Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUAN ALAT PERAGA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME LIMAS DI SMP NEGERI 19 PALU Pujiati Sari; Bennu, Sudarman; Mallo, Bakri
Aksioma Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v3i2.37

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini ialah untuk memperoleh deskripsi penerapan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan dan volume limas di Kelas VIII SMP Negeri 19 Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan dan volume limas mengikuti langkah-langkah yaitu (1) perumusan masalah, (2) pemrosesan data, (3) penyusunan dugaan sementara (konjektur), (4) pemeriksaan dugaan sementara (konjektur), (5) penarikan kesimpulan, (6) penerapan konsep. Kata Kunci: Penemuan Terbimbing; Hasil Belajar; Luas Permukaan dan Volume Limas
PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI MODEL TERPADU MADANI PALU DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME BALOK I Made Agus Sutriadi; Baharuddin Paloloang; Bennu, Sudarman
Aksioma Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v6i2.149

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP Negeri Model Terpadu Madani Palu dalam menyelesaikan soal cerita luas permukaan dan volume balok berdasarkan tingkat kemampuan matematika siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII Taufik Ismail SMP Negeri Model Terpadu Madani Palu yang berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Data dikumpulkan dengan cara metode tes dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek berkemampuan matematika tinggi, yaitu SN dapat mengklarifikasi, mengasesmen, menginferensi, dan men-strategi permasalahan. Subjek berkemampuan matematika sedang, yaitu DW hanya dapat mengklarifikasi dan mengasesmen permasalahan, dan subjek berkemampuan matematika rendah, yaitu NK hanya dapat mengklarifikasi permasalahan. Kata Kunci: Profil, Berpikir Kritis, Luas Permukaan dan Volume Balok. Abstrack: This research aims to obtain a description of students critical thinking ability of class VIII Students of SMP Negeri Model Terpadu Madani Palu in solving the story of surface area and volume of a rectangular prism based on the level of mathematical ability of the students. The type of this research is qualitative research. The subject of this research is the students of class VIII Taufik Ismail SMP Negeri Model Terpadu Madani Palu who have high, medium and low math ability. Data were collected by test method and interview. The results of this study indicate that subjects with high math ability, namely SN can clarify, assess, inference, and problem-solving strategies. Subjects with medium math ability, namely DW can only clarify and assess problems, and the subject of low math ability, namely NK can only clarify the problem. Keywords: Profile, Critical thinking, Surface Area and Rectangular Prism Volume.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIIIC SMP NEGERI 3 PALU PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS Mita Damayanthi ATT; Sudarman Bennu; Dasa Ismaimuza
Aksioma Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v7i2.193

Abstract

Abstak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIIC SMP Negeri 3 Palu pada materi persamaan garis lurus. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIIC SMP Negeri 3 Palu berjumlah 23 orang yang terdaftar tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VIIIC SMP Negeri 3 Palu pada Materi Persamaan Garis Lurus mengikuti fase-fase, yaitu (1) penyajian kelas (2) Transisi ketim/belajar kelompok, (3) Tim studi dan monitoring, (4) evaluasi/tes dan (5) memberikan penghargaan. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD, Hasil belajar, Persamaan Garis Lurus. Abstract: This study aims to obtain a description of the application of cooperative learning model of Student Teams Achievement Division (STAD) to improve the learning outcomes of students of grade VIIIC SMP Negeri 3 Palu on straight-line equations. The type of research is classroom action research (PTK). This research refers to the design of Kemmis and Mc research. Taggart ie (1) planning, (2) implementation of action, (3) observation and (4) reflection. The subjects of the study were students of class VIIIC SMP Negeri 3 Palu which total 23 people enrolled in academic year 2016/2017. This study was conducted in two cycles. The results showed that the application of cooperative learning model type Student Teams Achievement Division (STAD) can improve student learning outcomes in class VIIIC SMP Negeri 3 Palu in the Equation of Straight Line Equations following the phases, namely (1) class presentation (2) group study, (3) study and monitoring team, (4) evaluation / test and (5) award. Keywords: STAD Type Cooperative Learning Model, Learning Outcomes, Straight Line Equations.
ADVERSITY QUOTIENT DAN INDEKS PRESTASI KUMULATIF MAHASISWA PENDIDIKAN MIPA FKIP UNIVERSITAS TADULAKO TAHUN AKADEMIK 2015/2016 Bakri M; Sudarman Bennu; Muh. Hasbi
Aksioma Vol. 5 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v5i3.763

Abstract

Ada dua faktor yang mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa di perguruan tinggi yaitu faktor dari dalam dan faktor dari luar diri mahasiswa. Satu diantara faktor yang berasal dari dalam diri mahasiswa adalah adversity quotient yang disingkat AQ. Adversity quotient merupakan bentuk kecerdasan yang membuat seseorang dapat mengubah hambatan atau kesulitan menjadi sebuah peluang. Peneliti ingin mengetahui tingkat Adversity Quotient dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Tadulako tahun akademik 2015/2016. Penelitian menggunakan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Tadulako yang terdaftar pada tahun akademik 2015/2016 yang sudah memiliki IPK. Sampel pada penelitian sebanyak 478 orang menggunakan teknik pengambilan sampel purposive random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa angket yang disebut ARP dan Angket Indeks Prestasi Mahasiswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistika inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks Prestasi Kumulatif mahasiswa berada pada rentang nilai 1,71 – 3,96 skala 0 - 4. IPK tertinggi dicapai oleh mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Fisika, dan IPK terendah dicapai oleh mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Matematika. IPK rata-rata mahasiswa Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Tadulako adalah 3,11. Adversity Quotient (AQ) mahasiswa Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Tadulako berada pada rentang skor 88 – 176. AQ tertinggi dicapai oleh mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Biologi, dan AQ terendah dicapai oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika. Tetapi secara umum rata-rata AQ mahasiswa Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Tadulako adalah 124,37. Hasil analisis statistik inferensial menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara indeks prestasi mahasiswa dengan Adversity Quotient mahasiswa Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Tadulako.
PROFIL BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PISA KONTEN CHANGE AND RELATIONSHIP DI KELAS VIII MTsN 2 KOTA PALU Hasbi, Muh.; Rahmayanti, Farah; Bennu, Sudarman
Aksioma Vol. 12 No. 1 (2023): AKSIOMA
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v12i1.3481

