Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN BREASFEEDING SELF-EFFICACY, PERAN AYAH, DAN TRADISI KELUARGA TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI PUSKESMAS SINAMA NENEK KABUPATEN KAMPAR kursani, elmia; Nurlisis, Nurlisis; Purwanti, Yuni; Rahma, Aditya Nur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46564

Abstract

Pemberian ASI eksklusif sebagai makanan utama bayi berusia 0-6 bulan, tanpa penambahan makanan atau minuman lain, penting dilakukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, mencegah infeksi kuman penyakit, dan kematian pada bayi., Puskesmas Sinama Nenek di Kabupaten Kampar memiliki cakupan ASI Eksklusif sebesar 45,7%. Cakupan ini belum mencapai target nasional sebesar 80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara breastfeeding self- efficacy, peran ayah, dan tradisi keluarga terhadap pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Sinama Nenek, Kabupaten Kampar. Penelitian ini dengan desain cross sectiona). Subyek penelitian adalah ibu memiliki bayi berusia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sinama Nenek, kabupaten Kampar. Populasi ibu yang memiliki bayi usia 6 sampai 12 bulan berjumlah 80 orang. Teknik pengambilan Sampel menggunakan teknik total populasi yaitu sebanyak 80 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Varibel independen yaitu breastfeeding self-efficacy, peran ayah, tradisi keluarga, dengan pemberian ASI eksklusif. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis Univariat dan Bivariat. Hasil menunjukkan adanya hubungan antara breastfeeding self-efficacy (BSE) (p=0,000) dan peran ayah (p=0,027) dengan pemberian ASI eksklusif, sedangkan tradisi keluarga tidak menunjukkan hubungan bermakna (p=0,297). Diharapkan kepada ayah dan keluarga memberikan dukungan kepada ibu tentang pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan.
Analisis penerapan higiene dan sanitasi rumah makan di kelurahan Tarempa Kecamatan Siantan Kabupaten Kepulauan Anambas Analysis the application of Hygiene and Sanitation in restaurants of urban village Tarempa sub-district Siantan regency Kepulauan Anamba Malik, Fadri Rabial; Abidin, Aldiga Rienarti; Nurlisis, Nurlisis; Hayana, Hayana; Sari, Nila Puspita
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 10 No 3 (2024): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol10.Iss3.1376

Abstract

Hygiene and sanitation is a specific action to improve hygiene and health through maintaining the health of each individual and the environment that affects it. Of the several restaurants that do not meet the requirements as many as 12 restaurants. Identifiable risk factors include unhygienic food ingredients, improper processing, improper storage, contaminated equipment and people handling the food. The purpose of this study was to analyze the application of restaurant hygiene and sanitation in the Tarempa sub-district, Siantan district, Anambas Islands district in 2022. This type of research was qualitative. The research was conducted in one of the restaurants in the Anambas Islands Regency that did not meet the requirements in March 2022. There were five informants consisting of one restaurant owner, two handlers, and sanitarian staff and visitors. Collecting data using interviews and observations in restaurants that do not meet the requirements. The results showed that in the restaurant some variables did not meet the hygiene and sanitation requirements based on the Minister of Health Number 1098/MENKES/SK/VII/2003 such as not using gloves, not providing organic and inorganic waste bins and toilets that had not been separated and did not have a septic tank. The suggestion is that it is necessary to make efforts to improve the application of hygiene and sanitation in restaurants and attend special training on hygiene and sanitation requirements.
SOSIALISASI PENGELOLAAN POSYANDU KESEHATAN JIWA DI PUSKESMAS LANGSAT KOTA PEKANBARU: Sosialisasi Pengelolaan Posyandu Kesehatan Jiwa Di Puskesmas Langsat Kota Pekanbaru Yunita, Jasrida; Ismainar, Hetty; Nurlisis, Nurlisis; Anwir, Harvandy; Kalrosa, Nurva
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 4 No. 1 (2024): JPKK Edisi April 2024
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol3.Iss3.1771

