Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR RESIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN RIWAYAT SERANGAN PADA PENDERITA ASMA DI KABUPATEN MINAHASA SELATAN Manese, Mercy; Bidjuni, Hendro; Rompas, Sefti
JURNAL KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2021): E-JOURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v9i2.36779

Abstract

Abstract: The background of this journal is that the asthma risk factors that influence thedevelopment and expression of asthma consist of internal factors (host factors) and externalfactors (environmental factors). The purpose of this study was to determine the risk factorsassociated with a history of attacks in asthmatic patients at motoring health centers, westmotoring health centers and east motoring health centers. The research method usesdescriptive research with a cross sectional approach with total sampling technique, in thisstudy totaling 30 respondents, with research instruments consisting of allergens, respiratoryfactors, environmental factors and weather changes, with univariate and biavariate dataanalysis. The results showed that there was a relationship between allergen factors and ahistory of asthma attacks with p value = 0.033 < = 0.05, there was a relationship betweenrespiratory infection factors and a history of asthma attacks with p = 0.011 < = 0.05, therewas no relationship between factors environment with a history of asthma attacks with p value= 0.749 < = 0.05, there is a relationship between weather change factors and a history ofasthma attacks with p = 0.027 < = 0.05. In conclusion, there is a relationship between allergenfactors, infection factors and change factors with history of asthma attacks. Suggestions forthe community to definitely know the triggering factors for bronchial asthma attacks so thatthey can prevent asthma recurrence and can avoid sudden changes in weather, for examplefrom hot to cold (rainy season) by using thick clothing.Keywords: Asthma risk trigger factors, history of asthma attacksAbstrak: Latar Belakang dari jurnal ini adalah Faktor risiko asma yang mempengaruhiperkembangan dan ekspresi asma terdiri dari faktor internal (host factor) dan faktor eksternal(environmental factor). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahyui faktor resiko yangberhubungan dengan riwayat serangan pada penderita asma puskesmas motoling, puskesmasmotoling barat dan puskesmas motoling timur. Metode penelitian menggunakan penelitiandeskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan teknik total sampling, pada penelitian iniberjumlah 30 responden, dengan instrumen penelitian yang teridiri dari faktor alergen, faktorsaluran pernafasan, faktor lingkungan dan perubahan cuaca, dengan analisa data univariat danbiavariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan faktor alergen dengan riwayatserangan asma dengan nilai p = 0,033 < α =0,05, ada hubungan faktor saluran infeksipernapasan dengan riwayat serangan asma dengan nilai p = 0,011 < α =0,05, tidak adahubungan faktor lingkungan dengan riwayat serangan asma dengan nilai p = 0,749 < α =0,05,ada hubungan faktor perubahan cuaca dengan riwayat serangan asma dengan nilai p = 0,027 <α =0,05.Kesimpulan, terdapat hubungan faktor alergen, faktor infeksi dan faktor perubahandengan riwayat serangan asma. Saranmsyarakat secara pasti mengetahui faktor pencetusserangan asma bronkial agar dapat mencegah kekambuhan asma dan dapat menghindariperubahan cuaca yang mendadak misalnya dari panas ke dingin (musim hujan) denganmenggunakan pakaian tebal.Kata Kunci : Faktor pemicu risiko asma, riwayat serangan asma
GAMBARAN ADAPTASI FISIOLOGIS DAN PSIKOLOGIS PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI KOTA MANADO Mait, Gracia; Nurmansyah, Muhammad; Bidjuni, Hendro
JURNAL KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2021): E-JOURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v9i2.36775

