Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Dongeng Sebelum Tidur Menjadi Konon di Era Gawai? (Eksistensi Dongeng Sebagai Pendidikan Pada Anak Usia Dini) Firdaus, M.; Bastian, Adolf; Rizky, Ramanda; Telaumbanua, Yohannes
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i2.8496

Abstract

Dongeng memiliki peran besar dalam pengembangan literasi anak dan karakter anak, khususnya pada usia dini. Namun, di era gawai saat ini, eksistensi dongeng sebagai pendidikan pada anak usia dini perlu dipertanyakan. Metode dalam penelitian adalah Kuantitatif dengan metode surve melalui kuesioner. Sampel dalam penelitian ini adalah 37 orangtua (ibu) yang memiliki anak berusia 4-6 tahun dan sudah masuk dalam Taman Kanak-kanak di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 78% para orangtua jarang melakukan aktivitas mendongeng untuk anaknya, 65% memiliki sasaran dan tujuan utama dalam aktivitas mendongeng, 73% memberikan gawai sebagai pengganti aktivitas mendongeng sebelum tidur anaknya, dan anak-anak mereka responsive dan kritis ketika orangtuanya mendongeng pada kategori sering hanya berjumlah 8%. Dengan demikian, disimpulkan bahwa orangtua sudah jarang melakukan aktivitas mendongeng untuk anaknya karena kesibukan dan minimnya pengetahuan dan literature mereka pada dongeng.
Upaya Peningkatan Kinerja Guru Abad 21 Melalui Pengembangan Kompetensi Profesionalisme Guru di SMP IT Darul Fikri Boarding School Selatpanjang Hasibuan, Amrul Pahmi; Bastian, Adolf; Nurfaisal, Nurfaisal
South East Asian Management Concern Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seamac.1.1.12-17

Abstract

Tenaga guru adalah salah satu tenaga pendidik yang mempunyai peran sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan tujuan pendidikan, karena guru yang langsung bersinggungan dengan peserta didik, untuk memberikan bimbingan yang akan menghasilkan tamatan yang diharapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya peningkatan kinerja guru abad 21 melalui pengembangan kompetensi profesionalisme guru di SMP IT Darul Fikri Boarding School Selatpanjang menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian menggunakan sampel populasi dengan jumlah 6 orang guru melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknis analisis data yang digunakan adalah deskriptif yang diterapkan dengan tiga jalur yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa upaya yang dilakukan kepala sekolah dan guru dalam meningkatkan kinerja gurunya: 1) Mengadakan Pelatihan guru abad 21 dengan mengembangkan kompetensi keterampilan 4C, yaitu keterampilan, Communication, Collaboration, Critical Thinking, Creative and innovation. 2) Mengadakan Pelatihan dalam pengembangan kompetensi profesionalisme guru yaitu kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. 3) Mengadakan kelompok kerja guru. 4) Melakukan supervisi. 5) Memberikan penghargaan kepada guru berprestasi. Mengikuti pelatihan yang mendukung kualitas pembelajaran. 6) Banyak Membaca. 7) Aktif mengikuti kegiatan KKG (Kelompok Kerja Guru) dan Komunitas Guru. 8) Berupaya untuk melanjutkan kuliah S2. Dengan upaya yang dilakukan kinerja guru semakin baik dan kompeten.
Analisa Pengaruh Beban Kerja, Kepuasan Kerja, dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Perawat dan Tenaga Kesehatan di Lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Rokan Hulu Kristanti, Reni; Bastian, Adolf; Amdanata, Donal Devi
South East Asian Management Concern Vol. 1 No. 2 (2024): May
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seamac.1.2.51-59

