Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

STUDI FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI STUDI KASUS PROYEK PEMBANGUNAN 6 RUAS JALAN TOL DALAM KOTA JAKARTA Andi Maddeppungeng; Dwi Esti Intari; Aulia Oktafiani
Konstruksia Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Konstruksia Vol 11 No. 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.694 KB) | DOI: 10.24853/jk.11.1.89-96

Abstract

Keterlambatan  dalam  proyek konstruksi  merupakan  masalah  fenomena  global.  Di  Indonesia, keterlambatan ini menjadi masalah  klasik yang sering terjadi  di setiap proyek konstruksi. Pada pelaksanaan proyek konstruksi sering mengalami kendala pada proses pekerjaan. Kendala tersebut menjadi penyebab terlambatnya pelaksanaan proyek, sehingga proyek tersebut tidak berlangsung sesuai rencana. Dikarenakan banyaknya indikator-indikator yang dapat mempengaruhi keterlambatan pekerjaan pada proyek pembangunan 6 Ruas Jalan Tol dalam Kota Jakarta, maka penelitian ini bertujuan untuk mencari 10 faktor utama yang mempengaruhi terlambatnya pembangunan proyek tersebut dengan menganalisis menggunakan Metode Rangking. Penelitian ini dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner sebanyak 50 variabel yang diajukan kepada 50 responden di perusahaan kontraktor. Dan diolah menggunakan software SPSS v.25 untuk melakukan uji validitas, uji reliabilitas, dan uji korelasi. Untuk uji peringat digunakan metode analisis deskriptif atau mencari nilai rata-rata yang bertujuan untuk menentukan variabel yang memiliki faktor dari yang tertinggi hingga terendah. Berdasarkan hasil penelitian, setelah dilakukan uji validitas didapatkan 2 dari 50 variabel “Tidak Valid”. Dengan nilai Cronbach Alpha yang didapat dari uji reliabilitas adalah 0.951 yang berarti memiliki reliabilitas tinggi atau memiliki tingkat konsisten yang tinggi yang apabila dilakukan analisis pada waktu yang berbeda maka hasilnya akan tetap sama. Untuk variabel dengan peringkat tertinggi adalah variabel X6 (Kurangnya keahlian tenaga kerja).
EVALUASI KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP KINERJA MANAJEMEN PROYEK KONTRAKTOR BESAR (STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN KARIAN DI KABUPATEN LEBAK, BANTEN) Andi Madeppungeng; Dwi Esti Intari; Nuzulan Nur Fauziah
Konstruksia Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Konstruksia Vol 10 No. 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.032 KB) | DOI: 10.24853/jk.10.1.9-22

Abstract

Program kemitraan masyarakat “hijab fashion” melalui strategi minim kontak (less contact economy) menuju era new normal di kota Serang-Banten Restu Wigati; Abdurohim Abdurohim; Dwi Esti Intari; Hendrian Budi Bagus Kuncoro; Resma Kusumaningrum
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 18 No. 1 (2022): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v18i1.4035

Abstract

[Bahasa]: Awal tahun 2020 dunia dilanda pandemi Covid-19 yang berdampak pada semua aspek kehidupan terutama sektor ekonomi. Kondisi perekonomian semakin memprihatinkan dan berdampak terhadap pelaku usaha termasuk usaha yang bergerak dibidang hijab fashion “momokutu.hijab” yang ada di Kota Serang. Sektor bahan pangan dan kebutuhan sehari-hari mengalami penurunan omzet penjualan yang signifikan, karena aktivitas penjualan yang mengandalkan kehadiran pembeli secara fisik di toko atau outlet penjual. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemajuan usaha masyarakat pelaku usaha hijab fashion secara mandiri agar menjadi pelaku usaha yang tangguh dan inovatif di era new normal melalui strategi ekonomi minim kontak (less contact economy). Metode yang digunakan dalam program ini adalah Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan antara lain persiapan, pelaksanaan program kerja, perumusan deskripsi produk teknologi, serta evaluasi dan rencana keberlanjutan program. Pengabdian kepada masyarakat ini menghasilkan luaran berupa: 1) pelatihan pembuatan produk ecoprint ramah lingkungan, 2) penerapan teknologi informasi penggunaan aplikasi online Padipos.id dan pendampingan manajemen pengelolaan keuangan 3) tersusunnya e-modul pemberdayaan kemitraan masyarakat, 4) diperolehnya hak cipta produk dan 5) kanal video youtube sebagai bentuk pengenalan dan strategi pemasaran untuk menjangkau khalayak luas. Melalui program pengabdian kepada masyarakat ini, UKM “momokutu.hijab” memiliki strategi dalam melakukan usaha yang berkelanjutan dan mampu menghasilkan produk inovatif di era new normal. Kata Kunci: Covid-19, ecoprint, momokutu.hijab, new normal, strategi ekonomi minim kontak [English]: At the beginning of 2020, the world was hit by the Covid-19 pandemic which had an impact on all aspects of life, especially the economic sector. Economic conditions are getting worse and have an impact on business actors, including businesses engaged in the hijab fashion “momokutu.hijab” in Serang City. Sales turnover of food and daily necessities decreased significantly due to sales activities that rely on the physical presence of buyers at the shop or seller’s outlet. This community service program aims to improve the business progress of the community of hijab fashion business actors independently so that they become tough and innovative business actors in the new normal era through a less contact economy strategy. The method used in this program was Participatory Action Research (PAR) with stages including preparation, implementation of work programs, formulation of technological product descriptions, and evaluation and program sustainability plans. This program’s outcomes were in the form of: 1) training in the manufacture of environmentally friendly ecoprint products, 2) application of information technology using the Padipos.id online application and financial management assistance, 3) compilation of e-modules for community partnership empowerment, 4) obtaining product copyright and 5) YouTube video channel as a form of introduction and marketing strategy to reach a wide audience. Through this community service program, “momokutu.hijab” UKM has a strategy in conducting sustainable business and can produce innovative products in the new normal era. Keywords: Covid-19, ecoprint, momokutu.hijab, new normal, less contact economy strategy
Penataan Kawasan Terminal Terpadu Merak Berbasis Transit Oriented Development (Tod) Sebagai Upaya Pengembangan Sistem Angkutan Massal di Provinsi Banten Dwi Esti Intari; Rifky Ujianto; Muhammad Abdullah
Jurnal Fondasi Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v11i2.17113

Abstract

Transit oriented development (TOD) merupakan konsep pembangunan kawasan transit yangberpusat pada fasilitas transitnya, seperti stasiun kereta api, halte MRT, halte bus dan sebagainya.Tujuan utama dari konsep transit oriented development (TOD) adalah mendorong masyarakatuntuk menggunakan transportasi publik dibanding kendaraan pribadi. TOD tak hanya sesuaidibangun pada kawasan simpul transportasi umum seperti kereta api, tetapi juga layakdikembangkan di kawasan terminal bus. Konsep pembangunan yang terintegrasi dengan sistemtransportasi ini, dapat dikembangkan pada pengembangan kawasan kota secara umum (urbandevelopment). Kawasan Multimoda Merak merupakan lokasi strategis dari perekonomian Jawa –Sumatra. Hal ini ditandai dengan ramainya aktivitas industri-industri pabrik disertai aktivitaspenyeberangan antar pulau yang dilintasi banyak kapal ferry. Sehingga Terminal Teradu Merakdinilai berpotensi untuk dikembangkan menjadi kawasan berbasis Transit Oriented Development(TOD) dengan berpusat pada titik transitnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik yang sudah diimplementasikan dikawasan Merak dan mengidentifikasi karakteristik penumpang di Terminal Terpadu Merak, sertauntuk menganalisis upaya yang perlu dilakukan agar kawasan Merak sesuai dengan konsep transitoriented development (TOD). Metode yang digunakan yaitu mix method, penggabungan antaraanalisis kuantitatif untuk mengetahui karakteristik penumpang bus di Terminal Terpadu Merak dananalisis kualitatif yaitu observasi mengenai prinsip transit oriented development (TOD) yang sudahditerapkan di kawasan penelitian.Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kawasan TerminalTerpadu Merak dikategorikan sebagai kawasan transit oriented development (TOD) dengan kelasSilver Standard dengan karakteristik penumpang mayoritas bertujuan untuk bekerja. Dari delapanprinsip yang dinilai, fasilitas pejalan kaki dan pesepeda belum memenuhi kriteria bahkan belumtersedia serta belum adanya ruang terbuka publik. Sehingga perlu diperbaiki terkait beberapapermasalahan tersebut guna mengoptimalkan sebuah kawasan berbasis transit orienteddevelopment (TOD).
Edukasi masyarakat dalam upaya menciptakan lingkungan rumah yang sehat dan asri melalui konsep pemasangan vertical garden bangunan hunian Dwi Esti Intari; Rifky Ujianto; Nuniek Hermita; Rindu Twidi Bethary; Ngakan Putu Purnaditya
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 1, No 1 (2022): Civil Engineering for Community Development
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v1i1.16526

