p-Index From 2021 - 2026
6.085
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Publikasi Pendidikan Journal of Education and Learning (EduLearn) Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara JINOP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Terampil : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Al Ishlah Jurnal Pendidikan Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Taman Cendekia : Jurnal Pendidikan Ke-SD-an Journal of Teaching and Learning in Elementary Education Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Indonesian Journal of Primary Education Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Lectura : Jurnal Pendidikan Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Qalam: Jurnal Ilmu Kependidikan EduReligia : Jurnal Pendidikan Agama Islam JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education) EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Jurnal Pendidikan Edutama Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Jurnal Eduscience (JES) Holistika : Jurnal Ilmiah PGSD Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Journal On Teacher Education (Jote) Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat IJPD (International Journal Of Public Devotion) Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Journal of General Education and Humanities Jurnal Pendidikan Terapan Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan JPPG (Jurnal Pendidikan Profesi Guru) aktivisme: Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik dan Sosial Indonesia Language, Technology, and Social Media Indonesian Journal of Primary Education El Midad: Jurnal Jurusan PGMI Bina Gogik
Claim Missing Document
Check
Articles

Transformasi Kompetensi Guru IPA Melalui Pelatihan Pengembangan Pembelajaran Berbasis Deep Learning: Studi Kasus di SMPN H Wukirsari Triyana, Triyana; Kuncahyono, Kuncahyono
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan transformasi kompetensi guru IPA melalui pelatihan pengembangan pembelajaran berbasis deep learning di SMPN H Wukirsari. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif yang melibatkan lima guru IPA sebagai partisipan utama. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, studi dokumen, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan memberikan peningkatan signifikan terhadap pemahaman guru mengenai konsep deep learning, perancangan perangkat pembelajaran berbasis HOTS, serta penerapan strategi pembelajaran yang mendorong penalaran, koneksi antar konsep, dan keterlibatan aktif siswa. Implementasi di kelas mengindikasikan adanya perubahan positif pada dinamika pembelajaran, termasuk meningkatnya partisipasi siswa dan kemampuan analitis mereka. Namun, beberapa tantangan masih ditemui, seperti keterbatasan waktu, sarana laboratorium, dan keragaman kemampuan siswa. Secara keseluruhan, pelatihan berbasis deep learning terbukti efektif dalam mentransformasi kompetensi guru IPA, khususnya pada konteks sekolah daerah. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya dukungan sekolah, pendampingan berkelanjutan, dan perluasan studi untuk menguatkan praktik pembelajaran mendalam di sekolah.
Optimalisasi Rapor Pendidikan Berbasis Siklus Deming di SMKN Trowulan: Penelitian Enik Indartik; Kuncahyono
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3994

Abstract

Peningkatan mutu pendidikan pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menuntut penerapan manajemen berbasis data yang sistematis dan berkelanjutan. Rapor Pendidikan sebagai instrumen evaluasi nasional, menyediakan informasi komprehensif mengenai capaian kinerja sekolah. Pemanfaatan data tersebut dalam proses pengambilan keputusan di tingkat satuan pendidikan masih belum optimal, sehingga berbagai rekomendasi perbaikan sering kali tidak diimplementasikan secara efektif. Kondisi ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara ketersediaan data dan penerapan strategi peningkatan mutu. Pendekatan manajerial yang mampu mengintegrasikan data Rapor Pendidikan ke dalam proses perbaikan berkelanjutan secara terstruktur sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis optimalisasi pemanfaatan Rapor Pendidikan melalui penerapan siklus Deming di SMKN Trowulan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah regulasi pemerintah, laporan resmi pendidikan, dan penelitian relevan terkait manajemen mutu serta penerapan perbaikan berkelanjutan di sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi data Rapor Pendidikan dalam setiap tahap siklus Deming dapat meningkatkan ketepatan perencanaan, efektivitas pelaksanaan program, ketajaman evaluasi, serta keberlanjutan tindak lanjut yang lebih terarah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan siklus Deming secara konsisten berpotensi memperkuat tata kelola sekolah, meningkatkan relevansi kurikulum, dan mendorong kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan dunia kerja. Temuan tersebut berimplikasi pada penguatan budaya mutu di satuan pendidikan vokasi.
Pengembangan Pedoman E-Modul Berorientasi Student Active Learning Sebagai Pendukung Pembelajaran di Sekolah Dasar Kuncahyono; Aini, Dian Fitri Nur
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jpdn.v5i2.13999

