Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Functional Electrical Stimulation dengan Pulsa Biphasic Untuk Membantu Fungsi Ekstremitas Atas Pasien Pasca Stroke Deny Arifianto
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 23 No. 1 (2021): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbp.v23i1.2021.40-48

Abstract

Abstract Stroke or nerve function disorders caused by disruption of blood flow to the brain that arises suddenly or quickly with symptoms or signs that correspond to the affected area. One of the post-stroke rehabilitation using electrical stimulation, also known as an electro stimulator. This study aims to design Functional electrical stimulation (FES), which aims to stimulate the peripheral nervous system with biphasic pulses. Stimulation for patients with MMT 1 was optimal at a frequency of 22-30 Hz. In post-stroke patients with MMT inclusion characteristics 0-3, a minimum voltage, frequency and pulse width value of 200 Vp, 22 Hz, and 20 s is required with a power of 0.00146 Watt. Studies have shown that this electro stimulator device had good accuracy and has high peak voltage values and low effective current. It can be considered because it provides comfort and safety for medical therapy equipment. 
Pengembangan Desa Mandiri Pupuk di Desa Bulus Bandung Tulungagung Melalui Pengolahan Sampah Organik menggunakan Metode Takakura - Siswanto; Djony Izak Rudyardjo; Dyah Hikmawati; Jan Ady; - Aminatun; Nuril Ukhrowiyah; Deny Arifianto
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 6 (2023): Membangun Tatanan Sosial di Era Revolusi Industri 4.0 dalam Menunjang Pencapaian Susta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah yang dihadapi oleh petani desa Bulus dan masyarakat desa umumnya, terutama diKabupaten Tulungagung adalah kelangkaan pupuk. Pupuk bersubsidi sangat terbatas, sedangkan pupuk nonsubsidi berharga relatif tinggi, sehingga perlu alternatif pengganti pupuk kimia untuk memenuhi kebutuhanpetani, sekaligus upaya mengurangi ketergantungan pada penggunaan pupuk kimia. Penggunaan pupukkimia dalam jangka waktu lama dan berlebihan akan merusak struktur tanah. Takakura adalah salah satucara pengomposan yang bisa dilaksanakan oleh masyarakat umum karena metodenya yang sederhana danmudah untuk diaplikasikan. Sasaran pengabdian kepada masyarakat bina desa ini adalah kelompok tanisebagai penggerak pertanian masyarakat desa. Metode yang dipakai adalah penyuluhan interaktif,workshop, dan demostrasi pengenalan pembuatan kompos Takakura. Antusiasme masyarakat petani dalammengikuti kegiatan merupakan indikator keberhasilan kegiatan program pengabdian masyarakat skemaProgram Pengembangan Desa Binaan (PPDB) ini. Keberhasilan kegiatan ini juga dapat dilihat dari produksipupuk organic oleh para peserta kegiatan. Selain itu kehadiran wakil bupati, kepala desa, dan perangkatdesa merupakan bentuk keseriusan dukungan pemerintah untuk mencari alternatif atas keterbatasan pupukbersubsidi.   Hambatan kegiatan yang muncul adalah penyesuaian waktu yang tepat karena sebagian besarpetani menggunakan waktu siang hari untuk pergi ke sawah. Kata Kunci : mandiri pupuk, desa Bulus, sampah organic, Takakura  
Inovasi Teknologi Terapi Skinolaser Untuk Mempercepat Penyembuhan Luka Dan Meningkatkan Pelayanan di Puskesmas Polanharjo Klaten Jawa Tengah Astuti, Suryani Dyah; Suhariningsih; Winarno; Ain, Khusnul; Siswanto; Susilo, Yunus; Yonatan; Permatasari, Perwira Annissa Dyah; Alma, Ahmad Faizin; Rohman, Muchammad Nurur; Arifianto, Deny; Yaqubi, Ahmad Khalil
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i4.8625

