Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Apakah Calon Pendidik Melakukan Ketidakjujuran Saat Ujian Mid Semester? Herdian Herdian
Psycho Idea Vol 15, No 1 (2017): PSYCHO IDEA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1556.065 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v15i1.2237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk ketidakjujuran akademik pada calon pendidik PAUD saat mengerjakan ujian MID semester. Partisipan dalam penelitian ini yaitu 42 mahasiswa semester 3, 5, dan 7 pada program studi PG PAUD di Universitas X di Purwokerto.Alat pengumpulan data menggunakankuesioner Vignetteyang digunakan merupakan adaptasi dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Lestari dan Asyanti (2015.Analisis data menggunakan content analysis.Hasil penelitian membuktikan bahwa bentuk perilaku tidakjujur terbanyak yang dilakukan oleh mahasiswa pada saat kesulitan mengerjakan ujian mid semester yaitu bertanya/ meminta jawaban dan mencontek..Tujuan pada situasi kesulitan mengerjakan yaitu agar dapat menyelesaikan, terpancing untuk mengingat materi, sulit mengerjakan, nilai baik, dan menjabarkan jawaban.Sedangkan bentuk perilaku tidakjujur saat melihat teman-teman mencontek didominasi oleh hasil ikut teman mencontek, selebihnya bertanya pada teman, dan browsing internet. Tujuan pada situasi melihat teman mencontek yaitu agar soal terjawab semua, dapat menyelesaikan soal, agar adil (ikut teman mencontek), bertanya pada teman terkadang salah (membuka catatan), nilai bagus, dan dapat jawaban yang berbeda.Kata Kunci :Calon pendidik, Kejujuran, Ketidakjujuran akademik
Kebahagiaan pada Pendakwah Muslim Itsna Nurrahma Mildaeni; Herdian Herdian
Psycho Idea Vol 19, No 2 (2021): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.404 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v19i2.11137

Abstract

Islam sebagai agama mayoritas masyarakat Indonesia memiliki nilai-nilai yang dianut oleh seorang muslim yang mempengaruhi konsep dan cara pandang dalam memandang kehidupan termasuk terhadap kebahagiaan. Penelitian ini bertujuan menganalisa faktor-faktor yang menentukan kebahagiaan seorang muslim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan metode survei dengan kuesioner terbuka (open ended questionnaire). Partisipan penelitian adalah 40 orang muslim yang terdiri dari 20 orang laki-laki dan 20 orang perempuan. Hasil penelitian menemukan kebahagiaan pada muslim berkaitan dengan keluarga (55%), hubungan sosial (18%), rezeki (10%), konsep  spiritualitas dan religiusitas (18%). Penelitian membuktikan bahwa kebahagiaan seorang muslim meliputi unsur fisik, psikis, sosial, dan spiritual dan religiusitas. Implikasi dan pembahasan didiskusikan.
IbM Bagi Kelompok Guru PAUD Aisyiyah dan PAUD Ibnu Kholdun Desa Bantarmangu, Kab. Cilacap H Herdian; Tri Na'imah; N Nur'aeni
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.388 KB)

