Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Video Animasi “Vivi dan Jeje” untuk Pembelajaran Menulis Teks Petunjuk bagi Siswa Kelas IV SDN Bunulrejo 3 Malang Mohamad Vijay; Titis Angga Rini; Puri Selfi Cholifah
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research is based on a preliminary study during KPL (Field Practice Study), interviews with fourth grade teachers, and analysis of the needs of fourth grade students at SDN Bunulrejo 3 Malang, which shows that the use of media is still limited to learning to write instructional texts, so students feel bored. in learning. Based on these problems, an animated video "Vivi and Jeje" was developed for learning to write instructional texts for fourth grade students at SDN Bunulrejo 3 Malang. This study aims to produce and test animated video products for learning to write instructional texts for fourth grade elementary school students that are valid based on the validation of material experts and media experts, interesting and practical based on teacher and student responses. This research uses the ADDIE development model (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Data collection techniques used in this study were interviews, questionnaires, observations, tests and documentation. The results showed that the product validity from the results of the material expert validation was 91.66 percent and the media expert validation results were 100 percent. The attractiveness and practicality of the results of the teacher's response questionnaire are 96.36 percent, the results of the small group student response questionnaire are 96.36 percent, and the results of the large group student questionnaire response are 96.83 percent. Based on the results of the research, it can be concluded that the product validity is categorized as valid without revision, the attractiveness and practicality of the product are categorized as very attractive and practical. Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi berdasarkan studi pendahuluan selama KPL (Kajian Praktik Lapangan), wawancara dengan guru kelas IV, dan analisis kebutuhan siswa kelas IV SDN Bunulrejo 3 Malang, yang menunjukkan bahwa penggunaan media masih terbatas pada pembelajaran menulis teks petunjuk, sehingga siswa merasa bosan dalam pembelajaran. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan pengembangan video animasi “Vivi dan Jeje” untuk pembelajaran menulis teks petunjuk bagi siswa kelas IV SDN Bunulrejo 3 Malang. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan dan mengujicobakan produk video animasi untuk pembelajaran menulis teks petunjuk bagi siswa kelas IV SD yang valid berdasarkan validasi ahli materi dan ahli media, menarik dan praktis berdasarkan respon guru dan siswa. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini berupa wawancara, angket, observasi, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kevalidan produk dari hasil validasi ahli materi sebesar 91,66 persen dan hasil validasi ahli media sebesar 100 persen. Kemenarikan dan kepraktisan dari hasil angket respon guru sebesar 96,36 persen, hasil angket respon siswa kelompok kecil sebesar 96,36 persen, dan hasil angket respon siswa kelompok besar sebesar 96,83 persen. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kevalidan produk dikategorisasikan valid tanpa revisi, kemenarikan dan kepraktisan produk dikategorisasikan sangat menarik dan praktis.
Pengembangan Media Pembelajaran Diorama Berbasis Digital Materi Jenis-Jenis Pekerjaan pada Siswa Kelas III Sekolah Dasar Ulil Maknunah; Siti Umayaroh; Puri Selfi Cholifah
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to develop diorama learning media about types of work for grade III elementary school students that are valid, practical, and interesting. This type of research is research and development, namely developing diorama learning media. This study uses the ADDIE research model step. The subjects in this study were grade 3 elementary school students, grade 3 teachers, media experts and material experts. The data collection techniques of this research are observation, questionnaire, interviews and documentation. The results of this research are diorama learning media with a level of validity of 97.08 percent and a level of practicality and attractiveness of 97.6 percent. Abstrak: Penelitian ini bertujuan guna kembangkan media belajar diorama tentang jenis-jenis pekerjaan guna siswa kelas III Sekolah Dasar yang valid, praktis, serta menarik. Jenis penelitian ini yaitu penelitian dan pengembangannya, yaitu mengembangkan media belajar diorama. Penelitian ini menggunakan langkah model penelitian ADDIE. Subjek pada penelitian ini yakni siswa kelas 3 sekolah dasar, guru kelas 3, ahli media serta ahli materi. Teknik pengumpulan data penelitian ini yaitu observasi, angket, wawancara serta dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah media pembelajaran diorama dengan tingkat kevalidan 97,08 persen dan tingkat kepraktisan dan kemenarikan 97,6 persen.
Pelaksanaan Keterampilan Bertanya pada Pembelajaran Tematik di SD Khofifah Nila Abibah; Puri Selfi Cholifah; Siti Umayaroh
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Questioning skills play an important role for teachers in the learning process as an assessment tool for students and as a means of interaction from teacher to student and student to teacher. This study aims to describe the implementation of basic and advanced questioning skills and describe student responses to the implementation of basic and advanced questioning skills in thematic learning at SDN Polehan 4 Malang. This study uses a mix method. The subjects of this study consisted of 5 respondents. Quantitative data was obtained from the results of observation data carried out during the thematic learning process, then qualitative data were obtained from the results of interviews and documentation. The results of the study show that basic questioning skills are used more often than advanced questioning skills. The basic questions that arise are the components of clear and concise questions, shift shifts, and question distribution. While the components of advanced questioning skills that appear are the sequence of questions and tracking questions. Students' responses to