Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Metode Six Sigma di PT Triangle Motorindo Arfan Bakhtiar; Bintang Rachvadani Dzakwan; Murni Elfrida Br Sipayung; Claudha Alba Pradhana
OPSI Vol 13, No 2 (2020): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/opsi.v13i2.4066

Abstract

PT. Triangle Motorindo is the sole agent holder of the VIAR Brand as one of the largest manufacturers of three-wheeled motorcycles in Indonesia. This company was founded in 2000 and has grown as one of the largest manufacturers of three-wheeled motorcycles in Indonesia. As one of the largest producers of three-wheeled motorbikes in Indonesia, PT Triangle Motorindo must be able to maintain and continue to improve the quality of their products in order to remain strong in the competition. In the production process, this company needs to reduce the number of defects that often occur in the production process, so that it decides to use the Six Sigma method to overcome these problems. Six Sigma is a statistical concept that measures a process related to defects or damage. Reaching six sigma means that a process generates only 3.4 defects per million chance, in other words, that it is running almost perfectly. The company is in a position where the defect type reaches 3.55 sigma. Therefore, the DMAIC method is used to increase it to 4 sigma. After the improvement stage is carried out, the company is expected to be able to reach the 4 sigma stage
Perbandingan Kualitas Layanan Ritel Swalayan Menggunakan Competitive Zone of Tolerance Based dan Importance-Performance Analysis Arfan Bakhtiar; Mega Aulia Silviadara; Aries Susanty
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 16, No. 1, Juni 2017
Publisher : Department of Industrial Engineering Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jiti.v16i1.3868

Abstract

Increased retail economic has had an impact on the Indonesian economy. Carrefour as an international company has a local company's competitor, Hypermart. In order for both companies to know the position of competing, then benchmarking done between them using CZIPA (Competitive Zone of Tolerance based Importance-Performance Analysis) method. The use of CZIPA methods is done to determine the priority of each self-service in making improvements. The dimension used is the retail dimension called RSQS (Retail Service Quality Scale). The goal to be achieved is to know the superior service quality indicators owned by Carrefour and Hypermart and to make priority services to be improved on both self-service using RSQS dimensions. Data collected through questionnaire with purposive sampling method to 133 people. Research finds the main problem facing Carrefour is self-service layout that does not facilitate consumers to find the desired product. At Hypermart, the main problem is that the products in the catalog are not always available.
PENENTUAN LOKASI GUDANG DARURAT BENCANA DI PROVINSI DKI JAKARTA DENGAN PENDEKATAN AHP, CLUSTER ANALYSIS, DAN TOPSIS Aries Susanty; Arfan Bakhtiar; Adhitya Sulistyawan
MIX: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN Vol 6, No 3 (2016): MIX: Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.924 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to determine the location of the disaster emergencywarehouse as a place for storing food and beverages as well as medicines for firstaid during a flood. Objects selected for this study is Jakarta. Flooding is aproblem that often occurs in Jakarta as a result of heavy rainfall and thegeographical conditions of Jakarta. Forty percent of the area of Jakarta is belowsea level and there are 13 rivers flowing through Jakarta and has estuary inJakarta Bay. This study uses three approaches, namely analytic hierarchy process(AHP), cluster analysis and technique for an order of preference by similarity toideal solution (TOPSIS). The results of data processing by using AHP showedthat criteria and sub-criteria with the highest weighting for selecting the locationof disaster emergency warehouse were owned by delivery time. Furthermore,the results of data processing using cluster analysis and TOPSIS indicated thatthere were five potential sites for disaster emergency warehouse in order ofpriority: Sub-district Makasar followed by Kebon Jeruk, Tanjung Priok, Senen,and Cilandak.
PERANCANGAN STRATEGI BISNIS DI PT. PATRIA MARITIME LINES DENGAN MENGGUNAKAN METODE 4 DICIPLINES OF EXECUTION (4DX) BERDASARKAN PENGUKURAN BALANCED SCORECARD Priska Retnosari Setiowati; Arfan Bakhtiar
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.766 KB)