Abstract

Abstract: Background: Chronic kidney failure is a disease that is suffered by many peoplein the world from young age to old age which significantly affects their ability and qualityof life because they have to undergo therapy including hemodialysis. To increase adherence,the factors of adjustment to hemodialysis therapy need to be known in detail. Aim: todescribe the physiological and psychological adaptation features in patients with chronicrenal failure undergoing hemodialysis. Method: This study used descriptive analyticalresearch method using simple random sampling with a total sample of 49 patientsundergoing hemodialysis. The research instrument used is a questionnaire with quantitativedata analysis techniques. Result: Respondents in this study have a good physiologicaladaptation (adaptive) that is 98% and also a good psychological adaptation that is100%. Conclusion: Respondents in this study are known to have a good picture ofphysiological and psychological adaptation (adaptive) so that this study can be used innurses in nursing interventions to further improve patient adaptation to hemodialysis.Keywords: Chronic Renal Failure, Physiological and Psychological AdaptationsAbstrak: Latar Belakang: Penyakit gagal ginjal kronik adalah penyakit yang banyak di deritaoleh banyak orang di dunia dari usia muda sampai usia lanjut yang secarasignifikan mempengaruhi kemampuan diri dan kualitas hidup karena harus menjalani terapidiantaranya hemodialisis. Untuk meningkatkan kepatuhan maka faktor-faktor penyesuaiandiri terhadap terapi hemodialisis perlu di ketahui secara detail. Tujuan: untuk mengetahuigambaran adaptasi fisiologis dan psikologis pada pasien dengan gagal ginjal kronis yangmenjalani hemodialisis. Metode: penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptifanalitis menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel penelitian 49 pasienyang menjalani hemodialisis. Instrumen penelitian yang di gunakan adalah kuisioner denganteknik analisis data kuantitatif. Hasil:Responden dalam penelitian ini memiliki adaptasifisiologis yang baik (adaptive) yaitu 98% dan juga adaptasi psikologis yang baik yaitu 100%.Kesimpulan: Responden dalam penelitian ini diketahui memiliki gambaran adaptasifisiologis dan psikologis yang baik (adaptive) sehingga penelitian ini dapat di gunakanperawat dalam intervensi keperawatan untuk lebih meningkatkan adaptasi pasien denganhemodialisis.Kata Kunci: Gagal Ginjal Kronis, Adaptasi Fisiologis dan Psikologis.
HUBUNGAN EXPRESSED EMOTION KELUARGA DAN PEER SUPPORT DENGAN SUICIDE IDEATIONPADA REMAJA DI SMP N 8 MANADO Gaol, Apryani Lumban; Buanasari, Andi; Bidjuni, Hendro
JURNAL KEPERAWATAN Vol 9, No 1 (2021): E-JOURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v9i1.36764

Abstract

Abstract Background Family expressed emotionand peer support is important in shaping the emotional and mentality af a teenager. The purpose of this study is to find out prove the relationship between family expressed emotion and peer support with suicide ideation in Junior High School 8 Manado. The research method used to prove the hypothesis of this study is a quantitative approach, cross sectional, with the Spearman Rank correlation technique. The sample was taken using non-probability techniques, purposively. The sample size was 83 respondents in Junior High School 8 Manado. The results of the study prove that both hypotheses can be accepted. H1 test shows the level of strength (closeness) between variabels is moderate (0,369), positive direction, and significant (p = 0, 001 < α = 0,05). H2 test shows the level of strength (closeness) between variabels is moderate (-0,218), negative direction, and significant (p = 0, 048< α = 0,05). Conclution : there is a moderate, positive and negative and significant relationship between family expressed emotion (36,9%),peer support (-21,8%)with suicide ideation. Suggestions, for school to improve mental health education services and counseling to address adolencent mental health problem and efforts to tackle of suicide ideation in adolescents.Keywords: Family Expressed Emotion; Peer Support; Suicide IdeationAbstrak Ekspresi emosi keluarga dan dukungan teman sebaya merupakan hal yang penting dalam pembentukan emosional dan mentalitas remaja.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan membuktikan hubungan antara ekspresi emosi keluarga dan dukungan teman sebaya dengan gagasan bunuh diri pada remaja di Smp N 8 Manado. Metode penelitian yang digunakan untuk membuktikan hipotesis penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, cross sectional, dengan teknik korelasi Rank Spearman. Sampel diambil dengan menggunakan teknik non-probabilitas. Jumlah sampel adalah 83 responden yang berada di SMP N 8 Manado. Hasil penelitian membuktikan kedua hipotesis dapat diterima. Uji H1 menunjukkan tingkat kekuatan (kedekatan) antara variabel cukup (0,369), arah positif, dan signifikan (p = 0, 001 < α = 0,05). Uji H2 menunjukkan tingkat kekuatan (kedekatan) antara variabel cukup (-0.218), arah negatif, dan signifikan (p = 0,048 <α = 0,05). Kesimpulan: ada hubungan yang moderat, positif dan negatif, serta signifikan antara ekspresi emosi keluarga (36,9%), dan dukungan teman sebaya (- 21,8%) dengan gagasan bunuh diri. Saran, bagi sekolah agar meningkatkan layanan pendidikan kesehatan mental dan bimbingan konseling untuk mengatasi masalah kesehatan mental remaja dan upaya untuk mengatasi gagasan bunuh diri.Kata Kunci : Ekspresi Emosi Keluarga; Dukungan Teman Sebaya; Gagasan Bunuh Diri.
DAMPAK PSIKOLOGI PANDEMI CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) BAGI MASYARAKAT DI KELURAHAN PELELOAN KECAMATAN TONDANO SELATAN KABUPATEN MINAHASA Pesik, Charisma B.J.; Bidjuni, Hendro; Kristamuliana, Ns
JURNAL KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2021): E-JOURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v9i2.36776