the implementation of asking skills in thematic learning are that some actively respond and some do not actively answer questions, but most students actively respond to teacher questions because teachers always give awards. When answering questions from the teacher, students tend to give short answers that require a low level of thinking. Abstrak: Keterampilan bertanya memegang peranan penting bagi guru dalam proses pembelajaran sebagai alat penilaian kepada siswa serta sebagai alat interaksi dari guru ke siswa dan siswa ke guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai pelaksanaan keterampilan bertanya dasar dan lanjut serta mendeskripsikan respon siswa terhadap pelaksanaan keterampilan bertanya dasar dan lanjut pada pembelajaran tematik di SDN Polehan 4 Malang. Penelitian ini menggunakan mix method. Subjek penelitian ini terdiri dari 5 responden. Data kuantitatif diperoleh dari hasil data observasi yang dilaksanakan selama proses pembelajaran tematik, kemudian untuk kualitatif diperoleh dari hasil wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa keterampilan bertanya dasar lebih sering digunakan dibandingkan keterampilan bertanya lanjut. Pertanyaan dasar yang muncul adalah komponen pertanyaan yang jelas dan singkat, pemindahan giliran, dan penyebaran pertanyaan. Sedangkan komponen keterampilan bertanya lanjut yang muncul adalah urutan pertanyaan dan pertanyaan pelacak. Respon siswa terhadap pelaksanaan keterampilan bertanya pada pembelajaran tematik yaitu ada yang aktif merespon dan ada yang tidak aktif menjawab pertanyaan, namun sebagian besar siswa aktif merespon pertanyaan yang guru karena guru selalu memberikan penghargaan. Saat menjawab pertanyaan dari guru siswa cenderung memberikan jawaban singkat yang memerlukan tingkat berpikir rendah.
Pengembangan Media Maket pada Materi Peninggalan Sejarah Hindu, Budha dan Islam, Kelas IV Sekolah Dasar Mohammad Sofwan Raharjo; Tri Murti; Puri Selfi Cholifah
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Learning in elementary schools requires appropriate media to facilitate teachers and students in achieving learning objectives. The purpose of this research is to produce social studies learning media products in the form of mockups on historical relics of Hindu, Buddhist and Islamic grade IV Elementary Schools that are valid according to media experts, material experts and users (teachers) and are interesting for students. In this type of research Research and Development using the ADDIE model and through 5 stages, namely Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. The results obtained from the validation of material experts are 91.6 percent, media experts are 81.25 percent, user 1 is 90 percent and user 2 is 95 percent. The test results of the attractiveness of the small group students were obtained at 92.59 percent and the large group obtained the results of 95.47 percent. From these results, if accumulated, the results can be used without revision and the media is interesting for students. Abstrak: Pembelajaran disekolah dasar memerlukan media yang tepat guna untuk memudahkan guru dan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini untuk menghasilkan produk media pembelajaran IPS berbentuk Maket pada materi peninggalan sejarah Hindu, Budha dan Islam kelas IV Sekolah Dasar yang valid menurut ahli media, ahli materi dan pengguna (guru) serta menarik bagi siswa. Pada penelitian ini berjenis Research and Development dengan menggunakan model ADDIE dan melalui 5 tahapan yaitu Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Hasil yang diperoleh dari validasi ahli materi sebesar 91,6 persen, ahli media sebesar 81,25 persen, pengguna 1 sebesar 90 persen dan pengguna 2 sebesar 95 persen. Hasil uji coba kemenarikan siswa kelompok kecil diperoleh sebesar 92,59 persen dan kelompok besar diperoleh hasil sebesar 95,47 persen. Dari hasil tersebut jika diakumulasikan mendapat hasil dengan katergori dapat digunakan tanpa revisi dan media menarik bagi siswa.
PENGEMBANGAN E-MODUL MATERI PENJAJAHAN BELANDA DI INDONESIA KELAS V SEKOLAH DASAR Wicaksana, M. Fandhika Tri; Cholifah, Puri Selfi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesulitan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah belum tersedianya bahan ajar yang memadai untuk kebutuhan siswa kelas V sekolah dasar dalam mempelajari sejarah penjajah Belanda di Indonesia. Tujuan penelitian untuk mengembangkan dan menghasilkan materi e-modul IPAS tentang sejarah penjajahan Belanda di Indonesia untuk sekolah dasar kelas V yang layak digunakan dan memenuhi kebutuhan siswa. Dalam penelitian pengembangan (R&D) ini menggunakan model pengembangan ADDIE untuk membuat e-modul. Data yang diperoleh selama pembelajaran dan pengembangan bahan ajar e-modul terdapat dua jenis, yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif didapatkan melalui hasil validasi dan pengujian menggunakan angket. Untuk menentukan persentase dan kelayakan produk bahan ajar e-modul, produk dinilai oleh validator dan respon pengguna melalui angket yang dibagikan. Saran dan masukan yang disampaikan oleh ahli bahan ajar dan ahli materi digunakan untuk menghasilkan data kualitatif. Peneliti menggunakan saran dan masukan tersebut untuk menyempurnakan produk e-modul yang dikembangkan atau merevisi produk. Validasi ahli materi menghasilkan skor 90,90 persen, validasi ahli bahan ajar menghasilkan skor 98,33 persen, dan skor respon pengguna (guru) menghasilkan skor 96,42 persen. Uji coba kelompok kecil menghasilkan 91,66 persen sedangkan uji coba kelompok besar menghasilkan 93,43 persen. Maka disimpulkan bahan ajar e-modul IPAS materi penjajahan Belanda di Indonesia untuk sekolah dasar kelas V dapat dianggap sangat valid berdasarkan penilaian validasi ahli materi, ahli bahan ajar, serta sangat praktis dan menarik oleh respon pengguna guru dan siswa, oleh karena itu produk layak diterapkan dalam kegiatan pembelajaran.
Pelatihan Pengembangan Suplemen Kurikulum Merdeka Berbasis Kearifan Lokal bagi Guru SD Kota Malang Nuraini, Ni Luh Sakinah; Cholifah, Puri Selfi; Nabilla, Silva; Wahyuni, Misye Agustin Tri; Afifah, Rifdah; Aurelia, Davina
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 11 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i112023p976-984