Abstract

Pengukuran kinerja bukanlah tujuan akhir melainkan merupakan alat agar dihasilkan manajemen yang lebih efisien dan terjadi peningkatan kinerja. Hasil dari pengukuran kinerja akan menunjukan apa yang telah terjadi bukan mengapa hal itu terjadi atau apa yang harus dilakukan. Suatu organisasi harus menggunakan pengukuran kinerja secara efektif agar dapat mengidentifikasi strategi dan perubahan yang operasional apa yang dibutuhkan serta proses yang diperlukan dalam perusahaan tersebut. 4DX merupakan metodologi praktis yang dapat digunakan pada permasalahan utama pada setiap pemimpin, yaitu eksekusi. Dalam kasus ini, penerapan metode 4DX ini dilakukan setelah dilakukannya penilaian kinerja menggunakan Balanced Scorecard. Hasil menunjukan bahwa PT. Patria Maritime Lines belum sepenuhnya berhasil dalam mencapai tujuan maupun target yang telah ditentukan. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan untuk membantu PT. Patria Maritime Lines dalam menyusun dan mengeksekusi strategi pada tahun 2016 agar dapat mencapai target.  Abstract Performance measurement is not an end but a means in order to produce more efficient management and increased performance. Results of performance measurement will show what has happened,  not why it happened or what to do. An organization should use effective performance measurement in order to identify strategies and operational changes what is required as well as the necessary processes in the company. 4DX is a practical methodology that can be used on the main issues on any leader, namely the execution. In this case, application of 4DX method is done after an assessment of performance using the Balanced Scorecard. Results showed that PT. Patria Maritime Lines has not been entirely successful in achieving the goals and targets that have been determined. Therefore, the research was conducted to help PT. Patria Maritime Lines in formulating and executing strategy in 2016 in order to achieve the target.
Analisis Penyebab Kegagalan Produk Dining Chair dengan Menggunakan Metode Failure Mode Effects and Criticality Analysis(FMECA) di PT.Ebako Nusantara Lingga Andalia Kumalasari; Arfan Bakhtiar; Darminto Pujotomo
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.156 KB)

Abstract

PT. Ebako Nusantara merupakan perusahaan yang memproduksi mebel atau furniture . Dimana dalam membuat produksi tidak luput dari terjadinya cacat produk. Cacat yang banyak terjadi pada proses produksi komponen Dining Chair. Dari data historis yang ada cacat banyak terjadi disebabkan karena kegagalanpada proses produksi seperti curvingan tidak sama, kurang radius, banyak gelombang, dan banyak arm yang cuil. Dari permasalahan tersebut, maka PT. Ebako Nusantara harus melakukan analisa penyebab dan perbaikan dari kualitas produk yang dihasilkan.Untuk mengidentifikasi dan menganalisa moda, efek, dan penyebab kegagalan ini membutuhkan sebuah metoda khusus. Metoda yang di pakai untuk penelitian ini menggunakan,FMECA (Failure Mode and Effect Criticality Analysis) merupakan alat rekayasa yang direkomendasikan untuk menganalisa moda dan efek kegagalan produk yang dihasilkan.. Pemrioritasan resiko yang harus ditangani didasarkan pada RPN (Risk Priority Number). RPN merupakan hasil kali antara keparahan, kejadian, dan deteksi. Keparahan. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini  menggunakan metode FMECA (Failure Mode and Effect Criticality Analysis). Dari hasil penelitian yang dilakukan pada tiap elemen-elemennya, didapat bahwa produk Dining Chair adalah produk yang memiliki tingkat kecacatanpaling tinggi. Tingkat Kecacatan meliputi curvingan tidak sama, kurang radius, banyak gelombang, dan banyak arm yang cuil.  Besarnya nilai RPN yang di hasilkan sama .Hasil dari pengolahan data dengan matriks kritikalitas didapatkan 8 mode kegagalan yang perlu tindakan korektif. Sebagai upaya untuk meminimasi terjadinya cacat yang disebabkan kegagalan proses produksi. ABSTRACTPT. Ebako Nusantara is a company that produce furniture. Where in its production it can not be separated from the defective product.Defect often occured in the Dining Chair production process. From the historical data, plenty of defect caused by the failure in the production process such as not similar carving, lack of radius, plenty of waves, and plenty of chunk arms. From that probelms, PT. Ebako Nusantara should analyze the cause and doing some repairment of the product quality that is produce.To identify and analyze the moda, effect, and the cause of these failuresit need special method. This study use FMECA (Failure Mode and Effect Criticality Analysis), it is an engineering tools that is recommend to analyze the moda and the effect of failure of product that is produce.Prioritizing the risk that need to be handles according to the RPN (Risk Priority Number). RPN is a result of multiplication between the severity, event, and severity detection. The hypothesis test that is used in this research is FMECA FMECA(Failure Mode andEffect Criticality Analysis). From the research results that are done in each element, it is obtain that the Dining Chairproduct have the highest level of defect. The level of defect covers not similar carving, lack of radius, plenty of waves, and plenty of chunk arms. The amount of RPN that is produce is the same. The result of data processing using criticality matrix obtain 8 mode of defectthat need a corrective action. As an effort to eliminate the defect that is cause by the production process failure.
EVALUASI PENCAHAYAAN, KEBISINGAN, TEMPERATUR, DAN GETARAN PADA LINE 3 PT SOUTH PASIFIC VISCOSE Anindyka Lamhot Edward Manullang; arfan bakhtiar; NANIEK UTAMI HANDAYANI
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.271 KB)

