Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Guru Kelas dalam Mengembangkan Keterampilan Membaca pada Peserta Didik di SDN 30 Ampenan Rosana Eka Putri; I Nyoman Karma; Husniati Husniati; A. Hari Witono
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.930

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya peserta didik yang belum mampu membaca dengan benar dan kesulitan untuk memahami makna yang dibaca. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan strategi guru kelas dalam mengembangkan keterampilan membaca pada peserta didik di SDN 30 Ampenan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas yang berjumlah 11 orang yang terdiri dari 6 guru di kelas rendah dan 5 guru di kelas tinggi. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan tahapan analisis yaitu koleksi data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini yaitu ditemukan beberapa jenis strategi yang diterapkan oleh guru kelas dalam mengembangkan keterampilan membaca, yaitu: strategi dengan metode eja, metode bunyi, metode suku kata, strategi bercerita, strategi TPS (Think Pair Share), dan strategi SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review). Penerapan strategi-strategi tersebut berdampak pada peserta didik, seperti: peserta didik mulai mengenal dan menghafal huruf-huruf alfabet beserta cara pelafalannya, mampu membaca secara perlahan dan mandiri dengan merangkaikan kata ataupun kalimatnya sendiri dalam bentuk sederhana. Selain itu strategi ini juga dapat menjadikan peserta didik lebih senang belajar dan tidak mudah bosan, terbiasa membaca dari yang sebelumnya hanya diam ketika pembelajaran, serta melatih peserta didik untuk membaca secara mendalam, memudahkan pemahaman dan berfikir kritis.
Implementasi Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Pada Literasi Baca Tulis di SDN 30 Ampenan Tahun Ajaran 2022/2023 Willy Santika Dewi; I Nyoman Karma; Itsna Oktaviyanti
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.931

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi program gerakan literasi sekolah pada literasi baca tulis di SDN 30 Ampenan, mengetahui faktor pendukung dan penghambat implementasi program gerakan literasi sekolah pada literasi baca tulis di SDN 30 Ampenan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 1 kepala sekolah, 2 guru kelas, 3 peserta didik dari kelas 4, 5 dan 6. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data model Miles & Hubberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program Gerakan Literasi Sekolah pada literasi baca tulis di SDN 30 Ampenan cukup baik melalui tiga tahapan yaitu, tahap pembiasaan, tahap pengembangan, dan tahap pembelajaran. Pada tahap pembiasaan melakukan literasi religius, membangun lingkungan fisik GLS, dan pelibatan publik. Pada tahap pengembangan melakukan membaca bersama dan membaca bergiliran. Pada tahap pembelajaran guru menggunakan strategi untuk memahami teks mata pelajaran dengan presentasi dan menggunakan buku garis tiga serta pemberian motivasi dan adanya Tim literasi. Faktor pendukungnya yaitu adanya kebijakan dari pemerintah, adanya bahan bacan yang dibaca oleh peserta didik, adanya dukungan dari orang tua, sumber dana yang memadai, terdapat area baca seperti perpustakaan, adanya mading, dan adanya Tim literasi sekolah. Faktor penghambatnya yaitu kurangnya fasilitas seperti pojok baca di masing-masing kelas, kurangnya minat baca dalam diri peserta didik, dan perpustakaan yang kurang difungsikan secara optimal.
Hubungan Keterampilan Sosial dengan Penerimaan Sosial Siswa Berkebutuhan Khusus di SDN Tanak Embang Tahun Pelajaran 2022/2023 Tika Puspa Pandini; I Nyoman Karma; Itsna Oktaviyanti
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.1033

