Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Pengembangan Kelembagaan Pemasaran Ikan Komoditas Utama Di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Morodemak, Kabupaten Demak Manik, Dessyanti; Bambang, Azis Nur; Mudzakir, Abdul Kohar
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.099 KB)

Abstract

Kelembagaan pemasaran ikan sangat penting dalam kegiatan pemasaran dan kelembagaan pemasaran berfungsi dalam mendukung keberhasilan nelayan dalam mengoptimalkan kegiatan pemasaran. Kurang berfungsinya kelembagaan pemasaran menyebabkan pemasaran tidak efisien, seperti biaya pemasaran tinggi dan distribusi marjin tidak merata. Untuk itu diperlukan adanya strategi pengembangan kelembagaan pemasaran agar secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi rantai pemasaran kelembagaanikan komoditas utama, menganalisis margin pemasaran yang diterima oleh masing-masing pelaku pemasaran dan menganalisis strategi pengembangan kelembagaan pemasaran ikan di PPP Morodemak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bersifat studi kasus. Penentuan responden dengan dua cara yaitu melakukan wawancara terhadap beberapa key person berjumlah 6 responden dalam penentuan strategi pada Analisis SWOT serta Analisis Marjin Pemasaran menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel yaitu nelayan 12 orang, bakul besar 10 orang dan bakul kecil 10 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa saluran pemasaran yang berada di PPP Morodemak terdapat 6 saluran. Marjin pemasaran yang diperoleh oleh pedagang pengumpul besar lebih besar dibandingkan pedagang pengumpul kecil serta memiliki keuntungan yang maksimal dan strategi pengembangan yang menjadi prioritas utama dalam pemasaran ikan Kembung dan ikan Tongkol di PPP Morodemak yaitu didapatkan hasil S-O (Strength -Opportunity) dengan total skor 1,0 yaitu memperluas distribusi pemasaran ikan sesuai dengan tingginya permintaan.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) MORODEMAK, KABUPATEN DEMAK Saputri, Deby Weviditya; Bambang, Azis Nur; Pramitrasari, Sulistyani Dyah
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 3: Agustus 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.674 KB)