Abstract

Abstrak maksimal 200 kata berbahasa Indonesia dicetak miring dengan Times New Roman 10. Abstrak meliputi tujuan kegiatan, metode penelitian dan hasil dan kesimpulan penelitian. Tujuan dari kegiatan ini adalah 1) Memberikan pengetahuan tentang disiplin bagi anak Didik pada kelompok Guru Paud Aisyiyah dan Paud Ibnu Kholdun Desa Bantarmangu 2) Memberikan pengetahuan strategi mendisiplinkan anak didik pada kelompok Guru PAUD Aisyiyah dan PAUD Ibnu Kholdun Desa bantarmangu 3) Melatih kelompok Guru PAUD Aisyiyah dan PAUD Ibnu Kholdun Desa Bantarmangu dalam merancang metode token economy untuk mendisiplinkan anak didik. Jumlah peserta dalam pengabdian masyarakat ini yaitu 3 guru PAUD Aisyiyah desa Bantarmangu dan 2 guru Ibn Kholdun Desa bantarmangu, sehingga jumlah keseluruhan peserta yaitu 5 guru PAUD. Materi yang diberikan meliputi Penyuluhan mendisiplinkan anak didik, Penyuluhan strategi mendisiplinkan anak didik dan Pelatihan merancang metode token economy untuk mendisiplinkan anak didik. Kesimpulan dari pengabdian pada masyarakat ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan tentang kedisiplinan dan strategi mendisiplinkan anak didik. Hal ini dibuktikan dari pretest dan posttest yang diberikan pada saat sebelum dan sesudah pelatihan secara kualitatif melalui wawancara. selain itu luaran dari pelatihan ini berupa produk, yaitu papan token economy sebagai salah satu strategi modifikasi perilaku dalam mendisiplinkan anak. Metode ceramah, tanya jawab, dan pelatihan keterampilan merancang metode token economy menjadi metode yang tepat untuk memberi informasi dan peningkatan keterampilan mendisiplinkan anak.
Sosialisasi Hasil Riset Perkembangan Bahasa Inggris Santri di Pesantren Berbasis Pendekatan Dynamic Usage Based (DUB) Feisal Aziez; Herdian Herdian; Furqon Miftahul; Sofiana Intan
Jurnal Loyalitas Sosial: Journal of Community Service in Humanities and Social Sciences Jurnal Loyalitas Sosial Volume 4 No. 2 September 2022
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/JLS.v4i2.p92-103

Abstract

 This service program has two basic objectives. The first objective is to disseminate the results of ongoing research that has been carried out at partner Islamic boarding schools from 2014 to 2020 regarding the development of the English language of students. Overall, the findings of studies that have been carried out show that learners make almost all progress in the first six months and then they tend to be stable and stagnant in the forms and expressions of the English they use, which can be considered as a fossilized system that is the hallmark of pidginization. During their interactions, the non-target-like (NTL) output they produce is rarely corrected, perhaps because the learner does not know that the forms are not like the target language. It is also clear that students in pesantren have only limited exposure to input from authentic L2 or from more proficient people because the input they receive is mostly from their peers. In addition, the types of instruction they receive from their teachers are generally lexical based. These factors can cause the development of learners to stagnate. The very extensive role of peer interaction has also led to the process of pidginization or fossilization of students' English. The results of this continuous research become the basis for evaluating the English language learning program at partner pesantren which has been running for 30 years without any significant changes in program design. The second objective is to plan new English learning programs and teaching materials based on the research results.
Academic Dishonesty in Prospective Religion Teachers Herdian Herdian; Dyah Astorini Wulandari
Psikologia : Jurnal Psikologi Vol 2 No 1 (2017): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.493 KB) | DOI: 10.21070/psikologia.v2i1.1258

Abstract

The purpose of this study is how the forms of dishonest behavior in situations doing paper work, mid semester exam and final exam of the semester and describe the purpose of behaving dishonestly. Participants in this study are 29 students of 4th semester of Islamic studies education program at university x in Purwokerto. This research uses qualitative method with vignette open questionnaire data retrieval tool known as method to reveal values in individual and data analysis using content analysis. Based on the results of this study revealed that the task situation is the most used situation by students to do academic dishonesty. Academic forms of academic dishonesty work on paper assignments, mid semester exam and final semester exam is asking / asking answers, cheating / looking at friends' answers, quoting blogs, copying paste, copying answers, opening small papers. While the purpose of academic disagreement on the situation of doing paper assignments, mid semester exam and final exam of the semester that is to be / easy to do, work completed / quickly completed, for friends to teach / get answers, not difficult in doing, accurate answers, good value, -same cackling with friends and borrowing to copy.
Apakah Kebersyukuran dan Persepsi Dukungan Organisasi Berperan dalam Meningkatkan Kebahagiaan Guru TK? Annisa Nur Rosita; Tri Nai'mah; Retno Dwiyanti; Herdian Herdian
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i1.2947

