Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis perilaku pembelian makanan segar dan ready-to-eat berdasarkan karakteristik sosio-demografis mahasiswa Jayatri, Ummi Fakhriyah; Jerusalem, Mohammad Adam; Mahmud, Dyantika Putry
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 6 No 2 (2025): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v6i2.1790

Abstract

Perubahan gaya hidup mahasiswa yang serba cepat telah mendorong pergeseran perilaku konsumsi makanan ke arah yang lebih praktis. Makanan Ready-to-Eat (RTE) menjadi salah satu pilihan yang semakin populer karena kemudahan dalam penyajiannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku pembelian makanan segar dan RTE pada mahasiswa berdasarkan karakteristik sosio-demografis serta mengidentifikasi potensi pengembangan produk RTE. Metode penelitian yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan 430 responden mahasiswa yang berdomisili di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa masih mengonsumsi makanan segar secara rutin, sedangkan RTE lebih sering dikonsumsi beberapa kali dalam sebulan sebagai solusi praktis. Faktor sosio-demografis seperti usia, jenis kelamin, universitas, dan pengeluaran bulanan memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku konsumsi makanan, khususnya pada kategori RTE. Kemudahan penyajian menjadi alasan utama pemilihan RTE oleh 84,9% responden. Meskipun pembelian makanan segar lebih dominan dilakukan secara offline, pembelian RTE menunjukkan kecenderungan meningkat melalui online, membuka peluang pengembangan pemasaran digital dan penjualan e-commerce. Temuan ini mengindikasikan potensi besar untuk mengembangkan produk RTE yang sehat, terjangkau, dan variatif, dengan strategi promosi yang disesuaikan dengan karakteristik mahasiswa.
Exploring Fashion Purchase Intentions in Digital Marketplaces: TAM Perspectives Among UNY Students Mahanani, Chytra; Jerusalem, Mohammad Adam
Juwara: Jurnal Wawasan dan Aksara Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/juwara.v5i1.399

Abstract

Digital transformation has changed people's consumption patterns, especially in purchasing fashion products online. This study aims to explore the factors that influence the intention to buy fashion through the digital marketplace among students of the State University of Yogyakarta (UNY) using the Technology Acceptance Model (TAM) approach. This study uses a quantitative method with a survey design and Structural Equation Modeling (SEM) analysis techniques based on PLS. Data was collected through an online questionnaire of students using the marketplace. The results of the study show that perceived ease of use and perceived usefulness have a significant influence on students' attitudes and purchase intentions towards fashion products in the marketplace. In addition, external variables such as information quality and personalization have also been shown to influence the perception of convenience and usability. The developed research model successfully maps the relationships between variables significantly, which strengthens the validity of TAM in the context of digital purchases. These findings provide implications for MSME digital marketing strategies and the development of technology-based entrepreneurship curricula in higher education.
Desain busana siap pakai manipulatif untuk perempuan plus size berbasis Wastra Nusantara Pramesiwi, Vashtia Hanin; Wening, Sri; Jerusalem, Mohammad Adam
PRODUCTUM Jurnal Desain Produk (Pengetahuan dan Perancangan Produk) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/productum.v8i2.16255

Abstract

Plus size bodies present a distinct challenge for women in finding ready to wear clothing that fits their body needs. This study aims to: (1) describe the design planning process and needs in developing ready to wear clothing using Wastra Nusantara (Indonesian traditional textiles) for plus size women; (2) describe the quality of the developed clothing products based on expert evaluations; and (3) describe the level of user preference for the ready to wear products. This is a Research and Development (R&D) study employing the Planning, Production, Evaluation (PPE) development model. The research subjects were 20 women in Magelang Regency aged 20 years and above with a Body Mass Index (BMI) >25 kg/m². The research instrument used a closed ended questionnaire, and the data were analyzed using descriptive statistical techniques. The study produced ready to wear clothing that takes into account design aspects aimed at visually manipulating the body shape of plus size women. The results of the study show that the highest preference levels of plus size women for ready to wear clothing made from batik and lurik are in terms of color (96%0, motif (94,2%), size (92,8%), silhouette (92,5%), fabric (91,7%), and texture (90,6%). Ready to wear clothing made from batik and lurik can be an excellent choice to enhance the self confidence of plus size women through a visually slimmer appearance, while also contributing to the development of inclusive fashion design with a touch of Wastra Nusantara, which has not been widely applied in the plus size women’s segment in Indonesia.
Eksplorasi Kain Poleng dan Pengaplikasian Teknik Hias Prada pada Busana Pesta Malam Putu Diah Ari Kusumadewi; Widihastuti Widihastuti; Mohammad Adam Jerusalem
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 26, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v26i1.9354

