Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS V SDN 07 SIGIRAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI BANGUN RUANG Mai Sri Lena; Sartono Sartono; Mona Aulia; Febri Nadiatur Rahma
Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia Vol. 1 No. 3 (2023): Agustus : Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia (JUBPI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jubpi.v1i3.1666

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan; 1) kesulitan peserta didik kelas V SDN 07 Sigiran dalam belajar matematika. 2) sebab peserta didik kesusahan belajar matematika. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitaf dimana sumber datanya diperoleh dari wawancara. Yang diwawancarai 10 peserta didik (sebagaian peserta didik kelas V). Penelitian ini membuktikan bahwa keseluruhan peserta didik mengatakan belajar matematika sulit. Kesulitan yang ditemui; (a) susah hafal rumus (b) susah menentukan rumus untuk mengerjakan soal (c) susah paham dengan bentuk bangun ruang (d) peserta didik jenuh dan bosan belajar matematika.
Implementation of the Value of Religious Moderation in Public Universities to Prevent Radical Understanding Through the Integration of Religious Education Materials Koko Adya Winata; Sartono Sartono; Uus Ruswandi
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The emergence of radical understanding among students is allegedly an attempt by Islamic fundamentalists to carry out regeneration with the main target of intellectuals. For this reason, serious efforts are needed from the entire academic community to anticipate the development of radicalism on campus. Understanding the value of religious moderation to students is very important to build a moderate and polite student perspective and religious practice. This article aims to examine the implementation of the value of religious moderation in state universities to prevent radicalism through the integration of religious education materials. The method used in this study is a qualitative descriptive method. Researchers collect data through observation and documentation studies by tracing various expert studies, online and offline newspapers, articles, and published scientific works related to research. Based on the results of the study it was found: there is an opportunity for students to be exposed to radicalism, the role of religious lecturers is very important in preventing radicalism on campus through the development of learning models of religious education, it is necessary to integrate the value of religious moderation with religious education
Edukasi Pencegahan Dampak Negatif Penggunaan Gawai Pada Postur Tubuh TKI di Malaysia Siti Fatimatul Zuhro; Sylvia, Diana; Sartono Sartono; Berlian Dwi Rinarso; Aulia Nur Azizah
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1546

Abstract

Penggunaan perangkat mobile yang masif di kalangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia berpotensi menimbulkan gangguan muskuloskeletal akibat postur tubuh yang tidak ergonomis. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan perilaku sehat TKI dalam penggunaan perangkat mobile melalui edukasi ergonomi. Kebaruan program ini terletak pada integrasi edukasi ergonomi berbasis bukti dengan pendekatan partisipatif-konstekstual yang disesuaikan dengan kondisi kerja dan budaya TKI di luar negeri, serta penggunaan demonstrasi langsung yang mudah diterapkan dalam aktivitas harian. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, diskusi interaktif, dan praktik teknik ergonomis sederhana. Kegiatan ini melibatkan 30 peserta, dengan hasil menunjukkan peningkatan pemahaman risiko kesehatan dari 40% menjadi 85% pascakegiatan. Selain itu, 70% peserta mulai menerapkan kebiasaan sehat seperti pembatasan durasi penggunaan perangkat mobile dan peregangan rutin. Program ini terbukti efektif dalam mendorong perubahan perilaku preventif dan berpotensi meningkatkan kualitas hidup serta produktivitas kerja TKI secara berkelanjutan.