Articles
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN PERILAKU KLIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS BAHU MANADO
Purwati, Riana D.;
Bidjuni, Hendro;
Babakal, Abram
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5222
Abstract: Background: Hypertension is high blood pressure that is settled that the cause may not be known (essential hypertension, idiopathic or primary) or associated with other diseases (secondary hypertension). Based on data from Bahu Health Centers Manado mentioned in the period January 2014 to March 2014 there were a total of 207 patients with hypertension. Purpose of this research was to find out effect of health education on the knowledge of the client’s behavior hypertension in Bahu Health Centers Manado. The research method used is pre experimental design with “One group Pre test post test†in one group. Sample in this study were 59 people, data processed by Wilcoxon Sign Rank test with significance (α) = 0.05. Results showed that there was a effect of health education on knowledge of the client’s behavior hypertension in Bahu Health Centers Manado, where before it was given health education clients have less knowledge of the behavior of both (56%) and health education was given after the client has knowledge of good behavior (100%). based on Wilcoxon statistical test obtained r = 0.000, which meant p was smaller than α (0,05). Conclusion of this research there was a effect of health education on knowledge of the client’s behavior hypertension in Bahu Health Centers Manado. Suggestion this research can be made in the new source in improving the quality of healthcare by making health counseling. Keyword: Health education, Knowledge of the behavior, Client hypertension Abstrak: Latar Belakang: Hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang menetap yang penyebabnya mungkin tidak diketahui (hipertensi essensial, idiopatik atau primer) maupun yang berhubungan dengan penyakit yang lain (hipertensi sekunder). Berdasarkan data dari Puskesmas Bahu Manado menyebutkan dalam kurun waktu Januari 2014 sampai dengan Maret 2014 terdapat sebanyak 207 pasien penderita hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan perilaku klien hipertensi di Puskesmas Bahu Manado. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-eksperimen dengan desain “One group pre-post test design†dalam satu kelompok, Sampel dalam penelitian ini adalah 59 orang. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test dengan tingkat kemaknaan (α) ≤ 0,05.Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan perilaku klien hipertensi di Puskesmas Bahu Manado, dimana sebelum di beri penyuluhan kesehatan klien memiliki pengetahuan perilaku kurang baik (56 %) dan sesudah diberi penyuluhan kesehatan klien memiliki pengetahuan perilaku baik (100 %). berdasarkan hasil uji statistik Wilcoxon diperoleh nilai r = 0.000, yang berarti nilai r lebih kecil dari α (0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan perilaku klien hipertensi di Puskesmas Bahu Manado. Saran penelitian ini dapat di jadikan sumber baru dalam meningkatkan kualitas kesehatan dengan melakukan penyuluhan kesehatan. Kata Kunci : Penyuluhan kesehatan, Pengetahuan perilaku, Klien hipertensi
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN DEMENSIA PADA LANSIA DI DESA TUMPAAN BARU KECAMATAN TUMPAAN AMURANG MINAHASA SELATAN
Tumipa, Seryl Yohana;
Bidjuni, Hendro;
Lolong, Jill
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35790/jkp.v5i1.14897
Dementia is cognitive decline such severity that interferes with daily living activities and social activities. Cognitive decline in dementia usually begins with the decline of memory. Ignorance factor, both from the family, community or health worker parties regarding signs and symptoms of dementia, It can cause dementia are often undetectable and slow to handle. Family support makes a family is able to work with a wide range of intelligence and reason, that will improve health and their adaptation in the life. The purpose of this research is to analyze the relationship of family support with the incidence of dementia in the elderly in the village of Tumpaan Baru, Kec. Tumpaan, Amurang, South Minahasa. Research methods use a analytic descriptive with cross sectional design. Sampling in research is purposive sampling with a total of 71 samples. Data collection is carried out using a questionnaire. Data processing use a pearson chi square correlation test with a significance level