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimana keterampilan sosial siswa berkebutuhan khusus di SDN Tanak Embang. (2) Bagaimana penerimaan sosial siswa berkebutuhan khusus di SDN Tanak Embang. (3) Bagaimana hubungan keterampilan sosial dengan penerimaan sosial siswa berkebutuhan khusus di SDN Tanak Embang. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis korelasi. Metode pengumpulan data adalah angket dengan skala likert. Subjek penelitian sebanyak 109 siswa reguler yang berada pada kelas inklusif di SDN Tanak Embang yaitu kelas 2, 3, dan 5. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif, dan uji hipotesis dengan korelasi product moment. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Keterampilan sosial siswa berkebutuhan khusus di SDN Tanak Embang termasuk dalam kategori sedang. (2) Penerimaan sosial siswa berkebutuhan khusus di SDN Tanak Embang termasuk dalam kategori sedang. (3) Ada hubungan positif dan signifikan antara keterampilan sosial dengan penerimaan sosial siswa berkebutuhan khusus di SDN Tanak Embang tahun pelajaran 2022/2023 dengan nilai pearson correlation sebesar 0,797. Artinya bahwa semakin tinggi keterampilan sosial siswa berkebutuhan khusus maka akan semakin tinggi pula penerimaan sosial siswa reguler terhadap siswa berkebutuhan khusus di SDN Tanak Embang, sebaliknya semakin rendah keterampilan sosial siswa berkebutuhan khusus maka akan semakin rendah penerimaan sosial siswa reguler terhadap siswa berkebutuhan khusus di SDN Tanak Embang.
Analisis Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Membaca Pada Siswa Kelas 1 di SDN 1 Gerung Selatan Tahun Ajaran 2022/2023 Trisna Sumantri; Darmiany Darmiany; I Nyoman Karma
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.1034

Abstract

Mempelajari mengapa siswa kesulitan membaca di kelas satu adalah prioritas untuk proyek ini. Temuan dari penelitian ini akan digunakan untuk membuat program pendidikan untuk membantu siswa meningkatkan keterampilan membaca mereka. Tanpa kemampuan membaca yang mahir, sisa pendidikan mereka mungkin menderita. Pendekatan kualitatif untuk mempelajari suatu fenomena digunakan saat mengumpulkan data. Ini termasuk wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dikumpulkan dari lingkungan, seperti sekolah dan masyarakat, serta dari pikiran dan tubuh individu faktor seperti rasa ingin tahu dan minat. Faktor tambahan berasal dari lingkungan keluarga, termasuk lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, validasi atau penarikan kesimpulan dan triangulasi teknik. subjek adalah guru kelas 1 dan siswa kelas 1. Untuk meneliti keabsahan data, orang juga harus menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Penelitian ini mendukung gagasan bahwa kurangnya motivasi, minat dan dukungan dari keluarga siswa menyebabkan kesulitan dalam keterampilan membaca awal mereka. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga siswa dan lingkungan sekolah juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan membaca mereka. Alasan-alasan inilah yang menyebabkan siswa kesulitan membaca di awal kelas 1. Menurut temuan penelitian ini, guru yang kurang berprestasi dan metode pengajaran yang kurang kreatif menyebabkan siswa mengalami kesulitan belajar membaca. Selain itu, permasalahan sarana dan prasarana sekolah yang menghambat kegiatan belajar siswa juga menjadi faktor yang signifikan. Informasi ini saya temukan di kelas saya di SDN I Gerung Selatan.
PENDAMPINGAN DAN PELATIHAN TENTANG CARA PENANGANAN KESULITAN BELAJAR SISWA PADA GURU SDN 4 BAJUR KOTA MATARAM I Nyoman Karma; Khairun Nisa; Arif Widodo; Lalu Wira Zain Amrullah; Muhammad Syazali
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11659

