Articles
PENGARUH PERMAINAN DADU TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG PENJUMLAHAN ANAK TUNAGRAHITA KELAS I SLB
Rahmalia Yunita Wardani;
Tomas Iriyanto
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 1, No 3 (2014): Jurnal ORTOPEDAGOGIA
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (270.439 KB)
|
DOI: 10.17977/um031v1i32014p262-268
This study aimed at implementing a game namely dice game to overcome problem of summing numbers which happened to intelectual disability students.This study used experimental design with Single Subject Research (SSR) technique. There are three phases use in this study: baseline-1 (A1) phase, intervention phase (B) and baseline-2 phase (A2). In percentage, there was no significant changed in baseline-1 phase (A1) in which the value was 58% to 58%. However, the student mark increased in intervention phase (B) in which the value was 86% to 88%. Then, the percentage in baseline-2 (A2) was 78% to 76%. The overlap percentage was 0% which meant the intervention in the form of dice game had a positive effect on the addition ability of intelectual disability students. It could be conclude that the dice game affectsumming numbers ability of student with intellectual disability of grade I in Arya Satya Hati Pasuruan. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan sebuah permainan dadu yang dapat mengatasi permasalahan berhitung penjumlahan pada anak tunagrahita. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan bentuk Single Subject Research(SSR). Terdapat tiga fase dalam penelitian ini, yaitu fase baseline-1 (A1), intervensi(B), baseline-2 (A2). Kemampuan berhitung penjumlahan anak dalam jenis ukuran persentase memperoleh nilai yang cenderung tidak ada perubahan pada fase baseline-1 (A1), yakni 58% ke 58%. Nilai siswa meningkat pada fase intervensi(B), yakni 86% ke 88%. Kemudian, nilai siswa menurun pada fase baseline-2 (A2), yakni 78% ke 76%. Persentase overlapmemperoleh hasil 0% yang menunjukkan bahwa intervensiberupa permainan dadu memiliki pengaruh yang baik terhadap kemampuan berhitung penjumlahan anak tunagrahita. Disimpulkan bahwa permainan dadu dapat berpengaruh pada kemampuan berhitung penjumlahan anak tunagrahita kelas I SLB Arya Satya Hati Pasuruan
Alternatif Layanan Pendidikan bagi Anak Usia Sekolah Dasar di Daerah Terpencil
Tomas Iriyanto
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Vol 22, No 1 (1995)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hampir separoh dari jumlah anak-anak di Asia Tenggara tidak dapat menyelesaikan pendidikannya di sekolah dasar. Di antara mereka bahkan ada yang belum tersentuh oleh pendidikan. Di Indonesia keadaan ini menonjol terutama di desa terpencil. Diperlukan penanganan yang logis dan proporsional agar mereka dapat segera mengenyam pendidikan. Karena daerah terpencil memiliki ciri tersendiri, penyelenggaraan pendidikannya memerlukan pendekatan yang khusus pula, baik kurikulumnya, pengorganisasiannya maupun sistem layanan pendidikan dan pengajarannya. Alternatif bentuk layanannya antara lain adalah sekolah berasrama, sistem guru kunjung, kelas jauh, SD kecil, dan sekolah terapung.
Prevalensi Anak Berbakat Intelektual di Sekolah Dasar Negeri Favorit
Endro Wahyuno;
Tomas Iriyanto
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Vol 23, No 2 (1996)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Anak berbakat merupakan potensi sumber daya manusia yang penting bagi pembangunan. Apabila tidak mendapat layanan pendidikan yang memadai, anak berbakat cenderung berprestasi di bawah potensinya. Penelitian ini ingin mengetahui prevalensi dan karakteristik anak berbakat intelektual di SD Negeri favorit di Kotamadya Malang. Data dikumpulkan dengan tes inteligensi dan angket. Analisis data dilakukan dengan statistik persentase. Diperoleh hasil bahwa prevalensi anak berbakat intelektual di SD Negeri favorit di Kotamadya Malang adalah sebanyak 119 orang atau 15,23 persen. Pada umumnya anak berbakat intelektual menunjukkan karakteristik positif, dan hanya sedikit anak berbakat intelektual yang menunjukkan karakteristik negatif.