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan mempunyai dampak yang besar terhadap keadaan kesehatan masyarakat secara umum. Peningkatan standar layanan kesehatan diharapkan akan meningkatkan standar kesehatan. Baik tenaga kesehatan maupun tenaga kesehatan tradisional mengalami kurangnya pemahaman tentang penggunaan alat kesehatan, khususnya alat terapi SkinoLaser, yang merupakan alat pengobatan non-invasif berbasis fotonik yang membantu membangun kembali jaringan dalam tubuh manusia. Tenaga kesehatan tradisional dapat ditemukan di sebagian besar fasilitas kesehatan. Hambatan kedua adalah memahami bagaimana terapi cahaya berfungsi dengan jaringan, faktor-faktor yang mempengaruhi hasil pengobatan, dan cara memberikan dosis yang aman dan efektif kepada pasien. Permasalahan ini juga dihadapi oleh mitra pengabdian masyarakat yang mana tenaga kesehatan dan tenaga kesehatan traditional Puskesmas Polanharjo Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Sebagai bagian dari rangkaian acara pengabdian masyarakat, pemaparan materi SkinoLaser dilakukan secara interaktif dengan peserta yang merupakan tenaga kesehatan dan tenaga kesehatan traditional di Puskesmas Polanharjo. Metode ceramah digunakan untuk menyampaikan materi berupa konsep dasar, faktor – faktor yang mempengaruhi efektivitas terapi antara lain : cara penggunaan alat laser terapi , serta penghitungan dosis laser. Diskusi digunakan untuk tanya jawab antara peserta nakes dan nakestrad dengan pemateri yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi tepat guna. Pelatihan digunakan untuk menunjukan secara langsung pemanfaatan teknologi tepat guna. Pelatihan dapat dimulai dari analisis masalah, penggunaan alat serta penghitungan dosis energi laser dan penatalaksanaan terapi yang benar. Workshop dan tutorial digunakan untuk mendemonstrasikan alat sebagai upaya pemahaman pemanfaatan alat SkinoLaser. Selain itu juga dilaksanaan uji coba terapi pada pasien, untuk memberikan pemahaman dan ketrampilan pada nakes dan nakestrad dalam penggunaan peralatan SkinoLaser.
Pembuatan Pupuk Organik dengan Memperkecil Ukuran Bahan Baku Sebagai Upaya Mandiri Pupuk Di Desa Bulus, Bandung Tulungagung Siswanto, Siswanto; Hikmawati, Dyah; Aminatun, Aminatun; Djony Izak, Djony Izak; Ady, Jan; Ukhrowiyah, Nuril; Sapuan, Imam; Arifianto, Deny; Supardi, Adri; Rochman, Mochammad Nurur
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.17061

Abstract

Kelangkaan pupuk bersubsidi telah menjadi permasalahan bagi petani di seluruh Indonesia, termasuk di Desa Bulus, Bandung, Tulungagung. Terjadi ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan, yang berdampak pada produktivitas pertanian. Penggunaan pupuk urea yang berlebihan dapat merusak kesuburan tanah dan berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan. Pupuk organik menjadi solusi alternatif bagi lingkungan dan kesehatan tanah jangka panjang. Selain itu dapat meningkatkan retensi air, dan keberagaman mikroba, sehingga mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Salah satu metode yang menjanjikan untuk produksi pupuk organik adalah komposting, khususnya metode Takakura, yang menggunakan fermentasi terkontrol dari bahan organik. Selain itu, pengurangan ukuran sampah organik melalui perajangan dapat mempercepat proses dekomposisi, meningkatkan efisiensi dan kualitas kompos. Program pengabdian masyarakat di Desa Bulus ini bertujuan untuk mengedukasi petani tentang produksi pupuk organik yang efisien, menggunakan metode Takakura, tong komposter, dan pupuk cair organik. Pelatihan ini melibatkan 30 petani dan berfokus pada peningkatan efisiensi produksi pupuk melalui perajangan sampah organik. Evaluasi pasca-pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta, dengan rata-rata nilai meningkat sebesar 25-30 poin. Penggunaan bahan organik yang dipotong kecil-kecil mengurangi waktu pengomposan dan meningkatkan kualitas pupuk. Evaluasi program menunjukkan kepuasan yang tinggi di kalangan peserta, terutama terkait relevansi dan penerapan praktis materi yang disampaikan. Hasil ini menunjukkan bahwa produksi pupuk organik, bersama dengan teknik pengolahan sampah yang efisien, dapat mendukung pertanian yang berkelanjutan di komunitas pedesaan yang menghadapi kelangkaan pupuk.
ROBOTICS AND ARTIFICIAL INTELLIGENCE TRAINING FOR STUDENTS IN INTENSIF TARUNA PEMBANGUNAN SENIOR HIGH SCHOOL SURABAYA Agustin, Eva Inaiyah; Nahdliyah, Sisca Dina Nur; Putri, Tesa Eranti; Prihasty, Wilda; Tunggadewi, Elsyea Adia; Arifianto, Deny; Wardhana, Ananthyo Whisnu
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 9 No. 3 (2025): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/.v9i3.2025.341-351