Abstract

Abstract:Background of this journal is The Covid-19 pandemic health crisis causes psychologicalchanges such as fear, anxiety, depression, or insecurity. Aim of this study was to determinethe psychological impact of the Covid-19 pandemic on the community in Peleloan Village,South Tondano District, Minahasa Regency. Methods of this study used descriptiveresearch/survey with samples, this research involved 317 respondents obtained by using therandom sampling, and using the questionnaire research instrument Depression AnxietyStress Scales (DASS 42). Results of the study show that there was a psychological impact ofthe Covid-19 pandemic for the community with the result that there were 14 respondents(4.4%), with a normal stress level of 199 respondents (62.8%), normal anxiety levels of 127respondents (40.1%), and normal depression levels were 201 respondents (63.4%).Conclusion, Most people do not experience stress, most people do not experience anxiety,and most people do not experience depression. The implications of this research can beuseful for the public to know the impact of Covid-19 and for the health workers, when youknow the impact of Covid-19, it will be easy to carry out prevention of the emergence of thesepsychological impacts.Key Words: Corona Virus Disease 2019; Depression; Psychological Impact of Pandemic;Anxiety; StressAbstrak:Latar Belakang dari jurnal ini adalah Krisis kesehatan pandemi Covid-19 menyebabkanperubahan psikologis seperti ketakutan, kecemasan, depresi, atau ketidakamanan. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui dampak psikologis pandemi Covid-19 bagimasyarakat di Kelurahan Peleloan Kecamatan Tondano Selatan Kabupaten Minahasa.Metode penelitian menggunakan penelitian deskriptif/survei dengan Sampel berjumlah 317responden yang diperoleh melalui random sampling, dan menggunakan instrument penelitianKuesioner Depression Anxiety Stress Scales (DASS 42). Hasil penelitian menunjukan bahwaada dampak psikologis pandemi Covid-19 bagi masyarakat dengan hasil terdapat kasusCovid-19 14 responden (4.4%), terdapat tingkat stress normal sebanyak l99 responden(62.8%), tingkat kecemasan normal sebanyak 127 responden (40.1%), dan tingkat depresinormal sebanyak 201 responden (63.4%). Kesimpulan, Sebagian besar masyarakat tidakmengalami stress, sebagian besar masyarakat tidak mengalami kecemasan, dan sebagianbesar masyarakat tidak mengalami depresi. Implikasi dari penelitian dapat bermanfaat bagimasyarakat untuk mengetahui dampak akibat dari Covid-19 dan bagi tenaga kesehatan, ketikatelah mengetahui dampak dari covid-19 maka akan mudah untuk melaksanakan pencegahanterhadap munculnya dampak psikologis tersebut.Kata Kunci : Coronavirus Disease 2019; Depresi; Dampak Psikologi Pandemi; Kecemasan;Stres
IDENTIFIKASI FAKTOR PENDUKUNG YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS TATELU KABUPATEN MINAHASA UTARA Makatindu, Marsha Gladis; Nurmansyah, Muhamad; Bidjuni, Hendro
JURNAL KEPERAWATAN Vol 9, No 1 (2021): E-JOURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v9i1.36765