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh beban kerja, kepuasan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja tenaga kesehatan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah tenaga kesehatan RSUD Rokan Hulu yang berjumlah 262 responden. Data penelitian diperoleh dari hasil pengisian kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis SEM PLS dengan bantuan program SmartPLS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) beban kerja berpengaruh negatif terhadap kinerja, semakin tinggi beban kerja yang diterima tenaga kesehatan semakin menurun kinerja, tenaga kesehatan dengan beban kerja sangat tinggi cenderung memiliki kinerja yang lebih rendah dibandingkan tenaga kesehatan dengan beban kerja sewajarnya sehingga tenaga kesehatan tersebut memiliki kesempatan untuk memaksimalkan setiap pekerjannya; (2) Kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja, tenaga kesehatan dengan kepuasan kerja tinggi cenderung akan memiliki kinerja yang tinggi, sementara tenaga kesehatan yang memiliki kepuasan kerja rendah cenderung tidak termotivasi dalam menghasilkan kinerja yang tinggi sehingga kinerjanya cenderung rendah; (3) Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, tenaga kerja dengan motivasi kerja tinggi selalu ingin mengupayakan hasil kerja yang maksimal, semakin tinggi motivasi kerja tenaga kesehatan maka semakin tinggi kinerja tenaga kesehatan tersebut.
A Solution with Its Own Problems : Analysing the Problems Encountered by the “Kampus Mengajar” Program Ramadansur, Rahmat; Bastian, Adolf; Rizky, Ramanda; Sembiring, Al Khudri; Herdi, Herdi; Derin, Tatum
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 10 No. 1 (2024): March
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v10i1.8839

Abstract

This study aims to highlight and evaluate the issues at an in-depth level to provide different solutions that are expected to be a reflection for the government, especially the Ministry of Education and Culture, to be able to improve the implementation and monitoring of the Kampus Mengajar Program. A descriptive qualitative approach was used, and the data were collected from a focus group discussion with students of the English Education Study Program at Universitas Lancang Kuning, then the data was analyzed descriptively. The results highlight some problems in the implementation of the Kampus Merdeka Program. These included a lack of coordination and clear communication between stakeholders, which led to confusion among students and schools, uneven targeting of schools, inadequate support for the program, and credit conversion, resulting in frustration and challenges. Addressing these issues, the study recommended increased socialization of the program, transparency in credit equivalency, and more accurate school data collection. In conclusion, this research offers several solutions that are expected to reflect the Ministry of Education, Culture, Research and Technology (Kemendikbudristek) that the Kampus Mengajar Program faces various challenges in its implementation, which need to be addressed for the program to effectively meet its goal of improving education in the 3T areas.
Is There a Distinction in Socialization Ability Between Children Who Are addicted to Gadgets and Those Who Are Not? A Comparison Study Wahyuni, Sri; Bastian, Adolf; Nofrianti, Septia
Jurnal Pendidikan Anak Vol 3 No 2 (2021): Child Education Journal: August
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/cej.v3i2.1991

Abstract

The social skills of kindergarten children in the Tampan district are remain low, this can be seen from the children who do not want to be left by their parents when they enter class to study, even though teachers and other friends have persuaded them to study together and those children prefer to be alone. For this reason, researchers conducted a comparative study to examine the differences in social skills between the children who are addicted and not addicted to gadgets. This research method uses a comparative descriptive quantitative approach. The population in this study are all children aged 5-6 years in kindergarten throughout the Tampan District, amounted to 194 children. The sampling technique used was the purposive technique so that the samples of this study were 30 children addicted to gadgets and 30 children who were not addicted to gadgets. Data collection techniques using observation guidelines and documentation. Based on the results of data analysis and discussion, it can be concluded that a) The social skills of children who are not addicted to gadgets with a minimum score of 59, a maximum score of 99 and an average score of 55.10, while the social skills of children who are addicted to gadgets in kindergartens throughout the Tampan district with a minimum score of 41, while a maximum score of 57 with an average of 48.27, b) Differences in the social skills of children aged 5-6 years who are addicted to gadgets in kindergartens throughout the Tampan district are shown from the test results t shows tcount (7.416) > ttable (2.00) and the significance score (0.000) < (0.05) it means Ha is accepted, while Ho is rejected. The magnitude of the difference between children who are addicted and those who are not addicted on gadgets is 6.83%.
UNETHICAL LEADERSHIP AND KNOWLEDGE SABOTAGE IN THE DIGITAL ERA: THE MEDIATING ROLE OF MORAL DISENGAGEMENT AND THE MODERATING ROLE OF MORAL IDENTITY Miswanto, Teguh Wijaya; Bastian, Adolf; Junaidi, Junaidi
Jurnal Daya Saing Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL DAYA SAING (JDS)
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/dayasaing.v12i1.2657

