Claim Missing Document
Check
Articles

Proses Berpikir Mahasiswa Field Dependent Berdasarkan Kerangka Berpikir Mason Ika Rahayu Sintiya Dewi; Tjang Daniel Chandra; Hery Susanto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 7: JULI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v4i7.12643

Abstract

Abstract: The aim of this study is to describe field dependent students’ thinking process based on Mason’s thinking stcructure. Man and woman field dependent subject used all of aspect exclude introduce aspect in entry phase and why in attack phase. Man subject got stuck ones and he believed that his solution can answer the problem. Women subject get twice stuck and the solution can’t answer the problem.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir mahasiswa field dependent berdasarkan kerangka berpikir matematis Mason. Subjek field dependent laki-laki dan perempuan memenuhi semua aspek kecuali aspek introduce pada fase entry dan why pada fase attack. Perbedaannya yaitu subjek 1 mengalami stuck 1 kali dan percaya bahwa hasil pekrjaannya telah dapat menjawab persoalan dan subjek 2 mengalami 2 kali stuck dan tidak dapat menyelesaikan masalah yang diberikan.
STRUKTUR KONEKSI MATEMATIS SISWA KELAS X PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL Melinda Rismawati; Edy Bambang Irawan; Hery Susanto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 4: April, 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.747 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v2i4.8754

Abstract

Mathematical connection is an interconnection among concepts in a similar topic and an interconnection among materials in a particular topic with other topic in mathematics. When students can connect mathematical ideas, their understanding is deeper and more lasting. This research studies about the structure of mathematical connection of the students with a high mathematical abilities in solving problem on Linear Equation System Two Variable (LESTV) by giving individual worksheet and interviewing one subject with a high mathematical abilities. The structure of mathematical connection is studied by linking the indicators of mathematical connection that are: (1) recognizing and utilizing the relationship between mathematical ideas, and (2) understanding how the mathematical ideas are connected and built each other resulting the ideas thoroughly and coherently.Koneksi matematis adalah hubungan antar konsep dalam satu topik yang sama, serta hubungan antar materi dalam matematika. Jika siswa dapat membuat banyak koneksi matematis, maka pembelajaran akan bermakna dan optimal. Penelitian ini mengkaji struktur koneksi matematis siswa berkemampuan matematis tinggi dalam menyelesaikan soal SPLDV dengan memberikan lembar tugas individu dan melakukan wawancara kepada satu subjek yang memiliki kemampuan matematis tinggi. Hasil tes dianalisis menggunakan indikator koneksi matematis (1) mengenal dan menggunakan hubungan diantara ide-ide matematis, (2) memahami bagaimana ide matematis saling berhubungan dan membangun satu sama lain untuk menghasilkan keseluruhan yang koheren.
Kemampuan Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Open-Ended Berdasarkan Aspek Fluency, Flexibility, dan Novelty Rina Ramandani; Hery Susanto; Dwiyana Dwiyana
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 8: AGUSTUS 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v4i8.12660

Abstract

Abstract: This qualitative research aims to describe students' ability to solve open-ended problems based on fluency, flexibility, and novelty aspects. The study was conducted at MTsN 1 Malang. The subjects in this study were four students. The instruments used were interview guidelines and open-ended problem test. The results of this research confirm that highly ability students are able to think broadly and apply many ideas so that they are flexible in making a flat build. He fulfils the fluency, flexibility and novelty aspects. Moderate students are less able to bring up and apply many ideas in answering open-ended problems so that they meet the fluency and flexibility or fluency aspects only. Low-ability students are unable to bring up and apply many ideas to produce many answers so that they do not fulfil all three aspects.Abstrak: Penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah open-ended berdasarkan aspek fluency, flexibility, dan novelty. Penelitian dilaksanakan di MTsN 1 Malang. Subjek dalam penelitian ini sebanyak empat siswa. Instrumen yang digunakan pedoman wawancara dan lembar tes masalah open-ended. Hasil penelitiannya siswa berkemampuan tinggi mampu berpikir secara luas dan menerapkan banyak ide sehingga fleksibel dalam membuat bangun datar. Ia memenuhi aspek fluency, flexibility, dan novelty. Siswa berkemampuan sedang kurang dapat memunculkan dan menerapkan banyak ide dalam menjawab masalah open-ended sehingga memenuhi aspek fluency dan flexibility atau fluency saja. Siswa berkemampuan rendah tidak mampu memunculkan dan menerapkan banyak ide untuk menghasilkan banyak jawaban sehingga tidak memenuhi ketiga aspek.
Identifikasi Kesalahan Siswa SMK Berdasarkan Newman dalam Pemecahan Masalah Nilai Mutlak Ditinjau dari Gaya Belajar Edy Sutarto; Susiswo Susiswo; Hery Susanto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 6, No 11: NOVEMBER 2021
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v6i11.15128

