Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK PET (POLYETHYLENE TEREPHTHALATE) SEBAGAI BAHAN STABILISASI TANAH LEMPUNG EKSPANSIF (Studi Kasus : Jalan Kampung Cibayone, Sumur-Pandeglang) Woelandari Fathonah; Dwi Esti Intari; Enden Mina; Muhammad Sulaiman
Jurnal Fondasi Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.03 KB) | DOI: 10.36055/jft.v7i2.4073

Abstract

Tanah lempung ekspansif merupakan tanah yang memiliki karakteristik yang berbeda dengan jenis tanah pada umumnya karena tanah ini memiliki sifat kembang susut yang tinggi. Metode perbaikan tanah yang digunakan dalam penelitian ini adalah menambahan bahan campuran sebagai bahan stabilisasi tanah lempung ekspansif. Bahan campuran yang digunakan adalah limbah plastik PET (Polyethylene Terephthalate). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui klasifikasi tanah di jalan kampung Cibayoni desa Kertajaya Kecamatan Sumur-Pandeglang berdasarkan sistem klasifikasi USCS dan untuk mengetahui nilai kuat tekan bebas (qu) dengan penambahan serbuk plastik jenis PET dengan variasi presentase yaitu 0%, 1%, 2%, 3%, 4%, 5%. Tanah di jalan Kampung Cibayoni Desa Kertajaya Kecamatan Sumur-Pandeglang termasuk dalam jenis tanah OH yaitu tanah organik dengan plastisitas tinggi. Nilai qu yang didapat dari penambahan serbuk plastik dengan variasi 1%, 2%, 3%, 4% dan 5% masing-masing yaitu 1,762 kg/cm2 , 1,848 kg/cm2 , 1,957 kg/cm2 , 2,015 kg/cm2 , 2,192 kg/cm2,1,982 kg/cm2 . Presentase kenaikan terbesar ada pada penambahan serbuk plastik kadar 5% dengan persentase kenaikan sebesar 22,05%. Dari hasil penelitian menunjukkan nilai qu dilokasi penelitian sebelum penambahan serbuk plastik yaitu 1,708 kg/cm2 termasuk dalam kategori tanah dengan konsistensi stiff dan nilai qu setelah pencampuran dengan serbuk plastik 5% yaitu 2,192 kg/cm2 termasuk dalam kategori tanah konsistensi Very Stiff.
STUDI KINERJA PELAYANAN BUS DAMRI NON AC KOTA SERANG (Studi Kasus Serang - Cikotok ) Dwi Esti Intari; Woelandari Fathonah; Muhammad Anggira Ferdiansyah
Jurnal Fondasi Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.239 KB) | DOI: 10.36055/jft.v7i1.3301

Abstract

Bus DAMRI Non AC Serang - Cikotok merupakan moda transportasi yang digunakan oleh mayoritas penduduk Banten Selatan, seiring dengan berjalannya waktu, permintaan konsumen atas pelayanan transportasi semakin meningkat, namun ketersediaan moda transportasi yang tersedia masih terbatas, sedangkan konsumen Bus DAMRI menginginkan pelayanan yang optimal dalam melakukan transportasi. Berdasarkan permasalahan tersebut maka diperlukan adanya suatu studi tentang kinerja pelayanan Bus DAMRI dengan tujuan peningkatan pelayanan bagi pengguna jasa. Tingkat kepuasan pengguna jasa dapat diukur dengan menggunakan metode Service Quality. Metode ServQual merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengetahui persepsi pengguna jasa atas pelayanan yang diberikan penyedia jasa, dengan cara melihat nilai  GAP antara kinerja dan harapan. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan penyebaran kuisioner kepada 50 responden, yang berisikan 17 atribut pertanyaan yang mengacu pada PM 98 Tahun 2013. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa pengguna jasa tidak puas atas pelayanan yang diberikan Bus DAMRI Non AC Serang - Cikotok. Hal ini dapat dilihat dari nilai dimensi pelayanan ServQual yang bernilai negatif yaitu pada dimensi Tangible (Bukti Fisik) -0,59, Reliability (Keandalan) -0,42, Responsiveness (Daya Tanggap) -0,76, Assurance (Jaminan)-0,58, dan Empathy (Kepedulian) -0,42. Secara keseluruhan dari evaluasi kinerja pelayanan Bus DAMRI,  diperoleh 60,87% atribut pelayanan yang dipenuhi berdasarkan PM 98 Tahun 2013 Tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Dalam Trayek.
KARAKTERISTIK DAN BANGKITAN PERJALANAN TERHADAP PUSAT PERBELANJAAN (Studi Kasus : Mall of Serang di Kota Serang) Dwi Esti Intari
Jurnal Fondasi Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.352 KB) | DOI: 10.36055/jft.v4i2.1237

