Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Perbedaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan NHT untuk peningkatan karakter dalam pembelajaran IPS Rijeki Sugestiningsih; Ajat Sudrajat
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 15, No 1 (2018): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.28 KB) | DOI: 10.21831/socia.v15i1.22669

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan perbedaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan NHT untuk: (1) peningkatan kerja sama, dan (2) peningkatan tanggung jawab siswa dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan pre-test post-test nonequivalent group design. Pengujian hipotesis dengan teknik independent sample t-test. Hasil penelitian sebagai berikut. (1) Terdapat perbedaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan NHT untuk peningkatan kerja sama siswa dalam pembelajaran IPS, dengan nilai t = 0,004 0,05. Rerata gain score kerja sama siswa menggunakan model kooperatif tipe Jigsaw lebih tinggi dibandingkan dengan NHT (0,73 0,62). (2) Terdapat perbedaan model kooperatif tipe Jigsaw dan NHT untuk peningkatan tanggung jawab siswa dalam pembelajaran IPS, dengan nilai t = 0,000 0,05. Hasil rerata gain score tanggung jawab siswa menggunakan model kooperatif tipe Jigsaw lebih tinggi dibandingkan dengan NHT (0,87 0,57). Jadi, model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw lebih efektif untuk meningkatkan kerja sama dan tanggung jawab siswa.
THE REINFORCEMENT OF THE CHARACTER VALUES IN THE HISTORY SUBJECT AT SMA NEGERI 1 KOTA YOGYAKARTA Titan Rohkmutiana Hardhi; Ajat Sudrajat
ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 14, No 2 (2018): ISTORIA Edisi September 2018, Vol. 14, No.2
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (926.849 KB) | DOI: 10.21831/istoria.v14i2.22251

Abstract

ABSTRACTThis research aimed to identify and describe the way reinforce of the character values were being taught in the history subject at SMA Negeri 1 Kota Yogyakarta. This research was a naturalistic qualitative research. The data were collected through observation, interviews, and documentation. The data trustworthinnes was enhanced by source triangulation. The techniques used to analyse the data were the Miles and Hubberman model which consisted of data reduction, data display, and data verification. The result of the research showed that were three methods were used in the reinforcement of the character values i.e. leading by examples, habituation, and mechanism of the appreciation and sanctions. (a) Leading by examples were earned on teachers and advice of history itself;  (b) habituation was done by conditioning the students while doing tasks and  discussions; and (c) the mechanism of appreciation and sanction is contained in the learning contract, aiming for students to be motivated and maximize reinforcement. Meanwhile reinforcement that done in learning should be positive reinforcement. Keyword: history subject, character values, reinforcement of the character values.
Quran, name, and scientific communication Ajat Sudrajat; Ita Rahmania Kusumawati
Informasi Vol 51, No 2 (2021): Informasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/informasi.v51i2.46749

Abstract

The objective of this study is to investigate the views of the Qur'an about the origin of the name and its position in relation to language and the development of science. The research model is literature research utilizing the sources collection (heuristic), source criticism, interpretation, and writing. The findings of this study are: (1) the Qur'an states that Allah SWT gives teachings about the names to the Prophet of Adam As; (2) These names correlate with the language because they are composed of the names that have been introduced to the Prophet Adam As; (3) The name and language are two sides of money; (4) Names, languages, and concepts can further be the main capital that humans have to develop scientific communication.
Khilafah Islamiyah dalam perspektif sejarah Ajat Sudrajat
Informasi Vol 35, No 2 (2009): Informasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.656 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v2i2.6385