Abstract

Artificial Intelligence is a new science that is currently being widely developed and used in all aspects to solve various tasks and problems. In advanced robotics systems, AI is used in robots to understand, reason, and act autonomously in complex environments. So far, partners still borrow robots from other agencies during robotics extracurricular activities. This community service activity aims to introduce Artificial Intelligence (AI) and robotics technology to high school students and hone students' skills and can develop extracurricular robotics. This activity is in the form of training that begins with providing material on the topic of AI and robotics. This training began with providing AI and robotics materials attended by 30 students and took place in the computer laboratory of SMA Intensive Taruna Pembangunan Surabaya (SMA ITP Surabaya). The robot used is an arm robot, a robot that is often used in industry for various tasks. To determine the increase in knowledge and skills, pre-test and post-test methods are carried out before and after the training and case studies/projects are provided at the end of the training. There was an increase in student knowledge of 18.77% and student skills as evidenced by all (10) groups being able to move the target. With this activity, SMA ITP Surabaya has a robotics module in the form of an arm robot and is able to develop and increase student interest in robotics extracurricular activities.
Odor Profiling of Blood Shells Using TGS Gas Sensor and PCA-SVM Analysis Astuti, Suryani Dyah; Funabiki, Nobuo; Soelistiono, Soegianto; Winarno; Arifianto, Deny; Ramadhani, Nadia Nur; Permatasari, Perwira Annissa Dyah; Yaqubi, Ahmad Khalil; Susilo, Yunus; Syahrom, Ardiyansyah
Emerging Science Journal Vol. 9 No. 5 (2025): October
Publisher : Ital Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/ESJ-2025-09-05-017

Abstract

Blood cockles (Andara granulosa) are among the most popular animal protein sources due to their rich nutritional content and high economic value. The storage period and temperature are two critical factors that significantly influence the freshness of blood cockles. One key indicator of blood cockle quality is the odor they emit. An unpleasant or inappropriate odor can indicate contamination or a decline in quality, posing potential food safety risks. However, conventional methods of odor quality testing are often subjective, require specialized skills, and may not always be reliable. To address the limitations of human olfaction, advancements in gas sensor technology, specifically gas array sensors (also known as the electronic nose), have been developed. This research aims to profile the freshness of blood cockles by identifying their odor under different storage conditions using electronic nose technology. The study used fresh blood cockle meat, which was stored under varying temperature conditions: at room temperature, in a cooler, and in a freezer. The storage periods for the samples were 1, 2, 3, 4, and 5 days. The samples were placed in sealed bottles and tested using a gas array sensor. The data collected from this process were in the form of voltage readings, which were analyzed using machine learning techniques, specifically Principal Component Analysis (PCA). The data were then classified using a Support Vector Machine (SVM) model. The study results showed that the gas array sensor successfully classified the odor profiles, with PCA explaining 93.83% of the variance in the data. The SVM model achieved an accuracy of 89.66% for PCA-reduced data and 91.44% for non-PCA data.
Pemberdayaan Tenaga Kesehatan Melalui Pelatihan Physiolaser untuk Meningkatkan Pelayanan di Puskesmas Polanharjo Klaten Jawa Tengah Astuti, Suryani Dyah; Suhariningsih; Winarno; Khusnul Ain; Susilo, Yunus; Alma, Ahmad Faizin; Rohman, Muchammad Nurur; Arifianto, Deny; Luthfiyah, Sari; Abror, Ghulam Muhammad
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.12733

Abstract

Mutu Permasalahan kesehatan terkait nyeri muskuloskeletal, seperti nyeri sendi, otot, dan nyeri punggung bawah, masih menjadi tantangan signifikan yang memengaruhi kualitas hidup masyarakat, khususnya di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Menyadari urgensi tersebut, program pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada peningkatan kualitas pelayanan fisioterapi melalui pemberdayaan tenaga kesehatan di Puskesmas Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk membekali tenaga kesehatan dengan pengetahuan dan keterampilan mutakhir dalam penggunaan inovasi teknologi Physiolaser, guna mengoptimalkan terapi nyeri dan meningkatkan efektivitas layanan fisioterapi yang diberikan kepada pasien. Metodologi yang diterapkan dalam program ini bersifat komprehensif dan sistematis, mencakup tahapan sosialisasi, pelatihan intensif, penerapan langsung teknologi, pendampingan, serta evaluasi berkelanjutan. Partisipasi aktif dari Puskesmas Polanharjo sebagai mitra kunci sangat krusial dalam menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Hasil evaluasi, yang dilakukan melalui pre-test dan post-test, menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan yang signifikan pada peserta setelah mengikuti pelatihan. Lebih lanjut, survei kepuasan peserta mengindikasikan tingkat kepuasan yang sangat tinggi, mencapai 99,3%, menegaskan bahwa program ini relevan dan memberikan manfaat substansial sesuai kebutuhan mereka. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil menunjukkan bahwa adopsi teknologi Physiolaser mampu secara signifikan meningkatkan kapabilitas pelayanan fisioterapi di Puskesmas Polanharjo. Capaian ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan, tetapi juga memberikan dampak positif yang nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang lebih baik dan inovatif. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model inspiratif bagi pengembangan pelayanan kesehatan serupa di wilayah lain, dengan rekomendasi untuk melaksanakan pelatihan dan evaluasi berkala guna menjamin keberlanjutan dan optimalisasi penggunaan teknologi Physiolaser di masa mendatang.
Robusta Coffe-Derived Silver Nanoparticles as a Natural Photosensitizer for Photodynamic Inactivation of Bacterial Biofilms Amruloh, Yazid Muhammad; Astuti, Suryani Dyah; Arifianto, Deny; Nurdin, Dezy Zahrotul Istiqomah; Zaidan, Andi Hamim; Widiyanti, Prihartini; Yaqubi, Ahmad Khalil; Winarno; Abd Razak, Nasrul Anuar
Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Institute of Topical Disease Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijtid.v13i3.74709