Abstract

Kondisi lingkungan fisik kerja yang masih belum memenuhi tentu akan mempengaruhi seseorang karyawan yang bekerja pada suatu lini produksi. Seseorang karyawan yang bekerja tentu tidak memiliki waktu yang singkat pada lokasi tersebut, bahkan harus setiap hari bekerja pada tempat yang sama dan kurun waktunya lama (8 jam kerja). PT. South Pasific Viscose sudah memperhatikan kesehatan dan keselamatan dalam bekerja dan mengupayakan terjadinya zero accident atau nol kecelakaan kerja, akan tetapi dalam kenyataannya setiap tahun masih tetap terjadi kecelakaan akibat kerja dan penyakit akibat kerja. Upaya yang telah dilakukan PT South Pasific Viscose adalah mewajibkan setiap orang (karyawan, kontraktor, vistior, dll) untuk memakai alat pelindung diri (safety shoes, safety helmet, safety glass), mewajibkan memakai gas masker di area plan. Dari hasil pengukuran kondisi lingkungan fisik kerja pada area line 3 didapatkan hasil yaitu untuk pencahayaan, temperatur dan getaran di beberapa area masih belum memenuhi standar yang telah ditentukan.  Abstract  Physical environmental conditions are still not fulfilled the work would affect an employee who works on a production line. An employee who works certainly do not have a short time at that location, even had every day to work at the same place and time period of time (8 hours). PT. South Pacific Viscose already pay attention to health and safety at work and pursue the zero zero accident or work accident, but in reality still occur every year due to workplace accidents and occupational diseases. Efforts have been made PT South Pacific Viscose is obliging everyone (employees, contractors, vistior, etc.) to wear personal protective equipment (safety shoes, safety helmet, safety glass), obliging wear gas masks in the area plan. From the measurement results of the physical environmental conditions of work in the area of line 3 showed that for lighting, temperature and vibration in some areas are still not meet the standards that have been determined
ANALISIS PENYEBAB REWORK MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA PADA DEPARTEMEN FINISHING (Studi Kasus : PT. Ebako Nusantara, Semarang) Afira Putri Firandri; Arfan Bakhtiar
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.897 KB)

