Articles
FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKEMAS PELALAWAN KABUPATEN PELALAWAN
santi tri utami;
hetty ismainar;
nurlisis nurlisis;
sri desfita;
mitra mitra
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30633/jkms.v13i2.1265
Anemia pada ibu hamil mengacu pada kadar Hemoglobin (Hb) yang berada dalam darah ibu dibawah 11g/dL, hal ini disebabkan oleh ketidak mampuan jaringan pembentukan sel darah merah (eritropoietik) untuk mempertahankan konsentrasi Hb pada tingkat normal (WHO, 2017), masih tinggi kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja UPT Puskesmas Pelalawan Sebanyak 54,8%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor - faktor yang berhubungan dengan anemia terhadap ibu hamil di Wilayah kerja UPT Puskesmas Pelalawan Kabupaten Pelalawan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian Analytic Cross Sectional Study. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 154 ibu hamil. Teknik sampling yang digunakan yaitu Systematic Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang memiliki hubungan signifikan yaitu pengetahuan (POR = 37,778), usia kehamilan (POR = 5,843), dan pekerjaan (POR=0,80). Variabel paling dominan adalah pengetahuan (POR=37,778). Pihak Puskesmas, tenaga kesehatan aktif memberikan atau meningkatkan pengetahuan ibu hamil yaitu dengan melakukan penyuluhan untuk meningkatkan edukasi dan pemahaman anemia pada ibu hamil sehingga bisa memperkecil angka kejadian anemia saat kehamilan.
Dentists’ Behavior of Preventive Measures toward COVID-19 transmission at Dental Clinics in Pekanbaru City
Oktavia Dewi;
Nurlisis Nurlisis;
M Reyhan
Journal of Social Science Vol. 2 No. 3 (2021): Journal of Social Science
Publisher : Syntax Corporation Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (260.237 KB)
|
DOI: 10.46799/jss.v2i3.132
ackground Dentist professions are the greatest risk of being infected with Covid-19 virus. Dentists are very often exposed to bioaerosol, which is produced during dental work. There were 202 dentists in Indonesia who died due to exposure to the covid-19 virus. Dentists' behavior and attitude in dealing with the Covid-19 virus outbreak is very important in preventing transmission of the virus their practice room. This study aims to analyze the behavior of dentists to prevent covid transmission during dental treatment in the practice room. This research was a qualitative research with an exploratory approach. The research subjects were several dentists practicing independently in Pekanbaru City who were selected by purposive sampling. The data were collected by conducting in-depth interviews and incidental observations when the dentist performed treatment in the practice room. Data analysis was performed using the theme design and data validity test using source triangulation and data triangulation. All dentists have good knowledge and attitudes in preventing the transmission of covid-19, however, not all dentists have taken infection prevention measures because they have not used personal protective equipment (PPE) according to the standards recommended by the Indonesian Association of Dentists (PDGI) and Indonesian Doctor Association (IDI). This is due to inconvenience at work and limited costs. The behavior of preventing the transmission of covid-19 carried out by dentists in an independent practice room is not optimal. It is expected that dentists wear level 3 personal protective equipment and the government facilitates periodic swab checks and provides vaccinations.
Pengetahuan Gizi Berhubungan Dengan Body Image Pada Remaja Putri Kurus
Tengku Hartian Silawati Ningsih;
Heryudarini Harahap;
Nurlisis
Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Badań Perencanaan Pembangunan Dearth, Penelitian dań Pengembangan Provinsi Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Body Image merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi. Terbentuknya konsep diri tentang body imagey ang salah dapat mempengaruhi remaja melakukan diit yang salah sehingga menyebabkan remaja mengalami masalah gizi. Tujuan dari analisis ini adalah menentukan proporsi body image yang tidak baik dan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan body image pada remaja putri yang kurus. Jenis penelitian adalah cross-sectional. Populasi dalam penelitian adalah semua remaja putri kelas VII di SMP Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Senapelan Kota Pekanbaru yang terdiri dari 6 sekolah menengah pertama dengan jumlah 432 orang. Sampel adalah seluruh remaja dengan kriteria inklusi 1) Indeks Massa Tubuh menurut umur (IMT/U) < -2 SD, dan 2) hadir pada saat dilakukan pengumpulan data. Jumlah sampel adalah 54 orang. Analisis data menggunakan uji chi square dan backward stepwise logistic regression. Proporsi remaja kurus dengan body image yang tidak baik adalah 44,4%, ditemukan 3 (1,9%) responden yang menyatakan ‘merasa gemuk’. Variabel yang berhubungan dengan body image adalah pengetahuan gizi. Remaja gizi kurus dengan pengetahuan gizi tidak baik berisiko 4,7 kali untuk mempunyai body image tidak baik daripada remaja dengan pengetahuan gizi baik. Diharapkan kepada pihak sekolah agar menerapkan dan mengaktifkan kembali kegiatan PKP-R (Pelayanan Kesehatan Ramah-Remaja).