Abstract

Khilafah Islamiyah merupakan konsep pemerintahan yang pada akhir-akhir ini kembali mengemuka dan menjadi tuntutan sebagian umat Islam. Mengemukanya kembali tuntutan umat Islam atas pelaksanaan dan pengelenggaraan negara yang didasarkan pada syariah Islam tidak bisa dilepaskan dari kegagalan kalangan nasionalis sekuler. Tulisan ini bermaksud untuk menelusuri sejarah khilafah Islamiyah dalam pengertian konsep maupun praktiknya di dunia Islam. Dengan fokus pembacaan yang demikian, diharapkan akan dapat diketahui secara lebih jelas keberadaan dan posisi khilafah ini, baik dalam tingkat wacana maupun praktik sepanjang sejarahnya dan kemungkinannya di masa yang akan datang. Memperhatikan perkembangan politik yang terjadi di dunia Islam, sejak awal berdirinya sampai sekarang, tercatat adanya dua bentuk pemerintahan, yaitu menyerupai republik dan masih berbentuk kerajaan. Dalam perkembangannya yang awal, dunia Islam merupakan satu kesatuan politik yang utuh. Pemerintahannya tersentralisasi di satu pusat pemerintahan, sementara itu wilayahnya dibagi ke dalam wilayah-wilayah provinsial. Dalam perkembangan di dunia modern dewasa ini, sejumlah pemerintahan tetap mewarii tradisi lamanya dan sebagian yang lain mengikuti arus Barat sebagai negara nasional dalam bentuk republik. Negara-negara ini sekarang diwadahi oleh lembaga internasional yang bernama OKI (Organisasi Konferensi Islam). Kata kunci: Khilafah, Islam, Politik.
Golongan Tua Menggagas Pergerakan Nasional: Pemikiran R.M.T Koesoemo Oetoyo di Bidang PolitikTahun 1908-1942 Reni Dikawati; Ajat Sudrajat
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.53 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v7i2.1487

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran dan peranan R.M.T Koesoemo Oetoyo sebagai golongan tua yang mengkonsep dan berperan dalam pergerakan nasional Indonesia di bidang politik tahun 1908-1942. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Adapun tahapan yang dirumuskan menurut langkah-langkah penelitian sejarah Kuntowijoyo, yaitu pemilihan topik, heuristik, verivikasi, intrepretasi, dan historiografi. Sumber data berupa sumber primer dan sekunder yaitu arsip, memo, notulen, dokumen, foto, koran, wawancara, dan  buku. Hasil penelitian menunjukkan pembaharuan pengetahuan sejarah, yaitu pelurusan bahwa tidak semua golongan tua bersifat moderat. Melihat semangat zaman pada masa itu, Koesoemo Oetoyo merupakan tokoh yang revolusioner dibandingkan pangreh praja pada masanya, dengan mendukung dan mengkonsep pergerakan nasional yang sesuai untuk arah pergerakan bangsa. Pergerakan nasional dalam konsep pemikiran Oetoyo merupakan usaha perbaikan dalam segala aspek kehidupan politik, sosial, dan ekonomi, ketiganya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Politik dipandang sebagai alat mencapai tujuan, sehingga perlu pendekatan yang sesuai dengan semangat zaman pada masa itu, yaitu diplomasi. Konsepsi pemikiran Oetoyo mampu mengakomodasi keanekaragaman organisasi pergerakan menjadi satu kesatuan partai sebagai wakil rakyat, yaitu Parindra. Peran Koesoemo Oetoyo dalam politik yaitu mendorong lahirnya organisasi pertama pangreh praja (Sedio Muljo), mendirikan Dewan Desa dan Dewan Kabupaten, menjadi Ketua Boedi Oetomo, anggota Volksraad, Fraksi Nasional,  menuntut otonomi dan Indonesia berparlemen.
Totalitas Kehidupan Pesantren: Tinjauan Historis Pemikiran K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi tentang Konsep Pendidikan yang Ideal di Indonesia (1985-2011) Saifuddin Alif Nurdianto; Ajat Sudrajat
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 8, No 01 (2018)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.397 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v8i01.1700

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan: Konsep pendidikan ideal yang ditawarkan K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi (1985-2011) dan pengaruh pemikiran K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi dalam bidang pendidikan. Penelitian menggunakan metode penulisan sejarah Kuntowijoyo dengan lima tahapan, yaitu pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Sumber data berupa sumber primer dan sekunder yaitu arsip, dokumen, rekaman pidato, foto, majalah, wawancara, dan buku.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dasar filosofis pendidikan yang dikembangkan oleh K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi adalah Panca Jiwa. Konsep pendidikan yang ditawarkan K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi (1985-2011) adalah totalitas kehidupan dalam dunia pendidikan, pendidikan integral yang dipengaruhi konsep integrasi ilmu dari K.H. Ahmad Dahlan, tri pusat pendidikan yang dipengaruhi pemikiran Ki Hadjar Dewantara, dan konsep jiwa merdeka yang dipengaruhi konsep K.H. Imam Zarkasyi. Adapun pengaruh pemikiran K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi secara internal adalah berkembangnya PMDG menjadi sembilan belas cabang pada masa kepemimpinannya dan bertambahnya jumlah santri dan tenaga pengajar di PMDG dengan presentase 5% selama tiga tahun terakhir. Pengaruh eksternalnya adalah, sistem pendidikan di PMDG mendapatkan pengakuan dari dunia internasional, diadopsi oleh banyak lembaga pesantren, dan memberikan inspirasi terhadap gagasan dari tokoh-tokoh masyarakat.
Analisis muatan nilai-nilai karakter dalam buku teks sejarah Indonesia tingkat SMA kelas XI terbitan Kemendikbud dan Erlangga Imas Siti Masitoh; Ajat Sudrajat
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 9, No 4 (2021): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/166100

