Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengembangan Media Pembelajaran Dasar-Dasar Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi berbasis Augmented Reality Untuk Siswa Kelas X SMKN 2 Paguyaman I Made Yasa; Dian Novian; Arif Dwinanto; Mukhlisulfatih Latief; Abd. Aziz Bouty; Huzaima Mas’ud
Research Review: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 1 (2026): Research Review: Jurnal Ilmiah Multidisiplin (Februari 2026 - Juli 2026)
Publisher : Transbahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/researchreview.v5i1.432

Abstract

The development of information and communication technology has changed the world of education today. The lack of learning media used by teachers and the limitations of teaching aids have become problem in the learning process. This study aims to develop Augmented Reality-based learning media as a learning support tool and to determine their feasibility and practicality. This study employed the research and development method with the ADDIE model (Analyze, design, development, implementation, evaluation). The subjects consist of Grade X TJKT students at SMKN 2 Paguyaman. The instruments used to collect the research data included interviews, questionnaires, and documentation. The data analysis focused on the feasibility test and practicality tests of the learning media. The study’s findings show that the development of Augmented Reality-based learning media is successfully conducted through research and development, using the ADDIE development model. The results of the application feasibility test show a 96.6% value, indicating a very feasible category. Meanwhile, the students’ questionnaire results for the practicality test show an 88.55% score in the very practical category.
Efektifitas Problem Based Learning Dengan Alat Evaluasi Quizizz Pada Mata Pelajaran Informatika Dewa Ayu R. Ratih Dewi; Dian Novian; Roviana H. Dai; Abd. Aziz Bouty; Nikmasari Pakaya
Research Review: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 1 (2026): Research Review: Jurnal Ilmiah Multidisiplin (Februari 2026 - Juli 2026)
Publisher : Transbahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/researchreview.v5i1.439

Abstract

This study aimed to determine the effectiveness of implementing the Problem-Based Learning (PBL) model assisted by Quizizz in improving students’ learning outcomes in Informatics, particularly on the topic of data sources, among tenth-grade students at SMA Negeri 2 Paguyaman. The study employed a quantitative approach with an effectiveness research design using a pre-experimental method in the form of a one-group pretest-posttest design. The research subjects consisted of tenth-grade students of SMA Negeri 2 Paguyaman. Data were collected through observation, interviews, documentation, and learning achievement tests in the form of pre-tests and post-tests administered using the Quizizz platform. The data were analyzed using descriptive quantitative statistics, including the calculation of mastery percentages and N-Gain scores. The results indicated that the average student learning outcomes increased from 68% in the pre-test to 79% in the post-test. The N-Gain score of 0.4 was categorized as moderate, indicating that the implementation of Problem-Based Learning assisted by Quizizz was moderately effective in enhancing students’ learning outcomes in Informatics. Furthermore, the use of Quizizz as a digital assessment tool contributed to a more interactive and engaging evaluation process while providing immediate feedback to students. These findings suggest that integrating Problem-Based Learning with digital learning platforms such as Quizizz can effectively support student learning and improve academic achievement.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Think And Pair Share Pada Mata Pelajaran Informatika Materi Sistem Bilangan Di SMK Negri 3 Gorontalo Amran Abd Azis Pakaya; Abd Aziz Bouty; Muthia Muthia; Dian Novian; Nikmasari Pakaya; Sri Ayu Ashari; Haeriani H.
Inverted: Journal of Information Technology Education Vol 6, No 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/inverted.v6i1.33903

Abstract

Studi ini membahas masalah krusial mengenai kurangnya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, partisipasi yang cenderung pasif, serta hasil belajar yang masih konsisten berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yakni 76. Sebagai solusi, desain belajar kooperatif Think Pair Share (TPS) diusulkan guna mengoptimalkan interaksi dan prestasi belajar siswa secara signifikan. Studi ini dimaksudkan guna menguji pengaruh implementasi model belajar Think-Pair-Share dalam mata kuliah informatika, memakai teknik eksperimen sejati melalui Pretest-Postest Control Group Design yang ketat. Temuan studi menunjukkan adanya pengaruh yang sangat signifikan dari model Think-Pair-Share pada hasil belajar siswa, khususnya dalam memahami topik Bit (digit biner) dan Heksadesimal. Kelompok kontrol, yang tidak memakai model TPS, mempunyai skor pretest rata-rata 41,67 dan skor posttest 49,17. Sebaliknya, kelompok eksperimen yang menerapkan model TPS menunjukkan peningkatan performa yang jauh lebih tinggi dengan skor pretest rata-rata 43,67 dan skor posttest mencapai 60,00. Hal ini membuktikan bahwa diskusi berpasangan mampu meningkatkan pemahaman konsep informatika
Peningkatan Motivasi Belajar Siswa pada Materi Analisis Data melalui Model Pembelajaran Kooperatif Harton H Gani; Muklisulfatih Latief; Alfian Zakaria; Abd Aziz Bouty; Indhitya R Padiku; Hermila A
Inverted: Journal of Information Technology Education Vol 6, No 2: Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/inverted.v6i2.40083