Determinan Kekurangan Energi Kronis (KEK) Ibu Hamil di Puskesmas Lubuk Muda: Determinan Kekurangan Energi Kronis (KEK) Ibu Hamil di Puskesmas Lubuk Muda
Ervinawati, Ervinawati;
Wirda, Aslis;
Nurlisis, Nurlisis
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 4 No 3 (2018): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (629.915 KB)
|
DOI: 10.25311/keskom.Vol4.Iss3.289
Deficiency chronic energy is the condition those where pregnant women experience food shortages that occur as a year (Chronis). To be marking by size LILA <23,5 cm. Overall for survey results Riskesdas in 2017 and Riskesdas in 2013 that is 21,6% increased to be 24.2%, while Riskesdas Riau Province in 2013 that’s showing the risk prevalence KEK of Bengkalis Regency that is (66, 4%). The purpose of this study to knows the connection of knowledge about nutrition, energy intake, abstinence, education, parity and age. Is it associated with chronic energy deficiency (KEK) Pregnant Women in the Work Area of ​​Lububuk Muda Public Health Center Siak Kecil District Bengkalis Regency in 2017. Analytical quantitative research type with Cross Sectional design, sample number of 117 pregnant mother. Measuring instrument using questioner, KEK is measured using Upper Arm Ribbon and Recall Energy intake 2x24 hours measured using Nury Suvey program. Data analysis was performed univariat, bivariate (chi-square) and multivariate (multiple logistic regression). The results showed that there was a causal relationship between parity with happening on KEK to pregnant mother of POR: 9,937 (CI 95 % :4,206-23,481). To the manager of KIA program collaborate with cross sectors to move the family planning program by re-sosializing to get an ideal number of families.
Peran Kader dalam Pemantauan Pertumbuhan Balita Bawah Garis Merah
Yunita, Jasrida;
Nurlisis, Nurlisis
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 4 No 3 (2018): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25311/keskom.Vol4.Iss3.1773
Undernourished children can manifest in several degrees: under or severe. Cadres play a critical function in tracking children's development. This research aimed to gather comprehensive data regarding the function of cadres in monitoring undernourished children. The study was conducted at the Umban Sari Public Health Center, using a qualitative methodology. Seven informants were chosen by purposive sampling. An extensive interview guide, recorders, cameras, and field notes were used as research instruments to capture all of the data in the field. Through observations and interviews, data were gathered. Triangulation techniques were used to validate the data. The results showed that cadres have a considerable function as communicators between the community and health professionals; in addition to being active in the planning and implementation of activities on the day of Posyandu for integrated services; however other than the integrated services, there was still limited role: only to greet mothers on their way to Posyandu; visitation activities conducted by the health officers accompanied by cadres when the toddler was first detected undernutrition and toddlers did not attend two consecutive months; provided guidance to the public was still not maximized; and cadres were still less active in counseling. t is recommended that cadres hold frequent meetings and training sessions, delegate authority to them beyond the integrated services, develop dietary guidelines for families, and distribute children's health literature.
