Iwan Stia Budi
Bagian Administrasi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pendampingan Pengembangan Kepemimpinan untuk Meningkatkan Budaya Mutu di Puskesmas Simpang Timbangan Budi, Iwan Stia; Munawarah, Siti Halimatul; Najmah, Najmah; Hotmauli, Arnita; Kelara, Anggun; Desmonda F, Maria; Ramanda, Dea Fadhilah; Syafitri, Syafitri; Safirah, Salwa; Wardhani, Adelia Kesuma; Nabella, Luthfiana
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.18279

Abstract

Background: Kepemimpinan berperan untuk mengarahkan staf untuk mencapai standar mutu yang telah ditetapkan serta berpengaruh terhadap budaya mutu layanan Puskesmas. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pendampingan kepemimpinan di Puskesmas Simpang Timbangan dan diharapkan dapat meningkatkan budaya mutu di Puskesmas. Metode: Kegiatan pendampingan dilakukan menggunakan metode ceramah melalui penyampaian materi dan penayangan video interaktif serta diskusi kelompok melalui studi kasus. Kegiatan dilaksanakan pada 01 November 2024 di Puskesmas Simpang Timbangan dengan responden berjumlah 31 orang. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan melihat perbedaan tingkat pengetahuan tentang kepemimpinan dan budaya mutu sebelum dan sesudah intervensi melalui pengisian kuesioner pretest dan posttest. Hasil: Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan responden sebelum dan sesudah intervensi serta responden mampu menyelesaikan studi kasus yang diberikan dengan baik. Kesimpulan: Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari responden dan jajaran pimpinan Puskesmas serta terdapat  perbedaan tingkat pengetahuan tentang kepemimpinan dan budaya mutu sebelum dan sesudah intervensi. Diharapkan kegiatan ini dapat mengembangkan kepemimpinan dan budaya mutu di Puskesmas Simpang Timbangan sehingga bermanfaat dalam upaya menjaga mutu layanan di Puskesmas.
Evaluasi Program Pendampingan Pasien Tuberkulosis Resisten Obat Dalam Mencapai Keberhasilan Pengobatan di Komunitas Masyarakat Sehat Sriwijaya Kota Palembang Putri, Adisty Maharani; Munawarah, Siti Halimatul; Budi, Iwan Stia; Palingga, Indah Fasha
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 05 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i05.3911

Abstract

Tuberkulosis Resisten Obat (TB RO) menjadi tantangan besar dalam pengendalian TB di Indonesia. Kota Palembang mencatat kasus TB RO tertinggi di Sumatera Selatan pada 2023 dengan 96 kasus dan tingkat keberhasilan pengobatan hanya 58,97%. Berdasarkan Perpres No. 67 Tahun 2021, komunitas memiliki peran penting dalam penanggulangan TB. Penelitian ini mengevaluasi program pendampingan pasien TB RO oleh Komunitas Masyarakat Sehat Sriwijaya melalui variabel efektifitas dan efisiensi menggunakan model William Dunn dengan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen dengan informan dari dinas kesehatan, pengelola program, pendamping pasien, dan pasien TB RO. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas program untuk cakupan investigasi kontak dan pendampingan telah mencapai 100%. Namun, hasil telaah dokumen menunjukkan bahwa tidak terdapat lampiran data yang dapat memastikan bahwa seluruh pasien telah diinvestigasi. Dari segi efisiensi, pemanfaatan SDM, dana, dan sarana sudah berjalan baik, meskipun jarak tempuh menjadi kendala. Layanan menjangkau daerah terpencil, namun hambatan geografis masih ada. Akses layanan sudah cukup merata, tetapi pasien monoresisten masih menghadapi kesenjangan. Responsivitas program dinilai baik, namun koordinasi dengan dinas kesehatan perlu ditingkatkan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan koordinasi lintas sektor, perluasan akses layanan di wilayah terpencil, serta edukasi berbasis komunitas yang melibatkan penyintas untuk mengurangi stigma TB.
Enhancing nutritional status of stunted toddlers via supplementary feeding programs in Musi Banyuasin, 2023 Dariusmansyah, Azmi; Najmah, Najmah; Wulandari, Anggun Restu; Maryadi, Maryadi; Mayasari, Yesi; Lestari, Ayu Seftiani; Sukaesi, Elvi; Marelinda, Cesa; Mazidawati, Mazidawati; Syamsia, Salwa; Budi, Iwan Stia; Safitri, Wulandari Dwi; Zalzabila, Anisah
Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition) Vol 14, No 1 (2025): December
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgi.14.1.68-74