Abstract

Dalam hal pertumbuhan suatu kota, kemunculan berbagai pusat perbelanjaan modern menjadi hal yang paling menonjol dan pesat perkembangannya. Di kota Serang, sedikitnya baru dua pusat perbelanjaan modern (mall). Salah satunya adalah Mall of Serang, sebuah mall merupakan salah satu pusat kegiatan yangdapat menimbulkan bangkitan pergerakan dari suatu zona. Sejalan dengan keberadaan Mall of Serang tersebut, akan menyebabkan aktivitas pergerakan masyarakat kota Serang dan luar kota serang semakin meningkat dalam pemenuhan kebutuhannya atau dengan kata lain semakin tinggi jumlah pergerakan zona terhadap Mall of Serang.Pada penelitian ini digunakan metode survai melalui kuesioner untuk mengetahui karakteristik dan jumlah bangkitan perjalanan dari zona internal dan zona eksternal. Analisis yang digunakanuntuk mengetahui jumlah bangkitan perjalanan dari zuatu zona terhadap keberadaan Mall of Serang dalam penelitian ini adalah analisis klasifikasi silang (cross clasification).Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah bangkitan perjalanan dari zona internal adalah sebanyak 182 rumah tangga per hari sedangkan untuk perjalanan dari zona eksternal adalah 43 rumah tangga per hari dengan kata lain total jumlah bangkitan perjalanan dari kedua zona terhadap Mall of Serang adalah 225 rumah tangga atau sebanyak 900 orang perhari. Dengan prediksi jumlah pergerakan zona per hari terhadap Mall of Serang tersebut dapat diperkirakan jumlah moda yang digunakan responden menuju Mall of Serang, yaitu untuk mobil sebanyak 183 buah, motor 520 buah, angkutan umum 173 buah dan non motor sebanyak 24 buah
Evaluasi Kinerja Pelayanan Stasiun Maja Kabupaten Lebak - Banten Hendrian Budi Bagus Kuncoro; Dwi Esti Intari; Feby Agusti Mahendra
Jurnal Fondasi Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v9i2.9020

Abstract

Stasiun Maja merupakan  stasiun kereta api kelas II yang terletak di Kecamatan  Maja, Kabupaten  Lebak. Stasiun yang terletak pada ketinggian +40 mdpl ini termasuk ke dalam Daerah Operasi 1 Jabodetabek. Stasiun Maja adalah stasiun yang melayani perjalanan kereta komuter Jabodetabek. Melihat beberapa aspek pelayanan yang diberikan oleh pihak PT. KAI di Stasiun Maja dalam kondisi kurang baik maka sangat penting untuk mengetahui bagaimana kondisi Stasiun Maja saat ini dan tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap pelayanan Stasiun Maja.Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan 100 kuesioner berisi kinerja dan harapan para pengguna jasa Stasiun Maja untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna jasa Stasiun Maja. Analisis tingkat kepuasan pengguna jasa Stasiun Maja dilakukan dengan metode ServQual dengan 5 dimensi Service Quality yaitu tangible, reliability, assurance, responsiveness, dan empathy.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh nilai pencapaian kepuasan setiap atribut yaitu, tangible sebesar 77,84%, reliability sebesar 83,98%, assurance sebesar 81,04%, responsiveness sebesar 80,96%, dan empathy sebesar 70,78%. Nilai kepuasan pengguna jasa stasiun maja sudah termasuk baik dengan nilai rata-rata pencapaian kepuasan pengguna jasa sebesar 78,53%.
EVALUASI KINERJA PELAYANAN DAN JUMLAH ARMADA ANGKUTAN KOTA DI KOTA TANGERANG (Studi Kasus :Trayek Angkutan Kota T.01, Terminal Poris Plawad–Jatake) Muhammad Fakhruriza Pradana; Dwi Esti Intari; Linta Apriardiarti
Jurnal Fondasi Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.318 KB) | DOI: 10.36055/jft.v6i2.2477