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN AKTIFITAS FISIK SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMPN 39 PEKANBARU
Nurhapipa, Nurhapipa;
Nurlisis, Nurlisis
Ensiklopedia of Journal Vol 6, No 4 (2024): Vol. 6 No. 4 Edisi 1 Juli 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33559/eoj.v6i4.2486
Adolescence is a transition period from childhood to physical adulthood. Adolescence is characterized by changes in physical appearance and biological functions, especially those related to the sexual glands. Menstrual disorders have a certain relationship to the physical and psychological condition of women. Menstrual disorders are influenced by body weight, frequency of exercise, physical activity, stress, diet, environmental exposure, working conditions, synchronization of the menstrual process, and endocrine disorders. General objective to analyze the relationship between nutritional status and physical activity on the menstrual cycle in adolescent girls at SMPN 39 Pekanbaru. This type of research is quantitative analytical with a cross sectional design. This research was conducted in August 2023. The research location was at SMPN 39 Pekanbaru. The population and sample are 100 teenagers attending SMPN 39 Pekanbaru (Total Sampling). Data analysis using univariate and bivariate analysis (chi square test) with 95% CI. The results of this study show that there is a relationship between physical activity with a p value of 0.014 (<0.05) and nutritional status with a p value of 0.008 (<0.05) with the menstrual cycle. There is a need for the role of teachers and health workers in improving adolescent health through the PKRR program.Keywords: Adolescents, Nutrition, Menstruation, SMPN 39
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Skizofrenia pada Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau Tahun 2022
Lestari, Winda Ayu;
Mitra, Mitra;
Nurlisis, Nurlisis
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.6 No.2 (2024) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/jkmm.v6i2.15305
Orang dengan skizofrenia dalam masyarakat dianggap berbahaya, bahkan penderita skizofrenia dikucilkan dan disembunyikan, serta tidak dibawa berobat ke dokter karena keluarga merasa malu. Pada Tahun 2017 WHO (World Health Organization) menyebutkan bahwa 50 juta jiwa didunia menderita skizofrenia, dan di Asia Tenggara mencapai 6,5 juta jiwa. Prevalensi penderita skizofrenia di Indonesia diperkirakan 2 juta jiwa (1%) dari penduduk yang menderita skizofrenia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keadian skizofrenia. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif analitik observasional dengan desain cross sectional. Populasi pasien dengan gangguan kejiwaan di poli rawat jalan Rumah Sakit Jiwa Tampan pada Tahun 2021 berjumlah 10.780 dengan sampel 193 orang. Teknik pengambilan sampel Concecutive Sampling. Analisis data secara univariat, bivariat dengan uji chi-square dan multivariate dengan uji regresi logistic ganda. Hasil penelitian menunjukkan proporsi kejadian Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau sebesar 75,6%. variabel yang berhubungan adalah Stres (POR 9,073), Usia (POR 8,146), Pola Asuh Keluarga (POR 7,086), dan Riwayat Keluarga (POR 3,723). Dapat disimpulkan bahwa faktor yang paling dominan terhadap kejadian Skizofrenia adalah variabel stres. Diharapkan fasilitas kesehatan dapat memberikan penyuluhan tentang mengelola stres, dan juga mengajak pasien untuk melakukan terapi kognitif untuk mengurangi frekuensi stres.
Peningkatan Peran Kader Posyandu dalam Penanggulangan Kejadian Balita Bawah Garis Merah
Yunita, Jasrida;
Nurlisis, Nurlisis;
Fadil Amirullah , Muhammad
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service) Vol. 1 No. 1 (2021): Pengabdian Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Universitas Hang Tuah Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25311/jpkk.Vol1.Iss1.901