Abstract

The Langsat Health Center in Pekanbaru City was not managing the high prevalence of People with Severe Mental Disorders (ODGJ) optimally. This was due to lack of personnel and the absence of a mental health post that was used to provide integrated mental health services. The purpose of community service is to raise awareness of the value of mental health in Posyandu among all medical staff members who work in community health centers. The method was carried out by socialization and mutual commitment to ensure the success of the Mental Health Posyandu program at the Langsat Community Health Center in Pekanbaru City. Every officer at a community health center took part in the socialization process. The activity resulted in the officers' understanding of the concept of Mental Health Posyandu after the socialization process was completed. Additionally, the Community Health Center is committed to making this program one of its programs and would use it as an innovation program for the health center. To continue this activity, interested parties will be contacted, including the Pekanbaru City Social Service, Mental Hospital, Sukajadi Subdistrict Head, Village Head Kampung Tengah, Village Head Kampung Melayu,  Village Jadirejo, and the community as a whole, who will take part as a cadre in Mental Health Posyandu activities. Abstrak Tingginya angka kejadian Orang Dengan Gangguna Jiwa (ODGJ) Berat di Puskesmas Langsat Kota Pekanbaru tidak tertangani dengan optimal. Hal ini karena kurangnya tenaga dan belum adanya Posyandu Jiwa yang dapat digunakan dalam memberikan pelayanan kesehatan jiwa secara terpadu. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah memberikan sosialisasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang terlibat di puskesmas tentang pentingnya Posyandu Kesehatan Jiwa. Metode kegiatan melalui sosialisasi dan komitmen bersama dalam mensukseskan program Posyandu Kesehatan Jiwa di Puskesmas Langsat Kota Pekanbaru. Peserta sosialisasi adalah seluruh petugas puskesmas. Hasil kegiatan didapatkan bahwa setelah dilakukan sosialisasi dapat diketahui bahwa para petugas memahami konsep dari Posyandu Kesehatan Jiwa dan Puskesmas berkomitmen menjadikan program ini sebagai salah satu program puskesmas dan akan dijadikan program inovasi puskesmas karena belum ada Posyandu Kesehatan Jiwa di Kota Pekanbaru. Kegiatan ini akan terus dilanjutkan dengan melakukan pendekatan kepada pihak-pihak berkepentingan seperti Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dinas Sosial Kota Pekanbaru, Rumah Sakit Jiwa, Camat Kecamatan Sukajadi, Lurah Kelurahan Jadirejo, Lurah Kampung Tengah, dan Lurah Kampung Melayu, serta Masyarakat yang akan ikut berpartisipasi sebagai kader dalam kegaitan Posyandu Kesehatan Jiwa.
Improving Community Capacity In Non-Communicable Disease (Ncd) Prevention Efforts Through The “Cerdik” Women's Movement In Pekanbaru City: Peningkatan Kapasitas Masyarakat Pada Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) Melalui Gerakan Perempuan “Cerdik” Di Kota Pekanbaru Leonita, Emy; Nurlisis, Nurlisis; Nopriadi, Nopriadi
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 3 No. 3 (2023): JPKK Edisi Desember 2023
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol3.Iss3.1764

Abstract

Based on data from the Pekanbaru City Health Department shows that only 2.0% of the estimated number of people at risk of hypertension aged over 15 years received healthcare. Similarly, only 10.1% of the estimated group at risk of diabetes received healthcare. This information shows that the management efforts for the NCD risk group are still not optimal. The intervention strategy is the ‘CERDIK’ behavior. Women are the agent of change as a strategic target with the hope that these women's groups know, be willing, and able to implement CERDIK in their daily lives, for individuals, families, and communities. Community empowerment activities through women's groups, namely members of the ‘Majelis Ta'lim’ council, were carried out starting from the preparation stage (forming a CERDIK women's group for NCDs prevention, creating CERDIK behavior counseling materials, and designing pre-test and post-test instruments), implementation (carrying out PKM activities in the form of direct and indirect counseling through social media WhatsApp groups). After the community service activity was carried out, the participants' knowledge increased. The average score before the intervention was 61.20, while after the intervention, it was 83.20. After statistical t-test analysis was carried out, the P-value was 0.0078. In addition, the participants' capacity was also seen from the participants' ability to convey the material about NCDs and prevention through CERDIK behavior. Abstrak Data dari dinas kesehatan Kota Pekanbaru, dari estimasi jumlah risiko hipertensi pada penduduk diatas 15 tahun hanya 2,0% yang mendapatkan pelayanan kesehatan. Demikian pula dari estimasi kelompok berisiko diabetes hanya 10,1% yang mendapatkan pelayanan kesehatan. Informasi tersebut menunjukkan masih belum maksimalnya upaya penatalaksanaan pada kelompok berisiko PTM. Strategi intervensi adalah perilaku CERDIK. Perempuan adalah Agent of change sebagai sasaran satrategis dengan harapan kelompok perempuan tersebut tahu, mau dan mampu dalam mengimplementasikan CERDIK dalam kehidupan sehari-hari baik untuk pribadi, keluarga dan masyarakat. Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui kelompok perempuan yaitu anggota majlis taklim dilaksanakan mulai dari tahap persiapan (membentuk kelompok perempuan CERDIK untuk pencegahan PTM, membuat materi penyuluhan tentang perilaku CERDIK dan merancang instrumen pre test dan post test), implementasi (melaksanakan kegiatan PKM berupa penyuluhan langsung dan tidak langsung melalui media  sosial grup whatsapp). Setelah dilaksanakan kegiatan pengabdian, pengetahuan peserta meningkat. Rata-rata nilai sebelum intervensi adalah 61,20, sedangkan setelah diberi intervensi nilai rata rata pengetahuan menjadi 83,20. Setelah dilakukan analisis uji statistik t dependent diperoleh nilai Pvalue 0,0078. Selain pengetahuan meningkat kapasitas peserta juga terlihat dari terampilnya peserta menyampaikan kembali materi tentang PTM dan pencegahan melalui perilaku CERDIK.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Bijak Makan dan Memilih Cemilan Sehat pada Remaja di SMPN 39 Pekanbaru Hapipa, Nur; Nurlisis, Nurlisis; Meilani, Nisa; Alanai, Putri Kulya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2024): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v5i1.5956