Abstract

Seiring meningkatnya permintaan akan pelayanan transportasi dalam mendukung kegiatan masyarakat Kota Tangerang, jumlah kendaraan angkutan kota dari waktu ke waktu terus bertambah, tanpa adanya pembatasan jumlah armada yang beroperasi sehingga menyebabkan jumlah armada tidak seimbang dengan kebutuhan (over supply). Oleh karena itu, akan dilakukan penelitian mengenai Evaluasi Kinerja Pelayanan dan Jumlah Armada Angkutan Kota di Kota Tangerang dengan studi kasus Trayek  T.01 Terminal Poris Plawad – Jatake.Penelitian ini melewati dua tahap pengumpulan data, tahap yang pertama dilakukan untuk menentukan jumlah sampel dengan menggunakan metode proporsi sampling dan tahapan yang kedua dilakukan untuk mengumpulkan data mengenai indikator kinerja angkutan kota dan penentuan jumlah armada dengan metode simple random samplingkemudian dianalisa berdasarkan standar pelayanan angkutan umum dari Dirjen Perhubungan Darat tahun 2002.Dari Hasil penelitian didapatkan hasil dari load factor pada jam sibuk, kecepatan perjalanan, waktu tunggu, headway, frekuensi kendaraan, waktu perjalanan, waktu pelayanan, dan kriteria awal dan akhir perjalanan memperoleh nilai baik. Secara keseluruhan kriteria penilaian dari sisi penumpang kinerja pelayanan angkutan kota berkinerja baik dengan memperoleh nilai bobot 24. Untuk hasil evaluasi jumlah armada, terdapat perbedaan kebutuhan jumlah armada angkutan kota pada setiap jam sibuk pagi, siang dan malam hari pada trayek Terminal Poris Plawad – Jatake, jumlah armada yang beroperasi pada trayek Terminal Poris Plawad – Jatake tidak diperlukan penambahan jumlah armada angkutan kota yang beroperasi pada trayek Terminal Poris Plawad – Jatake
ANALISA KINERJA SIMPANG BERSINYAL PADA SIMPANG BORU KOTA SERANG Arief Budiman; Dwi Esti Intari
Jurnal Fondasi Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.395 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i2.1252

Abstract

Simpang Boru merupakan simpang bersinyal dengan empat lengan yang menghubungkan antara jalan raya cipocok, jalan raya petir dan jalan Syech Moh Al-bantani. Kondisi limgkungan di persimpangan tersebut merupakan daerah komersil yang ditandai dengan adanya pertokoa disekitar simpang Boru. Tujuan penelitian ini adalah untuuk meganalisa kinerja simpang Boru dalam kondisi eksist ing serta memberikan alternatif solusi pemecahan masalah yang timbul pada simpang Boru. Pengambilan data didasarkan pada data primer dan data sekunder dan metode yang digunakan pada analisa kinerja simpang ini adalah Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997Berdasarkan hasil penelitian pada simpang Boru dapat diket ahui bahwa pada satu pendekat mengalami jenuh yaitu pada pendekat Utara dengan derajat kejenuhan (Ds) sebesar 0.77 (Ds<0.75 tidak jenuh) sedangkan pada pendekat selatan, barat dan timur menghasilkan derajat kejenuhan masing-masing sebesar 0.61, 0.34 dan 0.30 (Ds >0.75 jenuh). Panjang antrian tertinggi pada simpang adalah sebesar 40.70 m. besar nilai angka henti seluruh simpang adalah 0.70 stop/smp. Tundaan rata-rata simpang yang dihasilkan adalah30.96 det/smp dan masuk tingkat pelayanan simpang (LOS) dengan tingkat D dimana nilai tundaan 25.1-40 det/smp Untuk meningkatkan kinerja simpang Boru dilakukan alternatif perbaikan dengan melakukan perubahan waktu siklus, perubahan fase, pelebaran geometrik serta kombinasi antara pelebaran geometrik dan perubahan fase. Dari keempat alternatif tersebut dipilih alternatif pelebaran geometrik dan perubahan fase dimana hasil derajat kejenuhan pada pendekat utara = 0.35, pendekat selatan = 0.45, pendekat barat = 0.52 serta pendekat utara = 0.52 dengan tingkat pelayanan simpang berada pada tingkat B
EVALUASI KINERJA PELAYANAN STASIUN KERETA API BOGOR DI KOTA BOGOR, JAWA BARAT Dwi Esti Intari; Irma Suryani; Iswati Septya
Jurnal Fondasi Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.146 KB) | DOI: 10.36055/jft.v6i1.2013