Abstract

Abstract : Hypertension is a disease that is not curable but it must always be controlled or controlled in order so that adherence is needed in taking medication in order to avoid complications that can lead to death. One of the factors that affect to medication adherence behavior is supporting factors. The purpose of this study was to determine the supporting factors related to medication adherence in hypertension patients at Tatelu Public Health Center, North Minahasa Regency. The research method used cross sectional approach. The respondents consisted of 71 people with sampling techniques using purposive sampling. Adherence to hypertension treatment was maesured usingModified Morisky Adherence Scale (MMAS). The results of this research using chi square statistic test at a significance level of 95% obtained that there is a relationship between affordability of access to health service with medication adherence (p = 0.012), there is no relationship beetwen health insurance participation with medication adherence (p = 0.805) and there is a relationship between the role of health workers with medication adherence (p = 0.032). The Conclusion of this study indicate that the supporting factors influence medication adherence where good supporting factors can increase medication adherence in hypertension patients. Suggestions for the health services are expected to maximize the level of service and can provide additional information for hypertension patients to be more obedient in taking medication.Keyword : hypertension, medication adherence,supporting factors.Abstrak : Hipertensi adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi harus selalu dikontrol atau dikendalikan, sehingga diperlukan kepatuhan dalam minum obat agar terhindar dari komplikasi yang dapat berujung pada kematian. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku kepatuhan minum obat yaitu faktor pendukung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor pendukung yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Puskesmas Tatelu Kabupaten Minahasa Utara. Metode penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Responden terdiri dari 71 orang dengan teknik pengambilan sampel dengan carapurposive sampling. Pengukuran kepatuhan dilakukan dengan menggunakan kuesioner MMAS (Modified Morisky Adherence Scale). Hasil uji penelitian dengan menggunakan uji statistik chi square pada tingkat kemaknaan 95%, didapatkan bahwa ada hubungan antara keterjangkauan akses ke pelayanan kesehatan dengan kepatuhan minum obat(p = 0,012 < α 0.05), tidak ada hubungan antara keikutsertaan asuransi kesehatan dengan kepatuhan minum obat (p = 0,805 > α 0.05) dan ada hubungan antara peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan minum obat (p = 0,032 < α 0.05). Simpulan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor pendukung mempengaruhi kepatuhan minum obat, dimana dengan faktor pendukung yang baik dapat meningkatkan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi. Saran bagi pihak pelayanan kesehatan yang ada diharapkan dapat lebih memaksimalkan tingkat pelayanannya dan dapat memberikan informasi tambahan lagi bagi penderita hipertensi agar lebih patuh dalam minum obat.Kata kunci: Hipertensi, Kepatuhan Minum Obat, Faktor Pendukung
HUBUNGAN SELF CARE DENGAN KOMPLIKASI DIABETES MELITUS PADA PASIEN DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI KLINIK HUSADA SARIO MANADO Sasombo, Antania; Katuuk, Mario Esau; Bidjuni, Hendro
JURNAL KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2021): E-JOURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v9i2.36781

Abstract

AbstractBackground: diabetes mellitus is a metabolic disease characterized by hypoglycemia.Diabetes effects can result in the body's organs if the condition is not managed or controlledproperly. For this reason, it is necessary to do DM self-care which is an independent actionthat must be taken by DM Sufferers in their daily lives to control Blood Glucose. Aim: Thisstudy was aimed to determine corelation between the self-care whit the complications ofpatients with type 2 diabetes mellitus at the Husada Sario Manado Clinic. Methods:Thisresearch is a corrosive cross-sectional study, it’s done to 72 patients with type 2 DiabetesMelitus with research tools from questionnaire and analysis using chi-square. Results: Thisresearch is picking up p-value results. Conclusion: Most of the Diabetes Melitus type 2 at heHusada Sario Manado Clinic has a good self care, with most of the patients havinghypertensive complications. There’s no link between self care and the complications ofDiabetes Melitus on patients with type 2 Diabetes Melitus.Keywords: Diabetes Mellitus type 2, complications of Diabetes Mellitus, Self Care.AbstrakLatar belakang: Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik dengan karakteristikhipeglikemia. Jika diabetes tidak segera dikendalikan atau dikendalikan dengan baik dapatmengakibatkan komplikasi diabetes yang dapat terjadi pada organ-organ tubuh. Untuk itu perludilakukannya Self care DM yang merupakan tindakan mandiri yang harus dilakukan olehpenderita DM dalam kehidupanya sehari-hari untuk mengontrol glukosa darah.Tujuanpenelitian untuk menganalisis hubungan self care dengan komplikasi Diabetes Melitus tipe 2di Klinik Husada Sario Manado. Metode Penelitian ini adalah penelitian cross-sectional yangbersifat deskriptif korelatif, yang dilakukan kepada 72 pasien Diabetes Melitus tipe 2 denganInstrument penelitian yang digunakan yaitu kuesioner dan dianalisis menggunakan Chi Square.Hasil Penelitian di dapati hasil p-value (0,802) > α = (0,05) . Simpulan Sebagian besar pasienDiabetes Melitus tipe 2 di Klinik Husada Sario Manado memiliki self care baik, dengansebagian besar pasien memiliki komplikasi hipertensi. Tidak ada hubungan yang signifikanantara Self Care dengan komplikasi Diabetes Melitus pada pasien dengan Diabetes Melitus tipe2.Kata Kunci : Diabetes Melitus tipe 2, komplikasi Diabetes Melitus, Self Care.
KARAKTERISTIK YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT NYERI PADA PASIEN FRAKTUR DI RUANG BEDAH RUMAH SAKIT UMUM GMIM BETHESDA TOMOHON Mandagi, Cynthia A. F.; Bidjuni, Hendro; Hamel, Rivelino S.
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i1.15822