Abstract

Abstract: The initial study was conducted on one of the partners of the PGSD department of the State University of Malang, namely a state elementary school in Malang City. Initial studies have been carried out in the Teaching Material Development Training scheme, in general, on the collection of teaching module assignments only completed by about 60 percent of participants. During spontaneous interviews at the activity, data showed that teachers found it difficult to implement the Independent Curriculum. Based on the assessment of partner needs and problems, the solution to solving these needs is to hold training. The proposer team initiated an activity, namely "Training on the Development of Independent Curriculum Supplements Based on Local Wisdom for Elementary School Teachers in Malang City." This training was held in the context of continuous professional development for teachers in Malang City. The implementation method in this service activity is divided into 3 stages, namely the planning stage, the implementation stage, and the evaluation stage. As a result, through training on the development of independent curriculum supplements based on local wisdom, it is able to provide benefits for partners, namely increasing understanding in developing supplements that are given the freedom to utilize the theme of local wisdom. Abstrak: Kajian awal dilakukan terhadap salah satu mitra dari departemen PGSD Universitas Negeri Malang yaitu sekolah dasar negeri yang ada di Kota Malang. Studi awal telah dilakukan dalam skema Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar, secara umum pada pengumpulan tugas modul ajar hanya diselesaikan oleh sekitar 60 persen partisipan. Pada saat dilakukan wawancara spontan pada kegiatan tersebut diperoleh data bahwa guru-guru merasa kesulitan dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Berdasarkan kajian kebutuhan dan permasalahan mitra maka solusi untuk menyelesaikan kebutuhan tersebut yaitu dengan mengadakan sebuah pelatihan. Tim pengusul menggagas sebuah kegiatan yaitu “Pelatihan Pengembangan Suplemen Kurikulum Merdeka berbasis Kearifan Lokal untuk Guru-Guru SD di Kota Malang.” Pelatihan ini diadakan dalam rangka pengembangan keprofesionalan berkelanjutan bagi guru-guru di Kota Malang. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian ini dibagi menjadi 3 tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Hasilnya, melalui pelatihan pengembangan suplemen kurikulum merdeka berbasis kearifan lokal, mampu memberikan manfaat bagi mitra yakni peningkatan pemahaman dalam pengembangan suplemen yang diberi kebebasan memanfaatkan tema kearifan lokal.
Pengembangan Media Peta Digital Keberagaman Suku di Indonesia untuk Kelas IV Sekolah Dasar Sayoga, Muhammad Farkhan; Cholifah, Puri Selfi; Khotimah, Khusnul
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 11 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i112023p1017-1030

