Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Aplikasi Monitoring Dan Kendali Sistem Pada Sistem Keamanan Smarthome Berbasis Android Sofian Arissa Putra; Rumani Rumani; Unang Sunarya
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya kasus pencurian dan kebakaran yang terjadi di pemukiman warga seringkali terjadi karena kelalaian manusia seperti lupa mengunci pintu. Dalam upaya mencegah dan meminimalisir kasus tersebut diperlukan sebuah alat yang dapat memonitor keadaan dalam rumah. Sistem keamanan smarthome ini dirancang dengan menggunakan raspberry pi yang dilengkapi beberapa sensor. Sistem ini dapat membantu manusia untuk mengontrol maupun memantau keadaan dalam rumah cukup melalui perangkat android.Aplikasi android memiliki fungsi utama untuk melakukan pemantauan melalui fitur camcapture, kemudian melakukan kontrol lampu, kipas, dan mengunci pintu. Aplikasi ini pun dapat menerima notifikasi dari server FCM yang terintegrasi dengan webserver pada raspberry pi ketika pintu rumah terbuka, terdeteksi asap, atau terdeteksi adanya gerakan dalam rumah.Berdasarkan hasil pengujian blacbox, fungsionalitas aplikasi dapat berjalan dengan baik dengan tingkat keberhasilan 100%. Aplikasi ini juga dapat menerima notifikasi dengan delay 1,2 detik pada jaringan dengan bandwidth 10Mbps(fibre optic), dan 2,8 detik pada jaringan dengan bandwidth 3,37Mbps(4G). Hasil pengujian QoS terhadap respon webserver memiliki delay rata-rata tiap fitur kurang dari 150ms, dan memiliki nilai jitter rata-rata dibawah 75ms. Namun untuk waktu eksekusi fitur CamCapture memiliki delay untuk mendownload gambar dengan delay rata-rata 16,7 detik untuk file gambar berjumlah 30 buah dan 14,07 detik untuk file gambar berjumlah 10 buah dari webserver.  
Perancangan Dan Implementasi Sistem Robot Kursi Roda Menggunakan Speech Recognition Hendriadi Mukri; Inung Wijayanto; Unang Sunarya
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, masih banyak penduduk yang mengalami kecacatan fisik seperti kelumpuhan yang menyebabkan mereka tidak dapat bergerak dengan sendirinya. Contoh pada tahun 2009 menurut Badan Kemntrian Sosial RI jumlah penyandang cacat pada sembilan provinsi sebanyak 299.203 jiwa dan 10,5% (31.327 jiwa) merupakan penyandang cacat berat yang mengalami hambatan dalam kegiatan sehari-hari. Kursi roda otomatis merupakan alat yang difungsikan untuk meringankan beban penderita kelumpuhan tangan dan kaki yang tidak dapat menggerakan kursi roda manual pada umumnya. Prinsip kerja dari alat ini adalah dengan memanfaatkan gelombang suara pada manusia sebagai masukan informasi pada alat untuk dapat menentukan arah gerak dari kursi roda otomatis tersebut. Gelombang suara manusia yang masuk ke Raspberry Pi di ekstraksi menggunakan metode MFCC. Hasil ekstraksi tersebut dibandingkan dengan data ekstraksi yang telah ada sebelumnya pada database dengan menggunakan metode KNN. Metode KNN sendiri berkerja dengan cara menghitung jarak terdekat suatu sinyal baru dengan sinyal yang sudah teridentifikasi sebelumnya, jumlah sinyal yang dibandingkan tergantung dengan nilai K yang dimasukkan, adapun untuk menghitung jarak antar sinyal, KNN menggunakan metode Euclidean distance.Hasil dari pembandingan ektraksi dengan menggunakan metode KNN, didapat beberapa sinyal yang ada pada database mempunyai kemiripan dengan sinyal masukkan yang baru. Sehingga setelah dibandingkan didapat hasil berupa keputusan perintah yang sesuai dengan database untuk menggerakkan motor dari kursi roda. Penelitian pada tugas akhir ini telah berhasil membuat sistem yang dapat mengenali ucapan dengan waktu pengambilan keputusan adalah 5.59 detik pada saat kondisi sepi dan jarak mikrofon terhadap pusat suara adalah 10 cm, namun nilai yang didapatkan tersebut hanya pada saat pengujian tanpa kursi roda, sedangkan untuk pengujian dengan kursi roda waktu pengenalan ucapannya menjadi 14.9 detik.Kata Kunci : Robot kursi roda, MFCC, KNN, Euclidean Distance
