Claim Missing Document
Check
Articles

Adversity Quotient: Kajian Kemungkinan Pengintegrasiannya dalam Pembelajaran Matematika Bennu, Sudarman
Aksioma Vol 1, No 01 (2012)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini masih banyak siswa yang mempunyai kesan negatif terhadap matematika, misalnya: matematika dianggap sebagai momok, matematika menakutkan, bahkan ada siswa yang fobia terhadap matematika. Adversity quotiont (AQ) adalah kecerdasan mengatasi kesulitan. Siswa yang memiliki AQ tinggi disebut siswa tipe climber. Siswa tipe climber gigih, ulet, dan tabah dalam menghadapi kesulitan. Mereka selalu berusaha mencari jalan keluar penyelesaian jika menghadapi kesulitan. Mereka tidak pernah membiarkan ada sesuatu yang menghalangi cita-citanya. Sehingga AQ sangat diperlukan siswa dalam belajar matematika. Adversity Quotient dapat diintegrasikan pada setiap fase pembelajaran matematika. Pada fase pendahuluan AQ disampaikan sebagai apersepsi. Pada fase inti guru dapat memanfaatkan potensi siswa climber sebagai tutor sebaya, juru bicara kelompok. Pada fase penutup siswa climber dapat membantu siswa lainnya menyimpulkan hasil diskusi dan merangkum materi pelajaran. Kata-kata kunci: Adversity Quotient,  quitter, camper, climber, dan matematika
Problem Solving Profile of Grade VIII Students in Materials Linear Inquiry of One Variable Reviewed from the Level of Mathematic Anxiety in Palu GPID Christian School Permana, Rio Arthur; Jaeng, Maxinus; Bennu, Sudarman
Jurnal Riset Pendidikan MIPA Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/j25490192.2018.v2.i1.pp46-63

Abstract

The background of this study is that students in the SMP Kristen GPID Palu have different levels of mathematics anxiety, some are very fond of mathematics, but not a few are anxious and tend to be afraid of mathematics. This is an interest to study in order to obtain a problem-solving profile of students who has mild, moderate, and severe anxiety levels. The purpose of this study was to obtain a problem-solving profile of class VIII students on the material in a linear inequality with one variable that was viewed from the level of mathematics anxiety in SMP Kristen GPID Palu. The question that will be answered in this study is how the problem-solving profile of class VIII students on linear inequality with one variable in terms of mathematics anxiety level in SMP Kristen GPID Palu. The researcher conducted a qualitative descriptive study with a qualitative approach. Data was collected by giving an anxiety questionnaire according to HARS, problem-solving test, interviews, and field notes. The result of this study showed that students with mild anxiety levels were able to solve the problem that was given well, students with moderate anxiety levels were able to solve problems that were given quite well, students with severe anxiety levels were able to solve problems that were given poorly.
Profile of Problem Solving Systems in Linear Equations of Three Variabels of Class X Students in Terms of Mathematical and Gender Anxiety Based in MAN 2 Palu Rina, Rina; Bennu, Sudarman; Sukayasa, Sukayasa
Jurnal Riset Pendidikan MIPA Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/j25490192.2020.v4.i1.pp25-31

Abstract

This research is a qualitative study which aims to obtain a description of the profile of problem solving systems in linear equations of three variables of the Islamic student madrasah in terms of mathematical and gender anxiety based on Polya's steps. The subjects of this study were male and female students of class X who had severe and mild math anxiety. The results of this study are (1) When understanding mathematical problems, the LB subject reads the voice slowly but can still be heard, the whole slowly, many times and often asks, PB subjects read in a rather loud voice, all slowly, many times -times and often asking questions, the subject of LR reads in a low voice, slowly, word for word, the subject of PR does a sound reading rather loudly, slowly, and repeatedly; (2) When compiling a problem-solving plan, LB and PB subjects plan to use a combined method, look nervous, impatient, and ask many questions, LR subjects using substitution methods are relatively more patient and calm in finding solutions, PR subjects plan to use a combined method , relatively more patient and calm in finding solutions; (3) when carrying out the problem solving plan, LB and PB subjects tend to be restless, in a hurry and need a relatively long time and do not write the completion steps completely, the subject of LR and PR tends to be quiet, silent, not saying much words and requires a relatively short time and write down the completion steps completely; (4) when re-examining the results of work, the subject of LB and PB checks the results of the answers obtained by verification only once and often asks, the subject of LR and homework re-check the results of answers obtained through repeated verification three times to feel confident with the answer.
KOMPONEN KETERAMPILAN METAKOGNISI SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DI SMA AL-AZHAR MANDIRI PALU Sudarman Bennu; Multazam Multazam
Absis: Mathematics Education Journal Vol 3, No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/absis.v3i1.1381