Abstract

Stasiun Bogor merupakan Stasiun KA yang berada di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Stasiun Bogor termasuk kedalam kelas Stasiun Besar. Namun pembangunan dan perbaikan saat ini terus dilakukan di Stasiun Bogor, hal ini karena memiliki kendala tidak cukupun tuk melayani volume penumpang pengguna jasa. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui bagaimana kondisi Stasiun Bogor saat ini dan tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap pelayanan Stasiun Bogor, Kota Bogor.Penelitian ini menggunakan metode survey lapangan dengan melakukan pengamatan di Stasiun Bogor untuk mengevaluasi kondisi Stasiun Bogor saat ini yang akan dibandingkan dengan ketentuan Permenhub No. 48 tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang Dengan Kereta Apidan penyebaran kuisioner tentang pelayanan Stasiun Bogor secara langsung kepengguna jasa dengan menggunakan metode perhitungan ServQual (Service Quality).Hasil pengamatan langsung kondisi Stasiun Bogor, Stasiun Bogor memenuhi 88,2% fasilitas yang diatur dalam Permenhub No. 48 tahun 2015. Secara keseluruhan persepsi dan tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap pelayanan Stasiun Bogor adalah belum memuaskan, hal ini dapat dilihat dengan nilai GAP yang masih minus
Analisis Kapasitas Dan Tingkat Kinerja Simpang Bersinyal Pada Simpang Palima Arief Budiman; Dwi Esti Intari
Jurnal Fondasi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.551 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i1.1248

Abstract

Simpang Palima adalah simpang dengan empat lengan yang dilengkapi dengan sinyal lampu lalu lintas. Simpang yang terletak di Kota Serang, Banten ini menghubungkan antara Jalan Raya Serang – Pandeglang, Jalan Raya Palka, dan Jalan Syekh Moh. Albantani.Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis berapa besar kapasitas dan tingkat kinerja simpang bersinyal di Simpang Palima, mengetahui faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi kapasitas simpang bersinyal, dan mengetahui bagaimana alternatif pemecahan masalah pada kinerja Simpang Palima tersebut. Penelitian simpang bersinyal ini menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997.Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kapasitas Simpang Palima pada pendekat utara yaitu sebesar 803 smp/jam, pendekat Selatan yaitu 1087 smp/jam, pendekat Barat yaitu 369 smp/jam, dan pendekat Timur yaitu 826 smp/jam. Berdasarkan hasil penelitian pada Simpang Palima dapat diketahui bahwa simpang mendekati jenuh dikarenakan pada pendekat Utara menghasilkan derajat kejenuhan (ds) sebesar 0,96 (ds > 0,75 ; jenuh), sedangkan pendekat Selatan, Barat dan Timur menghasilkan derajat kejenuhan (ds)masing – masing sebesar 0,52, 0,21, 0,31 (ds < 0,75 ; tidak jenuh). Panjang antrian tertinggi 97 m, besar nilai angka henti seluruh pada simpang adalah 0,75 stop/smp, dan tundaan rata – rata simpang yang dihasilkan adalah 41,96 det/smp dan masuk tingkat pelayanan simpang (LOS) dengan tingkat E (40 – 60 det/smp). Untuk meningkatkan kinerja Simpang Palima dilakukan alternatif perbaikan jangka pendek dengan melakukan koordinasi lampu hijau dimana hasil derajat kejenuhan yang dihasilkan untuk pendekat Utara = 0,37, pendekat Selatan = 0,25, pendekat Barat = 0,14, dan pendekat Timur = 0,21. Tingkat pelayanan simpang meningkat menj adi B (5 – 15 detik)
KEBUTUHAN FASILITAS PENYEBERANGAN JALAN DI PUSAT PERBELANJAAN MODERN (STUDI KASUS: MALL OF SERANG) Andi Maddeppungeng; Dwi Esti Intari; Nur Ajeng Apdiana
Konstruksia Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Konstruksia Vol 12 No. 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.856 KB) | DOI: 10.24853/jk.12.2.164-173