Perancangan Dan Implementasi Sistem Monitoring Gas Berbahaya Pada Mobil Berbasis Logika Fuzzy Menggunakan Mikrokontroler Fendy Purwanto; Rendy Munadi; Unang Sunarya
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cukup banyak kasus telah diberitakan media masa tentang tewasnya seseorang (atau lebih) yang terjadi saat mereka tidur di dalam mobil dalam kondisi mesin dan AC menyala, sedangkan posisi mobil dalam keadaan parkir atau berhenti. Dari hasil penyelidikan polisi, penyebab utama dari mayoritas kejadian tersebut adalah keracunan gas berbahaya di dalam mobil. Salah satu jenis gas berbahaya adalah karbon monoksida (CO). Jika terhirup ke dalam tubuh, gas CO akan mengikat hemoglobin dalam darah, sehingga mengurangi ikatan oksigen di dalam darah. Efek yang terjadi adalah tubuh kekurangan oksigen dan menyebabkan lemas. Gas beracun lainnya adalah amonia (NH3). Kontak dengan gas amonia konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan paru-paru dan bahkan kematian. Untuk mengantisipasi terjadinya akumulasi gas beracun di dalam mobil, dalam tugas akhir ini dibuat sebuah alat monitor kandungan gas berbahaya di dalam mobil. Perangkat dirancang terdiri dari tiga blok utama, yaitu input, proses, dan output. Input berfungsi sebagai sensor gas, diimplementasikan dengan sensor MQ-7 (gas karbonmonoksida) dan sensor MQ-135 (gas amonia). Bagian proses diimplementasikan dengan mikrokontroler, fungsinya adalah menganalisa data pembacaan sensor kandungan gas di dalam mobil, berdasarkan logika fuzzy Sugeno dan menyimpulkan kondisi akhir menjadi kategori AMAN, WASPADA, atau BAHAYA. Bagian Output bertugas memberikan respon berupa informasi pada display LCD, alarm, serta pesan singkat GSM (SMS). Implementasi perancangan menghasilkan perangkat yang mampu memonitor kandungan gas berbahaya di dalam mobil, menjadi tiga kategori (AMAN, WASPADA, atau BAHAYA). Berdasarkan pengujian, sensor MQ-7 dan MQ-135 dapat berfungsi dengan baik. Implementasi logika fuzzy dapat dipastikan akurat 100%. Kata Kunci : gas berbahaya, mobil, sensor MQ-7, sensor MQ-135, Mikrokontroler, Logika Fuzzy Sugeno
Perancangan Dan Implementasi Mppt Charge Controller Pada Panel Surya Menggunakan Mikrokontroler Untuk Pengisian Baterai Sepeda Listrik Muhammad Harits Fadhilah; Ekki Kurniawan; Unang Sunarya
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu sumber energi natural yang belum di gunakan secara maksimal adalah energi surya atau sinar matahari. Energi surya merupakan sumber energi terbarukan yang ketersediaannya tidak terbatas. Untuk mendapatkan energi listrik yang berasal dari matahari digunakan panel surya sehingga energi cahaya dari matahari dapat berubah menjadi energi listrik. Sebuah panel surya, dalam aplikasinya masih memiliki kekurangan yakni memiliki efisiensi yang rendah. Faktor yang mempengaruhi output yang di hasilkan panel surya adalah besarnya intensitas cahaya matahari dan suhu kerja panel surya. Maximum power point (MPP) adalah sebuah poin atau titik dalam kurva V-I atau kurva VP di panel surya dimana pada titik ini, panel surya bekerja dalam efisiensi maksimum dan mengeluarkan daya keluaran yang paling besar. Pada penelitian ini Algorima Maximum Power Point Tracking (MPPT) digunakan untuk mencari MPP dan membuat titik kerja panel surya akan berada selalu di area MPP. Hasil dari penelitian didapat sebuah charge controller berbasis mikrokontroler dengan MPPT yang bisa mengoptimalkan kinerja panel surya dengan kenaikan daya sebesar 0.47% dibandingkan dengan system yang tidak menggunakan MPPT .Kata Kunci : Panel surya, Maximum power point, Maximum Power Point Tracking, Mikrokontroler.