Abstract

ABSTRAKPenanganan siswa berkesulitan belajar bagi guru Sekolah Dasar merupakan salah satu tugas dan tanggungjawabnya dalam proses pembelajaran dan layanan bimbingan dan konseling di Sekolah. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keketerampilan peserta dalam penanganan siswa berkesulitan belajar. Untuk mencapai tujuan tersebut, tim melakukan kegiatan sebagai berikut: 1) Kegitan pengabdian ini dilaksanakan secara tatap muka (offline) dengan protokol kesehatan yang ketat; 2) Pelaksanaan kegiatannya dibagi dalam tiga tahapan sebagai berikut: a) kegiatan awal, b) kegiatan inti, dan c) kegiatan akhir. Masing-masing sesi kegiatan dipandu dan didampingi oleh anggota tim sebagai nara sumber; 3) Metode pelaksanaan yang digunakan,  yaitu: metode ceramah (presentasi), diskusi-Tanya jawab, pelatihan (praktek dan simulasi), dan metode tes; dan 4) Metode analisis data hasil pelatihan dan pendampingan digunakan analisis deskriptif. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian kepada masyarat dengan jumlah peserta 11 (sebelas) orang guru berupa hasil tes awal (pretest) dan hasil tes akhir (postt-test). Adapun hasil tes awal yang dimaksud adalah sebagai berikut: 1) hasil tes awal kegiatan pengabdian pada masyarakat menunjukkan bahwa 3 orang (27.27 %) mencapai hasil dalam kategori baik, 8 orang (72.73 %) mencapai hasil dalam kategori cukup baik, dan rata capaian tergolong cukup baik; 2) hasil tes akhir kegiatan pengabdian pada masyarakat menunjukkan bahwa 5 orang (45.45 %) mencapai hasil dalam kategori baik, 6 orang (54.55 %) mencapai hasil dalam kategori sangat baik, dan rata capaian tergolong sangat baik; 3) Rata-rata peningkatan hasil pendampingan dan pelatihan diagnosa siswa berkesulitan belajar adalah 22.97 %. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan dan pelatihan efktif untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam penanganan siswa berkesulitan belajar. Kata kunci: kesulitan belajar; pengetahuan guru; sekolah dasar ABSTRACTHandling students with learning difficulties in elementary school teachers is one of their duties and responsibilities in the learning process as guidance and counseling services in schools. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge and skills of participants in handling students with learning difficulties. To achieve this goal, the team carried out the following activities: 1) This service activity was carried out face-to-face (offline) with strict health protocols; 2) The implementation of the activities are divided into three stages as follows: a) initial activities, b) core activities, and c) final activities. Each activity session is guided and accompanied by team members as resource persons; 3) The implementation methods used are: lecture method (presentation), discussion-question and answer, training (practice and simulation), and test method; and 4) The method of data analysis of the results of the training and mentoring used descriptive analysis. The results obtained from community service activities with the number of participants 11 (eleven) teachers in the form of the results of the initial test (pretest) and the results of the final test (post-test). The results of the initial test in question are as follows: 1) the results of the initial test of community service activities show that 3 people (27.27%) achieved results in the good category, 8 people (72.73%) achieved results in the fairly good category, and the average achievement was classified as pretty good; 2) the results of the final test of community service activities showed that 5 people (45.45%) achieved results in the good category, 6 people (54.55%) achieved results in the very good category, and the average achievement was classified as very good; 3) The average increase in the results of assistance and training in diagnosing students with learning disabilities is 22.97%. This shows that mentoring and training activities are effective in improving teachers' knowledge and skills in handling students with learning difficulties. Keywords: difficulty learning; teacher knowledge; primary school
PENDAMPINGAN ANALISIS PERMASALAHAN NON AKADEMIK SISWA SD SEBAGAI UPAYA KOLABORASI GURU DAN ORANG TUA Darmiany Darmiany; I Nyoman Karma; Husniati Husniati; Iva Nurmawanti
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jwd.v4i3.197

Abstract

  Permasalahan siswa Sekolah Dasar tidak hanya mencakup permasalahan akademis, tetapi juga non akademik. Hal-hal yang sifatnya non akademis ini seringkali luput dari perhatian, padahal permasalahan dalam hal non akademis dapat menganggu proses belajar siswa di sekolah. Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan melakukan kolaborasi oleh guru, orang tua, dan konselor. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kolaborasi guru, orang tua, dan konselor  membantu siswa mengatasi masalah non akademik. Pengabdian ini melibatkan guru dan orang tua. Adapun ada tiga tahapan kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian ini yaitu tahap 1 penyampaian tentang masalah non akademis siswa. Tahap 2 materi tentang pentingnya model kolaborasi guru, orang tua, dan konselor dalam menyelesaikan masalah non akademis siswa. Tahap 3 diskusi kolaborasi bersama guru, orang tua untuk menganalisis masalah non akademis siswa. Hasil dari pendampingan ini diperoleh hasil bahwa guru dan orang tua memahami dan mampu mengindikasi masalah akademis yang muncul dari siswa sebelum menjadi masalah besar. Guru dan orang tua juga antusias untuk menerapkan model kolaborasi berbasis ekperiential learning  dalam menyelesaikan masalah siswa.
Identifikasi Kesulitan Guru dalam Melaksanakan Penilaian Autentik pada Kurikulum 2013 di SDN 50 Cakranegara Nabilah Nabilah; I Nyoman Karma; Husniati Husniati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v6i4.298