Abstract

Pelabuhan perikanan sebagai pusat kegiatan perikanan dituntut untuk memberikan kualitas pelayanan yang prima kepada seluruh masyarakat perikanan, terutama nelayan sebagai pengguna fasilitas-fasilitas yang ada di pelabuhan menginginkan pelayanan yang optimal dari pengelolaan pelabuhan, sehingga setiap pelabuhan perikanan dituntut untuk dapat memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan efisien. Pelayanan yang diberikan pelabuhan perikanan antara lain berupa jasa-jasa mulai ikan didaratkan sampai ikan didistribusikan. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fasilitas pokok, fungsional, dan penunjang yang ada di Pelabuhan Perikanan Pantai Morodemak, menganalisis tingkat kualitas pelayanan Fasilitas Pokok, Fungsional, dan Penunjang, serta mengetahui peningkatan kinerja di PPP Morodemak. Kualitas pelayanan pelabuhan di analisis berdasarkan nilai Customer Satisfaction Indeks (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tingkat kualitas pelayanan di Pelabuhan Perikanan Pantai Morodemak berdasarkan perhitungan CSI untuk masing-masing atribut pelayanan untuk Fasilitas Pokok sebesar 65,2% dengan kriteria kepuasan nelayan  dari 0,51 – 0,65 yang  berarti cukup puas, Fasilitas Fungsional sebesar 70,6% dengan kriteria kepuasan nelayan dari 0,66 – 0,88 yang berarti puas, dan Fasilitas Penunjang sebesar 66% dengan kriteria kepuasan nelayan dari 0,51 – 0,65 yang berarti cukup puas. Hasil analisis IPA Fasilitas Pokok dan Penunjang mendominasi pada kuadran IV (berlebihan) dan Fasilitas Fungsional mendominasi pada kuadran I (prioritas utama). Penilaian pelayanan ketiga fasilitas tersebut nelayan merasa puas dengan pelayanan dari pihak pengelolaan pelabuhan di PPP Morodemak.
ANALISIS TEKNIS DAN FINANSIAL PERBANDINGAN ALAT TANGKAP BAGAN TANCAP DENGAN BAGAN APUNG DI PPP MUNCAR BANYUWANGI JAWA TIMUR Syahputra,, Rakhmanda Dimas; Bambang, Azis Nur; Dewi, Dian Ayunita Nugraheni Nurmala
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.41 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisaaspek teknis yang meliputi alat tangkap, metode pengoperasian, daerah penangkapan dan hasil tangkapan (catch/trip), untuk menganalisa aspek finansial alat tangkap bagan tancap dan bagan apung di PPP Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengambilan data yang digunakan yaitu metode observasi langsung, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis R/C ratio Net Present Value, Payback Period dan Internal Rate of Return. Berdasarkan hasil penelitian, tiap bagan apung dioperasikan oleh 2 sampai 3 orang nelayan dan bagan tancap di operasikan oleh 1 sampai 2 orang nelayan. Adapun tahapan dalam pengoperasian bagan apung dan bagan tancap yaitul: persiapan menuju fishing ground, perendaman jaring (immersing), pengangkatan jaring (hauling) dan penyortiran ikan. Hasil tangkapan yang didapatkan bagan apung yaitu Ikan Lemuru (Sardinella longiceps), Ikan Layur (Trichiurus lepturus) dan Cumi-cumi (Loligo sp.). Dengan hasil tangkapan yang paling dominan adalah Ikan Lemuru (Sardinella longiceps). Hasil tangkapan yang didapatkan bagan tancap berupa ikan Belanak (Mugil dossumieri), ikan Julung-julung (Hemirhamphusvar), Cumi-cumi (Loligo sp), Rajungan (Portunus pelagicus), ikan Kerapu (Epinephelus pachycentru), Udang Putih (Fenneropenaeus merguiensis) dan Sotong (Sephia sp). Hasil dari analisis R/C Ratio pada Bagan Tancap dan Bagan Apung 1.07 dan 1.05. NPV Bagan Tancap dan Bagan Apung adalah Rp.14,831,451.56 485 dan Rp.18,956,542.70. Payback period Bagan Tancap dan Bagan Apung adalah 3.72 dan 3.40. IRR Bagan Tancap dan Bagan Apung adalah 27% dan 30%. Maka, kedua unit usaha perikanan dikatakan layak dan dapat dilanjutkan.
TINGKAT PEMANFAATAN DAN OPTIMALISASI FASILITAS DASAR DAN FUNGSIONAL DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI SADENG GUNUNGKIDUL DALAM MENUNJANG PENGEMBANGAN PERIKANAN TANGKAP Riandani, Putri Ayu; Bambang, Azis Nur; Ismail, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 3: Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.051 KB)