Perancangan Sistem Keamanan Dan Kontrol Smarthome Berbasis Internet Of Things Rijal Permana; Rumani M Rumani M; Unang Sunarya
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap orang menginginkan keamanan dan kenyamanan untuk rumahnya dan keluarganya, sebab keamanan dan kenyamanan keluarga maupun rumah seseorang merupakan hal yang sangat penting. Untuk itu diperlukan sistem untuk menjaga keamanan dan kenyamanan rumah dan keluarga agar terhindar dari pencurian, kebakaran, ataupun bahaya lainnya yang dapat mengganggu kenyamanan dan keamanan.Dalam tugas akhir ini dibuat sebuah sistem smarthome yang mampu menjadi solusi untuk menjaga keamanan dan kenyamanan rumah. Smarthome ini dapat melakukan pemantauan rumah dan mengontrol rumah secara remote dengan menggunakan mikrokontroler Arduino uno dan NodeMCU yang dapat di akses melalui aplikasi android yang terhubung dengan Raspberry pi webserver. Sistem ini dapat memberikan notifikasi saat keadaan di rumah tidak seperti seharusnya. Sistem ini juga mampu menangkap gambar dengan menggunakan kamera yang terpasang dan dikirimkan ke webserver.Berdasarkan hasil pengujian tugas akhir ini, sistem keamanan dan automasi smart home ini terintegrasi dan berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian pengiriman data dari sistem monitoring yang terkirim 100% dengan delay rata-rata sebesar 9.6 detik tiap pengiriman data sensor melalui pengujian ESP8266. Begitu juga dari pengujian sistem kontrol, NodeMCU mampu untuk mengirimkan perintah dengan delay rata-rata 2.3 detik untuk tiap pengontrolannya. 
Perancangan Dan Implementasi Sistem Informasi Geografis Untuk Pengukuran Kualitas Air Febrian Erliana; Rumani M; Unang Sunarya
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini, dibuat perancangan dan implementasikan sistem informasi geografis untuk pengukuran kualitas air dengan studi kasus kota Bandung. Dari 8 lokasi titik pengairan di kota bandung akan di ambil datanya dengan alat pengukur kualitas air. Dari titik lokasi pengambilan data, alat pengukur akan langsung memasukan data kedalam database. Data tersebut akan diolah menjadi informasi yang akan di tampilkan di website. Informasi yang diberikan adalah pengukuran data ph dan kekeruhan air, hasil kualitas air, dan visualisai pada peta kondisi kualitas air. Kata Kunci : Kualitas air, Pengukuran, sistem informasi geografis, Kota Bandung, website.
Perancangan Dan Implementasi Alat Ukur Untuk Penentuan Kualitas Air Berbasis Logika Fuzzy Metode Sugeno Siti Khodijah; R Rumani M; Unang Sunarya
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membuat sebuah alat untuk mengetahui kualitas air sungai. Pada alat terpasang dua buah sensor, yaitu sensor pH dan sensor kekeruhan yang diproses dengan menggunakan logika fuzzy metode sugeno untuk mendapatkan status aman atau tidaknya air sungai tersebut untuk digunakan pada manusia. Untuk kadar maksimum yang diperbolehkan sudah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan (Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 416/MENKES/PER/IX/1990 Tentang Syaratsyarat Dan Pengawasan Kualitas Air)[3]. Dari hasil pengujian secara keseluruhan didapatkan status tidak aman digunakan untuk manusia, baik digunakan untuk mandi, cuci, dan konsumsi. Kata Kunci : Arduino UNO, pH, Kekeruhan, Fuzzy, Metode Sugeno
Implementasi Dan Analisis Performansi Sistem Pengendalian Smart Garage Dengan Menggunakan Media Komunikasi Instant Messaging Arief Rakhman Saputra; Rendy Munadi; Unang Sunarya