Abstract

Perubahan kurikulum dari KTSP menjadi kurikulum 2013 menyebabkan perubahan dalam sistem penilaian, yang mana dalam kurikulum 2013 dikenal dengan penilaian autentik. Penilaian autentik menekankan pada penilaian secara holistik yang mencangkup mulai dari aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Adapun pelaksanaan penilaian autentik di lapangan masih belum berjalan sebagaimana mestinya. Masih banyak guru yang mengeluhkan kesulitan dalam melaksanakan penilaian autentik di sekolah yang disebabkan oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan guru dalam melaksanakan penilaian autentik pada kurikulum 2013 di SDN 50 Cakranegara tahun ajaran 2020/2021. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah guru kelas I, II, III, IV, dan V SDN 50 Cakranegara. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data menggunakan analisis data model Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil analisis data, hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat beberapa kesulitan yang dialami guru dalam melaksanakan penilaian autentik pada kurikulum 2013 mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan penilaian meliputi (1) Pada tahap perencanaan penilaian, kesulitan yang dialami guru yakni kesulitan dalam menyusun kisi-kisi dan membuat instrumen penilaian. (2) Pada tahap pelaksanaan, guru kesulitan dalam menggunakan teknik penilaian diri dan penilaian antarteman untuk penilaian aspek afektif, kesulitan dalam menggunakan teknik tertulis dan teknik lisan untuk penilaian pada aspek kognitif, dan pada penilaian aspek psikomotorik, guru kesulitan dalam menggunakan teknik unjuk kerja dan teknik proyek. (3) Pada tahap pelaporan penilaian, guru mengalami kesulitan dalam mengolah nilai menjadi rapor. Dapat disimpulkan bahwa guru di SDN 50 Cakranegara mengalami kesulitan dalam melaksanakan penilaian autentik pada kurikulum 2013. Kesulitan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yaitu pemahaman guru yang masih kurang, pelatihan yang tidak merata pada guru terkait penilaian autentik kurikulum 2013, dan ketersediaan waktu yang kurang memadai. Perlu sosialisasi yang massif dan merata untuk para guru kedepannya terkait penialain autentik. Salah satu caranya dengan melakukan pelatihan secara mandiri dengan materi yang jelas, mendalam, dan tuntas agar para guru memahami penilaian autentik dengan baik dan benar. 
Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Tema Cita-Citaku Subtema Aku dan Cita-Citaku Kelas IV Intan Yuniarti; I Nyoman Karma; Siti Istiningsih
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v6i4.318

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan beragam suku, etnis, dan agama yang berbeda-beda dari setiap daerah. Sebagai negara yang beraneka ragam, Indonesia memiliki masyarakat yang beragam sesuai dengan atribut setiap kabupaten. Pengenalan kearifan lokal terhadap siswa sekolah dasar sangat penting untuk mengenalkan unsur budaya dan adat istiadat di lingkungan sekolah tersebut. Tugas pendidik sangat penting dalam melaksanakan proses pembelajaran berbasis kearifan lokal dengan merencanakan modul untuk memenuhi kebutuhan ketersediaan modul berbasis kearifan lokal. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah penyusunan modul pembelajaran berbasis kearifan lokal dan untuk mengetahui keefektivan modul tersebut. Metode penelitian yang digunakan yaitu R&D (Research and Development) dengan model ADDIE. Hasil penelitian dan pengembangan sebagai berikut: (1) konten dan konteks kearifan lokal masyarakat Lombok yang relevan dengan tema cita-citaku kelas IV meliputi puisi daerah sasak Lombok, lagu daerah masyarakat Lombok, dan cerita rakyat masyarakat Lombok. Bahan ajar yang dikembangkan nanti adalah bahan ajar berupa modul pada tema 6, yaitu cita-citaku subtema 1 pembelajaran 5. (2) Hasil validasi ahli media terhadap modul berbasis kearifan lokal yaitu kualitas modul yang dihasilkan ada pada kategori sangat layak. (3) Hasil validasi materi terhadap modul berbasis kearifan lokal yaitu kualitas modul yang dihasilkan ada pada kategori sangat layak. (4) Tanggapan siswa terhadap modul berbasis kearifan lokal yaitu kualitas modul yang dihasilkan ada pada kategori sangat layak.  Dapat disimpulkan bahwa pengembangan dari segi desain: format isi, warna. Dari segi materi lebih rapi, tebal dan font yang sesuai. Selain itu, dari segi bahasa, modul pembelajaran berbasis kearifan lokal menggunakan bahasa yang baku, jelas dan langsung sehingga modul tersebut layak untuk digunakan dalam sistem pembelajaran.
Analisis Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas V SDN 43 Ampenan Tahun Ajaran 2021/2022 Baiq Joya Pitria Rosinta Dewi; I Nyoman Karma; Syaiful Musaddat
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v6i4.340