Abstract

Kegiatan perikanan tangkap di Kabupaten Gunungkidul dimulai sejak tahun 1980-an dan mulai berkembang pada tahun 2000 didominasi oleh nelayan dari Cilacap dan Jawa Timur. Sadeng merupakan salah satu sentra perikanan tangkap di Kabupaten Gunungkidul dan merupakan salah satu Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki potensi sumberdaya perikanan yang besar. Namun potensi perikanan yang besar belum didukung oleh fasilitas pelabuhan yang optimal serta pengelolaan yang maksimal, kondisi fasilitas di PPP Sadeng beberapa diantaranya lumpuh ataupun tidak difungsikan seperti lumpuhnya pabrik es, peran koperasi, serta showchase ikan yang tidak difungsikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fasilitas di PPP Sadeng, menganalisa tingkat pemanfaatan dan kebutuhan fasilitas dasar dan fungsional, serta melakukan analisis strategi pengembangan PPP Sadeng dalam menunjang perikanan tangkap. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2015 di PPP Sadeng. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif bersifat studi kasus, analisis tingkat pemanfaatan  digunakan untuk mengetahui tingkat pemanfaatan fasilitas dan analisis SWOT digunakan untuk strategi pengembangan PPP Sadeng. Hasil penelitian diperoleh bahwa fasilitas dasar dan fungsional yang terdapat di Pelabuhan Perikanan Pantai Sadeng memiliki tingkat pemanfaatan panjang dermaga 93%, kolam pelabuhan > 5 GT (luas kolam 52 %, kedalaman kolam 76%, dan dibutuhkan kolam putar 40 m), kolam pelabuhan < 5 GT (luas kolam 62 %, kedalaman kolam 51 %, dan dibutuhan kolam putar 22 m), alur pelayaran dengan kedalaman 85 % dan lebar alur 50 %, serta tingkat pemanfaatan TPI 72%. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat pemanfaatan dan kebutuhan fasilitas dasar dan fungsional keseluruhan masih memadai untuk saat ini, namun memerlukan penambahan kapasitas beberapa fasilitas untuk 5 tahun mendatang. Hasil analisis SWOT didapatkan hasil penerapan strategi S-O (Strength-opportunity) yang artinya Strategi dalam penerapannya digunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang dengan kebijakan yang bersifat agresif. Fisheries activities in Gunungkidul began in the 1980s and began to develop in 2000 was dominated by fishermen from Cilacap and East Java.Sadeng is one of the centers of fisheries in Gunungkidul and is one of the Special Region of Yogyakarta, which has great potential fishery resources. However, the potential for great fishing port facilities have not been supported by optimal and maximum manageability, condition of facilities in PPP Sadeng some are paralyzed or not functioned as the collapse of the ice factory, the role of cooperatives, as well as fish showchase are not enabled. The reserch objective  to determine the condition of the facilities analyze of level utilization and optimalitation analysis of PPP Sadeng development strategy in supporting fisheries. This study was conducted in January 2015 in PPP Sadeng. This study was conducted on  January 2015 in PPP Sadeng. The method used in this study was descriptive method  with case study, utilization level analysis were used to know utilization rate of facilities and SWOT analysis were used to development strategy of PPP Sadeng. The research results show that the existing facilities at the Port of Fisheries Sadeng with a utilization rate of wharf at 93%, the pool area > 5 GT (wide pool at 52%, depth of the pool  at 76%, lap pool and needed 40 m), the pool area < 5 GT (wide pool at  62%, depth of the pool at 51%, and needed 22 m to lap pool), rate of  deep water ways utilization at 85% and rate of  widht water ways utilization at 50%, and utilization rate of TPI at 72%. These results can be concluded that the level of utilization and the need of basic and functional still sufficient for now, but some facilities require additional capacity for the next five years. SWOT analysis results showed the application of SO strategy (Strength-opportunity) which means that strategy in practice were used force to take advantage of an opportunity to be aggressive policy.
ANALISIS KERAMAHAN LINGKUNGAN ALAT TANGKAP DI KABUPATEN DEMAK Abdulaziz, Muhammad Humam; Bambang, Azis Nur; Purnama Fitri, Aristi Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 2: April 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.397 KB)

Abstract

Sodo (push net) merupakan alat penangkap ikan yang terdapat di Desa Bedono, Kabupaten Demak selain trammel net. Perlu adanya pengelolaan sumberdaya ikan yang baik dari kedua alat tangkap tersebut dalam jangka waktu yang panjang untuk menghindari dari kerusakan sumberdaya alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis statusalat tangkap sodo dan trammel net berdasarkan Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan melakukan wawancara terhadap responden dan metode pengambilan reponden adalah sensus sebanyak 15 responden nelayan sodo dan 15 respondennelayan trammel net.Skor keramahan lingkungan alat tangkap berdasarkan CCRF terbagi dalam 4 kategori yaitu: 1 – 9 sangat tidak ramah lingkungan, 10 – 18 tidak ramah lingkungan, 19 – 27 ramah lingkungan, 28 – 36 sangat ramah lingkungan.Alat tangkap sodo memperoleh skor 22,6 tergolong alat tangkap ramah lingkungan dan alat tangkap trammel net dengan skor 30,2tergolong alat tangkap yang sangat ramah lingkungan.
PERBEDAAN UKURAN MATA PANCING ALAT TANGKAPRAWAI TERHADAP HASIL TANGKAPAN YANG DI TANGKAP DI PERAIRAN SRAU KABUPATEN PACITAN Amirulloh, Reza Putra; Pramonowibowo, -; Bambang, Azis Nur
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.995 KB)