Abstract

PT Ebako Nusantara merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang furniture. PT Ebako Nusantara telah berdiri sejak tahun 1996 dan berlokasi di Semarang. PT Ebako Nusantara melakukan kegiatan ekspor dalam proses bisnisnya karena 85% pelanggan nya berasal dari Amerika dan Eropa. Untuk itu, PT Ebako harus mempertahankan kualitas produknya agar dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan. Namun selama proses produksi dilakukan, ada kemungkinan menghasilkan produk yang tidak sesuai spesifikasi dan menimbulkan cacat pada produk. Salah satu departemen yang memiliki angka cacat tertinggi adalah departemen finishing. PT Ebako Nusantara perlu melakukan upaya pengendalian kualitas secara kontinu agar kualitas produk yang dihasilkan tetap memenuhi spesifikasi dari pelanggan. Metode yang digunakan untuk upaya pengendalian kualitas pada penelitian ini adalah Six Sigma. Dari penelitian yang dilakukan, nilai sigma proses yang diperoleh departemen finishing adalah 2,388 sigma. Abstract [Analysis of Rework Cause using Six Sigma Method in Finishing Departement (Study Case: PT Ebako Nusantara, Semarang] PT Ebako Nusantara is a furniture company since 1996 and located in Semarang. PT Ebako Nusantara did an export activity in their business process because 85% of their customers are from America and Europe. PT Ebako Nusantara must maintained the product quality to get a customer satisfaction. But, there are possibilities to produce a products that do not meet the specification and cause defects. One of the departement that have a highest defect numbers is finishing departement. PT Ebako Nusantara need a continous quality control to make sure the product’s quality meet the customer specification. This study used a Six Sigma method as a quality control tool. The result showed the sigma process value in finishing departement is 2,388 sigma.
Pemilihan Bahan Pewarna Alam Batik Tulis di Usaha Kecil dan Menengah Semarang Menggunakan Metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) (Studi Kasus UKM Batik Semarang) Ahmad Kamil; Arfan Bakhtiar; Sriyanto Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.12 KB)

Abstract

Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia dari nenek moyang bangsa Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO. Sekarang ini banyak pengrajin cenderung menggunakan bahan kimia daripada bahan pewarna alam untuk pembuatan batik, karena waktu pewarnaan yang singkat dan mudah diperoleh. Hal tersebut juga ditemui pada UKM Batik Semarang. Untuk itu peneliti melakukan penelitian guna mengetahui alternatif bahan pewarna alam yang dapat digunakan pada UKM Batik di Semarang. Penelitian ini menggunakan metode analitycal hierarchy process (AHP) dengan menggunakan 4 variabel (ekonomi, teknis, lingkungan, dan kualitas) 6 kriteria (komersial, proses produksi, bahan baku, dampak lingkungan, hasil warna dan tingkat kelunturan) dan 14 sub kriteria. Hasil perhitungan diperoleh nilai bobot tertinggi pada variabel ekonomi sebesar 0.394, bobot tertinggi pada kriteria komersial sebesar 0.252 dan nilai tertinggi pada sub kriteria harga bahan baku sebesar 0.126. hasil dari pembobotan didapatkan alternatif bahan untuk warna hijau adalah jelawe dengan penambahan pasta indigo sesuai perbandingan 3:1sedangkan untuk warna kuning adalah tegeran.  Abstract Batik is one of the Indonesia’s cultural heritages from the ancestors of Indonesia that was recognized by UNESCO. Recently, many producers tend to use a synthetic dye rather than the natural ones, because synthetic dye require shorter time in the process of making batik and can be found easily. That similar case was also found in UKM Batik in Semarang City, so that this research will try to find out the alternatives of natural dyeing agents which can be used by the people on the UKM Batik Semarang. The application of analytical hierarchy processes (AHP) method will use 4 variables (economics, technic, environment and quality) then 6 criteria (commercial, production processes, raw material, environmental impact, color results, and fading levels) and 14 sub criteria. As for the results show that the highest score is economic criteria with 0.394 points, then commercial has 0.252 points and raw material prices sub – criteria is 0.126 points. So the alternative material that could be use for the green dye is “Jelawe” by addition of “Indigo” with ratio 3:1 and “Tegeran” can be used for yellow dyeing.         
ANALISA BEBAN KERJA MENTAL DENGAN METODE NASA TLX PADA OPERATOR KARGO DI PT. DHARMA BANDAR MANDALA (PT. DBM) Muhammad Arasyandi; Arfan Bakhtiar
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.737 KB)

