

Pembelajaran tematik merupakan pembelajaran yang  menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran. Dalam penerapannya, satu pembelajaran pada tema yang dibahas dialokasikan untuk 1 hari. Namun pada masa pandemi dengan keterbatasan waktu hal tersebut terkadang sulit dilaksanakan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi pembelajaran tematik pada masa pandemi covid-19 serta kendala dan upaya yang dilakukan. Subjek penelitian ini yaitu guru kelas IVA, guru kelas IVB, kepala sekolah dan siswa kelas IV SDN 2 Sape. Penelitian ini menggunakan pendekatan  kualitatif  deskriptif, teknik pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan uji kredibilitas, transferability, dependability dan konfirmability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa pandemi covid-19 pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka dengan waktu pelaksanaan 2 jam/hari. Pada tahap perencanaan, belum dilakukan penetapan jaringan tema. Pada tahap pelaksanaan guru sudah melaksanakan kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Tahap evaluasi/penilaian tetap mengacu pada aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan. Kendala yang terjadi, guru masih sulit menentukan dan menjabarkan metode pembelajaran yang aktif/kooperatif dalam langkah-langkah pembelajaran, siswa banyak yang tidak hadir dan kurang memperhatikan saat pembelajaran berlangsung, kebijakan pelaksanaan pembelajaran yang berubah-ubah serta waktu yang terbatas. Upaya yang dilakukan yaitu diskusi sesama guru, aktif mengikuti pelatihan, memberikan materi tambahan melalui whatsapp, memberikan PR tiap pertemuan dan mengevaluasi kembali pada saat pengumpulan. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran tematik yang dilaksanakan selama masa pandemi covid-19 pada siswa kelas IV SDN 2 Sape sudah cukup baik.
Analisis Strategi Pembelajaran Bagi Siswa Lamban Belajar (Slow Learner) di SDN Tojong-Ojong Tahun Ajaran 2021/2022 Widya Supriyani; I Nyoman Karma; Baiq Niswatul Khair
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.781

Abstract

Siswa lamban belajar merupakan siswa yang memiliki kemampuan belajar lebih lambat dibandingkan siswa lainnya yang ditandai dengan prestasi belajar rendah, sering terlambat menyerahkan tugas dan membutuhkan waktu lama dalam memahami materi pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran bagi siswa lamban belajar di SDN Tojong-ojong. Aspek yang diteliti adalah strategi guru dalam menangani siswa lamban belajar sebagai bentuk bimbingan belajar selama proses pembelajaran dilihat dari pemberian bantuan berupa layanan akomodasi cara pengajaran dan materi, tugas dan penilaian, tuntutan waktu, dan lingkungan belajar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah guru kelas V. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model dari Miles dan Huberman yang meliputi: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada layanan akomodasi cara pengajaran dan materi pemberian bantuan pada beberapa aspek tidak terlaksana. Pada layanan akomodasi tugas dan penilaian dan pada layanan akomodasi tuntutan waktu seluruhnya terlaksana. Pada layanan akomodasi lingkungan belajar pemberian bantuan sebagian dilaksanakan oleh guru. Sehingga dapat disimpulkan strategi guru dalam menangani siswa lamban belajar sebagai bentuk bimbingan belajar dilihat dari pemberian bantuan berupa layanan akomodasi pembelajaran sebagian besar terlaksana.
Pengaruh Strategi Gallery of learning Terhadap Keterampilan Berbicara Peserta Didik Kelas IV di SDN 38 Mataram Muhammad Ramadhan; I Nyoman Karma; Heri Setiawan
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.835

