Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Pendidikan Nonformal

Literasi Finansial Keluarga Pekerja Migran Indonesia Ditinjau Dari Pengelolaan Remitan Bayu Adi Laksono
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 14, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.067 KB) | DOI: 10.17977/um041v14i2p68-75

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to examine the financial literacy of migrant worker families in terms of remittance management. This study was conducted in seven hamlets of Payaman Solokuro Village, Lamongan Regency. Using cluster random sampling techniques in determining the research sample and using the Harry King Nomogram in determining the number of samples, as many as 95 persons. Data analysis uses ANOVA (Analysis of Variant) technique. The results showed that 63.2% of migrant workers’ families received remittances of 1-3 million each sending period, and 81.1% received remittances once a month. The literacy rate of migrant workers’ families from the perspective of remittance receipts intensity is in medium level, however migrant workers’ families who receive remittances in period of once in three months tend a high level of literacy. Families of migrant workers who receive remittances of more than three million each sending period are higher in financial literacy than others. The results of data analysis show that the financial literacy of migrant workers’ families do not have a significant difference in terms of the remittance receipts intensity, and the financial literacy of migrant workers’ families in terms of remittance receiptsquantitydo not have a significant difference. The results of this study indicate that migrant workers’ families can increase their financial literacy through financial training and have careful considerationsin making economic decisionsAbstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengkaji literasi finansial keluarga pekerja migran ditinjau dari pengelolaan remitan, baik dari intensitas maupun kuantitas. Penelitian ini dilakukan di tujuh dusun dari Desa Payaman Solokuro Kabupaten Lamongan. Menggunakan teknis cluster random sampling dalam menetukan sampel penelitian serta menggunakan Nomogram Harry King dalam menentukan besaran sampelnya, yakni sebanyak 95 orang. Analisis data menggunakan teknik ANOVA (Analysis of Varian). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63,2% keluarga pekerja migran mendapat remitan sebanyak 1-3 Juta setiap periode pengirimannya, serta 81,1% menerima remitan sebulan sekali. Tingkat literasi keluarga pekerja migran ditinjau dari sudut pandang intensitas penerimaan remitan berada pada tingkat sedang, namun keluarga pekerja migran yang menerima remitan pada periode tiga bulan sekali cenderung memiliki tingkat literasi yang tinggi. Keluarga pekerja migran yang menerima kiriman remitan lebih dari tiga juta setiap periode pengirimannya cenderung memiliki tingkat literasi finansial yang lebih tinggi diantara yang lainnya. Hasil analisis data menunjukkan bahwa literasi finansial keluarga pekerja migran tidak memiliki perbedaaan yang signifikan ditinjau dari intensitas penerimaan uang remitan, serta literasi finansial keluarga pekerja migran ditinjau dari kuantitas penerimaan uang remitan tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keluarga pekerja migran dapat meningkatkan literasi finansialnya melalui pelatihan pengelolaan keuangan serta memiliki pertimbangan yang matang dalam mengambil keputusan ekonomi
Asumsi Pendidikan Orang Dewasa (Andragogy) Dalam Retorika Dakwah KH. Anwar Zahid Bayu Adi Laksono; Ahmad Hamdan; Azka Waliyyan
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 17, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v17i1p9-16

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memotret asumsi pendidikan orang dewasa (andragogy) dalam retorika dakwah KH. Anwar Zahid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis konten atau analisis isi. Bahan dokumentasi dalam penelitian ini adalah video ceramah dengan judul KH. Anwar Zahid Terbaru 2020 Live Kembangan Kebomas Kabupaten Gresik Jawa Timur dengan durasi 1 jam 59 menit yang diambil dari situs video berbagi Youtube. Total materi dakwah yang berkaitan dengan asumsi pendidikan orang dewasa (andragogy) sebanyak 24 materi yang terhimpun dalam tiga asumsi yakni kebutuhan untuk tahu, konsep diri, serta motivasi. Asumsi lainnya seperti peran pengalaman, kesiapan belajar, maupun orientasi belajar tidak muncul. Dari 24 materi dakwah yang terhimpun dalam tiga asumsi, yang paling banyak dikaji adalah asumsi yang berkaitan dengan konsep diri yakni sebanyak 10 materi dakwah, sedangkan materi dakwah yang berkaitan dengan asumsi kebutuhan untuk tahu sebanyak 7 materi, dan yang berkaitan dengan asumsi motivasi sebanyak 7 materi.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI LEMBAGA SOSIAL DAN PENDIDIKAN Bayu Adi Laksono; Nasyikhatur Rohmah
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 14, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v14i1p1-11

Abstract

Abstract : The purpose of this study is to explore the role of social and educational institutions in Bajulmati in the process of community empowerment. This study used a qualitative approach, and was carried out in Bajulmati Hamlet, Gajahrejo Village, Gedangan District, Malang Regency. Informants in this study consisted of government institutions, activists empowering from social and educational institutions, and surrounding communities. Data collection uses interviews, documentation and observations and analyzed by miles and huberman models. The results of the study show the role of social and educational institutions in empowering the Bajulmati community. In the economic field, the community is empowered through the use of natural and human potential. In the social field, it is empowered to always be optimistic and independent. As well as in the field of education, the community is empowered through educational institutions that are built, both schooling and education outside the school system. Schooling education aims to increase competitiveness, education outside the schooling system to maintain the culture and noble values of the Bajulmati community.Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah menggali peran lembaga sosial dan pendidikan di Bajulmati dalam proses pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan dilaksanakan di Dusun Bajulmati, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Informan dalam penelitian ini terdiri dari institusi pemerintahan, pegiat pemberdayaan dari lembaga sosial dan pendidikan, serta masyarakat sekitar. Pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi serta dianalisis dengan model miles dan huberman. Hasil penelitian menunjukkan peran lembaga sosial dan pendidikan dalam memberdayakan masyarakat Bajulmati. Dalam bidang ekonomi, masyarakat diberdayakan melalui pemanfaatan potensi alam maupun sumber daya manusia. Dalam bidang sosial, diberdayakan untuk selalu bersikap optimis dan mandiri. Serta dalam bidang pendidikan, masyarakat diberdayakan melalui institusi pendidikan yang dibangun, baik pendidikan persekolahan maupun pendidikan di luar sistem persekolahan. Pendidikan persekolahan bertujuan untuk meningkatkan daya saing, pendidikan di luar sistem persekolahan untuk menjaga budaya dan nilai-nilai luhur masyarakat Bajulmati.