Abstract

This research aims to identified and obtain a description metacognition skill components of students in SMA Al-Azhar Mandiri Palu to solving mathematical problem about linear program based on the level of mathematical ability of the students. The type of this research is qualitative research. The subject of this research is the students of class XII D SMA-Al-Azhar Mandiri Palu who have high, medium and low math ability. Data were collected by video recording, test method and interview. The results of this study indicate that subjects with high math ability, namely NF has a complete metacognition skill components that is prediction, planning, monitoring, and evaluation with regular and repetitive patterns. Subjects with medium math ability, namely HN also has a complete metacognition skill components that is prediction, planning, monitoring, and evaluation but the patterns is irregular and repetitive. And the subject of low math ability, namely TS has only three metacognition skill components that is prediction, planning, and evaluation with non-repetitive patterns.
PROFIL TEKNIK GURU MENGAJARKAN SIFAT-SIFAT KUBUS, BALOK, TABUNG, DAN BOLA PADA SISWA KELAS IV TUNANETRA DI SDLB ABCD MUHAMMADIYAH PALU Luppi Risaldi; Maxinus Jaeng; Sudarman Bennu
Aksioma Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v3i2.35

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang profil teknik guru mengajarkan sifat-sifat kubus, balok, tabung, dan bola pada siswa kelas IV tunanetra di SDLB ABCD Muhammadiyah Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Untuk memperoleh hasil penelitian, digunakan empat teknik pengumpulan data, yaitu rekaman video, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam mengajarkan sifat-sifat kubus, balok, tabung, dan bola, guru menerapkan tiga teknik pembelajaran yang terdiri dari; (1) teknik analogi, yaitu guru mengajarkan sifat-sifat kubus, balok, tabung, dan bola dengan menggunakan alat peraga berupa model bangun ruang dari masing-masing bangun ruang yang akan diajarkan. Guru mengajarkan titik sudut kubus dan balok dengan menganalogikan titik sudut sebagai bentuk yang runcing dan rusuk sebagai garis. (2) teknik aturan, yaitu terlebih dahulu guru menyampaikan sifat-sifat kubus, balok, tabung, dan bola, kemudian diucapkan kembali oleh siswa sesuai dengan yang telah disampaikan oleh guru. (3) teknik keterlibatan, yaitu guru melibatkan semua siswa untuk ikut meraba alat peraga dari masing-masing bangun ruang yang diajarkan, dan ikut membilang banyak titik sudut, sisi, dan rusuk pada alat peraga kubus dan balok. Kata kunci: profil, tunanetra, sifat-sifat kubus, balok, tabung, bola.
PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUAN ALAT PERAGA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME LIMAS DI SMP NEGERI 19 PALU Pujiati Sari; Sudarman Bennu; Bakri Mallo
Aksioma Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v3i2.37

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini ialah untuk memperoleh deskripsi penerapan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan dan volume limas di Kelas VIII SMP Negeri 19 Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan dan volume limas mengikuti langkah-langkah yaitu (1) perumusan masalah, (2) pemrosesan data, (3) penyusunan dugaan sementara (konjektur), (4) pemeriksaan dugaan sementara (konjektur), (5) penarikan kesimpulan, (6) penerapan konsep. Kata Kunci: Penemuan Terbimbing; Hasil Belajar; Luas Permukaan dan Volume Limas
PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI MODEL TERPADU MADANI PALU DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME BALOK I Made Agus Sutriadi; Baharuddin Paloloang; Sudarman Bennu
Aksioma Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v6i2.149

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP Negeri Model Terpadu Madani Palu dalam menyelesaikan soal cerita luas permukaan dan volume balok berdasarkan tingkat kemampuan matematika siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII Taufik Ismail SMP Negeri Model Terpadu Madani Palu yang berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Data dikumpulkan dengan cara metode tes dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek berkemampuan matematika tinggi, yaitu SN dapat mengklarifikasi, mengasesmen, menginferensi, dan men-strategi permasalahan. Subjek berkemampuan matematika sedang, yaitu DW hanya dapat mengklarifikasi dan mengasesmen permasalahan, dan subjek berkemampuan matematika rendah, yaitu NK hanya dapat mengklarifikasi permasalahan. Kata Kunci: Profil, Berpikir Kritis, Luas Permukaan dan Volume Balok. Abstrack: This research aims to obtain a description of students critical thinking ability of class VIII Students of SMP Negeri Model Terpadu Madani Palu in solving the story of surface area and volume of a rectangular prism based on the level of mathematical ability of the students. The type of this research is qualitative research. The subject of this research is the students of class VIII Taufik Ismail SMP Negeri Model Terpadu Madani Palu who have high, medium and low math ability. Data were collected by test method and interview. The results of this study indicate that subjects with high math ability, namely SN can clarify, assess, inference, and problem-solving strategies. Subjects with medium math ability, namely DW can only clarify and assess problems, and the subject of low math ability, namely NK can only clarify the problem. Keywords: Profile, Critical thinking, Surface Area and Rectangular Prism Volume.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIIIC SMP NEGERI 3 PALU PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS Mita Damayanthi ATT; Sudarman Bennu; Dasa Ismaimuza
Aksioma Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v7i2.193