Abstract

Abstract: Today's learning media offers flexibility for users. The development of digital media maps of ethnic diversity in Indonesia was carried out with the aim of producing learning media that received validation from media experts and material experts, media that was practical for teachers to use, and attractive to students in class IV elementary schools. The subjects of this research were fourth grade students at Banjarejo Donomulyo 1 State Elementary School, in January 2023. The ADDIE model was applied in this research in five stages, namely Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The instruments used were observation, interviews and questionnaires. Expert validation on products that have been developed obtained a percentage of 94.44 percent from media experts, and 86.11 percent from material experts. Media products obtained a percentage of 95 percent from practicality trials. And through the results of the attractiveness test, an average percentage of 91.67 percent was obtained from the one-on-one test, 90.71 percent from the small group test, and 94.01 percent from the large group test. Based on these results, the digital media map of ethnic diversity in Indonesia for Class IV Elementary Schools is categorized as valid, practical and interesting. Abstrak: Media pembelajaran masa kini menawarkan fleksibilitas bagi pengguna. Pengembangan media peta digital keberagaman suku di Indonesia dilakukan dengan tujuan menghasilkan media pembelajaran yang mendapatkan validasi dari ahli media serta ahli materi, media yang praktis digunakan oleh guru, dan menarik bagi peserta didik di kelas IV Sekolah Dasar. Subjek dari penelitian ini yaitu peserta didik kelas empat di Sekolah Dasar Negeri 1 Banjarejo Donomulyo, pada Januari 2023. Model ADDIE diterapkan pada penelitian ini dalam lima tahapan yakni Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Instrumen yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan angket. Validasi ahli pada produk yang telah dikembangkan memperoleh persentase 94,44 persen dari ahli media, dan 86,11 persen dari ahli materi. Produk media memperoleh persentase 95 persen dari uji coba kepraktisan. Serta melalui hasil uji coba kemenarikan diperoleh rerata perentase 91,67 persen dari uji satu lawan satu, 90,71 persen dari uji kelompok kecil, dan 94,01 persen dari uji kelompok besar. Berdasarkan perolehan tersebut media peta digital keberagaman suku di Indonesia untuk Kelas IV Sekolah Dasar termasuk kategori valid, praktis, dan menarik.
Pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Berbasis TPACK bagi Guru Kota Malang Nuraini, Ni Luh Sakinah; Cholifah, Puri Selfi; Rini, Titis Angga; Aurelia, Davina; Sofirin, Ahmat; Huzaimah, Cempa; Nafisah, Nada
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i6.6306