Abstract

ABSTRACTBackground: Stunting is caused by long-term malnutrition. To reduce this problem, the government has launched the Supplementary Feeding Program (SFP). In Musi Banyuasin Regency, this program is called “BUNDA AS (Bunda dan Anak Sehat)”.Objective: To provide an overview and compare the nutritional status of stunted and wasted toddlers before and after the intervention of supplementary feeding program in Musi Banyuasin Regency in 2023.Materials and Methods: This study employed a quasi-experimental design with a pre-test and post-test approach. The human subjects in the study were 107 stunted and wasted toddlers aged 6-59 months, all from low-income families in the working area of Primary Health Care Center Musi Banyuasin. Anthropometric parameters were used to assess nutritional status. The Supplementary Feeding Program was implemented for 90 days. There are three main meals, one animal protein snack, and two additional supplementary feeding servings for toddlers aged 6-24 months each day. Paired t-tests was used to analyze the data and evaluate the effectiveness of SFP on the nutritional status of stunted and wasted toddlers.Results: The results showed significant changes in the nutritional status of toddlers based on the indicators of weight for Age (WAZ), height for Age (HAZ), as well as the ratio of weight to height (WHZ) before and after the BUNDA AS intervention. The paired t-test revealed a significant difference mean weight and height of toddlers (p = <0.0001).Conclusion: There was an effectiveness of SPF on the nutritional status of stunted and wasted toddlers before and after the intervention of the BUNDA AS program in Musi Banyuasin Regency in 2023.Keywords: BUNDA AS; nutritional status; stunting; toddlers
Optimization of Infrastructure and Medical Equipment Application (ASPAK) at Bumi Arjo Health Center Using the HOT-Fit Model Afifah, Setria Nur; Siti, Siti Halimatul Munawarah; Budi, Iwan Stia; Palingga, Indah Fasha
Gaster Vol 24 No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gaster.v24i1.2089

Abstract

Background: Technology is vital in improving healthcare quality through effective management of facilities, infrastructure, and medical equipment via the ASPAK system. At Bumi Arjo Health Center, ASPAK performance reached only 41.52%, far below the national target of 60%, indicating the need for optimization. Objective: This study analyzed the optimization of ASPAK implementation at Bumi Arjo Health Center using the HOT-Fit framework (Human, Organization, Technology, and Environment). Method: A qualitative descriptive approach was applied to explore factors influencing ASPAK implementation. Data were obtained through in-depth interviews, observation, and document review with six informants. Credibility was ensured through triangulation of sources, methods, and data. Analysis used content analysis aligned with HOT-Fit dimensions. Result: ASPAK optimization was influenced by several interrelated factors. In the human aspect, limited technical understanding and workload hindered data consistency. Organizationally, leadership supervision and role clarity were essential, though inter-unit coordination remained weak. Technological barriers included system errors, unstable networks, and limited supporting devices. Environmentally, weak cross-sector collaboration and inadequate external support constrained resources. Nevertheless, ASPAK improved documentation quality, data accuracy, and evidence-based planning. Conclusion: ASPAK optimization relies on leadership commitment, inter-sectoral collaboration, and strengthened digital capacity among users. Theoretically, this study refines the HOT-Fit model by highlighting environmental and policy dimensions, while practically providing recommendations to enhance digital health governance in Indonesia’s primary healthcare system.