Articles
Pengaruh Pemberian Posisi Lateral Terhadap Saturasi Oksigen dan Frekuensi Pernapasan pada Anak dengan Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi di Ruang Rawat Infeksi Anak
Paskaliana Hilpriska Danal;
Nani Nurhaeni;
Dessie Wanda
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 7, No 2 (2021): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32667/ijid.v7i2.122
Latar Belakang: Masalah pemenuhan kebutuhan oksigenasi pada anak sering disebabkan oleh ketidakpatenan jalan napas sehingga modifikasi posisi tubuh salah satunya posisi lateral untuk meningkatkan kelancaran oksigenasi pada anak merupakan intervensi yang efektif. Study ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pemberian posisi lateral terhadap perubahan saturasi oksigen dan frekuensi pernapasan pada anak dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigenasi di ruang rawat infeksi anak. Metode: Desain kuasi eksperimen. Responden dalam study ini berjumlah 36 orang yang dibagi ke dalam kelompok pemberian posisi lateral dan kelompok yang diberikan posisi sesuai standar perawatan rumah sakit sebagai kontrol, masing-masing 18 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur saturasi oksigen dan frekuensi pernapasan sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Analisis data menggunakan uji paired t-test dan Wilcoxon untuk menilai adanya perbedaan saturasi oksigen dan frekuensi pernapasan anak sebelum dan sesudah intervensi. Uji independent t-test dan Mann Whitney digunakan untuk menganalisis perbedaan saturasi oksigen dan frekuensi pernapasan antar kelompok. Hasil: analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara saturasi oksigen (p value < 0,05) dan frekuensi pernapasan (p value < 0,05) sebelum dan sesudah diberikan posisi lateral. Kesimpulan: posisi lateral dapat dijadikan salah satu intervensi keperawatan mandiri yang dapat diterapkan dalam memberikan asuhan pada anak dengan masalah pemenuhan kebutuhan oksigenasi di ruang rawat.
Aplikasi Smartphone Efektif digunakan untuk Pengawasan Keseimbangan Cairan pada Anak dengan Penyakit Infeksi
Nuraidah Nuraidah;
Nani Nurhaeni;
Dessie Wanda
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 7, No 1 (2021): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32667/ijid.v7i1.125
Latar belakang: Keseimbangan cairan sangat penting untuk kelangsungan hidup sehingga pengawasan cairan perlu diperhatikan. Pencatatan keseimbangan cairan diperlukan untuk menjadi dasar penilaian yang akurat dari status keseimbangan cairan pasien anak dan menjadi dasar pertimbangan pemberian terapi selanjutnya. Untuk memudahkan perawat melakukan pencatatan keseimbangan cairan yang akurat diperlukan inovasi menggunakan teknologi berbasis smartphone. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektifitas pengawasan cairan menggunakan lembar observasi dengan aplikasi smartphone. Metode: Penelitian ini diawali dengan pengembangan aplikasi smartphone bernama SIMBaCaAn berdasarkan tinjauan pustaka yang dilakukan menggunakan pendekatan PICO (Population, Intervention, Comparison,Outcome). Uji efektifitas aplikasi SIMBaCaAn dilakukan pada 48 pasien anak yang dirawat di salah satu rumah sakit rujukan di DKI Jakarta. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Kappa Test. Hasil: Pengawasan keseimbangan cairan yang menggunakan lembar observasi menghasilkan pencatatan data tidak lengkap sebesar 14,6%, data lengkap tidak tepat 20,8% dan data lengkap tepat sebanyak 64,4 %. Sedangkan pengawasan keseimbangan cairan menggunakan aplikasi SIMBaCaAn didapatkan hasil data tidak lengkap 18,7% dan hasil data lengkap tepat 81,3%. Dari hasil uji statistik, ditemukan perbedaan yang signifikan antara pengawasan keseimbangan cairan menggunakan aplikasi dan lembar observasi. Kesimpulan: Aplikasi smartphone lebih efektif terhadap pencatatan keseimbangan cairan secara lengkap tepat dibandingkan dengan lembar observasi manual.
Kompres dengan Teknik Warm Water Sponge pada Pasien Anak yang Mengalami Demam
Novita Agustina;
Nani Nurhaeni;
Dessie Wanda
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 7, No 2 (2021): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32667/ijid.v7i2.119
Latar belakang: Demam pada anak menyebabkan orangtua membawa anaknya ke pelayanan kesehatan dan menjadi penyebab utama anak dirawat di rumah sakit. Warm water sponge adalah satu mekanisme menurunkan demam pada anak dimana keberhasilannya bisa mencapai 100 %, namun penggunaannya di Indonesia baru sebatas kompres dengan teknik tepid water sponge. Oleh karena itu tujuan dari study ini adalah untuk melihat efektifitas kompres menggunakan teknik warm water sponge pada anak dengan peningkatan suhu tubuh. Metode: Desain yang digunakan adalah quasi eksperimental pre-posttest with control group design. Responden berjumlah 36 pasien anak yang mengalami demam yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling, terdiri dari 18 pasien anak menerima perlakuan warm water sponge dan 18 pasien anak menerima perlakuan kompres sesuai standar rumah sakit. Analisis yang dilakukan adalah uji T Independent. Hasil: Intervensi warm water sponge efektif menurunkan suhu tubuh anak yang mengalami demam dengan hasil uji T Dependent diperoleh Pvalue =0,000 < α (0,05). Kesimpulan: Warm water sponge efektif menurunkan suhu tubuh pasien anak yang demam dan pasien anak lebih merasa nyaman dibandingkan dengan terapi penurunan panas yang biasa dilakukan di rumah sakit.