Abstract

The research is aimed to analyse character education content and the factors that led to the similarities and differences in character education content of Indonesian history textbooks of Grade XI students based on 2013 curriculum issued by the Ministry of Education and Culture and Erlangga. Problems in this research were examined using a descriptive qualitative research with content analysis method. Results of the study show that textbooks issued by Ministry of Education and Erlangga contain the character values that are in the National Character Education and PPK. Ministry of Education’s textbook has four dominant character values, namely a sense of wonder, nationalism, being independent, and religiousity. While character values in Erlangga textbook is more dominant on the following values: fond of reading, a sense of wonder, nationalism, and integrity. The textbooks issued by Ministry of Education and Erlangga both have such character values because they referred to the 2013 Curriculum, which emphasizes the development of individuals’ characteristic. The factors that caused the difference in the contents of character values in the both of these textbooks are the approach and the material’s form of delivery. The Ministry of Education and Culture's textbook used a regressive approach while Erlangga’s textbook used the narrative approach.Each book raises the character value with different forms of delivery, either directly or directly. The content of character values in these textbooks are expected to be sources of character growth for students and to help them play a role in efforts to develop character education in history studies.
Karakter siswa yang tinggal di pesantren dan di rumah pada proses pemelajaran IPS Paring Restianingsih; Ajat Sudrajat
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 5, No 2 (2018): September
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hsjpi.v5i2.13791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan karakter siswa, perbedaan karakter siswa yang tinggal di pesantren dan di rumah, serta karakter siswa yang tinggal di pesantren dan di rumah pada proses pembelajaran IPS. Penelitian eksplanatif komparatif ini menggunakan metode campuran dengan strategi concurrent triangulation strategy. Populasi penelitian ini adalah 121 siswa kelas VIII SMP Diponegoro Depok, Kabupaten Sleman. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik analisis data kuantitatif menggunakan teknik statistik beda rata-rata Independent T-test dan teknik analisis data kualitatif  bersifat induktif dengan menggunakan model Miles dan Huberman yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) siswa SMP Diponegoro, baik yang tinggal di pesantren maupun di rumah, secara keseluruhan karakter disiplinnya dalam kategori rendah sedangkan karakter jujur dan mandirinya dalam kategori sedang; (2) tidak terdapat perbedaan karakter siswa yang tinggal di pesantren dan di rumah. Ada perbedaan nilai rata-rata pada setiap nilai karakter di antara kedua kelompok siswa. Nilai karakter disiplin siswa yang tinggal di pesantren sebesar 27,13 sedangkan nilai karakter siswa yang tinggal di rumah sebesar 26,31; nilai karakter jujur siswa yang tinggal di pesantren sebesar 13,70 sedangkan siswa yang tinggal di rumah sebesar 13,68; dan nilai karakter mandiri siswa yang tinggal di pesantren sebesar 17,74 sedangkan siswa yang tinggal di rumah sebesar 17,33. (3) tidak terdapat perbedaan karakter siswa yang tinggal di pesantren dan di rumah pada proses pembelajaran IPS.Kata kunci: karakter, disiplin, jujur, mandiri, pembelajaran IPS. THE CHARACTER OF THE STUDENTS LIVING IN THE BOARDING SCHOOL AND AT HOME IN THE SOCIAL SCIENCE LEARNINGAbstractThis research aims to reveal the characters of the students, the difference of characters of the students living in the boarding school and those living at home, and the characters of the students living in the boarding school and those living at home in the social science learning process. This comparative explanatory research used mix-method with the concurrent triangulation strategy. The population was 121 grade VIII students of Junior High School Diponegoro Depok. The sample was established using the saturated sampling technique. The quantitative data analysis used the statistical technique of Independent T-test and the qualitative data analysis was done inductively by using Miles and Huberman models consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The results are as follows. (1) the students of Diponegoro Junior High School, living in either boarding school or at home, have overall discipline character in the low category, however, honesty and independence characters in the medium category; (2) there is no difference in the character of the students living in the boarding school and at home. There are differences in the average value at each new character between the two groups of students. The discipline character value of the students living in the boarding school is 27.13, while those living at home is 26.31; the honesty character value of the students living in the boarding school is 13.70, while those living at home is 13.68; and the independence character value of the students living in the boarding school is 17.74, while that of those living at home is 17.33. (3) there is no difference in the character of the students living in the boarding school and that of those living at home in social science learning processes.Keywords: character, discipline, honesty, Independence, social science learning
Komparasi Komparasi Model Pembelajaran Sejarah di Kelas IPA dan IPS SMA Angkasa Adisutjipto Ebma Yudhasatria; Ajat Sudrajat
Muróbbî: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2018): September
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4725.738 KB) | DOI: 10.52431/murobbi.v2i2.141