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi yang paling cepat pertumbuhannya berada pada sektor Teknologi Informasi (IT). Internet of Things (IoT) hadir dengan konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dan konektivitas internet yang saling terhubung satu sama lain. Dalam penelitian ini dilakukan sebuah perancangan sistem yang dapat digunakan untuk membuka garasi secara otomatis menggunakan microcontroller yang telah terintegrasi dengan chip wireless. Sistem ini menciptakan teknologi remote controlling dengan jaringan internet sebagai penguhubung antara server dan client menggunakan protokol MQTT dan HTTP. Dengan menggunakan sistem ini, pengemudi tidak perlu turun dari dalam mobil hanya untuk untuk membuka garasi dengan tujuan untuk mengurangi terjadinya tindakan kejahatan. Dari hasil pengukuran one way delay terhadap sistem yang digunakan, protokol MQTT memiliki performa lebih baik dibandingkan dengan protokol HTTP. Terdapat perbedaan sebesar 74,5% untuk kondisi sistem OFF – ON dan terdapat perbedaan sebesar 102% kondisi sistem ON - OFF. Pada parameter throughput terdapat perbedaan sebesar 6,84% Pada pengukuran response time sistem dengan kondisi sistem OFF – ON, protokol MQTT memiliki response time lebih cepat 18,7%. Sedangkan untuk reponse time pada kondisi ON - OFF, Perbedaan antara kedua protokol tersebut sebesar 32,9%. Kata kunci : IoT, NodeMCU, Wireless, Microcontroller, Instant Messaging Abstract The most rapid development of technology is in the Information Technology (IT) sector. Internet of Things (IoT) comes with a concept that aims to expand the benefits and connectivity of the Internet are connected to each other. In this research, a system design that can be used to open garage automatically using microcontroller which has been integrated with wireless chip. This system creates remote controlling technology with internet network as a liaison between server and client using MQTT and HTTP protocol. By using this system, the driver does not need to get out of the car just to to open the garage in order to reduce the occurrence of crime. From the one way delay measurement to the system used, MQTT protocol has better performance compared to HTTP protocol. There is a difference of 74.5% for OFF - ON system condition and there is a difference of 102% ON - OFF system condition. In the parameter throughput there is a difference of 6.84% In measuring the system response time with OFF - ON system condition, MQTT protocol has a response time of 18.7% faster. As for reponse time on ON - OFF condition, The difference between the two protocols is 32.9%. Keywords : IoT, NodeMCU, Wireless, Microcontroller, Instant Messaging
Pemetaan Kontur Miniatur Berbasis Ultrasonik Rachmita Hasni.H1; Fiky Yosef Suratman; Unang Sunarya
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemetaan merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mendapatkan informasi berupa penggambaran bentuk-bentuk muka bumi. Penggambaran bentuk bentuk muka bumi tersebut dapat digambarkan melalui peta umum bewarna ataupun peta khusus seperti peta kontur. Namun untuk melakukan pemetaan dibutuhkan kumpulan data yang didapatkan dari pengukuran atau pengindraan (sensing) berupa sensor. Dalam penelitian tugas akhir ini penulis menggunakan sensor ultrasonik untuk melakukan pemetaan kontur pada sebuah miniatur. Jenis sensor ultrasonik yang digunakan yaitu ultrasonik SRF-05. Dalam melakukan pemetaan, sensor ultrasonik terlebih dahulu mengukur jarak terhadap permukaan didalam sebuah miniatur, Sensor ultrasonik diletakkan pada bagian atas miniatur dan akan bergerak secara arah horizontal terhadap sumbu x dan y secara otomatis. Dalam setiap posisi pergerakannya, sensor akan mentransmisikan sinyal gelombang dan sinyal pantulan yang diterima. Sinyal pantulan yang didapatkan diubah menjadi nilai jarak terlebih dahulu, dan kemudian diproses oleh raspberry pi, kemudian hasil yang diperoleh akan ditampilkan Graphical User Interfae (GUI) dalam bentuk peta kontur. Sistem yang akan didesain ini merupakan langkah awal untuk mendesain atau melakukan penelitian tentang sonar. Sebagai hasil dari penelitian ini tercipta grafik peta kontur yang didapatkan dari 3 area yaitu, area tanpa benda, area 2 benda, dan area heterogen dengan posisi ultrasonik vertikal dan horizontal dan waktu yang dibutuhkan 7 - 8 menit untuk sekali scanning. dari hasil pengujian didapatkan nilai akurasi untuk area tanpa benda dengan posisi ultrasonik horizontal adalah 0,0061728395, Untuk area 2 benda dengan posisi ultrasonik vertikal adalah 0,0935672515 dan untuk area heterogen dengan posisi ultrasonic