Abstract

Bacterial biofilm formation represents a major challenge in clinical settings, as it contributes to persistent infections and resistance to conventional antimicrobial treatments. This study investigates the effectiveness of blue laser therapy combined with AgNPs-CR in inhibiting biofilm formation by Escherichia coli and Staphylococcus aureus, common infection agents, in a four-group sample set. Silver nanoparticles, known for their antibacterial, antifungal, and antiviral properties, are widely used in biomedical devices. First, the control group (T0) included samples without laser irradiation. Second, the Escherichia coli and Staphylococcus aureus groups (A1 and A2) were irradiated with a 405 nm diode laser at various exposure times and silver nanoparticle concentrations. Third, the E. coli and S. aureus groups (A3 and A4) were also irradiated with the 405 nm diode laser under varying durations and concentrations of silver nanoparticles. In groups A2 and A4, the bacteria were treated with the photosensitizer AgNPs-CR, incubated for 30 minutes, and then irradiated for 90, 120, 150, and 180 seconds. The results were analyzed using a two-way factorial ANOVA and a Post-hoc Tukey test, with a significance level of p < 0.05. Photodynamic therapy (PDT) significantly inhibited bacterial biofilms in samples with irradiation, with the most significant reduction observed at a concentration of 2 mM and 180 seconds of irradiation, compared to samples without irradiation. Staphylococcus aureus was the most susceptible to AgNPs, showing a high biofilm inhibition percentage of 94.82% at 180 seconds of irradiation with a 2 mM concentration. Fluorescence microscope analysis revealed the presence of bacterial DNA corresponding to 180 colonies.
Peningkatan Pembelajaran Fisika melalui Praktikum Interaktif Kolaboratif di MA Al-Machfudzoh Sidoarjo Jawa Timur Supadi, Supadi; Samian, Samian; Ama, Fadli; Arifianto, Deny; Fitriyah, Nurul; Dyah Astuti, Suryani; Winarno, Winarno
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): JIPPM - Desember 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.978

Abstract

Fisika merupakan salah satu mata pelajaran yang tidak disukai bahkan menjadi momok bagi pelajar Sekolah Menengah Atas sederajat, salah satunya adalah Madrasah Aliyah Al-Machfudzoh Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur. Cara belajar konvensional sering kali tidak memberikan solusi yang komprehensif. Salah satu pendekatan untuk meningkatkan kualitas belajar siswa adalah melalui praktikum interaktif. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan mutu pembelajaran Fisika di MA Al-Machfudzoh Sidoarjo melalui penerapan praktikum interaktif kolaboratif. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif antara dosen, guru, dan siswa melalui perancangan dan implementasi dua praktikum: Jembatan Wheatstone dan Difraksi Laser. Evaluasi dilakukan melalui observasi, pengukuran hasil eksperimen, serta kuesioner kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman konseptual dan keterampilan eksperimen siswa. Hal ini ditunjukkan dengan hasil perhitungan resistansi melalui percobaan jembatan Wheatstone mencapai akurasi 96,37% dibandingkan alat ukur standar. Selain itu, pada percobaan Difraksi Laser hasil menunjukkan pola intensitas sesuai dengan teori difraksi celah tunggal. Seluruh peserta memberikan respons sangat positif terhadap materi, fasilitas, dan pendampingan selama kegiatan PKM. Program PKM ini berdampak pada peningkatan kapasitas guru dan siswa dalam mengelola praktikum serta memperkuat kolaborasi antara Universitas Airlangga dan madrasah Aliyah Al-Machfudzoh.