Abstract

Revitalization of history learning for senior high schools in the 2013 Curriculum implemented in science and social classes could affect the use of learning models. Learning models had elements as learning approaches, strategies, methods, and media that had to be correctly customized and implemented. It encouraged the researcher to conduct research on comparison of history learning models in science and social classes in SMA Angkasa Indonesia. This research aimed to analyze similarities and differences between learning models used in science classes and that used in social classes under the “Indonesian History” subject study implemented in SMA Angkasa Adisutjipto Indonesia. This research was descriptive-qualitative research done by comparing history learning models and performed through interviews and observations in science and social classes. Research subjects consisted of the head of curriculum division, history teachers, and students from both science and social classes. Data were collected in forms of information from informants, field observations, and facts on documents gathered. Research findings indicated that history learning in science classes of SMA Angkasa was dominated by the use of linguistic (writing), logical-mathematical, and interpersonal (independent) intelligences. Suitable learning models for science students were problem-based learning, independent learning, exercises, tasking, causal-relationship reasoning regarding history materials, and contextual learning in history. Meanwhile, intelligence found in social classes of SMA Angkasa was dominated by linguistic, interpersonal, spatial (visual, imagination), and kinetic intelligences. Hence, suitable learning models for social students should have been in forms of cooperative learning (discussions, questions-answers); active, creative, effective, and fun learning; role-playing; and contextual and thematic learning
KEISLAMAN DAN KEBANGSAAN: TELAAH PEMIKIRAN KH. HASYIM ASY’ARI Muhammad Rijal Fadli; Ajat Sudrajat
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v18i1.3433

Abstract

This article reviews the thoughts of KH. Hasyim Ash'ari concerning Islam and nationality. The method in this research is the library research method with a descriptive analysis study. The analytical study uses content analysis and descriptive analysis related to Islamic thought and nationality KH. Hasyim Ash'ari. The results showed that the problem that was found today was that a phenomenon had happened to the life of the Indonesian nation, with the re-emergence of groups that opposed Islam and nationality (Indonesian-ness). So, it is necessary to tune in KH. Hasyim Ash’ari about Islam and nationality, KH. Hasyim Asy'ari himself has proven that the two do not need to be contested because they are the realm of one concept of struggle. Islamic thought KH. Hasyim Ash'ari has a traditional Islamic style that focuses on the fields of Sufism, theology (ahlussunah wal jama'ah), and fiqh. Meanwhile, his national thinking about political ideas was used as a struggle to unite the people and confront confrontation with the Colonial as well as efforts to fight for Indonesian independence.Artikel ini menalaah kembali tentang pemikiran KH. Hasyim Asy’ari mengenai keislaman dan kebangsaan. Metode dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan (library research) dengan studi analisis deskriptif. Studi analisis menggunakan analisis conten dan deskriptif terkait pemikiran keislaman dan kebangsaan KH. Hasyim Asy’ari. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa permasalahan yang didapatkan deawasa ini adalah terjadi fenomena yang menimpa  kehidupan bangsa Indonesia, dengan kembali munculnya golongan-golongan yang mempertentangkan keislaman dan kebangsaan (keindonesiaan). Maka, perlu menalaah pemikiran KH. Hasyim Asy’ari tentang keislaman dan kebangsaan, KH. Hasyim Asy’ari sendiri telah membuktikan bahwa keduanya tidak perlu dipertentangkan, karena keduanya adalah ranah dalam satu konsep perjuangan. Pemikiran keislaman KH. Hasyim Asy’ari bercorak Islam tradisional yang berfokus pada bidang tasawuf, teologi (ahlussunah wal jama’ah) dan fiqh. Sedangkan, pemikiran kebangsaannya mengenai ide-ide politik yang digunakan sebagai perjuangan untuk mempersatukan umat dan melakukan konfrontasi terhadap Kolonial serta usaha dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia