Claim Missing Document
Check
Articles

Career Adaptability as a Psychological Bridge: Linking Perceived Social Support to Coping Strategies among Working University Students Abdullah, Sri Muliati; Fauzi, Syahrul Dimas Nur; Kuncoro, Muhammad Wahyu; Kurniawan, Aditya Putra
Indonesian Psychological Research Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Psychological Research
Publisher : Program Studi Psikologi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/ipr.v8i2.1773

Abstract

TThis study examined whether career adaptability partially mediates the relationships between perceived social support and coping strategies among working university students. Using a quantitative cross-sectional survey design, data were collected from 247 undergraduate students who had worked part-time or full-time for at least three months. Participants completed the Indonesian versions of the Career Adapt-Abilities Scale-Short Form (CAAS-SF), the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), and the Ways of Coping Questionnaire Revised Version. The primary analytical objective was to test the mediation pathways using Partial Least Squares Structural Equation Modeling with bootstrapping. Perceived social support was positively associated with career adaptability, problem-focused coping, and emotion-focused coping. Career adaptability was also positively associated with both coping strategies. The significant indirect effects indicated partial mediation. These findings support a focused explanation of one psychological pathway, that is social support is associated with coping both directly and indirectly through career adaptability. Universities should provide targeted career-adaptability development, peer support, and academic guidance for students balancing work and study.
Peran Orientasi Karier dan Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Career Decision Making Siswa Yoaneta Olla; Sri Muliati Abdullah
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 2 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v10i2.5696

Abstract

Pendidikan memiliki peran yang penting terhadap kemajuan zaman, dalam bidang Pendidikan istilah karier tidak dapat dilupakan, karier memiliki makna perkembangan dan kemajuan dalam hidup seseorang. Karier tidak selalu berkaitan hanya lingkup sebuah job, karena karir juga selalu berjalan (dinamis) dan terbuka sepanjang lifetime sebagai bentuk kemajuan dalam kehidupannya yang mencakup pekerjaan, pendidikan, pelatihan dan berbagai aktivitas yang menunjang perkembangan diri seseorang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh peran orientasi karier dan dukungan sosial keluarga terhadap career decision making. Sampel berjumlah 168 orang, yang ditentukan dengan teknik Purposive Sampling. Metode pengumpulan data menggunakan Skala berjenis Skala Likert denga nilai Cronbach’s Alpha >0,9 kategori kuat. Analisa data menggunakan analisa regresi. Hasil menunjukan terdapat orientasi karier dan dukungan sosial kluarga terhadap career decision making dengan nilai F sebesar 36,345 (p<0,01). Sumbangan efektif sebesar 67,6% sedangkan sisanya 32,4% disebabkan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti efikasi diri, konformitas, perencanaan karier dan minat.
Increase The Productivity of Financial Advisors' Work Through Persuasive Communication Flora Grace Putrianti; Sri Muliati Abdullah
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i1.7306

Abstract

This study aims to determine the effect of persuasive communication training to increase work productivity in Financial Advisors at Koperasi X. The hypothesis of this research is that the work productivity of Financial Advisors after participating in persuasive communication training increases than the work productivity of Financial Advisors before participating in persuasive communication training. This research is an experimental study using a pretest-posttest only one grup design. The number of subjects in the sample of this research were 14 people in the experimental group. The methods of data collection using data on the ratio of work productivity of Cooperative X. The data analysis technique used the Wilcoxon statistical technique. The results of the analysis of both obtained Z value = -3.297 with p value = 0.001 (p<0.05). This means that there is an increase in work productivity in the research subject between before and after persuasive communication training. Subjects after being given training have a higher work productivity score than before given training. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan komunikasi persuasif untuk meningkatkan produktivitas kerja pada Financial Advisor di Koperasi X. Hipotesis penelitian ini adalah produktivitas kerja Financial Advisor setelah mengikuti pelatihan komunikasi persuasif meningkat daripada produktivitas kerja Financial Advisor sebelum mengikuti pelatihan komunikasi persuasif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan pretest-posttest only one grup design. Jumlah subjek pada sampel penelitian ini adalah sebanyak 14 orang kelompok eksperimen. Metode pengumpulan data menggunakan data rasio produktivitas kerja Koperasi X. Teknik analisis data menggunakan teknik statistik Wilcoxon. Hasil analisis keduanya diperoleh nilai Z = -3,297 dengan nilai p = 0,001 (p<0,05). Hal ini berarti ada peningkatan produktivitas kerja pada subjek penelitian antara sebelum dan sesudah pelatihan komunikasi persuasif. Subjek sesudah diberi pelatihan memiliki skor produktivitas kerja lebih tinggi daripada sebelum diberi pelatihan.
Psikoedukasi Kesehatan Mental Lansia Menuju Optimum Aging Narastri Insan Utami; Malida Fatimah; Sri Muliati Abdullah; Alifah Salsabila Putri Faizurrahman; Rahma Hidayanti; Gabriel Alexandro Sangkai
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 11 No. 2 (2025): PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menghadapi masa pensiun adalah masa yang tidak mudah bagi lansia. Untuk itu, diperlukan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan mental guna mencapai optimum aging. Psikoedukasi dapat menjadi salah satu cara untuk membantu lansia dalam memahami pentingnya kesehatan mental guna mencapai optimum aging. Pengabdian ini terbukti dapat membantu lansia menjaga kesehatan mental yang baik sehingga mencapai optimum aging dengan adanya peningkatan pemahaman dan perasaan positif setelah mengikuti kegiatan yang diberikan.
ANALISIS FAKTOR DOMINAN RETENTION PADA KARYAWAN GEN Z: STUDI FENOMENOLOGI Syarifah Hanim; Wahyu Kuncoro; Sri Muliati Abdullah
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.8015

Abstract

Transformasi demografi angkatan kerja Indonesia ditandai oleh masuknya Generasi Z yang diproyeksikan mencapai 27% total tenaga kerja global pada tahun 2025. Fenomena paradoks muncul ketika 74% karyawan Gen Z menunjukkan engagement tinggi namun memiliki kecenderungan terbesar meninggalkan organisasi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi faktor-faktor dominan yang memengaruhi retensi karyawan Generasi Z melalui pendekatan kualitatif fenomenologi. Tujuh informan karyawan Gen Z di Yogyakarta dengan masa kerja minimal enam bulan dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur yang dianalisis menggunakan metode tematik berbantuan OpenCode. Penelitian mengidentifikasi delapan tema utama: fleksibilitas dan work-life balance sebagai faktor paling dominan (100%), diikuti pengembangan karier (85,7%), kualitas kepemimpinan (71,4%), meaningful work (71,4%), lingkungan kerja, kompensasi, beban kerja, dan teknologi digital. Temuan mengungkap loyalitas Gen Z bersifat kondisional dan transaksional, dengan motivasi intrinsik lebih dominan dibanding ekstrinsik. Proses pengambilan keputusan retensi berjalan dinamis melalui evaluasi kognitif, respons emosional, dan intensi perilaku berkelanjutan. Interaksi kompleks antar faktor membentuk pola sinergis, kompensatoris, dan kontradiktif yang menciptakan pengalaman unik setiap individu. Kesenjangan harapan dan realitas organisasi menjadi pemicu utama intensi keluar. Organisasi perlu mengimplementasikan strategi holistik berbasis lima pilar: fleksibilitas sebagai fondasi, pengembangan sebagai motivator, kepemimpinan sebagai fasilitator, makna sebagai purpose, dan budaya sebagai enabler.