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk dan pembangunan fisik di Kota Serang menimbulkan tantangan bagi pemerintah, salah satunya adalah pengembangan ruang terbuka hijau (RTH). Tujuan utama pengembangan RTH yaitu menyediakan udara yang bersih, menampung air hujan, serta menjadikan kota lebih estetik, asri, dan rapi sehingga masyarakat memiliki tempat terbuka yang nyaman dan sehat. Namun, lahan untuk pengembangan ruang-ruang terbuka hijau semakin sedikit. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk menerapkan infrastruktur hijau adalah vertical garden. Selain itu, konsep infrastruktur hijau pada bangunan dapat dicapai dari berbagai aspek, diantaranya memanfaatkan sinar matahari, arah angin, dan vegetasi. Penggunaan vertical garden dapat menjadi solusi sebagai upaya menciptakan lingkungan rumah yang sehat dan asri. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian meliputi pemberian pemahaman dengan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan terkait tentang pembuatan vertical garden di bangunan hunian. Tujuan utama dari sosialisasi ini adalah menciptakan lingkungan rumah yang sehat dan asri. Kegiatan ini dilakukan di kawasan perumahan Persada Banten Kelurahan Teritih Kecamatan Walantaka. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat memberi pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai vertical garden pada bangunan hunian. The increase in population and physical development in Serang City poses challenges for the government, one of which is the development of green open spaces (RTH). The main objectives of developing green open spaces are to provide clean air, collect rainwater, and make the city more aesthetic, beautiful, and neat so that people have comfortable and healthy open spaces. However, there is less and less land for the development of green open spaces. Vertical gardens are one of the alternatives used to implement green infrastructure. In addition, the concept of green infrastructure in buildings requires various aspects, including sunlight, wind direction, and vegetation. The use of Vertical Gardens can be a solution to create a healthy and beautiful home environment. The method of implementing service activities includes providing an understanding through socialization, training, and related assistance about making vertical gardens in residential buildings. The primary purpose of this socialization is to create a healthy and beautiful home environment. This service activity was carried out with a socialization approach and was carried out in the housing area of Persada Banten, Teritih Village, Walantaka District. The results of this activity are expected to provide knowledge and understanding of the community about vertical gardens in residential buildings.
ANALISIS KARAKTERISTIK & KEBUTUHAN LAHAN PARKIR KENDARAAN DI TRANSMART CILEGON, KOTA CILEGON Rindu Twidi Bethary; Dwi Esti Intari; Arief Budiman; Aprilia Maharani
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 10 No 2 (2022): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/fropil.v10i2.3410

Abstract

Transmart Cilegon is a modern shopping center located in Banten province. The Transmart Cilegon parking area was built as a mall parking space (off street parking). The use of available parking spaces is not always optimal, but depends on peak hours. In an effort to deal with this problem, it is necessary to provide sufficient parking space and determine the right parking model.The purpose of this study was to determine the characteristics of parking and to determine the design and need for vehicle parking spaces in the Transmart Cilegon parking area by collecting primary data through field observations and processed using Microsoft Excel. The parking characteristics at Transmart Cilegon experienced the maximum volume and the highest parking index on Saturday, February 26, 2022 with 146 cars with an index of 12.969% and 167 motorcycles with an index of 14.236%, and peaked accumulation at 16.00-16.59. The average duration for cars is 2.53 hours and motorbikes is 2.60 hours with a turnover rate of 0.802 vehicles/SRP for cars and 0.790 vehicles/SRP for motorbikes. Judging from the characteristics of the parking space, the need for available parking spaces at Transmart Cilegon is still adequate or the parking index is below 100%.
KINERJA CAMPURAN BERASPAL POROUS YANG MENGGUNAKAN AGREGAT LOKAL DARI BANTEN Rindu Twidi Bethary; Dwi Esti Intari; Leo Affan Dzunnurain
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 38 No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Porous asphalt is a mixture of asphalt with low levels of fine aggregate with the aim of providing a large air cavity, so that high permeability can drain surface water into the soil but has low stability. One of the value effects of stability is the aggregate characteristics, where Banten province has quite a lot of aggregate availability, this is beneficial in reducing the cost of building and rehabilitating roads and overcoming the limitations of road construction materials. This study used a University of New Hampshire Stormwater Center (UNHSC) gradation with three types of porous asphalt mixtures with local aggregates, namely Lebak, Serang, and Merak with variations in asphalt content of 4.5%, 5.0%, 5.5%, 6, 0%, and 6.5%. Based on the results of testing the characteristics of the porous asphalt mixture material which includes aggregate, filler and asphalt meet the specifications of Bina Marga 2018, then from the Marshall test, the Optimal Asphalt Content was obtained by 5.5% for the three types of porous asphalt mixtures where all parameters meet the AAPA requirements. While the highest stability parameters were porous asphalt mixtures using Merak aggregate with low permeability coefficient values for the three porous asphalt mixtures. Keywords: porous asphalt, local aggregate, Asphalt Content, marshall, permeability.