Abstract

Pada masa remaja sebagian besar anak memiliki pola makan yang tidak seimbang karena sering mengonsumsi jajanan atau camilan rendah gizi. Berdasarkan hasil survey awal yang dilakukan pada siswa SMPN 39 Pekanbaru ditemukan masih banyak perilaku remaja yang lebih suka mengkonsumsi makanan cepat saji dibandingkan makanan sehat, serta kurangnya pengetahuan pada remaja tentang bahaya makanan junkfood. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai bagaimana pentingnya mengkonsumsi makanan bergizi. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan memberikan  penyuluhan menggunakan metode ceramah tanya jawab. Penyuluhan kesehatan yang diberikan yaitu tentang pentingnya mengkonsumsi makanan sehat serta mengurangi konsumsi junkfood berlebihan. Sasaran pengabdian yaitu siswa di SMPN 39 Pekanbaru. Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 5 Agustus 2023. Sebelum melakukan penyuluhan pelaksana memberikan bina suasana kepada remaja di SMPN 39 agar para remaja mau mendengarkan dan menerima penyuluhan yang dilakukan. Terjadi peningkatan pengetahuan remaja sebelum dan sesudah penyuluhan. Hal ini membuktikan bahwa penyuluhan yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja di SMPN 39 Pekanbaru tentang konsumsi makanan sehat. Diharapkan para remaja dapat mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan berperilaku hidup sehat, serta mengkonsumsi makanan sehat dan menghindari junkfood. Peran dari sekolah juga sangat penting dalam mengawasi dan mengingatkan pada remaja mengenai pentingnya menjaga gizi agar tetap seimbang
Peningkatan Pengetahuan Peran Ayah Sebagai Breastfeeding Father Dalam Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Sinama Nenek Kabupaten Kampar Kursani, Elmia; Nurlisis, Nurlisis; Antony, Divanita
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.1798

Abstract

Air Susu Ibu merupakan makanan terbaik untuk bayi yang mengandung sel darah putih, protein dan zat kekebalan yang cocok untuk bayi. ASI membantu pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal serta melindungi terhadap penyakit. ASI memiliki kandungan nutrisi yang lengkap, utamanya dalam peningkatan daya tubuh anak, kecerdasan hingga kemampuan motorik anak. Imunitas tubuh yang meningkat ini juga cenderung dapat mencegah anak dari alergi dan diare karena higienitas ASI. Selain itu ASI juga memiliki komponen nutrisi yang tepat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. ASI Eksklusif yang diberikan pada anak di usia 0 sampai 6 bulan tanpa diberikan tambahan makanan atau minuman lain. Di Wilayah Puskesmas Snama Nenek Kabupaten Kampar masih rendahnya cakupan ASI Eksklusif yaitu pada tahun 2023 45,7%. Tujuan dilaksanakan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan Peran ayah ini mencakup dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan fisik dan dukungan informasi. Di Daerah Sinama Nenek Kabupaten Kampar, peran Ayah dalam Ayah ASI masih minim mereka masih cuek,karena kurangnya informasi dan perannya dalam mendukung ibu yang menyusui Bayinya. Diharapkan adanya Peningkatan Pengetahuan Peran Ayah sebagai Breastfeeding Father dalam Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Sinama Nenek Kabupaten Kampar.
SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN SENAM REMATIK PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA KASIH IBU KELURAHAN TANGKERANG LABUAI Susanti, Nurvi; Rasyid, Zulmeliza; Harnani, Yessi; Nurlisis, Nurlisis; Hasrianto, Nofri
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 2 No. 2 (2023): Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, Desember 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v2i2.1636