Pemenuhan Kebutuhan Kenyamanan Pada Anak Dengan Ruam Popok Melalui Penerapan Virgin Coconut Oil (VCO) Dengan Pendekatan Teori Comfort Kolcaba
Ngatmi Ngatmi;
Nani Nurhaeni;
Dessie Wanda
J I K O (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi) Vol 3, No 1 (2019): JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi)
Publisher : LPPM AKPER FATMAWATI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46749/jiko.v3i1.27
Ruam popok merupakan reaksi inflamasi akut pada daerah kulit perianal yang umum terjadi pada anak-anak. Tujuan dari studi kasus ini adalah melakukan pemenuhan kebutuhan kenyamanan pada anak yang mengalami gangguan integritas kulit dengan implementasi virgin coconut oil dengan pendekatan Teori Comfort Kolcaba. Hasil implementasi pada lima kasus terpilih menunjukkan bahwa terjadi perbaikan pada masalah keperawatan kerusakan integritas kulit dan nyeri akut yang dialami anak dengan ruam popok. Implementasi virgin coconut oil dapat memperbaiki kerusakan jaringan yang terjadi. Penerapan virgin coconut oil melalui pendekatan Teori Comfort Kolkaba dapat diterapkan pada anak dengan gangguan kenyamanan.
“I can live a normal life”: Exploring adherence to antiretroviral therapy in Indonesian adolescents living with HIV
Nuraidah Nuraidah;
Dessie Wanda;
Happy Hayati;
Imami Nur Rachmawati;
Agung Waluyo
Belitung Nursing Journal Vol. 8 No. 2 (2022): March - April
Publisher : Belitung Raya Foundation, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33546/bnj.2024
Background: Adherence to antiretroviral therapy (ART) can be challenging since it needs to be continued for a lifetime. At their age, adolescents start to be responsible for their life, and this continued therapy might be a challenge for them. Objective: This study explored the experiences of adherence to ART in adolescents living with HIV in Jakarta, Indonesia. Methods: A qualitative study with an Appreciative Inquiry (AI) approach was employed to explore challenges adolescents face in ART adherence which focused more on positive aspects of the experience. In-depth interviews were conducted with ten adolescents who were selected purposively based on criteria including those aged 13-19 years, having been diagnosed with HIV infection and receiving ART for more than a year, and never having discontinued ART. All participants were registered in the outpatient clinic in one top referral hospital in Jakarta. The data were analyzed using thematic analysis. Results: Five themes were identified from the data: living a normal life, wanting to be healthy, taking medication on time, challenges in undergoing treatment, and there is hope. Conclusion: Adolescents with HIV want to live as normal and healthy as possible, like other adolescents. Even though adolescents face several challenges to comply with ART, they try to take the medication as prescribed. The findings of this study serve as input for nurses to maintain compliance with ARVs in adolescents who have HIV.
PENERAPAN TEORI KENYAMANAN KOLCABA PADA ANAK YANG MENGALAMI PENINGKATAN SUHU TUBUH
Immawati Immawati Immawati;
nani Nurhaeni;
Dessie Wanda
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : AKPER Dharma Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (223.403 KB)
|
DOI: 10.52822/jwk.v4i2.106
Anak sangat berisiko tertular penyakit terutama penyakit infeksi karena sistem imunitas anak masih belum terbentuk sempurna. Salah satu tanda anak mengalami infeksi adalah demam. Demam merupakan salah satu gangguan kenyamanan fisik. Upaya memberikan kenyamanan anak yang mengalami demam dengan pendekatan teori kenyamanan Kolcaba adalah dengan pengukuran suhu menggunakan termometer arteri temporal. Metode: Pada penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang bertujuan untuk mengetahui efektifitas pengukuran suhu arteri temporal pada anak yang demam. Studi kasus dilakukan pada kelima anak yang mengalami masalah peningkatan suhu tubuh. Hasil : Pengukuran suhu dengan termometer arteri temporallebih dirasakan nyaman oleh anak yang mengalami demam. Pembahasan: Pengukuran suhu temporal ini dirasakan lebih nyaman dan tidak menakutkan bagi anakkarena waktu pengukuran yang lebih singkat (kurang dari 2 detik). Kesimpulan: Perawat dapat melakukan pengukuran thermometer arteri temporal pada anak demam sebagai penerapan teori kenyaman Kolcaba dan pemberian intervensi keperawatan atraumatik.
