Claim Missing Document
Check
Articles

Darurat Lahan Hijau dalam Cerpen Palasik dan Petani itu Sahabat Saya Karya Hamsad Rangkuti Susetya, Hemas Haryas Harja
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 4, No 1 (2022): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v4i1.3165

Abstract

Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan kondisi lingkungan yang terekam dan direpresentasikan dalam cerpen “Palasik” dan cerpen “Petani Itu Sahabat Saya” karya Hamsad Rangkuti. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatankualitatif.Sumber data dalam penelitian ini adalah cerpen “Palasik” dan cerpen “Petani Itu Sahabat Saya” karya Hamsad Rangkuti. Data dalam penelitian ini adalah kutipan cerpen (kalimat/percakapan/wacana) yang merepresentasikan kondisi lingkungan dan sikap masyarakat terhadap lingkungan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan studi pustaka. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data model Miles and Hubermanyang terdiri dari tiga tahap, yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan simpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen “Palasik” tidak hanya menggambarkan kondisi lingkungan yang ada, tetapi juga memberikan kita pandangan bahwa penting sekali memiliki mitos yang berpihak pada lingkungan. Selanjutnya, cerpen “Petani itu Sahabat Saya” menghadirkan tragisnya nasib petani, dan ini secara tidak langsung merepresentasikan bahwa ruang sosio-kultur kita sepenuhnya berpihak pada gedung-gedung tinggi, bukan sawah.
Critical Literacy and Pedagogical Transformation among Prospective Indonesian Language Teachers Susetya, Hemas Haryas Harja; Sukardi, Mochamad Ighfir
ETDC: Indonesian Journal of Research and Educational Review Vol. 5 No. 1 (2025): December (Early Bird)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/ijrer.v5i1.4061

Abstract

The critical reading ability of prospective teacher students remains a serious issue in higher education, particularly in regions with low literacy levels such as Probolinggo Regency, which has the lowest Community Literacy Development Index (IPLM) in East Java, thus demanding transformative pedagogical strategies to foster students' reflective reasoning and discourse awareness. This study aims to examine the effectiveness of a critical literacy approach in improving the critical reading ability of students in the Indonesian Language Education Study Program at Zainul Hasan Genggong University (UNZAH) through strengthening six dimensions of critical thinking according to Facione's model, namely interpretation, analysis, inference, evaluation, explanation, and self-regulation. This study employs a quasi-experimental design with a non-equivalent control group, involving 50 students divided into experimental and control classes, and analyzes data through ANCOVA testing to determine the effect of treatment after controlling for initial scores (pretest). The results show a significant improvement in the experimental group (p < 0.001), particularly in the interpretation and inference dimensions, and confirm that the critical literacy approach is the main factor in improving students' posttest scores. Thus, the critical literacy approach proves effective as a pedagogical strategy in Islamic higher education to develop teachers who are not only capable of reading texts but also of reading the world critically, reflectively, and with intellectual responsibility.
STRATEGI GURU DALAM MENANAMKAN NILAI SOPAN SANTUN MELALUI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Ebi Pratama; Indah Lestari; Hemas Haryas Harja Susetya
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i1.1914

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru dalam menanamkan nilai sopan santun melalui pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Gading. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi terhadap guru Bahasa Indonesia dan pembina kesiswaan kelas VII. Hasil penelitian menunjukkan enam strategi utama: keteladanan, pembiasaan dan tata tertib kelas, pemberian penghargaan dan sanksi edukatif, kegiatan keagamaan, pendekatan individual, serta pelibatan OSIS sebagai teladan. Temuan ini mengindikasikan bahwa penanaman nilai sopan santun memerlukan pendekatan multi-strategis yang mencakup dimensi afektif, kognitif, sosial, dan spiritual. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan pemahaman tentang integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dengan strategi yang kontekstual dan aplikatif di lingkungan sekolah. Kata kunci: strategi; sopan santun; pendidikan karakter; pembelajaran Bahasa Indonesia
ANALISIS NOVEL HATI SUHITA KARYA KHILMA ANIS: ASPEK RELIGIUS HUBUNGAN MANUSIA DENGAN DIRI SENDIRI Hamimah, Ilmu; Khofifah, Nur; Susetya, Hemas Haryas Harja
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i3.5933

Abstract

Menjadi manusia yang sempurna adalah hal yang tidak mungkin terjadi di dunia. Namun, menjadi manusia yang berusaha dan bertekad menuju sempurna adalah hal bisa dicapai dengan segala keyakinan hati dan permohonan kelurusan di jalan Alah SWT. disertai dengan usaha diri menuju kebaikan yang haqiqi. Hal ini dapat disebut sebagai dimensi religius seseorang diri manusia terhadap diri sendiri. Menanamkan sifat keagamaan yang kuat dan kesiapan hati untuk menuju ke jalan yang benar. Kekuatan sifat religius terhadap diri sendiri dapat diaplikasikan dalam berbagai keadaan. Seperti keadaan bahagia, sedih, kecewa, terkesan atau sebagainya. Keadaan tersebut sangatlah membuktikan seberapa besar seseorang menggunakan sikap kereligiusan terhadap diri sendiri. Artikel berikut berisi beberapa penggalan sikap religi terhadap diri sendiri yang mampu menambah wawasan kita terhadap dimensi sikap ini.