of 95% (α = 0.05). The research indicates there is a relationship with the family support incident dementia (p = 0.002). Conclusion is a Family Support relationship with incidence of Dementia in the Elderly in the village of Tumpaan Baru Clinics Tumpaan, South Minahasa. Keywords: family support, dementia. Demensia adalah kemunduran kognitif yang sedemikian beratnya sehingga mengganggu aktivitas hidup sehari-hari dan aktivitas sosial. Kemunduran kognitif pada demensia biasanya diawali dengan kemunduran memori/daya ingat. Faktor ketidaktahuan, baik dari pihak keluarga, masyarakat maupun pihak tenaga kesehatan mengenai tanda dan gejala demensia, dapat menyebabkan demensia sering tidak terdeteksi dan lambat ditangani. Dukungan keluarga menjadikan keluarga mampu berfungsi dengan berbagai kepandaian dan akal, sehingga akan meningkatkan kesehatan dan adaptasi mereka dalam kehidupan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan dukungan keluarga dengan kejadian demensia pada lansia di Desa Tumpaan Baru Kecamatan Tumpaan Minahasa Selatan. Metode penelitian yang di gunakan yaitu deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu purposive sampling dengan jumlah 71 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Pengolahan data menggunakan uji korelasi pearson chi square dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kejadian demensia (p = 0,002). Kesimpulan terdapat hubungan Dukungan Keluarga dengan Kejadian Demensia Pada Lansia di Desa Tumpaan Baru Puskesmas Tumpaan Minahasa Selatan. Kata kunci: Dukungan Keluarga, Demensia
HUBUNGAN FACEBOOK ADDICTION DISORDER (FAD) DENGAN PERILAKU ASERTIF REMAJA DI SMA KRISTEN 1 TOMOHON
Polii, Gloria Gratia;
Bidjuni, Hendro;
Wowiling, Ferdinand
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5213
Abstract: Facebook addiction means spending excessive amounts of time on Facebook. Psychologically, the negative effects of facebook addiction can be divided into : Personal anti-social and Dualism personality. The purpose of this study was to determine the correlation between Facebook Addiction Disorder (FAD) with assertive behaviour of adolescent in Christian High School 1 Tomohon. The design of this study was conducted with cross sectional method, populations are all of the student in eleventh grade who have an active facebook account, selecting samples with purposive sampling. Analysis data using SPSS version 20 with chi-square test to determine the correlation between facebook addiction disorder with assertive behaviour of adolescent. Result of the study the prevalence of facebook addiction disorder in Christian Senior School 1 Tomohon in low categories and assertive behavior in good categories. The conclusion is there is a correlation between facebook addiction disorder with assertive behaviour of adolescent that obtained value (p=0,000 <α0,05). The advice is to reduce the use of smartphone/gadget while learning and adhering to the rules at school. Keywords : Facebook Addiction Disorder, Assertive Behaviour Abstrak: Facebook addiction berarti menghabiskan jumlah waktu yang berlebihan di facebook. Facebook merupakan situs jejaring sosial yang mudah digunakan, dan yang paling penting adalah mempunyai efek mencandu. Secara psikologis, dampak negatif kecanduan facebook dapat dibagi atas: Pribadi yang anti sosial dan Dualisme kepribadian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Facebook Addiction Disorder (FAD) dengan Perilaku Asertif Remaja di SMA Kristen 1 Tomohon. Desain penelitian ini dilaksanakan dengan metode cross sectional, populasi semua siswa kelas XI yang mempunyai akun facebook aktif, pemilihan sampel dengan purposive sampling. Jumlah sampel 69 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan SPSS versi 20, dengan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95%(α 0,05) untuk mengetahui hubungan Facebook Addiction Disorder (FAD) dengan perilaku asertif remaja. Hasil penelitian yaitu prevalensi FAD di SMA Kristen 1 Tomohon dalam kategori rendah dan perilaku asertif dalam kategori baik. Kesimpulan ialah ada hubungan Facebook Addiction Disorder (FAD) dengan perilaku asertif remaja diperoleh nilai (p=0,000 <α0,05). Saran ialah mengurangi pengggunaan smartphone/gadget saat belajar dan menaati aturan disekolah. Kata kunci : Facebook Addiction Disorder, Perilaku asertif
PERBEDAAN MAKNA HIDUP LANSIA YANG TINGGAL DI PANTI WERDHA SENJA CERAH DAN YANG TINGGAL BERSAMA KELUARGA DI DESA
Baris, Alicia Benaya Wasti;
Bidjuni, Hendro;
Rompas, Sefti