Abstract

Kota Serang merupakan pusat pemerintahan Provinsi Banten. Mall Of Serang merupakan salah satu pusat perbelanjaan modern di Kota Serang , yang terletak di Jalan Raya Jakarta yang lokasinya sangat strategis karna dekat dengan gerbang tol Serang Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fasilitas penyeberangan yang layak  dan untuk mengetahui desain fasilitas penyeberangan jalan di depan Mall Of Serang. Menganalisa kebutuhan fasilitas penyeberangan jalan ini menggunakan panduan dari Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Tahun 2018. Perencanaan Teknis Fasilitas Pejalan Kaki dengan menggunakan rumus PV2 dimana P merupakan volume penyeberangan jalan (orang-jam) dan V merupakan volume arus kendaraan (kendaraan/jam) dan untuk mendesain fasilitas penyeberangan jalan menggunakan software google sketchup 2021. Hasil dari penelitian ini bahwa volume lalu lintas kendaraan dan volume penyeberang jalan dalam rumus PV2 menghasilkan PV2 rata-rata dengan P = 59 orang/jam, V = 12597 (kendaraan/jam), maka menghasilkan PV2 = 9303698748 (9×109) dan hasil tersebut disesuaikan kedalam tabel penentuan fasilitas penyeberangan pejalan kaki menurut Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Tahun 2018 yang menghasilkan fasilitas berupa pelican cross dengan kriteria P = 50-1100 orang/jam dan V = >750 kendaraan/jam.
EVALUASI KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP KINERJA MANAJEMEN PROYEK KONTRAKTOR BESAR (STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN KLM DI PROVINSI BANTEN) Andi Madeppungeng; Dwi Esti Intari; Nuzulan Nur Fauziah
Konstruksia Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Konstruksia Vol 11 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.447 KB) | DOI: 10.24853/jk.11.2.59-71

Abstract

Bendungan KLM merupakan mega proyek provinsi Banten. Bendungan KLM apabila dilihat dalam fungsinya maka bendungan ini berjenis bendungan serbaguna, yaitu pembangunan bendungan tidak hanya bertujuan untuk memperoleh manfaat tunggal, tapi untuk lebih dari satu manfaat seperti : untuk penyedia air irigasi, tenaga listrik, air baku, pengendali banjir, perikanan, rekreasi dan lain sebagainya. Penelitian ini menggunakan metode survei lapangan dengan melakukan pengamatan di lokasi proyek pembangunan Bendungan KLM untuk mengevaluasi kepuasan pelanggan terhadap kinerja manajemen proyek kontraktor besar di bendungan KLM dan penyebaran kuesioner yang digunakan untuk mengukur kinerja manajemen proyek dari sudut pandang tingkat kepuasan dan kepentingan. Selanjutnya dilakukan evaluasi dengan tiga metode yaitu metode customer satisfaction index (CSI), metode analisis gap, dan metode importance performance analysis (IPA). Identifikasi tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelaksanaan manajemen proyek sebesar 68,64%, berdasarkan analisa CSI termasuk kategori puas. Hasil analisis kesenjangan, nilai total skor gap tertinggi terdapat pada variabel ketepatan waktu penyelesaian proyek (S2) sebesar 84 yang berarti pelanggan merasa sangat tidak puas terhadap kinerja variabel tersebut, dan total skor gap terendah terdapat pada variabel mengutamakan kepentingan pemilik (S30) sebesar 29 yang berarti pelanggan merasa sangat puas terhadap kinerja variabel tersebut. Sementara itu, berdasarkan metode IPA, kesesuaian laporan proyek dengan kondisi aktual di lapangan (S6) menjadi indikator prioritas yang perlu ditingkatkan demi mencapai kepuasan pengguna jasa yang lebih baik lagi.