Abstract

Mata pancing (hook) merupakan bagian yang paling penting dari suatu alat tangkap pancing. Pada penelitian ini digunakansatu unit rawai yang memiliki 120 buah mata pancing dengan tiga macam ukuran yaitu mata pancing nomor 7, 8 dan 9. Penelitian dilakukan dengan malakukan 10 kali setting yang dianggap sebagai ulagan dan dalam jangka waktu tujuh hari.Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifanmata pancing rawai nomer 7, 8, dan 9 terhadap hasil tangkapan, untuk mengetahui laju tangkap mata pancing (hook rate) tiap-tiap mata pancing, dan juga untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan rawai dengan nomer pancing yang berbeda.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode experimental fishing yaitu dengan melakukan kegiatan operasi penangkapan ikan langsung di lapangan.Dalam penelitian ini digunakan satu unit alat tangkap rawai dengan tiga mata pancing yang berbeda.Rawai dasar tersebut memiliki perbedaan pada konstruksi mata pancing.Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan nomer mata pancing pada penelitian ini berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan alat tangkap rawai dasar. Dilihat dari hasil tangkapan mata pancing nomer 7 sebanyak  20 ekor, mata pancing nomer 8 sebanyak 12 ekor, dan mata pancing nomer 9 sebanyak 10 ekor. Uji pembedaan menggunakan ANOVA menunjukkan bahwa, mata pancing nomer 7 lebih baik dari pada nomer 8 dan 9. Hook is the most important part of the fishing gear. In this study used a longline that has 120 hooks with three kinds of sizes hook numbers 7, 8, and 9. The study was conducted as many as 10 times setting that considered as replicates within seven days.The purpose of this study was conducted to assess the effectiveness of longline hook number 7, 8, and 9 on the catch, to assess the rate of fishing hook (hook rate) of each hook, and also to examine the composition of longline catches by different number of hooks.The research was conducted by using experimental fishing is conducting fishing operations in the field. This study used a unit of longline gear with three different hooks. The basic longline coined the difference in the construction of the hook.The results showed the difference of hook numbers in this study affect the number of catches bottom logline. It is seen from the hook catches as many as 20 tail number 7, number 8 hook as many as 12 tails, and hook as many as 10 tail number 9. ANOVA test showed the difference in hooks and number 7 is better than the number 8 and 9.
ANALISIS DISTRIBUSI PEMASARAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI DESA SUKOHARJO, KABUPATEN REMBANG, JAWA TENGAH Sari, Melinda Puspa; Bambang, Azis Nur; Sardiyatmo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 1: Januari 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.207 KB)

Abstract

Desa Sukoharjo adalah salah satu daerah produsen rajungan. Pemasaran hasil tangkapan rajungan di Desa Sukoharjo tidak melalui TPI. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji saluran pemasaran, marjin pemasaran, dan efisiensi pemasaran rajungan di Desa Sukoharjo, Kabupaten Rembang. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juni 2015 di Desa Sukoharjo, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif studi kasus. Metode pengambilan sampel menggunakan metode sampel secara acak. Metode pengumpulan data menggunakan jenis data data primer dan data sekunder. Metode pengambilan data yang digunakan ialah observasi, wawancara, dokumentasi. Metode analisis data meliputi aspek teknis, dan aspek pemasaran yang dianalisis dengan metode deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah alat tangkap rajungan adalah Set Bottom Gillnet (pejer). Tipe distribusi pemasaran dalam penelitian ini adalah distribusi tidak langsung. Marjin pemasaran rajungan pada nelayanRp. 39.293, pada Tengkulak Rp. 30.000 dan bakul sebesar Rp. 40.000. Efisiensi pemasaran pada nelayan sebesar 0,514664, pada tengkulak 0,052374, dan bakul  0,061991. The village of Sukoharjo is a manufacturer of small crab attaching. The marketing of catches  small crab attaching in the village of Sukoharjo not through FAP.  The purpose of this research was to study the  marketing channels,  marketing  margins, and the efficiency of  marketing  small crab attaching  in the village of  Sukoharjo  Regency of Rembang.  This research was carried out from June 2015 in the village of Sukoharjo, Rembang, Central Java. The methods used in this research is descriptive case studies.Sampling method using the method of random samples. Method of  data collectionusing this type of  data  primary data and  secondary  data. Data capture method used is the  observation,  interviewing,  documentation, methods of data analysis  covering the technical aspects,  and  the  marketing  aspect  analyzed  descriptive  method. The results  of  this  research  is  the capture tool  is a small crab attaching  Bottom  Set Gillnet (pejer).  The type of distribution marketing  in this research is the indirect distribution. Small crab attaching marketing margins at nelayan Rp. 39293, on the middleman 30000  IDR and  the basket of  40000 IDR. The efficiency of marketing on the fishermen of  0.514664, on 0.052374, the middleman and the basket 0.061991.
FLUKTUASI HARGA DAN ALUR DISTRIBUSI IKAN LAYANG (Decapterus spp) DARI HASIL TANGKAPAN MINI PURSE SEINE YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PEKALONGAN Nugroho, Bramasto Ari; Boesono, Herry; Bambang, Azis Nur
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 1: Januari, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.952 KB)