Abstract

Abstract: Identifying the types of errors in class X AKL 1 SMKN 1 Pasuruan based on Newman in solving absolute value problems in terms of learning styles is the goal of this study. Research subjects were determined based on the results of questionnaires and problem-solving tests. One subject from each learning style was chosen if he answered the most and made a lot of mistakes in problem solving. Student answers errors were identified based on the Newman method. The results showed that the types of errors in the visual learning style subject were process skill errors and encoding errors. The auditory subjects performed the types of transformation errors, process skill errors, and encoding errors. Meanwhile, the kinesthetic subject made an encoding error.Abstrak: Mengidentifikasi jenis kesalahan siswa kelas X AKL 1 SMKN 1 Pasuruan berdasarkan Newman dalam pemecahan masalah nilai mutlak ditinjau dari gaya belajar merupakan tujuan dari penelitian ini. Subjek penelitian ditentukan berdasarkan hasil angket dan tes pemecahan masalah. Satu subjek dari masing-masing gaya belajar dipilih jika menjawab terbanyak serta banyak melakukan kesalahan dalam pemecahan masalah. Kesalahan jawaban siswa diidentifikasi berdasarkan metode Newman. Hasil penelitian menunjukkan jenis kesalahan subjek gaya belajar visual adalah process skill error dan encoding error. Subjek auditorial melakukan jenis kesalahan transformasion error, process skill error, dan encoding error, sedangkan subjek kinestetik melakukan jenis kesalahan encoding error.
ANALISIS KESALAHAN DAN SCAFFOLDING SISWA BERKEMAMPUAN RENDAH DALAM MENYELESAIKAN OPERASI TAMBAH DAN KURANG BILANGAN BULAT Lailatul Badriyah; Abdur Rahman As’ari; Hery Susanto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.2, No.1, Januari 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.48 KB) | DOI: 10.17977/jp.v2i1.8403

Abstract

This study aims to find out the error made by the low achievement students in completing the operation of adding and subtracting integers as well as scaffolding to help studenst correct thire errors. Researchers gave 7 items about integer arithmetic operations to 20 students of class VIII. The errors contained in the low achievement student worksheets were then analyzed and used as the basis for on-to-one scaffolding. The results showed that the pattern of students' error in completing the operation of adding and subtracting integers is that they neglect the minus sign in the negative numbers. Scaffolding to help the low ability students improve their knowledge and fix their errors in completing the the operation of adding and subtracting integers are the level 2 (Reviewing and Restructuring), and level 3 (Making Connection) scaffolding.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan yang dilakukan siswa berkemampuan rendah dalam menyelesaikan operasi tambah dan kurang bilangan bulat serta scaffolding yang dapat membantu siswa memperbaiki kesalahan tersebut. Peneliti memberikan 7 butir soal operasi hitung bilangan bulat kepada 20 siswa kelas VIII. Kesalahahan yang terdapat pada lembar kerja siswa berkemampuan rendah dianalisis dan digunakan sebagai dasar pemberian on-to-one scaffolding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kesalahan siswa dalam menyelesaikan operasi kurang bilangan bulat adalah pengabaian lambang minus pada bilangan negatif. Sescaffolding yang dapat membantu siswa berkemampuan rendah meningkatkan pengetahuan dan memperbaiki kesalahan dalam menyelesaikan operasi tambah dan kurang bilangan bulat adalah scaffolding level 2 reviewing dan restructuring dan level 3 (Making Connections).
Keberhasilan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Berdasarkan Kemampuan Membuat Berbagai Representasi Matematis Gusti Firda Khairunnisa; Abdur Rahman As’ari; Hery Susanto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 6: JUNI 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.307 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i6.11117