JURNAL KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2019): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35790/jkp.v7i2.27472
Abstrack: The meaning of life is something that is considered very important and valuable, and provides special value for someone and deserves to be a goal in life. Being someone who means and feels valuable in life seems very important when entering the elderly period. At this time, the elderly must be able to accept, be positive and be able to live their old age in peace. The aim is to find out the difference in the meaningoflife of the lives of the elderly who live in nursing home senja cerah and Who Live with Family in Sea Satu Village Pineleng District. The research design used is Observational Analytic with Cross Sectional Study approach. A sample of 30 respondents was obtained using the Purposive Sampling technique. The results of statistical test studies using the T-test at a significance level of 95%, obtained a significant value Ï = 0.008 <α (0.05). The conclusion is that there is a difference in the meaningoflife of the lives of the elderly who live in nursing home senja cerah and who live with their families.Keywords : Elderly, Meaning of LifeAbstrak : Makna hidup adalah sesuatu yang dianggap sangat penting dan berharga, serta memberikan nilai khusus bagi seseorang dan layak dijadikan tujuan dalam kehidupan. Menjadi seseorang yang berarti dan merasa berharga dalam hidup tampaknya sangat penting saat memasuki periode lansia. Pada masa ini, lansia harus dapat menerima, bersikap positif serta dapat menjalani masa tuanya dengan tenang Tujuan untuk mengetahui perbedaan makna hidup lansia yang tinggal di panti werdha senja cerah dan yang tinggal bersama keluarga di desa sea satu kecamatan pineleng. Desain penelitian yang digunakan yaitu Observasional Analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Sampel berjumlah 30 responden yang didapat dengan menggunakan tehnik Purposive Sampling. Hasil penelitian uji statistik menggunakan uji T-test pada tingkat kemaknaan 95%, didapatkan nilai signifikan Ï = 0,008 < α (0,05). Kesimpulan ada perbedaan makna hidup lansia yang tinggal di panti werdha senja cerah dan yang tinggal bersama keluarga.Kata kunci : Lansia, Makna Hidup
HUBUNGAN PERAN KELUARGA DALAM MENGONTROL GAYA HIDUP DENGAN DERAJAT HIPERTENSI DI PUSKESMAS TAGULANDANG KABUPATEN SITARO
Matheos, Beatrix;
Bidjuni, Hendro;
Rottie, Julia
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35790/jkp.v6i1.18768
Abstract : Hypertension is one of the non-communicable diseases that become problems in the field of health and is often found in primary care that is puskesmas. Hypertension is also called silent kiler because it can cause death 20-50%. One of the factors that cause hypertension is lifestyle, therefore the role of family is very important in controlling hypertension. The purpose of this research is to know the relation of family role in controlling lifestyle with hypertension degree at Tagulandang district health center. Samples were 89 respondents using total sampling technique. Design The research in this research is using observational analytic research, using Cross Sectional approach and data collected from respondents by using questionnaire sheet. The result of the research shows the relationship of family role in controlling lifestyle with hypertension degree in Puskesmas Tagulandang with p value = 0,038.. Keywords: Family role, Lifestyle, Degree of hypertension. Abstrak : Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah dibidang kesehatan dan sering ditemukan pada pelayanan primer yaitu puskesmas. Hipertensi disebut juga sillent kiler karena dapat menyebabkan kematian 20-50%. Salah satu faktor yang menyebabkan hipertensi yaitu gaya hidup, oleh karenanya peran keluarga sangatlah penting dalam mengontrol hipertensi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan peran keluarga dalam mengontrol gaya hidup dengan derajat hipertensi di puskesmas Tagulandang kabupaten SITARO. Sampel sebanyak 89 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Desain Penelitian dalam penelitian ini yaitu menggunakan penelitian deskriptif analitik, dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional dan data dikumpulkan dari responden dengan menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan peran kelaurga dalam mengontrol gaya hidup dengan derajat hipertensi di Puskesmas Tagulandang dengan nilai p= 0,038. Kata Kunci: Peran keluarga, Gaya hidup, Derajat hipertensi.