Abstract

This study aims to (1) produce a valid e-module guidelines for active student learning in elementary schools that are valid; (2) produce eligibility guidelines for student active learning oriented e-modules in Elementary Schools, and (3) produce practical student learning oriented e-module guidelines. This research uses ADDIE model development research design which consists of 5 levels, namely analysis, design, development, application, and evaluation. The results showed that the results of the validation trial of teaching materials experts and material experts, the average score obtained was 83.95 with valid criteria. The results of user trials (teachers and students) then the average score obtained is 3.5 very well / very practical
Strategi Pembinaan Guru dalam Mewujudkan Pendidikan Berkualitas di SDIT Al Izzah 2 Kota Serang Hasunah, Uun; Kurniadi, Dedi; Kuncahyono, Kuncahyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembinaan guru serta menganalisis perannya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SDIT Al Izzah 2 Kota Serang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan guru dilaksanakan secara sistematis, terstruktur, dan berkelanjutan melalui program pekanan, bulanan, semesteran, tahunan, serta pelatihan insidental. Pembinaan mencakup aspek religius, kepribadian, profesional, dan pedagogik. Pembinaan berbasis kebutuhan terbukti meningkatkan profesionalisme guru dan kualitas pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa pembinaan guru memiliki peran strategis dalam peningkatan mutu pendidikan, khususnya di sekolah Islam terpadu.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DI SD MUHAMMADIYAH 4 KOTA MALANG Belinda Dewi Regina; Beti Istanti Suwandayani; Kuncahyono Kuncahyono
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.41199

Abstract

SD Muhammadiyah 4 Kota Malang, sebagai salah satu sekolah yang memiliki komitmen tinggi terhadap peningkatan mutu pendidikan, menyadari pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi ini. Namun, berdasarkan observasi awal, masih terdapat kesenjangan dalam pemahaman dan penerapan AI dalam penyusunan media pembelajaran di kalangan guru. Pendampingan penyusunan media pembelajaran berbasis AI menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan ini. Pendampingan berupa workshop pemanfaatan AI dalam pembelajaran ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan mengimplementasikan media pembelajaran yang memanfaatkan teknologi AI, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Metode yang dipakai yaitu metode pelatihan pembuatan media berbantuan AI. Hasil dari kegiatan ini yaitu media pembelajaran berbasis AI memiliki potensi untuk mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa, memberikan umpan balik secara real-time, dan memperkaya pengalaman belajar melalui simulasi dan permainan edukatif yang didukung oleh AI.
The Role of Teachers in Shaping Students’ Discipline and Responsibility Character at State Elementary School Puncu 2, Kediri Regency Khoirul Anam; Agus Tinus; Kuncahyono Kuncahyono
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 2 (2026): April
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i2.1215

Abstract

This study examines how teachers contribute to the development of discipline and responsibility among elementary students, focusing on State Elementary School Puncu 2 in Kediri Regency. The research aims to examine the specific roles teachers play in fostering these character traits and to identify supporting and inhibiting factors that Influence their implementation. A qualitative case study design was applied, involving teachers and upper-grade students as participants. Data were gathered through classroom observations, semi-structured in-depth interviews, and document analysis, and examined using an interactive analytical framework comprising data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Credibility was strengthened through source and technique triangulation. The findings reveal that teachers function as moral exemplars, facilitators, classroom organizers, and evaluators in cultivating students’ discipline and responsibility. Character formation is implemented through structured habituation, consistent rule enforcement, reflective habit journals, classroom duty systems, daily task checklists, and positive reinforcement strategies. The effectiveness of these efforts is supported by strong teacher commitment, principal leadership, collaborative engagement with parents, and a conducive school culture. Conversely, variations in family background, inconsistent reinforcement at home, and limited student self-awareness present notable challenges. Overall, the study concludes that sustained teacher consistency, school-family partnership, and an enabling educational environment are decisive factors in successfully embedding discipline and responsibility at the elementary level.
The Principal’s Role in Building a Religious and Disciplinary Culture at SD Muhammadiyah Plus Maduran Nine Nujum; Agus Tinus; Kuncahyono
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 3 (2026): June
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i3.1378

