Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Pengunaan Panel Surya Atap (Rooftop) Sistem Penerangan Pada Yayasan Kuttab Al Firdaus Meliala, Selamat; Fuadi, Wahyu; Putri, Raihan; Rahman, Irfan Fatur; Luthfi, Muhammad
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 1, No 1 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10479623

Abstract

Pengunaan energy listrik yang berasal dari Pusat Listrik Negara (PLN) semakin besar, energy listrik PLN selama ini masih menggunakan energi unrenewable dan sudah mulai menipis di karena pengolahan bahan bakar yang sudah semakin menipis dan mennghasilkan emisi yang besar. Oleh karena itu pemerintah sedang mengalakkan untuk mengantispasi kebutuhan energi listrik PLN dengan mengalihkan pada kebutuhan Energi Renewable pada sumber daya alam yang ada disekitar daerah. Kondisi listrik yang ada di yayasam kuttab Al Firdaus sering terjadi kedip. Oleh karena itu mengantisapasi kedip tegangan yaitu dengan penggunaan panel surya. Panel surya  sudah banyak dijual lebih murah dan terjangkau sehingga dengan berapa modul panel surya rooftop dengan cara diparalelkan ataupun diserikan dapat menaikan daya keluaran DC panel surya Watt Peak (WP) yang lebih besar. Permintaan panel surya rooftop semakain meningkat jumlah tiap tahun pada tiap negara. Penggunaan panel surya rooftop efiiseinsi sangat tinggi pada tiap jenis material semi konduktor dari sel surya. Panel surya rooftop dengan desain sistem off grid cenderung digunakan pada daerah yang yang terisolir. Pada pengabdian ini, pengabdi melakukan edukasi pengguna panel surya rooftop secara umum yang digunakan pada tiap negara dan secara khusus aplikasi pengunaannya pada Yayasan Kuttab Al Firdaus untuk mengantisapsi terjadinya kedip tegangan pada instalasi listrik. Setelah menghitung pemakaian beban listrik dengan dursai waktu didapat sebesar 16,708 KWatt dan jumlah keping panel surya menggunakan kapasitas 200 WP, 24 VDC dan baterai 100 AH tegangan 12 VDC sebanyak 50 unit. Ini perhitungan berdasarkan off grid sistem.
Pendampingan Renovasi Instalasi Listrik di Meunasah Kayee Panyang Kecamatan Syamtalira Bayu Aceh Utara Putri, Raihan; Meliala, Selamat; Asran, Asran; Fariadi, Dedi; Roasdiana, Rosdiana
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 3, No 2 (2023): AGUSTUS 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan Instalasi listrik ditempat layanan umum seperti meunasah perlu penanganan yang baik terhadap instalasi listrik dan disesuaikan dengan standar kelistrikan untuk melayani beban yang ada pada rumah tangga agar terhindar dari bahaya yang timbul akibat tidak diperhatikan intalasi listriknya, namum demikian masih banyak juga yang mengabaikan terhadap instalasi listrik yang benar seperti pada meunasah kayee panyang yang mana bangunan meunasah ini sudah agak tua begitu juga dengan instalasi listriknya rentan terhadap kerusakan. Berdasarkan hasil pengamatan tim pengabdian ketika meninjau lokasi terlihat keadaaan instalasi listrik tidak menggunakan SNI 2011 dimana isolasi kabel yang digunakan sudah mulai rusak dan tidak menggunakan pipa konduit dan juga luas penampang tidak sesuai dengan KHA (Kemampuan Hantar Arus ) yang digunakan, hal ini dapat terjadi drop tegangan.hal ini mendorong tim pengabdian untuk melakukan pendampingan dan penyuluhan terhadap pemuda gampong tersebut untuk memasang dan mewarat instalasi listrik agar dapat berfungsi dengan aman dan efisien.
Analisis Kemunculan Harmonisa pada Variable Frequency Drive dan Dampaknya terhadap Pengaturan Kecepatan Motor Induksi Tiga Fase Maulana, Fatur Rahman; Daud, Muhammad; Meliala, Selamat
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 18 No. 3 (2024)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v18n3.2719