Abstract

Salah satu cara mengembangkan kemampuan menulis puisi adalah dengan menumbuhkan minat membaca siswa, tidak membatasi imajinasi siswa, menghargai serta mendukung karya tulis siswa. Dalam menulis puisi sangat perlu diperhatikan aspek pendukung seperti tema, rasa, nada, amanat, diksi, citraan (imajiner), gaya, dan rima serta penulisan kata atau ejaan yang baik dan benar sesuai dengan standar Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrifsikan kemampuan menulis puisi siswa kelas V SDN 43 Ampenan dari segi unsur-unsur puisi seperti tema, diksi, rima, imajinasi dan amanat. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan analisis dokumen berupa puisi karya siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kemampuan siswa pada aspek tema memproleh persentase rata-rata 86,25% dengan ketegori sangat baik dan jenis tema yang dominan digunakan yaitu tema tentang orang tua, sekolah, lingkungan dan sahabat. Untuk aspek diksi memperoleh persentase rata-rata 85% dengan kategori baik, aspek rima memperoleh persentase rata-rata 60% dengan ketegori cukup, aspek imajinasi memperoleh persentase rata-rata 46,25% dengan ketegori cukup dan kata imaji yang digunakan yaitu citraan penglihatan, citraan pendengaran dan citraan penciuman, dan untuk aspek amanat memperoleh persentase rata-rata 86,25% dengan kategori sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis puisi siswa kelas V SDN 43 Ampenan dalam kategori cukup baik, yaitu rata-rata 72,75%.
Analisis Strategi Guru dalam Pengelolaan Kelas Daring di Kelas V SDN 35 Ampenan Tahun 2020/2021 Misnawati Misnawati; I Nyoman Karma; Itsna Oktaviyanti
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i1.416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan pengelolaan kelas daring yang dilakukan oleh guru serta hambatan dan upaya dalam pelaksanaan pengelolaan kelas daring di Sekolah Dasar Negeri 35 Ampenan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan penyajian secara deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru/wali kelas V yaitu VA dan VB. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan trianggulasi teknik. Analisis data pada penelitian menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman, dengan tahapan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru telah (1) Melakukan pengelolaan kelas daring yang berkaitan dengan pengelolaan kelas jarak jauh melalui media teknologi berupa aplikasi WhatsApp dan Youtube. Adapun dalam menunjukkan sikap tanggap guru selalu berinteraksi dengan peserta didik, membantu peserta didik yang kesulitan dalam mengerjakan tugas dan memberikan komentar positif dalam menegur. Dalam membina hubungan baik guru melakukan pendekatan sosial, melakukan bimbingan kepada peserta didik yang bermasalah serta mengkomunikasikan dengan orangtuanya. (2) Hambatan terbesar dalam pelaksanaan pengelolaan kelas daring yaitu anak-anak banyak yang tidak memiliki handphone, selain itu kuota mahal dan jaringan internet yang sering gangguan sedangkan hambatan dari sekolah yaitu kurangnya fasilitas yang tersedia di sekolah untuk mendukung pembelajaran. Upaya yang dilakukan oleh guru yaitu memberi keringan untuk peserta didik yang tidak memiliki handphone, mengelompokkan peserta didik ke kelompok belajar dan menerapkan Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM), diskusi dengan guru yang bersangkutan dalam penggunaan fasilitas yang akan digunakan. Hambatan terakhir yaitu kurangnya kedisiplinan peserta didik, upaya yang dilakukan oleh guru untuk mengatasi hambatan tersebut yaitu memberi teguran, nasehat dan mengkomunikasikan dengan orang tua peserta didik yang bermasalah.