HUBUNGAN DEMENSIA DENGAN KEBERMAKNAAN HIDUP PADA LANJUT USIA DI BPLU SENJA CERAH PROVINSI SULAWESI UTARA
Bidjuni, Hendro;
Onibala, Franly
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35790/jkp.v6i1.25169
Abstact : The elderly suffering from dementia experience impaired noble function seen in the form of loss of abstract thinking ability. These circumstances make individuals unable to perform activities that potentially contain values that allow a person to discover the meaning of his life. The purpose of this study was to determined the relation of dementia with meaningfulness of life. Methods this study used cross sectional analytical descriptive approach. The sampling technique used total sampling with 33 samples. Kolmogorof-Smirnov statistical test results with 95% confidence level (α = 0.05) obtained p value 0.646> 0.05. Conclusion of this study confirm that hasn’t relation of dementia with meaningfulness of life at elderly in Elderly Nursing Home of Senja Cerah North Sulawesi province.Keywords: Dementia, meaningfulness of life, ElderlyAbstrak: Lanjut usia yang menderita demensia mengalami gangguan fungsi luhur yang terlihat dalam bentuk kehilangan kemampuan berpikir abstrak. Keadaan tersebut membuat individu tidak mampu melakukan kegiatan yang secara potensial mengandung nilai-nilai yang memungkinkan seseorang menemukan makna hidupnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan demensia dengan kebermaknaan hidup. Desain penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 33 orang. Hasil uji statistik Kolmogorof-Smirnov dengan tingkat kepercayaan 95 % (α = 0,05 ) diperoleh hasil p value 0,646 > 0,05. Simpulan yaitu tidak terdapat hubungan demensia dengan kebermaknaan hidup pada lanjut usia di BPLU Senja Cerah provinsi Sulawesi Utara.Kata Kunci: Demensia, Kebermaknaan hidup, Lanjut Usia.
PERBEDAAN TINGKAT STRES MAHASISWA REGULER DENGAN MAHASISWA EKSTENSI DALAM PROSES BELAJAR DI PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNSRAT MANADO
Bingku, Tyas Aprilia;
Bidjuni, Hendro;
Wowiling, Ferdinand
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5227
Abstrack: The normal stres experienced by each individual and be a part unseparated in life. The responsibilities and demands of academic student life can become part of stress that usually experienced by college student. The purpose of this study was to determain the stress level difference of regular students and extension students in learning process. This study with descriptive analitic were conducted with cross sectional method, the sampling were use purposive sampling technic. Sample that are used were 50 respondents. The data were conducted with questionnaire. Analysis data with Mann-Whitney (α=0,05). The result showed 14 (56,0%) regular students with low stress level and 21 extension students with low stress level. The probability value of the stress level difference of regular students and extension students in learning process is 0,032. The conclusion of this study is there stress level difference of regular students and extension students in learning process in nursing science study program faculty of medicine university of sam ratulangi manado. The recommendation is to be able to manage an efficient learning system, thereby reducing the stressors that cause students stress. Keywords : Stress level, regular student, extension student. Abstrak: Stres normal dialami oleh setiap individu dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan. Tanggung jawab dan tuntutan kehidupan akademik mahasiswa dapat menjadi bagian stres yang biasa dialami oleh mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat stres mahasiswa reguler dengan mahasiswa ekstensi dalam proses belajar. Penelitian deskriptif analitik ini dilaksanakan dengan metode cross sectional, pemilihan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel yang digunakan ada 50 responden. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji Mann-Whitney (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan 14 (56,0%) mahasiswa reguler stres tingkat rendah dan 21 mahasiswa (84,0%) ekstensi stres tingkat rendah. Nilai probabilitas perbedaan tingkat stres mahasiswa reguler dengan mahasiswa ekstensi sebesar 0,032.Simpulan dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan tingkat stres mahasiswa reguler dengan mahasiswa ekstensi dalam proses belajar di Program Studi Ilmu Keperawatan FK UNSRAT Manado. Rekomendasi peneliti yaitu untuk mampu mengelolah sistem pembelajaran yang efisien sehingga mengurangi stressor yang menyebabkan mahasiswa stres. Kata kunci : Tingkat stres, mahasiswa reguler, mahasiswa ekstensi