Abstract

Kebahagiaan guru TK merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan anak, tetapi, jika guru memiliki masalah personal dan masalah organisasi dapat  menyebabkan menurunnya kebahagiaan yang dirasakan. Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh kebersyukuran dan persepsi dukungan organisasi terhadap kebahagiaan guru taman kanak-kanak di Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif kolerasional.  Populasi sebanyak 310 guru taman kanak-kanak Purwokerto dengan sampel 167 yang dipilih dengan teknik proportional random sampling.  Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala kebersyukuran, skala persepsi dukungan organisasi, dan skala kebahagiaan. Analisis data dilakukan melalui pengujian outer model dan inner model dengan bantuan bantuan software SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan kebersyukuran dan persepsi dukungan organisasi dapat meningkatkan kebahagiaan guru TK. Guru Taman kanak-kanak yang selalu bersyukur dan mendapatkan dukungan dari lingkungan organisasi maka lebih merasakan kebahagiaan. Hasil penelitian ini merekomendasikan pentingnya  penguatan faktor personal dan faktor  organisasional dalam meningkatkan kebahagiaan guru TK.
Mindfulness dan Workplace Well-being Untuk Mengurangi Burnout pada Perawat Harits Muhammad Azzam; Tri Na'imah; Dyah Astorini Wulandari; Herdian Herdian
Psychocentrum Review Vol 5, No 2 (2023): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/pcr.521206

Abstract

Perawat adalah profesi yang berperan penting dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit. Maka burnout merupakan permasalahan yang paling sering dialami oleh perawat. Mindfulness dan workplace well-being sebagai variabel positif diduga mampu mengurangi burnout. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh mindfulness dan workplace well-being terhadap burnout perawat Rumah Sakit X di Purwokerto. Partisipan berjumlah 91 perawat Rumah Sakit X di Purwokerto. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu skala mindfulness, skala workplace well-being dan skala burnout.  Analisis data dilakukan dengan pengujian outer model dan inner model dengan aplikasi SmartPLS 3.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada mindfulness terhadap burnout yang dibuktikan dengan nilai t-statistics 3,450 > 1,96 dan p-values sebesar 0,001 < 0,05. Adapun pengaruh workplace well-being terhadap burnout yang dibuktikan dengan nilai t-statistics 3,000 > 1,96 dan P-values sebesar 0,003 < 0,05. Nilai tersebut membuktikan bahwa kedua mindfulness dan workplace well-being berpengaruh terhadap variabel burnout.
Ketidakjujuran Akademik Pada Mahasiswa Calon Guru Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Herdian Herdian; Sri Lestari
Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Vol. 3 No. 2 (2018): Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/psi.v3i2.618

Abstract

Being a teacher must have a positive character, one of which is honesty. Honesty can be known based on academic behavior during a student. In fact, there are currently many dishonest behaviors in prospective educators, especially in early childhood education program students. The purpose of this study is to describe academic behavior, especially academic dishonesty in students of early childhood education programs at University X in Central Java, Indonesia. The focus of research is on forms of dishonest behavior when working on Tasks, Middle Semester Exams and final semester examinations, and the causes of dishonesty occur. This study uses a phenomenological qualitative approach with a data collection tool with in-depth interviews. The research subjects were 4 students in the 7th semester who took courses in the Teacher Education Study Program and Early Childhood Education. The results showed that the form of academic dishonesty in prospective students of early childhood teacher educators was asking for answers, asking for the essence of answers, seeing answers (without being known by friends), bringing cheats and searching for answers on the internet. Academic dishonesty factor is caused by the question that comes out when the exam is not studied or not in accordance with what is learned when studying, does not know the answer, does not understand the material delivered during lectures and learning is not optimal.
Pengaruh Kontrol Diri Terhadap Impulsif Buying Pada Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Purwokerto Dalam Pembelian Produk Kecantikan The Effect Of Self-Control On Impulsive Buying In Students Of Muhammadiyah Purwokerto University In Purchasing Beauty Produ Fajri, Aldi Nur; Rahardjo, Pambudi; Dwiyanti, Retno; Herdian, Herdian
PSIMPHONI Vol 4, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/psimphoni.v4i2.16715