Abstract

Rheumatism is a disease that attacks the joints and bones or supporting tissues around the joints, this class of diseases is an autoimmune disease that many elderly people suffer from. The initial survey was conducted in Tangkerang Selatan Village, Pekanbaru City, out of 8 elderly people, mostly 5 people with complaints such as body fatigue, difficulty moving, leg pain when walking, aches and pains, and stiffness that occur consistently. One of the efforts made by doing prevention and rheumatic exercises regularly is to reduce the pain from rheumatism. The purpose of this community service is to increase the knowledge of the elderly about health, namely by doing rheumatic prevention and exercises. The media is used for counseling leaflets and practicing rheumatic gymnastics movements. The method used is by giving post-tests and pret-tests. The results of this activity obtained elderly knowledge at the time of the Pret Test as much as 40% had poor knowledge and increased during the post-test by 70% with good knowledge.  It is hoped that increasing knowledge and doing rheumatic gymnastics movements at the integrated service post and at home can prevent or reduce rheumatic symptoms in the elderly.
Pelatihan Penyusunan Menu Dan Pengolahan Pangan Berbasis Kearifan Lokal Pada Ibu Menyusui Dalam Pencegahan Stunting Mitra, Mitra; Nurlisis, Nurlisis; Rany, Novita
Jurnal Abdi Mas Adzkia Vol 4, No 1 (2023): Agustus - Desember 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/adzkia.v4i1.18364

Abstract

The achievement of exclusive breastfeeding in the working area of the Karya Wanita Community Health Centre in Pekanbaru City has yet to reach its target. Community Health Centre Karya Wanita is one of the focus locations for reducing stunting prevalence in Pekanbaru City, Riau Province. Lack of breast milk production is the cause of mothers not breastfeeding their babies. This community service aims to increase mothers' knowledge and skills in preparing menus and processing local wisdom-based food ingredients to prevent stunting in toddlers. The community service method was carried out using lectures and discussions, food processing practices, counselling and measuring the nutritional status of toddlers. The training participants were 12 breastfeeding mothers in the Working Area of Community Health Centre Karya Wanita Pekanbaru City. The training was held at Integrated Health Post Petak Bersilang RW 16 Limbungan Baru Village, Rumbai Pesisir Sub-district, Pekanbaru City, on 21 August 2023. The community service procedure starts with preparation, implementation, and evaluation. Preparation is done through coordination with the health centre and recording breastfeeding mothers in the Karya Wanita Community Health Centre Working Area. Evaluation was carried out through assessment of pre-test and post-test answers to mothers' knowledge and attitudes. Data analysis was presented univariately through a frequency distribution table of mothers' knowledge and attitudes. The service results showed an increase in the value of knowledge and attitudes of mothers before and after training. Mothers are expected to implement the material provided to increase breast milk production and prevent toddler stunting.
Co-Authors Abidin, Aldiga Rienarti Agus Alamsyah Alanai, Putri Kulya Antony, Divanita Anwir, Harvandy Aprita Dewi Aulia Astri Bambang Setiaji Desmariyenti . Diana Novita Dince Safrina Dini Rahayu Donel S ecy kartika sari Elmia Kursani Ervinawati, Ervinawati Ervira Dwiaprini As Syifa Fadil Amirullah , Muhammad Guspratiwi Syahdinar Abadi Gustina, Tin Hapipa, Nur Hayana, Hayana Herniwanti Herniwanti Hery Widijanto Heryudarini Harahap Hetty Ismainar Ika Putri Damayanti Irwan Muryanto Irwan Muryanto Jeffry Kurniawan Juli Selvi Yenti Kalrosa, Nurva Kursani, Elmia Leonita, Emy Leonita, Emy Lestari, Winda Ayu Lita Lita Liva Maita, Liva M Reyhan M. Fadil Amirullah Malik, Fadri Rabial MARINI ARIESTA Meilani, Nisa Melda Syafitri Mitra Mitra mitra mitra Mitra Mitra Muhammad Muzakir Fahmi Muhammad Muzakir Fahmi Muhammad Muzakir Fahmi Nasution, Dona Sari Nofri Hasrianto Nopriadi Nopriadi Novita Yanti Novita Yanti Nur' Afni Nur' Afni Nurhapipa Nurhapipa, Nurhapipa Nurvi Susanti Oktavia Dewi Purwanti, Yuni Rahma, Aditya Nur Rahmalisa, Uci Ranti Puspa Lestari Rany, Novita Rany, Novita Risa Pitriani Rosa Handayani S, Donel santi tri utami Sari, Nila Puspita sidri rizqi yuniati Sinta Yuni Putri Sri Desfita, Sri Syamsul Bahri Rivaí Syamsul Bahri Riva’i Syamsul Bahri Riva’i Tengku Hartian Silawati Ningsih Titiana Yuswar Toha Muhaimin Winda Anggraini Winda Mayasari Wirda, Aslis Wirdaningsih Wirdaningsih Wulan Sari Yanti Ernalina Yessi Harnani Yunita, Jasrida Zahtamal Zahtamal Zulfan Saam Zulmeliza Rasyid Zulmeliza Rasyid