Abstract

PT Dharma Bandar Mandala adalah perusahaan yang bergerak di bidang kargo, aktivitas yang dilakukan yaitu melakukan shipping kargo yang akan dikirim melalui udara. Dalam melakukan aktivitasnya operator kargo PT DBM tidak jarang mendapat tekanan yang cukup tinggi sehingga beban kerja mental operator meningkat. Untuk itu perlu dilakukan analisis seberapa besar beban kerja mental yang dialami dan faktor apa yang mempengaruhinya. Sehingga PT DBM dapat menentukan langkah yang tepat untuk memperbaiki kondisi tersebut. Salah satu metode yang digunakan untuk mengukur beban kerja mental adalah NASA-TLX. Metode NASA-TLX merupakan metode pengukuran beban kerja mental yang membagi beban kerja ke dalam 6 dimensi aspek elemen kerja. NASA-TLX dibagi menjadi dua tahap, yaitu perbandingan tiap skala dan pemberian nilai terhadap pekerjaan. Dari hasil perhitungan NASA-TLX diperoleh nilai beban kerja mental untuk seluruh pekerja berada pada tingkat sedang dengan indikator beban kerja mental terbesar pada operator PT DBM adalah skala PD (Physical Demand) dan MD (Mental Demand).   Abstract The titled of this research is Mental Workload Analysis using NASA-TLX Method for Cargo Carrier in PT Dharma Bandar Mandala (PT. DBM). PT Dharma Bandar Mandala is a company that engaged in the field of freight, the activities that undertaken is cargo shipment by airfreight. In conducting its activities cargo operator of PT DBM are accustomed to work under high pressure so that the operator mental workload increase. So it is necessary to analyze mental workload and the factors that influence it. So that PT DBM can determine the appropriate steps to improve the condition. The method used to measure mental workload is NASA-TLX. NASA-TLX measure mental workload that divided into 6 dimensional aspects of the working elements. NASA-TLX is divided into two stages, first ratio of each scale and event scoring. From the calculation using NASA-TLX, values that obtained for all operators are at a moderate level with the greatest mental workload indicators scales are PD (Physical Demand) and MD (Mental Demand)  
STRATEGI MITIGASI RISIKO PADA SUPPLY CHAIN UD. WAYANG SEMARANG DENGAN HOUSE OF RISK MODEL Wisnu Adi; Arfan Bakhtiar
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.892 KB)