Abstract

Self-control is the ability to control one's urge to give in to their desires. Impulsive buying is a pattern of action or an unplanned choice to buy a product or service. Before making a purchase, the decision to buy happens abruptly and without warning. This study aims to determine self-control of impulsive buying among students of Universitas Muhammadiyah Purwokerto. A questionnaire-based data collection method was used to gather the data in this study with 134 female students from various faculties (Faculty of Economics and Business, Faculty of Health Sciences, Faculty of Teacher Training and Education, Faculty of Pharmacy, Faculty of Islam Education, Faculty of Law, Faculty of Engineering, Faculty of Psychology and Faculty of Agriculture) at Universitas Muhammadiyah Purwokerto. The self-control scale instrument had a reliability value of 0.884, and the scale for impulsive buying had a reliability value of 0.851. Accidental sampling was employed to create the sample in this research. Based on research on the effect of self-control on impulsive buying among students of Universitas Muhammadiyah Purwokerto in Purchasing Beauty Products, F = 18,138 and T = 4,259 with a value of p = 0.000 0.05. Thus supporting the hypothesis that self-control affected impulsive buying among female students at Universitas Muhammadiyah Purwokerto. As shown, self-control effectively counteracts impulsivity to 12%, while 88.0% comes from additional factors that were not included in the study.Kontrol diri merupakan perilaku yang menahan dirinya untuk keinginan dan hasrat seseorang dalam melakukan perilaku seperti halnya Impulsif buying adalah perilaku atau sebuah keputusan yang tidak terencana untuk membeli produk atau jasa. Keputusan untuk membeli ini terjadi secara tiba-tiba dan seketika sebelum melakukan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kontrol Diri Terhadap Impulsif Buying Pada Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuisioner dengan responden 134 mahasiswi Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang tersebar di Fakultas Feb, Fikes, Fkip, Farmasi, Fai, Hukum, Tekhnik, Psikologi dan pertanian dengan instrument skala kontrol diri dengan nilai reliabilitas 0,884  dan skala impulsif  buying dengan nilai reliabilitas 0,851. Sampel yang digunakan pada penelitian menggunakan Accidental sampling. Berdasarkan analisis yang sudah dilakukan mengenai pengaruh control diri terhadap impulsif buying pada mahasiswi Universitas Muhammadiyah Purwokerto dalam Pembelian Produk Kecantikan dengan nilai F = 18.138 dan T = 4.259 dengan nilai p = 0,000 < 0,05. Yang sehingga hipotesis diterima yaitu pengaruh kontrol diri terhadap impulsif buying pada mahasiswi Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Hal tersebut dapat diketahui  12%  sumbangan efektif kontrol diri terhadap impulsif. Sedangkan 88.0% merupakan sumbangan dari faktor lainya yang tidak diteliti dalam penelitian.
Social media use and various factors affecting indonesian mental health during the COVID-19: A pathway to remember Tarnoto, Nissa; Yuniawati, Rudy; Wijayati, Rifky Dora; Herdian, Herdian
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 12, No 4: December 2023
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v12i4.22390

Abstract

In the middle of the COVID-19 pandemic, Indonesia is experiencing a crisis in mental health, and it appears that social media is making the issue much worse. This study examines the impact of social media use and its elements on Indonesians' mental health as a first step towards identifying potential disasters. The study uses a convergent mixed methods approach, utilizing both quantitative data measured by social networking activity intensity scale (SNAIS) and general anxiety disorder 7 scale (GAD-7), and qualitative data collected through open-ended questions answered by 347 Indonesians aged 17-65 years old. The results indicate a significant link (p<0.05) between excessive social media use during the pandemic and unfavorable impacts on users' mental health, specifically the development of anxiety. The study also finds that hoaxes and rumors on social media about COVID-19 infections, inadequate health facilities, and the Indonesian government's slow response contributed to the population's uneasiness. According to the studies, social media literacy is needed to managing social media use during times of crisis. This study adds to the social media-mental heath literature. It illuminates Indonesians' challenges, providing insights that might improve public health policies, mental health therapies, and educational efforts to encourage good social media practises.