Abstract

Kelompok Kerja Guru 8 Kelurahan Karangbesuki Kecamatan Sukun Kota Malang mengungkapkan bahwa mereka seringkali merasa kesulitan dalam penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka. Hal ini dikarenakan harus sesuai dengan CP kurikulum merdeka yang menggunakan pendekatan technological, pedagogical, and content knowledge (TPACK). Tujuan penelitian ini adalah untuk wadah pelatihan bagi guru terkait modul ajar yang berbasis technological, pedagogical, and content knowledge (TPACK). Metode yang diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini mencakup tahap perencanaan dengan menjajaki kebutuhan mitra, tahap pelaksanaan yang dilakukan dengan format blended learning dengan pemanfaatan platform Google Sites. Selanjutnya tahap evaluasi dengan penilaian hasil dengan teman sejawat. Hasil data menunjukkan bahwa sebagian besar guru sudah mengikuti perkembangan teknologi dan menggunakannya pada pembelajaran, serta mampu menggabungkan pengetahuan tentang materi, pedagogi, dan teknologi yang dimiliki untuk merancang pembelajaran. Melalui kegiatan pelatihan pengembangan modul ajar berbasis TPACK ini, lebih dari 90% peserta dapat menyajikan contoh-contoh penerapan TPACK yang menarik dikemas dalam bentuk modul ajar kurikulum merdeka. Pelatihan pengembangan modul ajar Kurikulum Merdeka berbasis TPACK sukses dilaksanakan serta dipandang menarik dan bermanfaat oleh guru.
Pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Berbasis TPACK bagi Guru Kota Malang Nuraini, Ni Luh Sakinah; Cholifah, Puri Selfi; Rini, Titis Angga; Aurelia, Davina; Sofirin, Ahmat; Huzaimah, Cempa; Nafisah, Nada
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i6.6306

Abstract

Kelompok Kerja Guru 8 Kelurahan Karangbesuki Kecamatan Sukun Kota Malang mengungkapkan bahwa mereka seringkali merasa kesulitan dalam penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka. Hal ini dikarenakan harus sesuai dengan CP kurikulum merdeka yang menggunakan pendekatan technological, pedagogical, and content knowledge (TPACK). Tujuan penelitian ini adalah untuk wadah pelatihan bagi guru terkait modul ajar yang berbasis technological, pedagogical, and content knowledge (TPACK). Metode yang diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini mencakup tahap perencanaan dengan menjajaki kebutuhan mitra, tahap pelaksanaan yang dilakukan dengan format blended learning dengan pemanfaatan platform Google Sites. Selanjutnya tahap evaluasi dengan penilaian hasil dengan teman sejawat. Hasil data menunjukkan bahwa sebagian besar guru sudah mengikuti perkembangan teknologi dan menggunakannya pada pembelajaran, serta mampu menggabungkan pengetahuan tentang materi, pedagogi, dan teknologi yang dimiliki untuk merancang pembelajaran. Melalui kegiatan pelatihan pengembangan modul ajar berbasis TPACK ini, lebih dari 90% peserta dapat menyajikan contoh-contoh penerapan TPACK yang menarik dikemas dalam bentuk modul ajar kurikulum merdeka. Pelatihan pengembangan modul ajar Kurikulum Merdeka berbasis TPACK sukses dilaksanakan serta dipandang menarik dan bermanfaat oleh guru.
Implementation of Discipline Character Education Through Scout Activities at SDN Grujugan Lor 1 Bondowoso Fajar, Delan Wardhana; Cholifah, Puri Selfi; Ahdhianto, Erif
Indonesian Journal of Primary Education Vol 8, No 1 (2024): Indonesian Journal of Primary Education : June 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v8i1.68194

Abstract

Disciplined character education through scout activities is an effort to develop and familiarize scout members to become disciplined individuals. This research aims to describe the implementation of disciplined character education through scout activities at SDN Grujugan Lor 1. This type of research is descriptive qualitative. The informants in this research were school principals, scout leaders and scout members. Data collection in research uses observation, interviews and documentation. Data were analyzed through data reduction, data presentation and conclusions. Data validity checking techniques use extended observations, increased persistence, and triangulation. The results of this research show that scout leaders implement disciplined character through scout activities including 4 discipline indicators, namely time discipline, discipline in obeying rules, attitude discipline, and worship discipline. Scout leaders in implementing disciplined character education through scouts apply strategies by providing advice, example, habituation, and punishment or sanctions for those who break the rules. Supporting factors are that the scoutmaster has completed the basic (KMD) and advanced (KML) scoutmaster courses, full parental support, and complete infrastructure. The inhibiting factors are the large number of scout members, short time, and there are some scout members or students who don't like scout activities