Abstract

Abstract: This research aims to describe students’ achievement in solving word problem based on the students’ ability to make multiple representations. This research conducted by give two word problems to 29 students in XII SMA. In each problem, students asked to make visual and symbolic representation which is represents the story given, and then solve the problem with the procedure to solve it as detail as possible. The research result shows that (1) students’ ability to make a symbolic representation is better than the students’ ability to make a visual representation, (2) the students’ inability to make a visual representation doesn’t effect the achievement in problem solving, (3) the students whom can’t make a symbolic representation which is compatible with the problem given tend to unable to make a visual representation which is represents the problem and use try and error strategy to solve the problem. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keberhasilan siswa dalam menyelesaikan soal cerita ditinjau dari segi  kemampuan siswa tersebut dalam membuat berbagai representasi matematis. Penelitian dilakukan dengan memberikan dua masalah berupa soal cerita kepada 29 siswa kelas XII SMA. Pada setiap soal, siswa diminta untuk membuat representasi visual dan simbolik yang sesuai dengan cerita yang diberikan, kemudian siswa diminta untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan menyertakan langkah-langkah penyelesaian sedetail mungkin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan siswa dalam membuat representasi simbolik lebih baik daripada kemampuan siswa dalam membuat representasi visual, (2) ketidakmampuan siswa dalam membuat representasi visual tidak memengaruhi keberhasilan siswa tersebut dalam memecahkan masalah, (3) siswa yang tidak mampu membuat representasi simbolik cenderung juga tidak bisa membuat representasi visual yang sesuai dengan masalah dan menggunakan strategi try and error untuk menyelesaikan masalah.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MEMODELKAN MATEMATIKA PROGRAM LINEAR Imro'atul Mubarokah; Toto Nusantara; Cholis Sa'dijah; Hery Susanto
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v11i2.24716

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan yang dilakukan siswa dalam memodelkan matematika program linear berdasarkan prosedur Newman. Pada Penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan siswa dalam memodelkan matematika. Berdasarkan proses dan hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa: 1) Tidak ada satupun siswa yang benar dalam  membaca soal yang diberikan, diantaranya yaitu dalam menentukan variabel, 2) Kesalahan siswa dalam memahami apa yang dimaksud pada soal yang diberikan ada 4 orang subyek penelitian, 3) Kesalahan siswa dalam mentransformasi soal cerita, yaitu mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika ada 4 orang subyek penelitian yang belum dapat memodelkan matematika dengan benar, 4) Kesalahan siswa dalam keterampilan proses, yaitu mengolah model matematika yang telah ditentukan untuk mencari penyelesaian ada 3 orang subyek penelitian, dan 5) Kesalahan penulisan jawaban, yaitu menyimpulkan jawaban yang diminta juga tidak ada satupun siswa yang benar. Kata Kunci : Kesalahan Siswa; Memodelkan Matematika; Program Linear
ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN MENGGUNAKAN METODE RGEC (RISK PROFILE, GOOD CORPORATE GOVERNANCE, EARNING, CAPITAL) (Studi Pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. yang Terdaftar di BEI Tahun 2010-2014) Hery Susanto; . Moch. Dzulkirom AR; . Zahroh Z.A.
Jurnal Administrasi Bisnis Vol 35, No 2 (2016): JUNI
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.56 KB)