Abstract

Fishery resources is a biological resources which have potency and enable to famous be received as wide and deeply. In effort to keeping fishery resources to be advance we need the widely knowledge about it. Therefore, in the present time we should be save the sea resourcesin a particular fishery resources for our generation in the future life. In this final project the research was taken in the Harbour of Pekalongan Nusantara Fishery Office. And TPI Pekalongan Nusantara Fishery Harbour Which have high level in operational and total fishery production income is so high enough and can hold many fishery ship. TPI PPN in Pekalongan is also as a corporation in fish marketing or distributing and the fuction to fish auction after the gain of fish cost. This research aims were to know the factors that affect the price of mackeel, to know the channel distribution, and analyze factor that had influence to the price fluctuation of mackerel fish. This research used a descriptive explorative data method using with quesionnaire to fisherman, fish sellers, and employers in Pekalongan Nusantara Fishery Port. The Primer Data got from an interview to the respondent directly, and Secondary Data got from Nusantara Fishery Port Office Pekalongan and the acknowlege that got from the instation which have connected with the object for research. Analysis data method with Double Linier regretion analysis with production function from Cobb doudlas and Double with helping program corelation analization with SPSS 17. This research can be factor that significantly attected in cost fluctuation was total production, if total mackerel fish production so much the cost of it is cheap and stable, if macarel fish production just a little so it would be expensive and not stable. The distribution channel in Pekalongan Nusantara Fishery Port is a distribution channel with direct and indirect.
ANALISIS TINGKAT PEMANFAATAN FASILITAS DASAR DAN FUNGSIONAL DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TAMPERAN, KABUPATEN PACITAN, JAWA TIMUR Noverianto, Ade Sony; Ismail, -; Bambang, Azis Nur
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 1: Januari 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.711 KB)