Abstract

Kain poleng oleh masyarakat Bali digunakan sebagai penutup patung. Namun, hal ini menjadikan kain poleng tidak memiliki nilai guna yang lebih dari sekedar benda dekoratif. Tujuan penelitian ini yaitu: menciptakan produk busana pesta malam dari kain poleng dan teknik menghias prada, memproduksi busana pesta malam dari kain poleng dan teknik menghias prada, menganalisis daya jual terhadap produk, dan menganalisis keunggulan dan kelemahan produk. Proses penciptaan karya ini meliputi: merancang desain, merancang prosedur dan teknik pembuatan, serta merancang bisnis plan. Hasil akhirnya berupa terciptanya produk inovasi dari kain poleng dan teknik menghias prada; proses produksi produk inovasi meliputi penentuan bahan, pengambilan ukuran, pembuatan pola, penjahitan, hingga menghias prada. Teknik jahit yang digunakan adalah teknik demi couture; daya jual produk ini didukung oleh penggunaan bahan yang berkualitas dan hasilnya yang berkualitas. Pembuatan busana pesta yang disesuaikan dengan tren saat ini menjadikan peluang penerimaan pasar menjadi lebih besar; dan keunggulan produk busana pesta ini dapat dilihat dari penggunaan bahan kain poleng yang belum pernah digunakan sebagai bahan untuk pembuatan busana pesta. Produk ini memiliki kekurangan dari segi harga. Harganya yang mahal dapat menjadi pertimbangan berat bagi konsumen untuk membeli.
Batik Bhumi Phala: Manifestasi Identitas Kabupaten Temanggung Dalam Wastra Julian Prio Dwi Nugroho; Widihastuti; Mohammad Adam Jerusalem
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 11 No. 2 (2025): Mengkaji Identitas dan Makna Simbolik dalam Karya Seni
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52969/jsnc.v11i2.560

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan Batik Bhumi Phala sebagai representasi identitas Kabupaten Temanggung melalui eksplorasi unsur alam dan budaya lokal. Menggunakan metode penciptaan seni, penelitian dilakukan melalui tiga tahap: eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Tahap eksplorasi mengidentifikasi sumber ide visual khas Temanggung yaitu daun tembakau, buah dan bunga kopi, Tugu Jam, serta Gunung Sumbing dan Sindoro. Pada tahap perancangan, sumber ide tersebut ditransformasikan menjadi motif batik melalui stilisasi untuk tembakau, kopi, dan Tugu Jam, serta deformasi untuk Gunung Sumbing dan Sindoro, kemudian ditata dalam komposisi simetris. Tahap perwujudan meliputi pengutipan motif, nglowong, pewarnaan, nglorod, dan penjemuran dengan penggunaan pewarna alam ekstrak daun tembakau dan fiksator tunjung. Produk Batik Bhumi Phala memuat nilai filosofis sekaligus mencerminkan identitas budaya Temanggung sehingga berfungsi sebagai penguat karakter kultural masyarakat. This study aims to develop Batik Bhumi Phala as a representation of Temanggung Regency’s identity through the exploration of local natural and cultural elements. Employing an artistic creation method, the research was conducted through three stages: exploration, design, and realization. The exploration stage identified distinctive visual sources from Temanggung, including tobacco leaves, coffee fruits and flowers, the Clock Tower, and Mount Sumbing and Mount Sindoro. In the design stage, these sources were transformed into batik motifs using stylization techniques for tobacco, coffee, and the Clock Tower, and disformation techniques for Mount Sumbing and Mount Sindoro, arranged into symmetrical compositions. The realization stage involved motif tracing, nglowong, dyeing, pelorodan, and drying, utilizing natural dyes extracted from dried tobacco leaves with tunjung as the fixative. Batik Bhumi Phala embodies philosophical values and reflects the cultural identity of Temanggung, thereby strengthening the community’s cultural character.
The Development of Disciplinary Control Book for Elementary School Students Rahmawati, Puji; Jerusalem, Mohammad Adam; Lidyasari, Aprilia Tina
Mimbar Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53400/mimbar-sd.v5i3.57354