Abstract

Strategi gallery of learning adalah model belajar secara berkelompok yang menjamin setiap siswa diberi kesempatan untuk berkontribusi serta mendengarkan pendapat. Penelitian dengan tujuan mengetahui pengaruh strategi gallery of learning terhadap keterampilan   berbicara peserta didik kelompok IV SDN 38 Mataram. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen dengan jenis Quasy Eksperimental Design tipe Nonequivalent Control Group Design. Subjek dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelompok IV A sebagai kelompok kontrol sejumlah 20 siswa dan kelompok IV B sebagai kelompok eksperimen sejumlah 19 siswa yang ditentukan dengan sistem undian. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan uji homogenitas, uji normalitas dan uji hipotesis dengan rumus Paired sample t-test dan uji effect size. Uji hipotesis dengan taraf signifikan 5 % bahwa nilai Sig (2-tailed) 0.000 < 0.05 dan nilai thitung 13,816 > ttabel 1,697 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini diperkuat juga dengan perolehan hasil perhitungan menggunakan uji effect size dengan nilai yang dihasilkan 2,1365 menunjukan pengaruh dalam kategori sangat tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh strategi gallery of learning terhadap keterampilan   berbicara siswa kelompok IV SDN 38 Mataram. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa strategi gallery of learning dapat diterapkan di siswa SDN kelompok IV untuk keterampilan   berbicara siswa.
Pengembangan Media Video Berbasis Powtoon Pada Pembelajaran Tematik Tema 6 Kelas V Raodatul Jannah; I Nyoman Karma; Nurul Kemala Dewi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.858

Abstract

Media video berbasis powtoon adalah sebuah video pembelajaran yang dibuat menggunakan aplikasi powtoon, media video berbasis powtoon ini dibuat dengan mengkombinasikan berbagai media, seperti: animasi, suara, teks, clip, dan gambar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan media video berbasis Powtoon pada pembelajaran tematik tema 6 kelas V dan menghasilkan media video berbasis Powtoon pada pembelajaran tematik tema 6 kelas V yang layak ditinjau dari kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian pengembangan (R&D) dengan menggunakan model Borg & Gall. Subjek uji coba penelitian yakni peserta didik kelas V di SDN 1 Sakra Selatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes, dan angket. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket validasi ahli media, angket validasi ahli materi, angket respon siswa, dan instrument hasil belajar peserta didik kelas V SDN 1 Sakra Selatan. Materi pembelajaran yang digunakan adalah materi pembelajaran tematik yang termuat pada tema 6 panas dan perpindahannya subtema 2 perpindahan kalor disekitar kita pembelajaran 1. Berdasarkan hasil validasi dari ahli materi, persentase yang diperoleh sebesar 83,3% dengan kriteria “sangat valid”. Hasil validasi ahli media memperoleh persentase sebesar 89,2% dengan kriteria “sangat valid”. Hasil persentase respon peserta didik memperoleh persentase sebesar 82,2% dengan kriteria “sangat praktis”. Hasil persentase belajar peserta didik memperoleh persentase sebesar 90% dengan kriteria “efektif”. Ditinjau dari kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan, maka dapat disimpulkan bahwa media video berbasis Powtoon memenuhi kriteria layak sebagai media pembelajaran di sekolah SDN 1 Sakra Selatan.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture and Picture Terhadap Hasil Belajar Matematika di Kelas IV SD Negeri 1 Dasan Baru Lilik Apriani; Muhammad Turmuzi; I Nyoman Karma
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.908

Abstract

Pembelajaran kooperatif picture and picture merupakan model pembelajaran yang menekankan pada situasi siswa yang sedang aktif belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif picture and picture terhadap hasil belajar matematika kelas IV SD Negeri 1 Dasan Baru. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah non-equivalent control group design, dengan desain eksperimen semu. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas IV A yang merupakan kelompok eksperimen yang mendapat perlakuan menggunakan model pembelajaran kooperatif bergambar, sedangkan Kelas IV B merupakan kelompok kontrol yang tidak mendapat perlakuan khusus. Observasi aktivitas pembelajaran guru, esai dan dokumentasi digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, uji hipotesis independent sample t-test dan uji Cohen effect size. Teknik penyajian data tabel dan histogram. Berdasarkan hasil belajar matematika siswa, pada tahap pre-test rata-rata kelompok eksperimen adalah 53,5 dan kelompok kontrol adalah 60,1, rata-rata kelompok eksperimen adalah dengan nilai post-test. adalah 81,8 dan kelompok kontrol adalah 69,9. Hasil pengujian hipotesis memberikan t-score sebesar 7,513 dan t-tabel sebesar 1,672 pada taraf signifikansi 0,05 atau 5%, sehingga dapat diketahui bahwa t-hitung > t-tabel. Berdasarkan kriteria pengujian, hal ini menunjukkan bahwa Hₐ diterima dan H ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif picture and picture berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika kelas IV SD Negeri 1 Dasan Baru.