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN SOSIAL DENGAN IDE BUNUH DIRI PADA REMAJA DI KABUPATEN MINAHASA PROVINSI SULAWESI UTARA
Rantung, Galatia Marline Victoria;
Pangemanan, Damajanty H. C.;
Bidjuni, Hendro
JURNAL KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2021): E-JOURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35790/jkp.v9i2.36783
AbstractBackground: Suicide occurs at all ages and is the second leading cause of death among theages of 15-29 globally. The idea of suicide arises in psychiatric emergencies since theindividual is in a high level of stress while using the wrong adjustment mechanism. Theenvironmental of family and friends is one of the risk factors for the occurrence of suicide inadolescents. Aim: To know the correlation between factors of the social environment withadolescent suicide ideation. Methods: This is a quantitative study with the Cross Sectionalapproach. Data collecting is done using a questionnaire. This study used total sampling of156 respondents. This study used the Chi-square test. Results: Above 54% of respondents hadhigh suicidal ideation. Statistical test result of the family environmental factors with suicideideation showed that value of p = 0,206 (> α = 0,05) and result of the friendshipenvironmental factors with suicide ideation showed that value of p = 0,699 (> α = 0,05).Most respondents with high or low suicidal ideation have high support from socialenvironment of family and friends. Conclusion: There is no correlation between factors of thesocial environtment with adolescent suicide ideation.Keywords: Social Environment, Suicide IdeationAbstrakLatar Belakang: Bunuh diri terjadi sepanjang umur dan merupakan penyebab utamakematian kedua di antara anak usia 15-29 tahun secara global. Ide bunuh diri muncul padakeadaan darurat psikiatri karena individu berada dalam keadaan stres yang tinggi danmenggunakan mekanisme penyesuaian diri yang salah. Lingkungan keluarga dan temanmerupakan salah satu faktor resiko penyebab terjadinya bunuh diri pada remaja. Tujuan:Mengetahui hubungan faktor lingkungan sosial dengan ide bunuh diri pada remaja. Metode:Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Sampel penelitianmenggunakan total sampling sebanyak 156 responden remaja kelas XI di salah satu SMKNegeri. Data analisis penelitian ini menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil: Sebanyak54% responden memiliki ide bunuh diri yang tinggi. Uji statistik faktor lingkungan sosialkeluarga dengan ide bunuh diri diperoleh nilai p = 0,206 (>α = 0,05) dan uji statistik faktorlingkungan sosial teman dengan ide bunuh diri diperoleh nilai p = 0,699 (>α = 0,05).Sebagian besar responden dengan ide bunuh diri yang tinggi maupun rendah memilikidukungan dari faktor lingkungan sosial keluarga dan teman yang tinggi. Simpulan: Hasilpenelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan antara faktor lingkungan sosial keluarga danteman dengan ide bunuh diri pada remaja.Kata Kunci: Lingkungan Sosial, Ide Bunuh Diri
PERBEDAAN PENERAPAN MANAJEMEN STRES PADA LANSIA YANG TINGGAL DI PANTI DAN LANSIA YANG TINGGAL DENGAN KELUARGA
Afriani, Neneng Tri;
Bidjuni, Hendro;
Larira, Dina Mariana
JURNAL KEPERAWATAN Vol 9, No 1 (2021): E-JOURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35790/jkp.v9i1.36772
Abstract Background: Over a period of almost 5 decades, the percentage of Indonesia's elderly population has doubled where the increase in the elderly population has become a global phenomenon. Most of the elderly who live in nursing homes experience stress, while the elderly who live with their families do not experience stress, so stress management for each elderly is generally different. Aim: To find out the difference in the application of stress management for the elderly in nursing homes and those who live with their families. Method: The research method is descriptive analytic with a cross sectional approach where the researcher measures the difference between stress management for the elderly in nursing homes and the elderly with their families. Result: Stress management for the elderly at BPLU Senja Bright Paniki that of 45 respondents found 31 elderly doing good stress management while 14 elderly doing enough stress management, stress management for the elderly at the peaceful orphanage Ranomuut of 13 respondents found 5 elderly doing good stress management while 8 elderly doing adequate stress management, and stress management for the elderly with their families, it was found that from 50 respondents, 34 elderly people did good stress management while 16 elderly did poor stress management. Conclusion: There are differences in the application of stress management for the elderly who live in orphanages and the elderly who live with their families.Keywords: stress management, elderly, nursing home, familyAbstrak: Latar Belakang: Selama kurun waktu hampir 5 dekade, presentasi penduduk lansia Indonesia meningkat dua kali lipat dimana meningkatnya populasi lansia menjadi fenomena global. Sebagian besar lansia yang tinggal di panti werdha mengalami stress sedangkan lansia yang tinggal dengan keluarga sebagian besar tidak mengalami stress sehingga manajemen stress setiap lansia umumnya berbeda. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan penerapan manajemen stress lansia di panti dan yang tinggal dengan keluarga. Metode: Metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dimana peneliti mengukur perbedaan di antara manajemen stress lansia di panti dan lansia dengan keluarga. Hasil: Manajemen stres lansia di BPLU Senja cerah paniki bahwa dari45 responden didapati 31 lansia melakukan manajemen stress yang baik sedangkan 14 lansia melakukan manajemen stress yang cukup, manajamen stress lansia di panti damai ranomuut dari 13 responden didapati 5 lansia melakukan manajemen stress yang baik sedangkan 8 lansia melakukan manajemen stress yang cukup, dan manajemen stress lansia dengan keluarga didapati bahwa dari 50 responden didapati 34 lansia melakukan manajemen stress yang baik sedangkan 16 lansia melakukan manajemen stress yang buruk. Kesimpulan: Terdapat perbedaan penerapan manajemen stress lansia yang tinggal di panti dan lansia yang tinggal dengan keluarga.Kata kunci: manajemen stress, lansia, panti werdha, keluarga
GAMBARAN TINGKAT KEGAWAT DARURATAN PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RUMAH SAKIT BHAYANGKARA KOTA MANADO
Sahensolar, Livnie Nansi;
Bidjuni, Hendro;
Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 9, No 1 (2021): E-JOURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35790/jkp.v9i1.36763
Abstract: Background in this research, namely a State of emergency is situation that requires the handling or action immediately to eliminate the treat life of the victim. The research of aim is to know the Description of the level of emergency patients in the Emergency Room (ER) Hospital Bhayangkara Manado City. The Method is using descriptive research. Sample in this research amounted to 100 respondents obtained through medical record with the research instrument used is in the form of observation sheet which consists of the priority handling of patients is to determine priority I and Priority II. The results of the research, the characteristics based on the age of the response and the most on the age of The Elderly the Beginning of 46-55 years with a total of 24 respondents (24%), characteristics based on the gender of largest in the male gender with a total of 54 respondents (54%), characteristics based on the medical diagnosis most are on the medical diagnosis of Dyspepsia with the number 47 diagnosis (47%), and based on Emergency patients are on Emergency priority of yellow with the amount of 62 respondents (62%). Conclusion, Patients who come to the emergency room with emergency patients with Priority triage shows the most Priority Triage yellow.Keywords : Dyspepsia; Emergency Room; Priority of the Patient; Rate of Emergency Patients; TriageAbstrak: Latar Belakang penelitian yaitu Keadaan gawat darurat merupakan keadaan yang memerlukan penanganan atau tindakan segera untuk menghilangkan ancaman nyawa korban. Tujuan penelitian untuk mengetahui Gambaran tingkat kegawat daruratan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Bhayangkara Kota Manado. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Sampel, pada penelitian ini berjumlah 100 responden yang diperoleh melalui rekam medis dengan instrument penelitian yang digunakan yaitu dalam bentuk lembar oservasi yang terdiri dari prioritas penanganan pasien yaitu untuk menentukan prioritas I dan Prioritas II. Hasil penelitian, karakteristik berdasarkan umur respon dan terbanyak pada umur Masa Lansia Awal 46-55 tahun dengan jumlah 24 responden (24%), karakteristik berdasarkan jenis kelamin terbanyak pada jenis kelamin laki-laki dengan jumlah 54 responden (54%), karakteristik berdasarkan diagnose medis terbanyak berada pada diagnose medis Dysepsia dengan jumlah 47 diagnose (47%), dan berdasarkan kegawat daruratan pasien terbanyak berada pada kegawat daruratan prioritas kuning dengan jumlah 62 responden (62%). Kesimpulan, Pasien yang datang ke Instalasi gawat darurat dengan kegawat daruratan pasien dengan Prioritas triase menunjukan sebagian besar Prioritas Triase kuning.Kata Kunci : Dispepsia; Instalasi Gawat Darurat; Prioritas Pasien; Tingkat Kegawat daruratan Pasien; Triase