Abstract

This study was aimed to create a disciplinary control book for elementary school students to control student discipline. This research is a developmental research based on the developmental model of Borg and Gall. Product feasibility was obtained through validation activities from material and media experts. The validation results of media experts showed an average score of 3.75, and material experts showed an average score of 3.15. This score was classified in good category, so that the disciplinary control book products were worth testing for elementary school students. Product feasibility trials were carried out through initial trial and limited field trials. While the assessment of product effectiveness was carried out through extensive field test activities. The results of the initial field trial, small group trial, and field test showed that students' discipline increased after being controlled by using disciplinary control books with a good average score category. Thus, it can be concluded that the disciplinary control book of elementary school students is feasible and effective in controlling elementary school students’ discipline.
Elementary School Teachers’ Perceptions of Digital Technology Based Learning in the 21st Century: Promoting Digital Technology as the Proponent Learning Tools Miftahul Jannah; Lantip Diat Prasojo; Mohammad Adam Jerusalem
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 7 No. 1 (2020): June 2020
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v7i1.6088

Abstract

AbstractThis study aims to identify elementary school teachers’ perceptions of digital based learning in the 21st century. Data of this phenomenological qualitative study were collected through interviews with ten teachers in the Special Region of Yogyakarta, and the validity was tested using source triangulation techniques. The data analysis used descriptive data analysis techniques, including data condensation, data display, and drawing conclusion. The results show that teachers consider digital integration in elementary schools to bring positive changes, both in the process and student learning outcomes. It is proven by student responses in the form of increased motivation, activity, enthusiasm, and critical thinking skills. The findings confirm two things. First, the main factor for the success of digital based learning does not depend on the availability of digital equipments, rather in the competence of the teachers (digital skills, creative thinking, and communication skills). Second, teachers in schools with digital technology infrastructure have better performance in implementing digital based learning than those without the infrastructure. This study has implications for the development trends of the competencies of elementary school teachers. Apparently, digital literacy needs special attention in the development of four teacher competencies. Therefore, teachers can keep up with the era and the tendencies of student characteristics.Keywords: teachers’ perception, digital technology, 21st century learning. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi guru sekolah dasar (SD) tentang pembelajaran berbasis digital abad 21. Data dalam penelitian kualitatif jenis fenomenologi ini dikumpulkan melalui wawancara kepada 10 guru di Daerah Istimewa Yogykarta (DIY) dan diuji keabsahannya melalui teknik triangulasi sumber. Analisis data menggunakan teknik analisis data deskriptif, yang meliputi kondensasi data, penampilan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa guru menganggap integrasi digital di sekolah dasar membawa perubahan positif, baik dalam proses maupun hasil belajar siswa. Ini dibuktikan oleh respon siswa, berupa peningkatan motivasi, aktivitas, antusiasme, dan keterampilan berpikir kritis. Temuan penelitian ini menegaskan dua hal. Pertama, faktor kunci keberhasilan pembelajaran berbasis digital bukan terletak pada ketersediaan peralatan digital, melainkan pada kompetensi guru (keterampilan digital, pemikiran kreatif, dan keterampilan komunikasi). Kedua, guru di sekolah dengan infrastruktur teknologi digital mempunyai kinerja yang lebih baik dalam melaksanakan pembelajaran berbasis digital daripada guru sekolah tanpa infrastruktur teknologi digital. Penelitian ini berimplikasi terhadap tren pengembangan kompetensi guru SD. Literasi digital pada akhirnya perlu mendapatkan perhatian khusus dalam pengembangan empat kompetensi guru, agar guru mampu mengimbangi perkembangan zaman maupun kecenderungan karakteristik siswa. Kata kunci: persepsi guru, teknologi digital, pembelajaran abad 21.
Keberlanjutan Industri Kreatif Batik Kayu Krebet melalui Penguatan Inovasi dan Peningkatan Manajemen Kualitas Mohammad Adam Jerusalem; Noor Fitrihana; Kiromim Baroroh; Grahita Prisca Brilianti; Nova Suparmanto; Jerusalem, Mohammad Adam; Fitrihana, Noor; Baroroh, Kiromim; Brilianti, Grahita Prisca; Suparmanto, Nova
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.4498