horizontal adalah 0,1296296296. Kata Kunci : ultrasonik, pemetaan, GUI Abstract Mapping is one way that is used to get the information to describe the shape of face of the earth. It can be illustrated through a general map of color or a special map such as a contour map. However, to do the mapping, we need collections of data obtained from measurement or sensing.. In this research the author used ultrasonic sensors to do contour mapping on a miniature. The type of ultrasonic sensor used is the SRF-05 ultrasonic. In mapping, firstly ultrasonic’s sensor measures the distance of the surface in a miniature, the ultrasonic sensor is placed on the top of the miniature and will move horizontally towards the x and y axes automatically. In each movement position, the sensor will transmit the wave signal and the reflected signal received. The reflected signal obtained is converted into a distance value first, and then processed by raspberry pi, then the results obtained will be displayed Graphical User Interfae (GUI) in the form of contour maps. The system that will be designed is the first step to designing or conducting research on sonar. As the result of this research, a contour map was obtained from 3 areas, namely without object area, 2 objects area, and heterogeneous area with vertical and horizontal ultrasonic positions and the time needed 7 - 8 minutes for a single scan. From the test results obtained the accuracy value for areas without object with horizontal ultrasonic position is 0.0061728395, for 2 objects areas with vertical ultrasonic positions are 0.0935672515 and for heterogeneous areas with horizontal ultrasonic position is 0.1296296296. Keywords: ultrasonic, mapping, GUI
Implementasi Wireless Sensor Network Untuk Monitoring Dan Controlling Gas Karbon Monoksida Pada Ruangan Tertutup Piove Wiraguna; Rendy Munadi; Unang Sunarya
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Gas karbon monoksida (CO) merupakan salah satu polutan udara yang memiliki karakteristik tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa sehingga sulit dideteksi oleh indra manusia. CO memiliki sifat racun sehingga sangat berbahaya. Manusia sulit menyadari tingkat kadar gas CO yang berada pada level berbahaya. Bila kadar gas CO berlebih pada suatu lingkungan akan mengancam kesehatan manusia hingga berujung pada kematian. Meninjau permasalahan tersebut, perlu adanya sistem yang dapat melakukan monitoring gas CO agar dapat mengetahui kadar gas pada ruangan dan sistem controlling untuk mengurangi kadar gas yang berlebih. Sistem yang dibuat terdiri dari sensor MQ-7, relay, exhaust fan, NodeMCU dan teknologi Wireless Sensor Network. Sistem dimulai dengan mendeteksi gas kemudian data dikirim dan ditampilkan. Bila gas CO melebihi batas aman yaitu 500 ppm, maka exhaust fan akan aktif. Untuk mengetahui kualitas jaringan yang dibuat maka perlu dilakukan pengujian dalam beberapa skenario. Berdasarkan hasil pengujian jarak jangkauan maksimum koordinator sebesar 12 meter. Ketika jarak node yang terhubung semakin menjauhi koordinator, delay cenderung akan semakin membesar dan throughput akan semakin mengecil. Ketika sistem dijalankan secara keseluruhan, delay pada aktuator lebih besar dari pada delay sensor node. Pada saat menggunakan MQTT, Sesuai standar ITU-T G114 kualitas sistem berada pada kualitas yang baik untuk MQTT dan pada HTTP sensor node berada pada kualitas yang baik sedangkan aktuator node berada pada kualitas yang buruk. Pada sistem ini penggunaan protokol MQTT lebih baik dibanding HTTP karena pada protokol MQTT hanya melakukan satu kali proses koneksi diawal sehingga membuat delay lebih kecil dibanding HTTP. sedangkan pada HTTP akan selalu melakukan proses koneksi setiap data ingin dikirim lalu menutup koneksi ketika data telah selesai dikirim sehingga membuat delay HTTP lebih besar. Throughput pada MQTT lebih kecil dibanding throughput pada HTTP Kata Kunci: Wireless Sensor Network, karbon monoksida, monitoring dan controlling ABSTRACT Carbon monoxide (CO) is one of the air pollutants that has