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think – Pair – Share terhadap motivasi belajar siswa pada materi analisis data kelas X3 di SMA Negeri 1 Bongomeme. Metode penelitian yang diguanakan pada penelitian ini adalah eksperimen true experimental. True experimental  adalah penelitian dengan menggunakan kelompok pembanding atau kelompok kontrol sehingga akibat yang diperoleh dari perlakuan dapat diketahui secara pasti karena dibandingkan dengan kelompok yang tidak mendapatklan perlakuan. Berdasarkan hasil olah data yang dilakukan oleh peneliti dapat dismpulkan bahwa peningkatan motivasi belajar siswa dapat terjadi dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share atau dengan kata lain bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi analisis data. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think – Pair – Share pada materi analisis data kelas X3 di SMA Negeri 1 Bongomeme. Kurangnya minat dan motivasi belajar siswa dalam mempelajari materi analisis data menjadi  sumber utaman permasalahan pada penelitian ini. Metode penelitian yang diguanakan pada penelitian ini adalah eksperimen true experimental. True experimental  adalah penelitian dengan menggunakan kelompok pembanding atau kelompok kontrol sehingga akibat yang diperoleh dari perlakuan dapat diketahui secara pasti karena dibandingkan dengan kelompok yang tidak mendapatklan perlakuan. Berdasarkan hasil olah data yang dilakukan oleh peneliti dapat dismpulkan bahwa peningkatan motivasi belajar siswa dapat terjadi dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share atau dengan kata lain bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi analisis data. Hal ini bisa dibuktikan dengan peningkatan perolehan nilai yang diperoleh peserta didik setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TPS. Motivasi belajar siswa yang mendapatkan pemberlakuan model pembelajaran mengalami peningkatan Rata-rata 80% sementara kelas yang tidak mendapatkan pemberlakuan model pembelajaran kooperatif TPS hanya memiliki rata-rata 62%. 
Implementasi Etika Ai Dalam Pendidikan: Analisis Kebijakan Dan Tantangan Operasional Prinsip FATE Masniyati Paulutu; Riviyanti Pontoh; Widy Natasya Lalu; Dian Novian; Abd. Aziz Bouty
JURNAL PETISI (Pendidikan Teknologi Informasi) Vol. 7 No. 2 (2026): JURNAL PETISI (Pendidikan Teknologi Informasi)
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpetisi.v7i2.4733

Abstract

Untuk hal-hal seperti otomatisasi proses administrasi, personalisasi pembelajaran, dan analisis data pembelajaran, kecerdasan buatan telah mengubah pendidikan. Meskipun AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendidikan, ia juga menghadirkan banyak masalah etis, seperti bias algoritmik, pelanggaran privasi data, ketidakjelasan dalam pengambilan keputusan, dan kemungkinan pengurangan interaksi manusia dalam proses belajar-mengajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana penggunaan AI di sektor pendidikan berhubungan dengan moral, penerapan teknologi, dan kebijakan publik. Metode Sistematic Literature Review (SLR) digunakan dalam penelitian ini, yang menggunakan metode analisis bibliometrik dan kualitatif pada 713 artikel ilmiah yang diterbitkan dari 2018 hingga 2024. Setelah melewati prosedur seleksi yang didasarkan pada protokol PRISMA, sebanyak 87 artikel yang relevan dievaluasi secara tematik dengan bantuan NVivo 14 dan VOSviewer untuk analisis bibliometrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan besar dalam kerangka kebijakan saat ini dan praktik lapangan dalam menerapkan AI. Meskipun empat prinsip etika AI utama, Fairness, Accountability, Transparency, dan Ethics (FATE), digunakan secara berbeda dan tidak konsisten. Privasi data (72%), bias algoritmik (64%), ketergantungan teknologi (47%), dan kesenjangan akses (41%). Selain itu, hanya 29% lembaga memiliki mekanisme akuntabilitas yang jelas, sementara hanya 24% guru memasukkan etika AI ke dalam kurikulum mereka. Hasilnya menegaskan bahwa untuk memastikan bahwa pemanfaatan AI dalam pendidikan tidak hanya efektif secara teknis tetapi juga adil, inklusif, dan sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan tujuan pendidikan, diperlukan pengembangan kebijakan yang responsif, aplikatif, dan kontekstual. Hasil penelitian ini memberikan bantuan teoretis dan praktis untuk membangun kebijakan pendidikan yang moral dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi di masa depan