Abstract

Wisnu Adi, Strategi Mitigasi Risiko Pada Supply Chain UD. Wayang Semarang Dengan House of Risk. UD. Wayang Semarang yang terletak di Jl. Kompol Maksum No. 217 Semarang merupakan salah satu perusahaan jasa pembuatan maket dan aksesoris maket yang selalu mengedepankan kualitas, pelayanan dan hasil maket. Dalam melakukan kegiatan operasionalnya, UD. Wayang Semarang selalu menghadapi ketidakpastian yang terkait dengan system supply chain yang rumit. Metode yang digunakan oleh perusahaan saat ini dalam mengantisipasi ketidakpastian supply chain menggunakan system tambal sulam dimana ketika terjadi kejadian yang tidak diinginkan langsung diantisipasi tanpa adanya langkah pencegahan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi-strategi mitigasi mengenai risiko-risiko apa saja yang mungkin terjadi dalam perusahaan. Metode yang digunakan adalah metode House of Risk yang merupakan perkembangan dari metode FMEA. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi kejadian risiko yang berpotensi timbul kemudian mengukur tingkat severity serta occurrence dari kejadian risiko serta agen risikonya. Kemudian dari nilai severity dan occurrence tersebut dibuat sebuah matriks HOR 1 sehingga dapat diketahui kejadian risiko mana yang harus dipilih serta dimitigasi. Strategi mitigasi tersebut kemudian dikaitkan dengan agen risikonya dalam sebuah matriks HOR 2 sehingga didapat strategi manakah yang harus diprioritaskan perusahaan. Pada UD. Wayang Semarang strategi mitigasi risiko yang diprioritaskan terlebih dahulu adalah strategy stock dengan nilai Effectiveness 1851, koordinasi dengan supplier dengan nilai 1768.5, koordinasi dengan konsumen dengan nilai 1152 serta yang terakhir pembuatan SOP tertulis dengan nilai 684.AbstractWisnu Adi, Risk mitigation strategy in Supply Chain UD Wayang Semarang with House of Risk. UD Wayang Semarang is located in Jl Kompol Maksum No 217 Semarang is involving in producing miniatur maket model and accessories which always prioritize quality, service and its products. During its operational activity, UD Wayang Semarang often faces uncertainty regarding complex supply chain management problems. The current method used by UD Wayang Semarang to overcome supply chain management problem is not preventive, instead, UD Wayang Semarang fix the arised problems right away. This research aims to assign mitigation strategies that might occur in UD Wayang Semarang. This research is using House of Risk method as an improvement of FMEA. This research includes risk identification along with severity and occurence level of risks and risk agents. Then HOR 1 matrix is created based on the severity and occurrence data. HOR 1 matrix is helpful to decide which risks should be prioritized and mitigated quickly. Mitigation strategy is associated with risk agents in a matrix HOR 2 afterward. This concludes which mitigation should be prioritized amoing other mitigations. UD Wayang Semarang prioritizes strategy stock with 1851 value of effectiveness, coordination with supplier with 1768,5 value of effectiveness, cordination with customer with 1152 value of effectiveness and at last written SOP with 684 value of effectiveness.
Co-Authors Adhitya Sulistyawan Adi Hardinata Huatagaol Afandi Rahmat Aris Afira Putri Firandri Agustin, Dilla Ahmad Kamil Alexandra, Alyssa Alvioni, Faradina Rizka Amalia Amalia Anggraini, Alfina Putri Anindyka Lamhot Edward Manullang Ariani Putri Winanda, Ariani Putri Aries Susanty Baehaqi Bambang Purwanggono Bintang Rachvadani Dzakwan Cynthia Yenitasari Sinuraya Cynthia Yenitasari Sinuraya, Cynthia Yenitasari Darminto Pujotomo Daru Rahmawati David Adrianto Denny Nurkertamanda Devy Christine GM Simanjuntak Dewi, Ferra Kurnia Diah Ayu Wulandari Diana Puspita Sari Diana Puspitasari Dwi Jayanto, Dwi Dyah Ika Rinawati Fajarusman, Han Fildariani Massay Hapsari, Chaterine Alvina Prima Helaria Ardelia Wigi Kusuma Hendy Tantono Hery Suliantoro I Ketut Suada Iren Debora Siringo Ringo Isnindita, Fitriana Jonatan Halomoan Karlina Arfiani Kinanti, Rifendha Lulu Qolbie Konstantia Harrani Krisnanto Krisnanto Lathuihamalo, Deliana Lingga Andalia Kumalasari Loekas Soesanto M. Yogi Riyantama Isjoni Maharani, Giffari Fitri Marpaung, Klara Fitriani Maulana, Bagus Mega Aulia Silviadara Mega Aulia Silviadara, Mega Aulia Muhammad Arasyandi Muhammad Rizky Murni Elfrida Br Sipayung Murti Wisnu Ragil SASTYAWAN Nafia, Zidna Ilma Najib Fahmi Naniek Utami Handayani Parhan, Mario Pitipaldi, Knight Pradhana, Claudha Alba Pratiwi, Dienda Arum Priska Retnosari Setiowati Rachmansyah Rizal Hidayat Rahmadani, Dewita Randy Maulana Nasir Ranintia Adhi Citra Pramesti Rika Gracia Risna ‘Ainun Cahya Nugraheni Sakhoi, Mohammad Iqdam Sanana, Ahmad Aslih Sembiring, Joy Irfan Shara Bilqis Akhlissa Shara Nica Agung Sahara Sihite, Richard Venry Wijaya Silalahi, Abdi R. Simon Pieter Hamonangan Sinabang, Yurike Dwicaesar Singgih Saptadi Siswanto Siswanto Sriyanto Sriyanto Sriyanto Sriyanto Sya'ban, Najwa Fathiya Tambunan, Ellery FL Tambunan, Laura E. F. Ulina, Jessika Veronica, Febby Widharto, Yusuf Wisnu Adi Yusuf Widharto Zabrina, Andi Denise Zainal Fanani Rosyada