Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA POLA BELAJAR DIRUMAH DAN DISEKOLAH PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR SD NEGERI 3 LALOS Berlian, Berlian; Mustakim, Mustakim; Anha, Hamna
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.5900

Abstract

Children's temperament and intellectual foundations are greatly influenced by their elementary school experience.  Learning styles at home and at school are complimentary components of the educational process.  Examining the important connection between home and school learning styles and how they impact kids' academic achievement is the goal of this study.  At SD Negeri 3 Lalos, the study was carried out utilizing a quantitative methodology and a correlational technique.  Students in grades IV, V, and VI as well as their parents made up the population.  A closed-ended questionnaire with a Likert scale was used to gather data.  The findings indicated a strong relationship between learning styles at home and at school. Pupils who consistently received parental guidance and assistance at home were more likely to improve their study habits and perform better academically in school.  Thus, in order to assist adolescents' academic performance, parental participation and the continuity of learning techniques between home and school are essential. ABSTRAKPendidikan dasar merupakan fase penting dalam mengembangkan landasan akademis dan karakter anak. Pembelajaran di rumah dan di sekolah merupakan dua komponen terpenting dan paling signifikan dari proses pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara pembelajaran di rumah dan di sekolah terhadap prestasi akademik siswa SD. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 3 Lalos dengan menggunakan metode pendekatan kuantitatif korelasional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV, V, dan VI serta siswa lainnya. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner skala likert. Temuan analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pembelajaran di rumah dan di sekolah. Siswa yang menerima dukungan belajar dari teman sebayanya di rumah secara konsisten memiliki hasil belajar yang lebih baik dan prestasi akademik yang lebih tinggi di sekolah. Dengan demikian, keterlibatan dan keselarasan metode pembelajaran antara rumah dan sekolah merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan pembelajaran siswa.
ANALISIS PENGGUNAAN FINTECH SYARIAH PERSPEKTIF MASHLAHAH MURSALAH (Studi pada DanaSyariah.id) Berlian, Berlian; Sapri, Sapri
Jurnal Kajian Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Kajian Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : Institut Agama Islam DDI Polewali Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36915/jurnalkajianekonomidanperbankansyariah.v2i1.214

Abstract

Penelitian ini menganalisis tentang penggunaan fintech syariah dalam perspektif mashlahah mursalah pada Website Dana syariah.id yang selanjutnya dibahas melalui beberapa pertanyaaan peneliti dengan rumusan masalah, yaitu: 1) Bagaimanakah syarat fintech syariah di Indonesia?, dan 2) Bagaimanakah fintech syariah dalam perspektif mashlahah mursalah pada Danasyariah.id ? Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang mana Sumber data pada Penelitian ini menggunkan data primer yang didapatkan langsung melalui Wawancara dengan staf admin danasyariah.id serta adapun data sekunder yang diperoleh dari website dan aplikasi dana syariah juga melalui riset kepustakaan data literer. Adapun metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan kepustakaan data literer yang selanjutnya dianalisis menggunakan cara analisis deskriptif dan analisis isi agar dapat menarik kesimpulan. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa dalam penggunaan fintech syariah yang diterapkan oleh pihak danasyariah.id dengan sistem crowdfunding telah terdaftar secara resmi di OJK dan tidak terlepas dari pengawasan Dewan pengawas syariah dan OJK, Adapun syarat fintech syariah di Indonesia telah diatur dalam Fatwa DSN-MUI No.117/DSN-MUI/II/2018, POJK No.13/POJK 02/2018 dan POJK No.77/POJK 01/2016. Kemudian proses transaksinya yang  efisien, cepat dan aman menjadikannya dapat menarik minat nasabah untuk menggunakan layanan danasyariah.id, terbukti dari jumlah nasabah yang mengalami peningkatan dengan manfaat yang diberikan dan ikhtiar dana syariah meminimalisasi segala kemungkinan resiko, mengambil maslahah dan menjauhkan mudharat itulah yang paling penting sesuai dengan konsep atau perspektif mashlahah mursalah.
INTEGRASI PEMANFAATAN RUMPUT GAMA UMAMI DAN PUPUK KOMPOS SEBAGAI UPAYA PENGUATAN PERTANIAN BERKELANJUTAN DALAM KERANGKA EKONOMI HIJAU DI DESA SEMBALUN BUMBUNG Sennur, Bq Ajeng Okfly; Bachri, Diva Agatha; Saputri, Febi Aulia; Berlian, Berlian; Iqbal, Lalu Ahmad Kharil; Royani, Sani; Hambali, Rosi Fathul; Anjaningrum, Bening Salsabila Dwi; Dinda, Dwi Nur; Sakti, Muhammad Nune Huria; Rosmaliati, Rosmaliati
Jurnal Wicara Vol 3 No 6 (2025): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/xk9ffp69

Abstract

This community service activity through the Village Community Empowerment Field Study Program (KKN-PMD) aims to initiate an integrated farming model through the use of Gama Umami grass and the introduction of compost fertilizer in Sembalun Bumbung Village. The background of the program is the limited availability of quality animal feed and high production costs due to dependence on chemical fertilizers. This program introduces Gama Umami grass as a superior feed source and compost fertilizer (a mixture of bio-slurry and mushroom straw waste) as an organic fertilizer innovation. The activities were carried out using a participatory approach at the end of the KKN-PMD period. The results of the activities show that the initial planting of Gama Umami grass and the application of compost fertilizer on carrot fields were successfully initiated as a pilot project. Although quantitative monitoring has not yet been carried out, this program has successfully demonstrated the potential of a circular agricultural system that can significantly reduce production costs by reducing the purchase of chemical fertilizers. This program recommends the importance of continued assistance for the sustainability of green agricultural practices.
Comparative Discourse of Smart City and Smart Village in Asia, Case of Indonesia, Malaysia, and Japan Nugroho, Rino Ardhian; Berlian, Berlian; Wallang, Muslimin; Jamaluddin, Anif; Prakoso, Septyanto Galan; Andari, Rosita Novi
Jurnal Manajemen Pelayanan Publik Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen Pelayanan Publik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmpp.v10i1.67088

Abstract

Urban and rural areas worldwide face growing challenges from rapid population growth, climate change, and resource constraints. Governments are responding by adopting smart city and smart village initiatives that use technology to promote sustainable development. Yet, academic research on these topics differs markedly across countries due to distinct policy priorities, development needs, and research contexts. This study performs a comparative bibliometric analysis of smart city and smart village publications in Indonesia, Malaysia, and Japan, using Scopus-indexed data processed with VOSviewer. Results show Indonesia has effectively integrated both domains, with research evolving from a technology focus toward collaborative governance and sustainability. Japan, meanwhile, emphasizes systematic, infrastructure-driven smart city development, but its smart village studies remain disconnected from key rural issues like depopulation and aging populations. In Malaysia, smart village research predominantly centers on biomedical and public health themes rather than technology-based rural advancement, revealing a clear research gap. These findings can inform policymakers on research prioritization, guide funding toward underrepresented areas, and aid in creating balanced measurement frameworks that align global standards with local realities. Ultimately, although smart development concepts are global, their academic exploration and practical application must be adapted to each country’s unique context.