Abstract

Penelitian ini bertujuan memprofilkan berpikir kritis siswa yang berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah dalam menyelesaikan soal PISA konten change and relationship di kelas VIII MTsN 2 Kota Palu. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah 3 orang siswa kelas VIII MTsN 2 Kota Palu yang berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Berpikir kritis siswa yang berkemampuan matematika tinggi dalam menyelesaikan soal PISA konten change and relationship yaitu merencanakan dan melakukan eksperimen dengan investigasi yang baik, berpikiran terbuka dan memperhatikan alternatif lain untuk menyelesaikan soal, mendefinisikan istilah dengan cara yang sesuai konteksnya, menarik kesimpulan dari penyelesaian soal secara lisan dan tertulis, menjalin interaksi dengan orang lain serta mengevaluasi hasil pekerjaannya. (2) Berpikir kritis siswa yang berkemampuan matematika sedang dalam menyelesaikan soal PISA konten change and relationship yaitu mengembangkan dan mempertahankan tindakan dalam menyelesaikan soal dengan menggunakan rumus, berpikiran terbuka dan memperhatikan alternatif lain untuk menyelesaikan soal, menarik kesimpulan dari penyelesaian soal secara lisan, serta mengevaluasi hasil pekerjaannya. (3) Berpikir kritis siswa yang berkemampuan matematika rendah dalam menyelesaikan soal PISA konten change and relationship yaitu mengembangkan dan mempertahankan tindakan dalam menyelesaikan soal dengan menggunakan rumus serta mengevaluasi hasil pekerjaannya.
PROFIL PEMECAHAN MASALAH PENGGUNAAN TEOREMA HERON UNTUK MNENTUKAN LUAS DAERAH SEGITIGA PADA SISWA KELAS XI MIA 1 SMA NEGERI 3 PALU: Profile of Problem Solving Using Heron's Theorem to Determine The Area of A Triangle on Students in Class XI MIA 1 SMA Negeri 3 Palu Bendelina Juwita Pasaung; Sudarman Bennu; Baharuddin Paloloang
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 12 No. 3 (2025): Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako (JEPMT)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jepmt.v12i3.2583

Abstract

This study aims to obtain a problem solving profile using Heron's theorem in determining the area of a triangle. This research is a qualitative research with the subject of three students of class XI MIA 1 SMA Negeri 3 Palu, each one student with high, medium and low math ability. Subject selection for the classification of students' abilities using the standard deviation. Data were collected by observation, student answers and interviews. The problem solving used in this study uses the Polya problem solving step. The results of this study indicate that: (1) students with high, medium and low math abilities understand the problem by identifying information and command sentences on the task to determine what is known and asked. (2) students with high math abilities and making problem-solving plans use ???? = √????(???? − ????)(???? − ????)(???? − ????), while students with low math skills use ????=(a+b+c)/2. (3) high-ability students carry out the problem-solving plan according to the plan correctly, capable students are carrying out according to the plan but are wrong in solving it and low-skill students are wrong in carrying out the plan because the problem-solving plan made is not right. (4) high-ability students and are reviewing the results of their work from the beginning but moderately capable students are not aware of any mistakes, and low- skilled students do not re-examine the results of their work.
PROFIL PEMECAHAN MASALAH SISWA SMP NEGERI 1 PALASA DALAM PROFIL PEMECAHAN MASALAH TURUNAN FUNGSI ALJABAR SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 WITA PONDA: Profile Of Problem Solving Of Derived Algebraic Functions Of The 11th Grade Of Science Students At Sma Negeri 1 Wita Ponda Ni Made Luh Kerti; Sudarman Bennu; Anggraini Anggraini
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 12 No. 3 (2025): Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako (JEPMT)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jepmt.v12i3.3159

Abstract

This study aims to describe the profile of solving problems of derivatives of algebraic functions. This type of research is a qualitative research with a qualitative descriptive approach based on the problem solving stages of Polya. The determination of the research subject was based on the results of daily mathematics tests for the 2021/2022 school year and recommendations from the mathematics teacher. Data collection was carried out by giving assignments and interviews. The results of this study indicate that: 1) the stages of understanding the problems of students with high, medium and low mathematical abilities are identifying problem information, namely things that are known and asked through statements and command sentences correctly. 2) the stage of making a problem-solving plan for students with high mathematical abilities uses the concept of derivatives of algebraic functions to correctly determine the speed and acceleration, students with moderate mathematical abilities are right to the wrong speed and acceleration, while students with low mathematical ability to determine the correct speed and acceleration are wrong. 3) the stage of carrying out the problem-solving plan for students with high mathematical abilities carrying out the problem-solving plan correctly, students with mathematical abilities carrying out the problem-solving plan at the right speed but not the right acceleration, while students with low mathematical ability carrying out the problem-solving plan incorrectly. 4) the stage of re-examining the problem solving of students with high mathematical abilities checked again correctly, students with medium and low mathematical abilities did not re-check their answers.