Abstract

Dalam dunia industri sering diperlukan motor induksi yang dapat dikendalikan kecepatan putarannya. Salah satu cara mengatur kecepatan motor induksi adalah dengan mengubah-ubah frekuensi listrik inputnya. Ini dilakukan dengan terlebih dahulu mengubah listrik arus bolak-bolik menjadi arus searah lalu mengubahnya kembali menjadi arus bolak-balik dengan frekuensi yang berbeda-beda. Alat yang dapat digunakan untuk mengatur perubahan frekuensi saat pembangkitan kembali arus bolak-balik adalah variable frequency drive (VFD). Namun masalah baru muncul dimana VFD dirangkai komponen-komponen elektronika daya yang di antaranya bersifat non linier yang dapat menimbulkan harmonisa pada sistem kelistrikan. Oleh karena itu, penelitian ini melakukan analisis kemunculan harmonisa dan dampaknya terhadap pengaturan kecepatan motor induksi khususnya tiga fase. Penelitian ini dilakukan dengan metode mengambil data lapangan secara langsung lalu mensimulasikan motor induksi yang terhubung dengan VFD menggunakan Matlab Simulink 2019a. Simulasi ini berguna untuk melihat pengaruh frekuensi terhadap kecepatan motor induksi dan harmonisa yang timbul. Data-data parameter yang didapat pada pengumpulan data diinput ke model simulasi pada Simulink lalu dijalankan simulasi dan dianalisis hasilnya. Untuk meredam harmonisa yang muncul, maka dirancang filter pasif LC pada sisi output VFD. Hasil simulasi menunjukkan bahwa perubahan frekuensi pada VFD dapat mengatur kecepatan motor induksi secara signifikan tetapi penggunaan VFD juga dapat menimbulkan harmonisa. Nilai total harmonic histortion (THD) tegangan dari harmonisa pada frekuensi 50 Hz adalah sebesar 92,84% dan THD arus sebesar 7,17%. Setelah pemasangan filter LC pada rangkaian simulasi, maka harmonisa dapat direduksi sehingga nilai THD tegangan pada frekuensi 50 Hz menjadi sebesar 1,16% dan THD arus sebesar 4,37%. Kedua nilai THD tersebut telah sesuai dengan Standar IEEE 519-2022.
Edukasi Penerapan Sistem ATS Antara PLN dan PLTS di SMA Negeri 2 Kesuma Bangsa Meliala, Selamat; Akmal, Syarifah; Amani, Yasir; Putri, Raihan; Muhammad Jalil, Saifuddin
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i3.13126

Abstract

Background: Background: Electricity sources originating from PLN often cause sudden power outages that we don't know about, so this is very dangerous for sensitive electronic devices such as computers. To provide knowledge of automatic switch technology for quick transfers in selecting one source that is on quickly so that there is no momentary power outage on the computer load. Method: SMA Negeri 2 Kesuma Bangsa, the number of participants was 30 students, providing direction or education to participants in the form of ATS technology and providing insight into the use and design of ATS technology. As well as providing questionnaires before and after education on ATS implementation and scoring scores regarding understanding of the technology. Results: The student community was very enthusiastic about participating in the event and they understood the implementation of ATS between PLN and PLTS. Conclusion: Rooftop solar panels are used to increase additional power by 8 pieces with a capacity of 200 WP per piece and in the computer laboratory at SMAN 2 Kesuma Bangsa they can be used because the flashing is very small so there will be no momentary shutdown which will cause data loss.
Effect of distributed generation placement to load noise on the KH-01 feeder at PT. PLN (PERSERO) ULP Krueng Geukueh Azizi, Muhammad; Meliala, Selamat
Journal Geuthee of Engineering and Energy Vol 3, No 1 (2024): Journal Geuthee of Engineering and Energy
Publisher : Geuthèë Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52626/joge.v3i1.32