Abstract

This study investigates the effect of unethical leadership on knowledge sabotage in the digital work environment, with moral disengagement as a mediating variable and moral identity as a moderating variable. Digital transformation has increased organizational dependence on knowledge-sharing systems, but unethical leadership may trigger counterproductive knowledge behaviors. This study employed a quantitative approach using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data were collected through a structured questionnaire distributed to employees of oil and gas service companies in Riau Province, Indonesia. A total of 272 valid responses were analyzed using SmartPLS. The measurement model was evaluated through outer loading, Average Variance Extracted (AVE), Cronbach’s Alpha, and Composite Reliability. The structural model was assessed using path coefficients, coefficient of determination (R²), effect size (f²), predictive relevance (Q²), as well as mediation and moderation analyses through bootstrapping. The results indicate that unethical leadership has a positive and significant effect on knowledge sabotage and moral disengagement. Moral disengagement significantly affects knowledge sabotage and partially mediates the relationship between unethical leadership and knowledge sabotage. Moral identity has a significant negative direct effect on knowledge sabotage but does not moderate the effect of moral disengagement. These findings contribute to ethical leadership and knowledge management literature in digital organizations.
Emotional Intelligence and Job Stress: In Its Influence on Teachers’ Performance Bastian, Adolf; Wahyuni, Sri; Liza , Ledya Oktavia; Kasriyati, Destina; Situmorang, Dominikus David Biondi; Ifdil, Ifdil
COUNS-EDU: The International Journal of Counseling and Education Vol. 7 No. 4 (2022)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy & Indonesian Counselor Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/0020220741040

Abstract

The competency test results for state high school teachers who served in Rokan Hilir Regency only passed 42 percent of the total teachers. This indicates that teachers’ performance is still poor. Internal and external factors both influence teachers’ performance. The internal factor is emotional intelligence, which is the ability to recognize one's own and other people's emotions. The external factor is job stress caused by the demands of the job and the work environment. The study aims to determine the impact of teachers’ emotional intelligence and job stress on teachers’ performance. This type of research uses a quantitative approach using linear regression analysis techniques. This research was conducted in all public high schools in the Rokan Hilir district. The population of this study was all teachers at public high schools who served in Rokan Hilir Regency, namely 879 teachers. Sampling using a random sampling technique with a size of 10% of the population, namely 90 teachers. The data collection technique is a non-test psychological measurement scale. Based on data analysis, the following results were obtained: Emotional intelligence has a significant influence on teachers’ performance at public high schools in Rokan Hilir Regency; Job stress has no significant effect on teachers’ performance at the State Senior High School of Rokan Hilir Regency; Job stress and emotional intelligence simultaneously have a significant impact on teachers’ performance.
Mediasi Happiness at Work Pada Hubungan Job Contact dan Innovative Work Behavior Setiadi, Rahmat; Bastian, Adolf; Handayani, Ririn
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.10671

Abstract

Penelitian dilakukan di Bagian Umum Sekda Pekanbaru, dengan tujuan menguji peran kebahagiaan di tempat kerja dalam memediasi pengaruh job contact terhadap perilaku kerja inovatif. Populasi penelitian ini berjumlah 150 orang. Menggunakan tabel populasi yang dikembangkan oleh Krejcie and Morgan (1970) diperoleh 108 sampel; karena anggota populasi tidak memiliki strata dan relatif homogen, metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simple random sampling. Semua responden akan digunakan untuk memperoleh data primer yang terkait dengan variabel-variabel, yang akan dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert 1-5 poin. Semua data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan alat analisis Smart PLS 3.0. Penelitian ini menemukan bahwa job contact berpengaruh positif terhadap innovative work behavior; job contact berpengaruh positif terhadap happiness at work; happiness at work berpengaruh terhadap innovative work behavior; happiness at work memediasi pengaruh job contact terhadap innovative work behavior.