characteristic odorless, colorless, and tasteless CO difficult to be detected by the human senses. Co is toxic air so it is very dangerous. When CO levels in a closed room is over, will threatening health and lead to death. The victim of poisoning does not feel poisoned but only feeling tired, weak and want to rest until death. Reviewing the problem, human need a system that can monitor the CO levels in the room and controlling system to reduce CO. The system consists of MQ-7 sensor, relay, exhaust fan, NodeMCU and Wireless sensor network technology. The system starts with CO detection and then sent data and display data. When the CO exceeds the safe limit of 500 ppm, the exhaust fan will be active. To determine the quality of the network made it is necessary to test in several scenarios. Based on the result of testing the range of the coordinator's maximum range of 12 meters. As the distance of the connected node farther away from the coordinator, the delay tends to increase and the throughput diminishes.. On overall system, the delay in the actuator is greater than the sensor node delay. When using MQTT, according to the ITU-T G114 standard the quality of the system in good quality for the MQTT and on the HTTP, node sensor in acceptance quality and actuator node in bad quality. In this system, using the MQTT protocol is better during HTTP because in the MQTT protocol only one time the connection process. That is stored makes the delay smaller than HTTP. While on HTTP it will always make the connection process every packet will to send and closing connection if sending packet finished. That is make large delay in HTTP. Throughput in the MQTT is less likely throughput in HTTP Keywords: Wireless Sensor Network, Carbon Monoxide, monitoring and controlling
Co-Authors Achmad Rizal Agung Nugroho Jati Agustina Paramitha Akhmad Hambali Al Ghani, Husein Aldino De Lama Angga Rusdinar Angger Widya Sulaiman Arief Rakhman Saputra ARIS HARTAMAN Arton Johan Lubis Asep Mulyana ATIK NOVIANTI Baharta, Edwin Bambang Hidayat Christian Adhi Pralingga Dadan Nur Ramadan Dalimunthe, Muhammad Iqbal Luthfi Daradjatun, Ilham Dendi Gusnadi Denny Darlis Dewa Gede Cahya Prastika Dinda Ardiwinnata Donny Rhomanzah Dwi Andi Numantris DWI ANDI NURMANTRIS Edy Rahmat Juma Efrat Murpratama Ekki Kurniawan Erdiansyah Rezamela, Erdiansyah Erwin Susanto Ezra Meliora Nainggolan Fadhil Riardy Rivai Faidhon Nur Fanni Husnul Hanifa Faridzi, Riva Nur FAUZI A, FARIS NUR Febrian Erliana Fendy Purwanto Fiky Y. Suratman Firda Isfandary Badryani Firda Masitha Firman Al Rahmat FITRI, IFTITA Fively Darmadi Fonizza Popy Wijaya Gelar Budiman Gentra A.P. Ruswanda Gusti Lambang Wicaksono Hasanah Putri HASNAH, FIDA YUZIDA Hendriadi Mukri Heroe Wijanto Hilmiyati, Fitri Ida Ayu Dian Purnama Sari Indra Prastowo Inung Wijayanto Irfandri Zulkarnaini Ivan Fadillah Achmad Jimmi Martin Julian Fathani Junartho Halomoan Katamso Katamso Kharisma Meccasia KURNIAWAN, MUHAMAD IRFAN Lyra Vega Ugi Manik , Angel Nauli Manurung, Binsar Anugrah Martahan Marcellus Haninditya Markus Sihombing Mas Sarwoko Suraatmadja Meidiana Ajeng Lestari Mohamad Ramdhani Muhammad Ary Murti Muhammad Fayyadh Muhammad Harits Fadhilah Ni Wayan Ratna Juami Niken Ayu Nining Syamsi Komariah Nugraha, Enung Nyoman Ramatryana Oktaviani, Kartika Piove Wiraguna Purhendi Bayu Basuki Putri, Silvi Dahlia Qomariyati, Laily Nur R Rumani M Rachmita Hasni.H1 Radial Anwar, Radial Rahmad Hidayat Raksa Raban Ramdhan Nugraha Ratna Wardani Ratri Atmadja Ratri Dwi Atmaja Razi Jamil Fariz Rendy Munadi Rijal Permana Riza Taufiq Rizki Antoni ROHMAT TULLOH Roswandi, Naufal Fakhri Rumani M Rumani M Rumani M Rumani Rumani Ruswanda, Gentra A.P. Santy Fauziyah Siti Khodijah Siti Walidah Jauhariah Sofian Arissa Putra Sugondo Hadiyoso Suharmin Bahri Suryo Adhi Wibowo Syakira Nurina Shaputri Tiar Naufal Wilsya Tidar Haryo Sularso Tita Haryanti UDZRI, MUHAMMAD HAFIDZ UGI, LYRA VEGA Widianto, Kiki Widya Sastika Wulandary Ika Hanesia YAKIN, NIZAR AINUL Yuris Octa Primariadi Yustisia, Regina Zafer Ozcan Zahrana Hermulyani