WORKSHOP PEMBUATAN MEDIA EDUCATION BERBASIS PPT ANAK USIA DINI UNTUK GURU SE-KOTA MALANG DAN ALUMNI PGPAUD UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Evania Yafie;
Tomas Iriyanto;
Leni Gonadi;
Sri Wahyuni
Jurnal KARINOV Vol 1, No 2 (2018): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (203.678 KB)
|
DOI: 10.17977/um045v1i2p%p
Tujuan dari kegiatan pengabdian ini, yaitu: memberikan wawasan skill baru terkait pembuatan Media Education for Early Childhood berbasis PPT untuk alumni PGPAUD dan guru TK se-Kota Malang. Metode pengabdian yang digunakan berupa sosialisasi dan latihan kerja (workshop) pembuatan media edukatif berbasis PPT. Hasil yang dicapai pada pelaksanaan pengabdian masyarakat workshop pembuatan media education berbasis PPT AUD untuk guru Se-kota Malang adalah guru dan alumni dapat memahami berbagai macam media IT salah PPT, mengetahui langkahp-langkah pembuatan media berbasis PPT, mengetahui jenis dan ciri media yang sesuai untuk anak, mengetahui kompoen-komponen di PPT dan cara memfungsikannya atau mengaplikasikannya, serta menghasilkan produk media. Kata Kunci: Media Education, PPT, Guru, Anak Usia Dini
Pengembangan Media Pembelajaran Smart Book untuk Menunjang Aktivitas Belajar Anak Usia 5-6 Tahun
Krisdiana Krisdiana;
Tomas Iriyanto;
Wuri Astuti
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 7 No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Program Studi PGRA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (760.065 KB)
|
DOI: 10.29062/seling.v7i2.829
Aktivitas belajar pada anak usia 5-6 tahun bertujuan untuk menunjang aktivitas belajar anak secara aktif dan kritis dalam menstimulus dan merangsang aspek perkembangannya. Aspek yang dikembangkan pada membutuhkan media pembelajaran yang menarik agar dapat berfikir secara kritis. Namun, pada kenyataannya penggunakan media pembelajaran untuk menunjang aktivitas belajar anak usia 5-6 kurang optimal dibeberapa lembaga PAUD. Hal ini belajar belakangi peneliti untuk mengembangkan media pembelajaran smar book untuk menunjang aktivitas belajar anak usia 5-6 tahun yang efektif, efisien, dan menarik. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Hasil yang ditunjukkan dari analisis pengembangan produk memiliki pencapian kelayakan atau kevalidan sebesar 91.11% (sangat valid), dari segi aspek keefektifan sebesar 91,66% (sangat efektif), aspek keefisienan sebesar 88,88% (sangat efisien), aspek kemenarikan sebesar 92,77% (sangat menarik). Berdasarkan dari presentase tersebut dapat disimpulan bahwa media pembelajaran smart book untuk menunjang aktivitas belajar anak usia 5-6 tahun sangat valid dari segi aspek keefektifan, keefisieaan, dan kemenarikan.
STUDI KASUS PERILAKU TEMPER TANTRUM ANAK DALAM BERSOSIALISASI DI TK DHARMA WANITA KEMPLENG II
Siti Fatimah;
Tomas Iriyanto;
Nur Anisa
-
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18860/preschool.v2i1.9507
Tantrum tempering is a common behavioral problem experienced by preschoolers by expressing anger by sleeping on the floor, thrashing, screaming. Tantrum temperatures usually occur in children who are active and have abundant energy. This arises because at the age of 4-5 years children are still easily provoked by emotions that can be caused by not fulfilling the physical needs of children in terms of eating patterns and resting children. Factors causing children to experience temper tantrum is actually one form of emotional development of children that cannot be controlled. Based on preliminary observations of case studies that have been conducted by researchers found that there is one child who has a unique behavior on Dharma Wanita Kempleng II Kindergarten, Kediri Regency with the initials AFN. AFN is a 5-year-old child who studies in kindergarten group A. AFN tends to be angry, does not care when reprimanded by people around AFN, and shows a cool face towards friends. The behavior exhibited from AFN is quite common when at school or at home. AFN when he feels he does not like what others do to him and feels not according to expectations AFN will show a cool face, hit, say rude, the child sometimes even laughs when he sees his friend crying, if AFN's desire is not fulfilled AFN will scream and ruffle things those around it will cry. At this exposure if a child who has not been able to control his emotions will automatically inhibit the child's emotional social development. This can have an impact on social skills. Socialization in learning in PAUD is an interaction that occurs between children, parents or adults, and educators in a particular environment. Based on the results of the reduction carried out by researchers. Children who experience temper tantrums experience some obstacles in socializing because children can behave aggressively to friends or others who make it become shunned by friends for fear of the child hurting friends or others around him.