Abstract

Abstract :Fracture is a potential or actual threat against someone inegritas, so will be impaired physiological and spikologis which can cause a response in the form of pain. Pain is a subjective situation where a person shows any inconvenience verbal and nonverbal. Research purposes to know the characteristics associated with the level of pain in patients with fracture in Surgery Room General Hospital Bethesda GMIM Tomohon.Research design used is descriptive analytic design with cross sectional approach. The sampling technique is to use sampling in accordance with the purposivae sample of 42 people.Research resultusing statistical tests chi-square obtained to age the value ρ = 0.001 <α = 0.05 Gender value ρ = 0.000 <α = 0.05 Works value ρ = 0.0047 <α = 0.05 and factors that affect pain value ρ = 0.000 <α = 0:05. Conclusion his study has shown there is a relationship between age, gender, occupation and the factors that affect pain with pain level in patients with fracture in Surgery Room General Hospital Bethesda GMIM Tomohon.Keywords :Patient Characteristics, Factor Affecting Pain, Pain Levels in Patientswith fractures.Abstrak :Fraktur merupakan ancaman potensial maupun actual terhadap inegritas seseorang, sehingga akan mengalami gangguan fisiologis maupun spikologis yang dapat menimbulkan respon berupa nyeri. Nyeri tersebut adalah keadaan subjektif dimana seseorang memperlihatkan ketidaknyamanan secara verbal maupun nonverbal.Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui karakteristik yang berhubungan dengan tingkat nyeri pada pasien fraktur di Ruang Bedah Rumah Sakit Umum GMIM Bethesda Tomohon.Desain Penelitian yang digunakan yaitu desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan purposivae sampling sesuai dengan sampel yaitu 42 orang.Hasil penelitian menggunakan uji statistic chi-square didapatkan untuk umur nilai ρ = 0.001 < α = 0.05, Jenis kelamin nilai ρ = 0.000 < α = 0.05, Pekerjaan nilai ρ = 0.0047 < α = 0.05 dan factor yang mempengaruhi nyeri nilai ρ = 0.000 < α = 0.05. Simpulan hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara umur, jenis kelamin, pekerjaan dan factor yang mempengaruhi nyeri dengan tingkat nyeri pada pasien fraktur di Ruang Bedah Rumah Sakit Umum GMIM Bethesda Tomohon.Kata Kunci :Karakteristik Pasien, Faktor yang Mempengaruhi Nyeri, Tingkat Nyeri padaPasien Fraktur.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KEJADIAN DEMENSIA PADA LANSIA DI BALAI PENYANTUNAN LANJUT USIA SENJA CERAH PANIKI KECAMATAN MAPANGET MANADO Setiawan, Danny Indra; Bidjuni, Hendro; Karundeng, Michael
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5207

Abstract

Abstrack : Dementia is a term that used to describe a global cognitive impairment which is usually progressive and affect daily activity of elderly. One of the risk factor of dementia is lack of education. The aim of this research is to know the correlation between education level and dementia in elderly at Longevity Station Senja Cerah Paniki Subdistrict of Mapanget Manado. Research methods in this study was used analytic survey with cross sectional design. The samples in this research was used saturation sampling technique that is 27 peoples. The results in this research using analysis statistic test pearson chi-square have gained value p = 0,733 > α 0,05. The conclusion of this research, there is no correlation between education level and dementia in elderly at Longevity Station Senja Cerah Paniki Subdistrict of Mapanget Manado. Keywords: Education Level, Dementia, Elderly Abstrak : Demensia merupakan istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan kerusakan fungsi kognitif global yang biasanya bersifat progresif dan mempengaruhi aktivitas kehidupan sehari-hari pada lansia. Salah satu faktor resiko demensia adalah kurangnya tingkat pendidikan.Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui tentang hubungan tingkat pendidikan dengan kejadian demensia pada lansia di Balai Penyantunan Lanjut Usia Senja Cerah Paniki Kecamatan Mapanget Manado. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian survei analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh yaitu sebanyak 27 orang. Hasil penelitian menggunakan analisis uji statistik pearson chi-square didapatkan nilai p = 0,733 > α = 0,05. Kesimpulan penelitian ini yaitu tidak ada hubungan tingkat pendidikan dengan kejadian demensia pada lansia di Balai Penyantunan Lanjut Usia Senja Cerah Paniki Kecamatan Mapanget Manado. Kata Kunci : Tingkat Pendidikan, Demensia, Lansia
1 PENGARUH PENERAPAN LOGOTERAPI TERHADAP KEBERMAKNAAN HIDUP PADA LANSIA DI BADAN PENYANTUNAN LANJUT USIA SENJAH CERAH PANIKI BAWAH MANADO Ukus, Vera; Bidjuni, Hendro; Karundeng, Michael
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.8140