Dampak Distraksi Audiovisual Terhadap Distress Anak Yang Mendapatkan Terapi Inhalasi
Riau Roslita Roslita;
Nani Nurhaeni;
Dessie Wanda
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25311/keskom.Vol7.Iss1.582
Inhalation therapy as one of the management of children with respiratory system disorders often causes distress, especially in young children. Distress when administering inhaled therapy may decrease the effectiveness of the given treatment. The goal of this innovation project is to identify the effectiveness of audiovisual distraction on distress in children with respiratory system disorders and inhalation therapy. This innovation project method used PICO. The sample was 15 people consisting of 8 controls and 7 intervention groups. The results of the innovation project showed a significant difference between the children's distress score in the control group and the intervention (p = 0.001). Conclusions: Audiovisual distraction interventions are expected to be applied to children with oxygen distress disorder during inhalation therapy.
Pengalaman Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif pada Anak dengan Kondisi Stunting
Risna Merysa;
Nani Nurhaeni;
Dessie Wanda
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : FORIKES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33846/sf13308
One of the factors associated with the incidence of stunting is exclusive breastfeeding. This literature study aims to explore the experience of mothers in exclusive breastfeeding for children with stunting conditions. The authors have systematically analyzed studies published between 2015 and 2021 through identification in Scopus, Wiley Online Library, and ProQuest. The keywords used in the article search were mother AND breastfeeding AND “experience OR practice” AND “stunting OR malnutrition”. A total of 10 articles have been analyzed and several themes have been obtained, namely: 1) the relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting, 2) factors that influence exclusive breastfeeding, and 3) the benefits of breastfeeding. The practice of exclusive breastfeeding in children is one of the factors that can reduce the incidence of stunting. Thus, it is necessary to involve all parties to increase the success rate of exclusive breastfeeding in accordance with WHO recommendations.Keywords: exclusive breastfeeding; experience; stunting ABSTRAK Salah satu faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting yaitu pemberian ASI eksklusif. Studi literatur ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman ibu dalam pemberian ASI eksklusif pada anak dengan kondisi stunting. Penulis telah menganalisis secara sistematis studi yang diterbitkan antara 2015 dan 2021 melalui identifikasi di Scopus, Wiley Online Library, dan ProQuest. Kata kunci yang digunakan dalam melakukan pencarian artikel yaitu mother AND breastfeeding AND “experience OR practice” AND “stunting OR malnutrition”. Sebanyak 10 artikel telah dianalisis dan diperoleh beberapa tema yaitu: 1) hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting, 2) faktor yang memengaruhi pemberian ASI eksklusif, serta 3) manfaat ASI. Praktik pemberian ASI eksklusif pada anak merupakan salah satu faktor yang dapat mengurangi tingkat kejadian stunting. Dengan demikian diperlukan keterlibatan dari semua pihak untuk meningkatkan angka keberhasilan pemberian ASI eksklusif sesuai dengan rekomendasi WHO.Kata kunci: ASI eksklusif; pengalaman; stunting
The Effectiveness Of The Protective Barrier Of The Skin Against Medical Adhesive Related Skin Injury (Marsi) In Children Treated In Pediatric Intensive Care Units : Systematic Review
Juanda Mutifa;
Nani Nurhaeni;
Dessie Wanda
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 8 No. Special Edition (2022): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (724.518 KB)
Aims: Providing medical equipment intervention increases the risk of MARSI in newborns with laceration and traumatic wounds in the subcutaneous tissue of the skin. The application of an adhesive or a skin barrier is one technique to lower the risk of MARSI. Nonetheless, past research has yielded mixed results in terms of its usefulness in reducing the risk of MARSI. Purpose: This study is to conduct a literature evaluation on the effectiveness of using a skin barrier to reduce the occurrence of MARSI. Methods: A systematic review of four databases was conducted, including Scopus, EBSCOhost, SAGE, and Wiley. A total of 8 publications were reviewed utilizing inclusion and exclusion criteria with a total end of article review. Results: The application of adhesive efficiently and considerably reduces the risk of MARSI, according to 5 of 8 articles. Conclusion: It is recommended that adhesive be used in an integrated manner on a regular basis to prevent the incidence of MARSI in babies.
Efektivitas Menonton Video Kartun terhadap Tingkat Nyeri Selama Prosedur Invasif pada Anak Sekolah
Rini Wahyuni Mohamad;
Nani Nurhaeni;
Dessie Wanda
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 4 No 1 (2022): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31539/joting.v4i1.3795
This study aims to analyze the effectiveness of watching cartoon videos on pain levels in school children during invasive procedures. The method used is a systematic review by searching for articles on the Scopus, ProQuest, EBSCOhost, ScienceDirect, Embase, ClinicalKey, Wiley Online and Google Scholar databases. The results showed that there were several themes obtained from the results of the literature study, including: 1) giving distraction techniques to watch animated cartoons to reduce pain levels; 2) the effect of audiovisual distraction therapy during invasive procedures; 3) the benefits of distraction techniques; 4) the level of pain in children. In conclusion, the distraction technique of watching cartoon videos is effective in reducing pain during invasive procedures in school children. Keywords: School Children, Watching Cartoon Video Therapy, Pain Level