Abstract

Health level of bank in the healthy condition will provide substantial benefits for bank’s to gain customer confidence in a bank institution. The purpose of this study is to knowing assessment health level of PT Bank Mandiri (persero) Tbk. in 2010-2014 when measured using RGEC method (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earning, Capital). The result showed that health level of PT. Bank Mandiri (persero) Tbk in 2010-2014 as measured by using RGEC method is a bank on very health condition. At Risk Profile factors assessed by ratio of NPL and LDR showed that PT. Bank Mandiri (persero) Tbk has a good profitability of the reimbursement of third-party funds. At Good Corporate Governance factor PT Bank Mandiri (persero) Tbk. already doing principle of GCG accordance Bank Indonesia regulation. At factor earning assessed by ratio of ROA and NIM was ranked one with a predicate value very good. At Capital factors assessed by ratio of CAR showed PT Bank Mandiri (persero) Tbk. doing well to funds business activities as well as to cover the risk of the future that can cause loss. Keyword : Health Level of Bank, RGEC, GCG, CAR ABSTRAK Tingkat kesehatan bank yang sehat akan memberikan manfaat besar bagi bank untuk dapat memperoleh kepercayaan nasabah dalam sebuah lembaga bank. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penilaian tingkat kesehatan PT Bank Mandiri (persero) Tbk. tahun 2010-2014 jika diukur dengan menggunakan metode RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earning, Capital). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tingkat kesehatan PT Bank Mandiri (persero) Tbk. dari tahun 2010 sampai dengan 2014 yang diukur dengan pendekatan metode RGEC merupakan bank yang berada pada kondisi sangat sehat. Pada faktor Risk Profile yang dinilai dengan rasio NPL dan LDR menunjukan bahwa PT. Bank Mandiri (persero)Tbk memiliki profitabilitas yang baik terhadap pengembalian kembali dana pihak ketiga. Pada faktor Good Corporate Governance PT. Bank Mandiri (persero) Tbk telah melaksanakan prinsip GCG sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia dan. Pada faktor Earning yang dinilai dengan rasio ROA dan NIM berada pada peringkat satu dengan nilai predikat sangat baik. Pada faktor Capital yang dinilai dengan rasio CAR menunjukan PT Bank Mandiri (persero) Tbk. baik dalam mendanai kegiatan usahanya maupun untuk menutupi terjadinya risiko dimasa yang akan datang yang dapat menyebabkan kerugian. Kata Kunci: Tingkat Kesehatan Bank, RGEC, GCG, CAR
Isomorphism between Endomorphism Rings of Modules over A Semisimple Ring Hery Susanto; Santi Irawati; Indriati Nurul Hidayah; Irawati -
Journal of the Indonesian Mathematical Society Volume 26 Number 2 (July 2020)
Publisher : IndoMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22342/jims.26.2.824.170-174

Abstract

Our question is what ring R which all modules over R are determined, up to isomorphism, by their endomorphism rings? Examples of this ring are division ring and simple Artinian ring. Any semi simple ring does not satisfy this property. We construct a semi simple ring R but R is not a simple Artinian ring which all modules over R are determined, up to isomorphism, by their endomorphism rings.
FENOMENA LITERASI SPASIAL SISWA: STUDI PADA GEOMETRI RUANG Itsna Lailatul Mas’udah; Sudirman Sudirman; Hery Susanto; Imam Rofiki
FIBONACCI: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol 7, No 2 (2021): FIBONACCI: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/fbc.7.2.155-166

Abstract

Literasi spasial merupakan komponen penting yang harus dikuasai siswa. Literasi spasial mendukung pemahaman siswa tentang geometri ruang yang erat kaitannya dengan dunia nyata. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan literasi spasial siswa rendah. Oleh sebab itu, penelitian ini menyelidiki fenomena literasi spasial siswa pada pemecahan masalah geometri ruang. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Peneliti memberikan soal literasi spasial kepada 5 siswa kelas XII SMA dan meminta siswa menyelesaikannya. Kemudian, wawancara dilakukan kepada setiap siswa secara individu. Pada artikel ini, peneliti mendeskripsikan satu siswa yang memiliki kemampuan komunikasi tertulis dan lisan paling baik di antara keempat siswa lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari tiga domain literasi spasial, siswa hanya mampu mencapai semua indikator-indikator domain visualisasi dan penalaran. Sedangkan untuk indikator-indikator domain komunikasi, siswa hanya mencapai dua dari empat indikator.