Pengembangan Alat Permainan Ritatoon Tentang Binatang Peliharaan Sebagai Media Stimulasi Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini
Eny Nur Aisyah;
Tomas Iriyanto;
Wuri Astuti;
Evania Yafie
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (652.643 KB)
|
DOI: 10.17977/um038v2i32019p174
Proses belajar mengajar anak usia dini yang mengacu pada proses dasar “Belajar sambil Bermain dan Bermain sambil Belajar”, sehingga diperlukan pembelajaran yang atraktif dan memberikan kesempatan pada anak untuk aktif, kreatif, dan menyenangkan. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan alat permainan ritatoon yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan melalui prosedur Borg and Gall yang dipilih dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan melalui 7 langkahyang dilaksanakan di TK LAB UM kota Malang di kelas A1 dan A2. Hasil dari penelitian pengembangan ini berupa produk alat permainan ritatoon tentang binatang peliharaan sebagai media stimulasi kemampuan kognitif anak usia dini. Berdasarkan data hasil uji coba, disimpulkan bahwa alat permainan ritatoon dapat digunakan dalam mengembangkan kemampuan kognitif anak kelompok A di TK LAB UM Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.AbstractThe process of teaching and learning of early childhood refers to the basic process of "Learning while playing and playing while learning", so it takes attractive learning and provides opportunities for children to be active, creative, and fun. The aim of this development research is to produce a ritatoon game tool that can improve cognitive abilities of early childhood. The research method used through the Borg and Gall procedure was selected and adapted to the conditions in the field through 7 steps carried out in TK LAB UM Malang in class A1 and A2. The results of this development research in the form of ritatoon game products about pets as a medium for stimulating cognitive abilities of early childhood. Based on the trial data, it was concluded the ritatoon game tool could be used in developing the cognitive abilities of group A children in TK LAB UM Lowokwaru District Malang.
Increasing Children's Empowerment through Daily Work Habits at Home (Chores) for Optimizing Child Growth and Development
Hardika Hardika;
Eny Nur Aisyah;
Tomas Iriyanto
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 2 (2020): Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/ga:jpaud.v4i2.6100
This study aims to describe the strategies of parents to improve children's empowerment through the habit of doing daily work at home (chores) to optimize child growth and development. This research is focused on children aged 4-5 years. This type of research is a case study using an ethnomethodology qualitative approach. The focus of the research was conducted in two young households with parents background as a government employee and parents with the background as household assistants. The main data sources in this study are the parents of children, household assistants, and children concerned. Data is collected through in-depth interviews and observations in the child's home environment. Data analysis was performed using interactive analysis techniques, through phasing (1) selecting and sorting information, (2) elaboration of information, and (3) verifying information and (4) summarizing research findings. The results showed that there were different strategies and different achievement targets in developing children's empowerment through habituation of daily work at home for young families with job backgrounds as government employee and family a background as household assistant. AbstrakThis study aims to describe the strategies of parents to improve children's empowerment through the habit of doing daily work at home (chores) to optimize child growth and development. This research is focused on children aged 4-5 years. This type of research is a case study using an ethnomethodology qualitative approach. The focus of the research was conducted in two young households with parents background as a government employee and parents with the background as household assistants. The main data sources in this study are the parents of children, household assistants, and children concerned. Data is collected through in-depth interviews and observations in the child's home environment. Data analysis was performed using interactive analysis techniques, through phasing (1) selecting and sorting information, (2) elaboration of information, and (3) verifying information and (4) summarizing research findings. The results showed that there were different strategies and different achievement targets in developing children's empowerment through habituation of daily work at home for young families with job backgrounds as government employee and family a background as household assistant.