Kejadian Balita Bawah Garis Merah (BGM) di wilayah Puskesmas Umban Sari tahun 2016 ditemukan sekitar 37 balita. Sampai Desember 2017 yang sudah normal 6 balita dan yang masih gizi kurang sebanyak 24 balita, satu diantaranya sampai pada gizi buruk, yang tidak terpantau lagi sekitar 7 orang dikarenakan tidak aktif lagi datang ke posyandu. hasil penelitian kami masih ditemukan peran kader sebagai penghubung masyarakat dengan petugas kesehatan, pembina, perencana dan pelaksana, serta penyuluh masih belum maksimal. Untuk itu perlu dilakukan pelatihan terhadap kader dalam rangka meningkatkan pengetahuan kader tentang balita BGM dan memiliki keterampilan dalam mendeteksi balita BGM. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah memberikan pelatihan kepada para kader tentang balita gizi kurang terkait penyebab dan upaya penanggulangannya, dapat melakukan deteksi dini terhadap kejadian BGM di masyarakat. Hasil menunjukkan setelah mengikuti pelatihan tentang BGM, sejumlah 70 persen peserta (kader) menjadi meningkat wawasannya. Kader sangat bekerja keras dilapangan. Kader turun dengan tenaga kesehatan dari puskesmas bersama-sama ikut memantau perkembangan anak BGM. Dengan adanya kegiatan ini menambah pengetahuan dan meningkatkan pertemuan secara rutin. kader di berikan pre test lagi dari hasil pre test tentang pengetahuan mendeteksi balita BGM dari 10 kader hanya 70% yang sudah baik pengetahuannya. Pada saat memberikan materi, peserta (kader) sangat bersemangat untuk mendengarkan dan banyak pertanyaan yg mau di diskusikan ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan dari peserta. Peserta mengusulkan untuk bisa mendapatkan pelatihan lanjut dan Proses monitoring serta evaluasi lebih intensif untuk keberlanjutan dan keberhasilan penurunan anak BGM
DETERMINAN PERSALINAN SECTIO CAESAREA DI RS SYAFIRA KOTA PEKANBARU TAHUN 2018
Novita, Diana;
S, Donel;
Nurlisis, Nurlisis
Ensiklopedia of Journal Vol 1, No 1 (2018): Vol 1 No 1 Edisi 2 Oktober 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.468 KB)
|
DOI: 10.33559/eoj.v1i1.40
Caesarean delivery is a fetal birth by performing an incision on the abdominal/laparotomy and uterine/hysterotomy. The proportion of caesarean deliveries in the city of Pekanbaru continues to increase both in government hospitals and private hospitals. Syafira Hospital is a private hospital with the highest proportion of caesarean deliveries from six other private hospitals in the city of Pekanbaru. Data from January to December 2017 the number of caesarean deliveries was 495 (56.4%) from 877 deliveries. The aim of this research is to know the determinant factors of delivery of caesarean at Syafira Hospital in Pekanbaru City. This study uses quantitative observational analytical method with design case control.This research was conducted from August to September 2018. Using secondary data collection, from medical records. The population consisted of cases and controls, with a sample of 203 cases of caesarean section delivery and 203 normal delivery controls. Data analysis was carried out in univariate, bivariate and multivariate with multiple logistic regression using prediction models. The results of the study revealed that determinant factors were maternal medical indications at risk 35 times for delivery by caesarean (95% CI = 12,970-95,924).It is advisable for the hospital to promote the advantages and disadvantages of each type of childbirth, the use of antenatal care for early detection of labor complications, and to optimize the role of health workers in the handling of maternal neonatal emergencies.
PELATIHAN KADER DALAM DETEKSI DINI STUNTING DAN PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENDEKATAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT
Mitra Mitra;
Novita Rany;
Jasrida Yunita;
Nurlisis Nurlisis
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3: Agustus 2022
Publisher : Bajang Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53625/jabdi.v2i3.2450
Abstract: Situasi pandemic COVID19 berdampak pada terhentinya aktifitas kegiatan posyandu yang tentunya berpengaruh pada pemantauan pertumbuhan anak untuk deteksi dini stunting. Untuk itu perlu disiasati dengan memberdayakan kader dalam mendeteksi stunting dan mencegah terjadinya stunting. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan kader dalam deteksi dini stunting dan pencegahan stunting melalui pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Metode pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan. Kelompok sasaran adalah kader yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Rumbai Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru berjumlah 35 orang kader. Tahapan pengabdian pengabdian kepada masyarakat dimulai dengan mengadakan kerjasama dengan Puskesmas Rumbai, menghubungi Kader, Pelaksanaan Kegiatan, dan Penyusunan Laporan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Kegiatan pengabdian terlaksana dengan baik. Permasalahan yang ditemui antara lain masih ada warga yang buang air besar sembarangan terutama pada warga yang tinggal di bantaran Sungai Siak, sampah yang menumpuk, beberapa tempat belum ada saluran limbah, pemantauan tumbuh kembang balita belum berjalan sebagai mana mestinya akibat pandemic COVID 19.