Abstract

Industri kerajinan batik kayu di Desa Wisata Krebet, Yogyakarta, memiliki potensi besar sebagai bagian dari ekonomi kreatif berbasis budaya, namun menghadapi permasalahan utama berupa keterbatasan inovasi dan diversifikasi produk, belum konsistennya penerapan manajemen kualitas, serta lemahnya pelayanan dan konektivitas pasar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keberlanjutan usaha melalui penguatan kapasitas inovasi, penerapan manajemen kualitas dasar, dan peningkatan kompetensi layanan pelanggan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan lima tahapan, yaitu sosialisasi dan pemetaan kebutuhan, pelatihan berpikir kreatif menggunakan metode CREATE, SCAMPER, dan SCUMPS, pelatihan pengembangan produk dan manajemen kualitas, adopsi teknologi melalui penyediaan peralatan produksi modern, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan, yang melibatkan ±25 perajin. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan variasi produk inovatif, penerapan praktik pengendalian kualitas sederhana, peningkatan efisiensi produksi, serta perbaikan kualitas pelayanan pelanggan baik secara luring maupun daring. Program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian SDGs, khususnya SDG 8, SDG 9, dan SDG 12. Dengan demikian, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan industri kreatif batik kayu melalui pendekatan terintegrasi berbasis inovasi, kualitas, dan layanan. Sustaining the Krebet Wood Batik Creative Industry through Strengthening Innovation and Enhancing Quality Management Abstract The wood batik craft industry in Krebet Tourism Village, Yogyakarta, has significant potential as part of a culture-based creative economy; however, it faces key challenges including limited innovation and product diversification, inconsistent implementation of quality management, and weak service capability and market connectivity. This community engagement program aimed to enhance business sustainability by strengthening artisans’ innovation capacity, implementing basic quality management practices, and improving customer service competencies. A participatory approach was employed through five stages: socialization and needs assessment, creative thinking training using CREATE, SCAMPER, and SCUMPS methods, product development and quality management training, technology adoption through the provision of modern production equipment, and continuous mentoring and evaluation, involving approximately 25 artisans. The results indicate an increase in innovative product variations, the adoption of simple quality control practices, improved production efficiency, and enhanced customer service quality both offline and online. The program also contributes to the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 8, SDG 9, and SDG 12. It can be concluded that this integrated approach based on innovation, quality management, and service improvement is effective in strengthening the competitiveness and sustainability of the wood batik creative industry.
Keberlanjutan Industri Kreatif Batik Kayu Krebet melalui Penguatan Inovasi dan Peningkatan Manajemen Kualitas Mohammad Adam Jerusalem; Noor Fitrihana; Kiromim Baroroh; Grahita Prisca Brilianti; Nova Suparmanto; Jerusalem, Mohammad Adam; Fitrihana, Noor; Baroroh, Kiromim; Brilianti, Grahita Prisca; Suparmanto, Nova
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.4498

Abstract

Industri kerajinan batik kayu di Desa Wisata Krebet, Yogyakarta, memiliki potensi besar sebagai bagian dari ekonomi kreatif berbasis budaya, namun menghadapi permasalahan utama berupa keterbatasan inovasi dan diversifikasi produk, belum konsistennya penerapan manajemen kualitas, serta lemahnya pelayanan dan konektivitas pasar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keberlanjutan usaha melalui penguatan kapasitas inovasi, penerapan manajemen kualitas dasar, dan peningkatan kompetensi layanan pelanggan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan lima tahapan, yaitu sosialisasi dan pemetaan kebutuhan, pelatihan berpikir kreatif menggunakan metode CREATE, SCAMPER, dan SCUMPS, pelatihan pengembangan produk dan manajemen kualitas, adopsi teknologi melalui penyediaan peralatan produksi modern, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan, yang melibatkan ±25 perajin. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan variasi produk inovatif, penerapan praktik pengendalian kualitas sederhana, peningkatan efisiensi produksi, serta perbaikan kualitas pelayanan pelanggan baik secara luring maupun daring. Program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian SDGs, khususnya SDG 8, SDG 9, dan SDG 12. Dengan demikian, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan industri kreatif batik kayu melalui pendekatan terintegrasi berbasis inovasi, kualitas, dan layanan. Sustaining the Krebet Wood Batik Creative Industry through Strengthening Innovation and Enhancing Quality Management Abstract The wood batik craft industry in Krebet Tourism Village, Yogyakarta, has significant potential as part of a culture-based creative economy; however, it faces key challenges including limited innovation and product diversification, inconsistent implementation of quality management, and weak service capability and market connectivity. This community engagement program aimed to enhance business sustainability by strengthening artisans’ innovation capacity, implementing basic quality management practices, and improving customer service competencies. A participatory approach was employed through five stages: socialization and needs assessment, creative thinking training using CREATE, SCAMPER, and SCUMPS methods, product development and quality management training, technology adoption through the provision of modern production equipment, and continuous mentoring and evaluation, involving approximately 25 artisans. The results indicate an increase in innovative product variations, the adoption of simple quality control practices, improved production efficiency, and enhanced customer service quality both offline and online. The program also contributes to the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 8, SDG 9, and SDG 12. It can be concluded that this integrated approach based on innovation, quality management, and service improvement is effective in strengthening the competitiveness and sustainability of the wood batik creative industry.