Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi media pembelajaran berbasis multimedia interaktif pada mata pelajaran IPA di sekolah Dini Oktarika; Muhamad Arpan; Lia Anggiani; Kristina Pandu Winata; Wahyudi Wahyudi; Emi Emi; Arya Karza; Wulandari Silitionga; Ikhwan Dwi Susanto; Junita Yessi; Saleh Kurniawan
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/saintek.v12i2.10448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan, efektivitas, dan persepsi siswa serta guru terhadap media pembelajaran berbasis multimedia interaktif pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah campuran (mixed methods) dengan desain sekuensial eksploratori, yang melibatkan 62 siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Jongkat. Data dikumpulkan melalui angket validasi ahli, angket kelayakan media (untuk siswa dan guru), tes hasil belajar (pre-test dan post-test), angket motivasi, serta wawancara dengan siswa dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Media pembelajaran berbasis multimedia interaktif dinyatakan sangat layak digunakan berdasarkan validasi ahli dengan persentase 87% dan penilaian positif dari siswa dan guru. (2) Media ini efektif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif siswa, terbukti dari peningkatan rata-rata skor post-test 89 yang signifikan dibandingkan pre-test 62. Selain itu, media ini juga berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa hingga pada kategori tinggi. (3) Siswa dan guru memiliki persepsi yang sangat positif terhadap media, menyatakan bahwa media membuat pembelajaran IPA lebih menarik, mudah dipahami, dan meningkatkan keterlibatan siswa. Simpulan dari penelitian ini adalah media pembelajaran berbasis multimedia interaktif sangat layak dan efektif untuk digunakan, serta diterima dengan baik oleh siswa dan guru, sehingga berpotensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di sekolah.
Model Problem Based Learning Untuk Menumbuhkan Keterampilan 4c Dalam Pembelajaran Fisika Di Indonesia: Studi Systematic Literature Review Wahyudi Wahyudi; Nurhayati Nurhayati; Dwi Fajar Saputri
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran (JIPP) Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran (JIPP) Juli 2026
Publisher : LPD Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the 21st century, students need various skills, including the 4C skills (Critical Thinking, Communication, Creative Thinking, and Collaboration). Several research results show that the Problem Based Learning (PBL) model is an effective learning model in developing 4C skills. The aim of this research is to find out how the PBL model has been used in Indonesia in physics learning to facilitate 4C skills over the last 6 years (2018-2023). The data in this research was obtained using the Scopus database and focused on the problem-based learning model and 4C skills (Critical Thinking, Communication, Creative Thinking, and Collaboration) in physics education in Indonesia. This research is a special literature study and the literature filtering method uses the 4-step prism method. A total of 20 relevant articles were analyzed quantitatively descriptively using an Excel spreadsheet. Descriptive analysis focuses on subject research, physics material, types of skills, types of research, and research locations. The synthesis results show that research on PBL and 4C skills more frequently involves senior high school students compared to other education levels, with quantitative approaches being the most dominant research design. Regarding the skills fostered, critical thinking skill dominates the studies (65%), followed by creative thinking (15%), communication (10%), and collaboration (5%), indicating a gap in attention to communication and collaboration skills. The most frequently studied physics topics are motion, followed by work and energy, momentum and impulse, and optics. The distribution of research locations remains concentrated in Sumatra and Java, indicating that research in other regions of Indonesia is still limited. These findings provide a map of existing research as well as recommendations for future PBL research directions, particularly to strengthen the development of communication and collaboration skills and to broaden the geographical and topical scope of physics education research.