Abstract

Abstak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIIC SMP Negeri 3 Palu pada materi persamaan garis lurus. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIIC SMP Negeri 3 Palu berjumlah 23 orang yang terdaftar tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VIIIC SMP Negeri 3 Palu pada Materi Persamaan Garis Lurus mengikuti fase-fase, yaitu (1) penyajian kelas (2) Transisi ketim/belajar kelompok, (3) Tim studi dan monitoring, (4) evaluasi/tes dan (5) memberikan penghargaan. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD, Hasil belajar, Persamaan Garis Lurus. Abstract: This study aims to obtain a description of the application of cooperative learning model of Student Teams Achievement Division (STAD) to improve the learning outcomes of students of grade VIIIC SMP Negeri 3 Palu on straight-line equations. The type of research is classroom action research (PTK). This research refers to the design of Kemmis and Mc research. Taggart ie (1) planning, (2) implementation of action, (3) observation and (4) reflection. The subjects of the study were students of class VIIIC SMP Negeri 3 Palu which total 23 people enrolled in academic year 2016/2017. This study was conducted in two cycles. The results showed that the application of cooperative learning model type Student Teams Achievement Division (STAD) can improve student learning outcomes in class VIIIC SMP Negeri 3 Palu in the Equation of Straight Line Equations following the phases, namely (1) class presentation (2) group study, (3) study and monitoring team, (4) evaluation / test and (5) award. Keywords: STAD Type Cooperative Learning Model, Learning Outcomes, Straight Line Equations.
ADVERSITY QUOTIENT DAN INDEKS PRESTASI KUMULATIF MAHASISWA PENDIDIKAN MIPA FKIP UNIVERSITAS TADULAKO TAHUN AKADEMIK 2015/2016 Bakri M; Sudarman Bennu; Muh. Hasbi
Aksioma Vol. 5 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v5i3.763

Abstract

Ada dua faktor yang mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa di perguruan tinggi yaitu faktor dari dalam dan faktor dari luar diri mahasiswa. Satu diantara faktor yang berasal dari dalam diri mahasiswa adalah adversity quotient yang disingkat AQ. Adversity quotient merupakan bentuk kecerdasan yang membuat seseorang dapat mengubah hambatan atau kesulitan menjadi sebuah peluang. Peneliti ingin mengetahui tingkat Adversity Quotient dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Tadulako tahun akademik 2015/2016. Penelitian menggunakan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Tadulako yang terdaftar pada tahun akademik 2015/2016 yang sudah memiliki IPK. Sampel pada penelitian sebanyak 478 orang menggunakan teknik pengambilan sampel purposive random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa angket yang disebut ARP dan Angket Indeks Prestasi Mahasiswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistika inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks Prestasi Kumulatif mahasiswa berada pada rentang nilai 1,71 – 3,96 skala 0 - 4. IPK tertinggi dicapai oleh mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Fisika, dan IPK terendah dicapai oleh mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Matematika. IPK rata-rata mahasiswa Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Tadulako adalah 3,11. Adversity Quotient (AQ) mahasiswa Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Tadulako berada pada rentang skor 88 – 176. AQ tertinggi dicapai oleh mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Biologi, dan AQ terendah dicapai oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika. Tetapi secara umum rata-rata AQ mahasiswa Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Tadulako adalah 124,37. Hasil analisis statistik inferensial menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara indeks prestasi mahasiswa dengan Adversity Quotient mahasiswa Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Tadulako.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN DI KELAS VII SMPN MODEL TERPADU MADANI Ramlah Ramlah; Sudarman Bennu; Baharuddin Paloloang
JIPMat Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v1i2.1245

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa di kelas VII SMPN Model Terpadu Madani dalam menyelesaikan soal penjumlahan dan pengurangan pecahan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 3 siswa yang diambil dari 25 siswa kelas VII Lamalonda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan-kesalahan siswa yaitu kesalahan konseptual dan kesalahan prosedural. Kesalahan konseptual yang dilakukan oleh siswa meliputi (1) kesalahan  konsep yaitu kesalahan  mengubah bentuk bilangan bulat menjadi pecahan dan kesalahan menjabarkan pecahan negatif; (2) kesalahan fakta yaitu kesalahan tidak menuliskan tanda negatif pada hasil pengurangan yang seharusnya bernilai nagatif dan kesalahan penulisan operasi hitung dan (3) kesalahan prinsip yaitu kesalahan menentukan pecahan senilai dan kesalahan menjumlah atau mengurangkan bilangan bulat dengan pecahan. Sedangkan kesalahan prosedural yang dilakukan oleh siswa meliputi (1) kesalahan operasi hitung; (2) kesalahan menyederhanakan pecahan; (3) kesalahan prosedur tidak lengkap dan (4) kesalahan mengerjakan sembarang.