Abstract

Abstrak : Lansia yang bermakna dalam hidupnya selalu memiliki harapan pada dirinya akan menjadi lebih baik dan bersedia untuk memperbaiki diri, berguna dan bermanfaat pada lingkungan atau komunitas yang terkait dengan kehidupannya sebagai lansia.Sarana bagi lansia untuk menemukan dan meningkatkan makna dan tujuan hidupnya merupakan konseling logoterapi. Penelitian ini dilakukan di Badan Penyantunan Lanjut Usia Senja Cerah, Paniki Bawah Manado. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh pemberian logoterapi terhadap kebermaknaan hidup pada lansia, di Badan Penyantunan Lanjut Usia Senja Cerah, Paniki Bawah Manado. Desain Penelitian menggunakan Eksperimen dengan rancangan penelitian One Group Pretest Posttest.Sampel yaitu15 responden lanjut usia (kelompok intervensi) akan diberikan penerapan logoterapi sebelum dan sesudah. Pengambilan sempel menggunakan teknik non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling.Analisis penelitian menggunakan uji wilcoxon.Hasil Penelitianmenunjukan bahwa adapengaruh logoterapi terhadap kebermaknaan hidup pada lansia dengan nilai p = 0,005. Jadi dalam penelitian ini Ha diterima dan Ho ditolak, adanya pengaruh kebermaknaan hidup sebelum dan sesudah dilakukan logoterapi.Rekomendasi pada penelitian dilakukan sosialisasi terhadap pengurus BPLU Senja Cerah agar logoterapi dapat diterapkan dan dapat meningkatkan kebermaknaan hidup lansia.Kata Kunci : Logoterapi, Kebermaknaan hidup, lansia
HUBUNGAN PERSEPSI MENGENAI PROSES BIMBINGAN KLINIK DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA MAHASISWA PRAKTEK KLINIK KEPERAWATAN SEMESTER III PSIK FK UNSRAT DI RS BHAYANGKARA DAN PUSKESMAS BAHU MANADO Buanasari, Andi; Bidjuni, Hendro
JURNAL KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2019): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v7i1.25210