Abstract

Distributed Generation is a power plant with a small capacity which is usually located close to the load in the electric power distribution system. One effort to reduce the value of power losses and also improve voltage drops in the distribution network is by interconnecting DG in the electric power distribution system. This research method uses data from PT. PLN (Persero) ULP Krueng Geukueh, the data was processed and simulated using ETAP 12.6 software with several scenarios carried out. The results obtained before connecting distributed generation, the resulting power losses were 97 MW for active power losses and 114 Mvar for reactive power losses. and after the introduction of distributed generation using scenario 1, it was able to improve the value of power losses by 94 MW for active power losses and 107 Mvar for reactive power losses and scenario 2 was able to reduce power losses by 71 MW for active power losses and 57 Mvar for reactive power loss and by using scenario 3 the resulting power loss value increases by 139 MW for active power loss and 147 Mvar for reactive power loss. It can be concluded that scenario 2 is able to improve the voltage profile and power losses on the KH-01 feeder.
Dehydration of Moringa leaves using microcontroller and IoT controlled electrical dryer Jalil, Saifuddin Muhammad; Dabet, Abubakar; Akmal, Syarifah; Meliala, Selamat; Muhammad, Muhammad
International Journal of Power Electronics and Drive Systems (IJPEDS) Vol 16, No 4: December 2025
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijpeds.v16.i4.pp2688-2698

Abstract

The dehydration of Moringa Oleifera leaves is crucial to preserving their high nutritional value and extending shelf life for use in food and pharmaceutical applications. Traditional drying methods often result in nutrient degradation and lack precise environmental control. This study presents the design and implementation of an internet of things (IoT)- enabled electrical dryer system controlled by a microcontroller for the efficient dehydration of Moringa leaves. The system integrates temperature and humidity sensors, an Arduino Mega microcontroller, and a web-based interface for real-time monitoring and control. The electrical dryer maintains optimal drying conditions, significantly reducing moisture content while preserving essential nutrients. Data is logged and visualized through IoT connectivity, allowing for remote access and performance analysis. The dehydration of Moringa leaves requires approximately one kg of electricity for batteries in dual-energy dryers, which are based on microcontrollers and the IoT. The results demonstrate that the proposed system offers a reliable, energy-efficient, and scalable solution for the controlled dehydration of Moringa leaves, with potential applications in smart agriculture and postharvest processing. The excellent drying time is achieved in a greenhouse dryer, which maintains a temperature of 45 °C within the drying chamber, resulting in a median drying time of 6 hours. The standard moisture percentage of clean and dry Moringa leaves is measured at 18.5% (wb) and 8% (wb), respectively.
Pelatihan Rancang Bangun PLTS Off Grid untuk Peningkatan Ekonomi Mikro Masyarakat Gampong Reuleut Barat Muhammad, Muhammad; Meliala, Selamat; Ezwarsyah, Ezwarsyah; Amri, Amri; Alchalil, Alchalil; Jannah, Misbahul
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20862

Abstract

Background: Perkembangan energi terbarukan mendorong pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid sebagai alternatif sumber energi. Gampong Reuleut Barat, Kecamatan Muara Batu, membutuhkan program positif bagi pemuda untuk meningkatkan keterampilan sekaligus mendukung ekonomi mikro. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi pemuda dalam merancang dan membangun sistem PLTS off-grid sebagai backup PLN. Metode: Pelatihan dilaksanakan kepada pemuda Gampong Reuleut Barat melalui pemberian materi dasar PLTS, praktik merakit perangkat keras, dan evaluasi pemahaman dengan kuisioner. Kegiatan dilakukan secara partisipatif agar peserta aktif dalam setiap tahapan. Hasil: Peserta mampu merakit komponen PLTS secara bertahap sesuai materi pelatihan. Evaluasi kuisioner menunjukkan skor rata-rata pemahaman sebesar 66, menandakan peningkatan keterampilan teknis dan pemahaman konsep dasar. Kesimpulan: Pelatihan rancang bangun PLTS off-grid berhasil meningkatkan keterampilan pemuda desa sekaligus mendukung pengembangan ekonomi mikro berbasis energi terbarukan.