Abstract

This study aims to: (1) examine in depth the principal’s role in developing religious culture, (2) analyze the principal’s role in fostering discipline culture, and (3) identify supporting and inhibiting factors in its implementation at SD Muhammadiyah Plus Maduran. This research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through semi-structured interviews, observations, and documentation. The research subjects included the principal, teachers, and sixth-grade students. Data analysis used an interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings indicate that the principal’s role in developing religious and discipline culture is carried out through four main mechanisms: policy and program formulation, role modeling and value communication, supervision and reinforcement, as well as provision of facilities and stakeholder involvement. Religious culture is reflected in habitual worship activities, polite behavior, and moral values, while discipline culture is demonstrated through adherence to rules, punctuality, and student responsibility. These two cultures are closely interrelated, where religious values serve as the internal foundation for discipline formation. Supporting factors include teacher competence and commitment, parental support, and adequate facilities, while inhibiting factors include time constraints, student resistance, and limited resources.
The Relationship Between Knowledge Level and Clean and Healthy Living Behavior Towards Students' Self-Efficacy at Muhammadiyah 1 Vocational School, Kepanjen Muchammad Imam Ma'ruf; Agus Tinus; Kuncahyono Kuncahyono
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 3 (2026): June
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i3.1398

Abstract

Infectious disease prevention among vocational high school (SMK) students remains suboptimal due to inconsistencies between knowledge and actual health behavior. This study aims to analyze the role of self-efficacy by examining the influence of knowledge and Clean and Healthy Living Behavior (PHBS). A quantitative cross-sectional correlational design was applied, involving 100 students selected by random sampling. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using correlation tests. The results show that knowledge has no significant relationship with self-efficacy (r ≈ 0.100; p > 0.05), whereas PHBS demonstrates a strong, significant positive correlation (r = 0.770; p < 0.05). These findings indicate that self-efficacy is more strongly shaped by behavioral practice than by cognitive understanding, supporting social cognitive theory. In conclusion, strengthening practical health behavior is more effective than solely improving knowledge in enhancing students’ self-efficacy for disease prevention.
Implementing Deep Learning-Oriented Academic Supervision in Vocational Schools Vina Barirotur Rochmah; Kuncahyono Kuncahyono; Agus Tinus
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 3 (2026): June
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i3.1425

Abstract

The declining quality of learning in Vocational High Schools, reflected in the 2025 Education Report, highlights the need for more effective strategies to strengthen instructional practices. This study aims to examine the implementation of deep learning–based academic supervision and to identify the factors influencing its effectiveness at SMKS Jayanegara Lawang, Malang Regency. A qualitative case study design was applied, involving school leaders and teachers as key informants. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana. The findings indicate that academic supervision follows a structured, continuous cycle comprising planning, classroom implementation, evaluation, reflective feedback, and systematic follow-up. This process forms a supervision model that promotes student-centered learning, characterized by meaningful engagement, reflective thinking, and contextual application aligned with workplace demands. Its effectiveness is supported by teacher commitment, collaborative culture, digital readiness, and institutional support, while constraints arise from resistance to pedagogical change, limited infrastructure, time allocation issues, and learner diversity. The study contributes by proposing a practical supervision framework that integrates deep learning principles into professional development processes. It also implies that policymakers and school leaders should strengthen capacity-building programs, improve infrastructure, and institutionalize reflective supervision practices to enhance learning quality in vocational education.
Principal Leadership in Strengthening Students’ Qur’anic Worship Habits through the KAIH Program Estiyowati Estiyowati; Agus Tinus; Kuncahyono Kuncahyono
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 3 (2026): June
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i3.1513

Abstract

Cultivating religious character in elementary schools requires systematic leadership to transform national habituation programs into sustainable practices embedded within school culture and organizational routines. The Seven Habits of Great Indonesian Children (KAIH) movement was introduced to strengthen students’ character development; however, the leadership mechanisms that support its implementation remain insufficiently explored. This study aims to examine how principal leadership strengthens the implementation of the KAIH program in improving students’ Qur’anic worship habits at an Islamic elementary school. This research employed a qualitative case study design using semi-structured interviews, observations, and documentation. Participants consisted of one principal, two sixth-grade teachers, two Qur’anic tutors, four parents, and 54 sixth-grade students selected through purposive sampling. Data were analyzed using an interactive qualitative analysis model involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the principal’s leadership is enacted through three interconnected dimensions: managerial leadership that establishes systematic planning, monitoring, and organizational support; exemplary leadership that demonstrates religious values through direct participation in worship activities; and motivational leadership that sustains commitment through training, appreciation, and continuous guidance. These integrated leadership dimensions strengthen students’ worship discipline, awareness, and consistency both at school and at home. Furthermore, this study proposes an integrated leadership mechanism model in which exemplary leadership functions as the foundational element reinforcing managerial and motivational practices to ensure the sustainability of religious habituation programs in Islamic elementary schools.