Abstract

Kabupaten Pacitan memiliki wilayah laut sekitar 7.636 km2, dengan panjang pantai 70,709 km. Wilayah perairan laut termasuk wilayah perairan samudera Hindia, memiliki potensi sumberdaya ikan yang mencapai 34.483 ton/tahun. Potensi sumberdaya ikan terdiri atas berbagai jenis ikan pelagis besar, seperti Tuna dan Cakalang, pelagis kecil, demersal dan udang. Namun potensi perikanan yang besar belum didukung oleh fasilitas pelabuhan yang optimal serta pengelolaan yang maksimal. Kondisi fasilitas di PPP Tamperan beberapa diantaranya lumpuh atau tidak difungsikan seperti lumpuhnya cold storage, belum adanya pabrik es, serta lahan yang cukup besar yang belum termanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi fasilitas di PPP Tamperan, menganalisa tingkat pemanfaatan dan kebutuhan fasilitas dasar dan fungsional, serta melakukan analisis strategi pengembangan PPP Tamperan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2015 di PPP Tamperan.  Metode yang digunakan adalah metode deskriptif bersifat survei, analisis tingkat pemanfaatan  digunakan untuk mengetahui tingkat pemanfaatan fasilitas dan analisis SWOT digunakan untuk strategi pengembangan PPP Tamperan. Hasil penelitian diperoleh bahwa fasilitas dasar dan fungsional yang terdapat di Pelabuhan Perikanan Pantai Tamperan memiliki tingkat pemanfaatan luas kolam pelabuhan 79,87%, alur pelayaran 70%, panjang dermaga 78%, serta tingkat pemanfaatan TPI 0%. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat pemanfaatan dan kebutuhan fasilitas dasar dan fungsional keseluruhan masih belum optimal untuk saat ini sehingga memerlukan penambahan kapasitas beberapa fasilitas untuk 13 tahun mendatang. Hasil analisis SWOT didapatkan hasil penerapan strategi S-O (Strength-opportunity) yang artinya Strategi dalam penerapannya digunakan Kekuatan untuk memanfaatkan peluang dengan kebijakan yang bersifat agresif. Pacitan Regency has a sea area of approximately 7636 km2, with a length of 70.709 km beach. The sea area including the territorial waters of the Indian Ocean, has the potential of fish resources, which reached 34 483 tonnes / year. The potential of fish resources consist of various types of large pelagic fish, such as tuna and Cakalang, small pelagic, demersal and shrimp. However, the potential for great fishing port facilities have not been supported by optimal and maximum manageability. Tamperan PPP facility conditions in some of them crippled or not functioned as paralysis of cold storage, the lack of ice plants, as well as land sizeable untapped. This study aims to determine the condition of the facilities on PPP Tamperan, analyzing the level of utilization and the need for basic and functional facilities, as well as analyzing the development strategy of PPP Tamperan. The research was conducted in August 2015 in PPP Tamperan. The method used is descriptive method is a case study, the analysis of the utilization rate is used to determine the level of utilization of the facilities and SWOT analysis used for PPP development strategy Tamperan. The result showed that basic and functional facility located in Port Fisheries Tamperan Beach has an extensive utilization rate of 79.87% ports, shipping lanes of 70%, 78% long pier, as well as the utilization rate of TPI 0%. The results can be concluded that the rate of utilization and the need for basic facilities and functional whole is still not optimal for the moment so some facilities require additional capacity for the next 13 years. SWOT analysis results showed the application of S-O strategy (Strength-opportunity), which means in practice is used Strengths strategy to take advantage of opportunities with a policy that is aggressive.
ANALISIS INVENTARISASI ALAT TANGKAP BERDASARKAN KATEGORI STATUS PENANGKAPAN IKAN YANG BERTANGGUNGJAWAB DI PPS NIZAM ZACHMAN DKI JAKARTA Andini, Anisa ASti; Bambang, Azis Nur; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.305 KB)