Media Big Book Portable berbasis Audio-visual dalam Pembelajaran Tematik pada Anak usia 4-5 tahun
Dwi Putri Ayu;
Tomas Iriyanto;
Rosyi Damayani Twinsari Maningtyas
Jurnal PAUD: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um053v3i1p18-27
Learning media becomes one of the means in conveying information to students. Media that do not attract children and do not fit the theme presented will make children become bored and have difficulty understanding the information conveyed by educators. Therefore, this study aims to produce audio-visual Big Book Portable media that can be used in group A thematic learning whose feasibility is tested in terms of aspects of effectiveness, efficiency and attractiveness of the media according to early childhood learning media experts and early childhood learning experts. This research is a type of research development using a research model from Borg and Gall. Data analysis techniques used in this research were qualitative analysis and quantitative analysis. Based on the results of small group trials and field trials that have been carried out at three kindergarten institutions in Mojokerto District, the average percentage of results is 98.9% so that the feasibility level of Big Book Portable media based on audio-visual is classified as very valid or very feasible. Media pembelajaran menjadi salah satu sarana dalam menyampaikan informasi kepada peserta didik. Media yang belum menarik anak dan belum sesuai dengan tema yang disampaikan akan membuat anak menjadi bosan dan kesulitan dalam memahami informasi yang disampaikan oleh pendidik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media Big Book Portable berbasis audio-visual yang dapat digunakan dalam pembelajaran tematik kelompok A yang diuji kelayakannya terkait aspek keefektifan, keefisiensian dan kemenarikan media menurut ahli media pembelajaran anak usia dini dan ahli pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan dengan menggunakan model penelitian dari Borg and Gall. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan yang telah dilaksanakan pada tiga lembaga TK di Kabupaten Mojokerto menunjukkan rata-rata hasil persentase 98,9% sehingga tingkat kelayakan media Big Book Portable berbasis audio-visual tergolong kategori sangat valid atau sangat layak digunakan.
PENERAPAN PERMAINAN SIGHT WORD UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK KELOMPOK A2 DI TK NEGERI PEMBINA 5 MALANG
Novi Suci Kumala Azmi;
Tomas Iriyanto;
Wuri Astuti
Jurnal PAUD: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (86.974 KB)
|
DOI: 10.17977/um053v1i2p113-123
Abstrak: Penelitian dengan penerapan permainan sight word bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara pada anak usia 4-5 tahun. Adapun variabel dalam penelitian ini adalah: permainan sight word dan kemampuan berbicara. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dan menggunakan model Kemmis & MC. Taggart. Terdapat empat tahapan dalam penelitian ini yaitu perencanaan, tindakan, observasi, refleksi dan perbaikan rencana. Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah kemampuan berbicara dengan indikator anak mampu mengutarakan pendapat kepada orang lain dan anak mampu mengungkapkan perasaan dengan kata sifat. Pelaksanaan siklus I pertemuan 1 dan 2 menunjukkan hasil persentase ketercapaian kelas 69% dan siklus II pertemuan 1 dan 2 menunjukkan hasil persentase 94%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berbicara anak dengan penerapan permainan sight word.Abstract: Research with the application of sight word games aims to improve speaking skills in children aged 4-5 years. The variables in this study are: sight word games and speaking ability. This type of research is classroom action research and uses the Kemmis & MC Taggart model. Variabel of this research: planning, action, observation, reflection and improvement of the plan. The scope of this research is the ability to speak with indicators that children are able to express opinions to others and children are able to express feelings with adjectives. The implementation of the first cycle of meetings 1 and 2 showed the results of 69% class achievement percentage and meeting 1 and 2 cycle II showed a percentage of 94%. These results indicate that there is an increase in children's speaking skills with the appliation of sight word game.