Abstract

Abstract : One of the factors that influence the occurrence of anxiety in students when clinical practices is the guidance process by the clinic advisor. Anxiety that appears to students when clinical practice can affect student intervention to patients and can be harmful for patients. The purpose of this research is to find out about the relationship between perception regarding clinical guidance process and the anxiety level of the 3Th semester of clinical nursing students of PSIK Unsrat in Bhayangkara hospital and puskesmas Bahu Manado. The method used in this study is cross-sectional study design involving 73 students in clinical practice as the respondents. Data collection was done using the NCTEI questionnaires and ZSAS. The Results of this study, out of 47 students most of them had perceptions of clinical guidance process in the poor category (64.4%) and experienced light anxiety (57.5%) by using the Spearman Rank test, ρ value=0,000 is smaller than the α value, 0.05. In conclusion of this study there is a relationship between perceptions of clinical guidance process and anxiety levels of clinical nursing practice students. Keywords: Anxiety, Clinical Guidance Process, Clinic AdviserAbstrak : Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya kecemasan pada mahasiswa pada saat melaksanakan praktek klinik keprawatan yaitu proses bimbingan yang diberikan oleh pembimbing klinik. Kecemasan yang muncul pada mahasiswa saat melaksanakan praktek klinik keperawatan dapat mempengaruhi intervensi mahasiswa terhadap klien dan dapat membahayakan klien. Tujuan untuk mengetahui hubungan persepsi mengenai proses bimbingan klinik dengan tingkat kecemasan mahasiswa praktek klinik keperawatan semester III PSIK FK Unsrat di RS Bhayangkara dan Puskesmas Bahu Manado. Metode pada penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan melibatkan 73 mahasiswa praktek klinik sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner NCTEI dan ZSAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 47 mahasiswa (64,4 %) mempersepsikan proses bimbingan klinik pada kategori kurang baik dan sebanyak 42 mahasiswwa (57,5 %) mengalami kecemasan ringan. Dari hasil statistik dengan menggunakan uji Spearman Rank didapatkan nilai ρ value 0,000 lebih kecil dari nilai α 0,05. Kesimpulan ada hubungan antara persepsi mengenai proses bimbingan klinik dengan tingkat kecemasan mahasiswa praktek klinik keperawatan. Kata Kunci : Kecemasan, Proses Bimbingan Klinik, Pembimbing Klinik
Co-Authors Abram Babakal Adeleida Kaawoan Afriani, Neneng Tri Amatus Yudi Ismanto Anggriani Bantu Arlita Magdalena Lomboan Aseng, Krisna Gita Asri Wanda K Assa, Wenda Marina B H. R. Kairupan Bakri, Zakiah Baris, Alicia Benaya Wasti Bryan Kevin Mawey Buanasari, Andi Christine Dwi Fatningsaliska D. H. C. Pangemanan Daniel Piter Mawu, Daniel Piter Danny Indra Setiawan de Haan, Putri Levina Maria Deivi Sanny Karendehi, Deivi Sanny Dewantari L Ponto, Dewantari L Diyai, Indriyani Elviana Kaharingan, Elviana Elvina Magdalena Manarisip Endang Pertiwi, Endang Esrom Kanine Ferdinan Wowiling Ferdinand Wowiling Ferdinand Wowiling Flora Pricilla Kalalo Franly Onibala Fransiska Sohat Gaol, Apryani Lumban Gloria Gratia Polii Gresty Masi Gultom, Maria M.K Hendra Idris, Hendra Henry Palandeng I Gusti Ngurah Suprapta James F. Siwu Jenny Puspita Sari Situmeang, Jenny Puspita Sari Jill Lolong Jimmy Rumampuk Jul Stevie Claudia Lario, Jul Stevie Claudia Julia Meilany Durandt Julia Rottie Kalendesang, Monique P Kallo, Vandry Katuuk, Mario Esau Kaunang, Nathania Kristamuliana Kristamuliana, Ns Larira, Dina Mariana Linda Juita Paususeke, Linda Juita Lumenta, Tesalonika Agresi Mait, Gracia Majore, Cheryl Esther Makatindu, Marsha Gladis Mandagi, Cynthia A. F. Manese, Mercy Mareyke Saroinsong Marini Melisa Koampa, Marini Melisa Marisca Horhoruw, Marisca Marshal Edwin Boyoh, Marshal Edwin Matasak, Vita Beata Monica Matheos, Beatrix Meisy Indriany Bambuena Mellynda Wurangian Meo, Maria Lupita Nena Meylen Suoth Michael Karundeng Moha, Meyske K Ndede, Vechya Z.L.P. Ns Mulyadi Nurmansyah, Muhamad Nurmansyah, Muhammad Oktavianus Muldianto Oktavina J Lumunon, Oktavina J Oroh, Wenda Palendeng, Ora Et Labora Palimbunga, Ayu Pravita Sari Panambunan, Ayudia Evita Pandelaki, Lingkan G. E. K. Pangemanan, Damajanti Pangemanan, Wenda R. Parulian Gultom, Parulian Paulina Bobaya, Paulina Peginusa, Gloria Makahanap Pesik, Charisma B.J. Phainel Jhonly Piyeke Poli, Jeremia Sefanya Prisilia Alva Seke, Prisilia Alva Rafil Hanafi, Rafil Rantung, Galatia Marline Victoria Ratuela, Andre Redha Rahmatia Gani Reginus Malara Reni Yatnasari Silaban, Reni Yatnasari Riana D. Purwati Ribka Seran, Ribka Rikky Rantung, Rikky Rina Kundre Rivelino Hamel Rivelino S. Hamel Sahensolar, Livnie Nansi Said, Ni’mah Sally Febriyanti Korua Saring, Hidayati Ratriyo Sasombo, Antania Sefti Rompas Sefty Rompas Seniaty Madalise, Seniaty Simak, Valen Fridolin Simboh, Flora Ketsia Sri Utami Lestari Suling, Levi Tumbage, Meyfania Miracle Christy Tumipa, Seryl Yohana Tyas Aprilia Bingku Usman, Suharno Vandri D Kallo, Vandri D Vandri Kallo Vera Ukus, Vera Vevy Monica Lasut Wuon, Afrianti S. Wydia Khristianty P Syamsoedin