Abstract

Demi mewujudkan konsep pembangunan perikanan yang lestari, maka kontribusi ilmu pengetahuan sangat diperlukan baik pengkajian ilmiah dan pengendalian pemanfaatanya. Salah satu faktor penting dalam pemanfaatan sumberdaya ikan adalah Alat Penangkapan Ikan, Penilaian status teknologi penangkapan ikan merupakan salah satu langkah awal dalam merancang strategi pengelolaan perikanan disuatu tempat, termaksud Pelabuhan Perikanan yang merupakan fishing base dari kegiatan perikanan Tangkap. Penilaian tentang tingkat tanggung jawab suatu alat penangkapan ikan dilakukan dengan menerapkan analisis multi-kriteria yang menggunakan 9 kriteria unit penangkapan ikan yang bertanggungjawab. Tujuan dilakukannya Penelitian ini untuk menentukan status Alat Tangkap berdasarkan Kategori status alat tangkap bertanggungjawab, Menentukan strategi perbaikan perikanan tangkap, dan Menentukan unit-unit penangkapan yang sesuai dengan Code of Conduct Responsible Fisheries (CCRF) di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukan status baik dalam hal tanggungjawab terhadap lingkungan, tetapi bernilai cukup untuk tingkat pemahaman konservasi dan effisiensi. unit penangkapan ikan aktif terbaik di laut adalah Pancing cumi dan Purse seine, sedangkan unit penangkapan ikan pasif terbaik di laut adalah long line dan Unit penangkapan ikan yang paling sesuai dengan status code of conduct for responsible fisheries adalah alat tangkap long line, hal ini dilihat dari segi biologi yang memperhatikan tingkat efisiensi dan konservasi. Penyuluhan tentang penangkapan ikan yang baik masih perlu di terapkan, terutama masalah discards dan kriteria ikan yang layak tangkap yang perlu diperkenalkan di kalangan nelayan untuk mendukung kelangsungan hidup ikan sehingga perikanan tangkap dapat berkelanjutan.
Co-Authors - Asriyanto - Ismail - Pramonowibowo - Sardiyatmo Abdillah, Rangga Fajar Abdul Kohar Mudzakir Abdul Rosyid Abdulaziz, Muhammad Humam Ade Sony Noverianto, Ade Sony Alfian Oktaveasmara Ambaryanto Ambaryanto Ambaryanto Ambaryanto Andi Kusumo Andini, Anisa ASti Anggilaras Setiawati, Anggilaras Anis Syahfitri Rilia Giamurti, Anis Syahfitri Rilia Antoni Arif Priadi Ardhana Nadyasari Aristi Dian Purnama Fitri Aryany Chandra Wahyu Wijayanti, Aryany Chandra Wahyu Asriyanto Asriyanto Astuti, Tia Tri Bambang Argo Wibowo Bogi Budi Jayanto Bogi Budi Jayanto Bramasto Nugroho Chairunnisa, Sasha Dersi Herka Mayu Desyandri Desyandri Dian Ayunita NN Dewi, Dian Ayunita NN Dian Ayunita Nugraheni Nurmala Dewi Dian Wijayanto Diana Nur Afifah, Diana Nur Diana Puji Lestari, Diana Puji Dicky Rinanto Dini Restumurti, Dini Faik Kurohman Faisal Riza, Faisal Faizin Faizin Firna, Aklesta Leni Frida Purwanti Handoko, Wisnu Hapsari Larasati Hartuti Purnaweni Hasan Mustofa Amirudin, Hasan Mustofa Hellen Nanlohy Hellen Nanlohy Hendrik Anggi Setyawan Heni Novita Herry Boesono Heryoso Setiyono Hildani Yulia Fatmawati, Hildani Yulia Himawan Arif Sutanto Ika Susanti Imam Triarso Indradi Setiyanto Indradi Setiyanto Indri Hastuti Ira Adiatma Ismail Fahmy Almadi Kismartini Kismartini Kristini, Florentina Kukuh Eko Prihantoko Kurniawan Kurniawan Manik, Dessyanti Melinda Puspa Sari, Melinda Puspa Mohamad Heri Hidayattuloh Mohammad Saleh Lubis Muh Yusuf Muhammad Helmi Munifatul Izzati Nugroho Sukmawardhana Pramitrasari, Sulistyani Dyah Pramonowibowo M.Pi. Prasetyowati, Wulan Prihantoko, Kukuh Eko Primawati, Lydia Prio, Rudy Al Putra, Rizal Ichsan Putri Ayu Riandani, Putri Ayu Reza Putra Amirulloh Rini, Indri Putri Sekar Rizky Damayanti Rizky Muliani Dwi Ujianti Rudhi Pribadi S Supriharyono Sahala Hutabarat Said Abdusysyahid Saputri, Deby Weviditya Sari, Arum Laela Shasa Chairunnisa Siti Meilanisa Nurul Iman Sudrajat Sitorus, Hanny Farida Slamet Budi Prayitno Sutrisno Anggoro Sutrisno Anggoro Syahputra,, Rakhmanda Dimas Taufik Yulianto Trisnani Dwi Hapsari Vivera Avrodita Chandra Sari, Vivera Avrodita Chandra Wahyuningsih, Mita Widyaningrum, Vira Oktaviani Yohan Valen Hutagalung Yolanda Manurung