Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGEMBANGAN KETERAMPILAN GURU DALAM MENGIDENTIFIKASI KARAKTERISTIK DAN GAYA BELAJAR SISWA UNTUK MENDESAIN INSTRUKSI PEMBELAJARAN Cahyono, Rudi; Hendriani, Wiwin; Wulandari, Primatia Yogi
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i1.1455

Abstract

Teachers have a very crucial role in the success of learning in schools. The reality that often occurs in the field is that the main problem faced by teachers is their low ability to facilitate learning that suits students’ characteristics and learning styles. Most teachers do not know how to identify students’ characteristics and learning styles, and use these uniqueness to create or adjust learning designs. This was also experienced by the Miftahul Hikmah Sidoarjo Flagship School. Based on these needs, this community service activity is aimed at providing training to develop teacher skills in identifying and using students’ characteristics and learning styles to design or adapt instructional learning designs. The methods used in this program are focus group discussions, training and mentoring. Participants in this program were 20 teachers from the Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Hikmah Sidoarjo as a prototype. This activity will be continued in several elementary schools/madrasahs in Sidoarjo Regency. The result of this activity was an increase in teachers’ ability to identify students’ characteristics and learning styles using The Multiple Intelligence, Myer-Briggs Type Indicator (MBTI) and Learning Style approaches. Meanwhile, to identify learning styles using visual, auditory and kinesthetic concepts. Apart from identifying individual students, teachers could also identify the characteristics and learning styles of classes (group of students). In addition, participats could adjust teaching modules based on student characteristics and learning styles. Teachers could identify components of teaching modules that could be adjusted based on the results of identifying students’ characteristics and learning styles, as well as being able to adapt teaching modules.
PERAN AYAH DALAM PENGASUHAN YANG MEMPERKUAT RESILIENSI DIGITAL ANAK: The Role of Father in Parenting that Strengthens Children Digital Resilience Tedjadipura, Anita Anggraini; Khaerunnisa, Sabrina Meirizqa; Wulandari, Primatia Yogi; Cahyono, Rudi; Hendriani, Wiwin
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 17 No. 2 (2024): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 17.2
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2024.17.2.132

Abstract

Permasalahan perilaku anak karena ketidakmampuan menghadapi risiko digital semakin menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan untuk menguatkan ketangguhan atau resiliensi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih lanjut peran ayah dalam proses pengasuhan untuk memperkuat resiliensi digital anak berdasarkan pengalaman para ayah yang telah mampu memenuhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Partisipan terdiri dari empat orang ayah dari anak berusia 7–12 tahun yang memiliki karakteristik resiliensi digital. Penggalian data dilakukan melalui pengisian lembar informasi dan wawancara secara daring. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan análisis tematik dengan model interaktif. Hasil penelitian menemukan adanya empat peran ayah dalam praktik pengasuhan yang dapat memperkuat resiliensi digital anak, yaitu: (1) Peran pembimbing, (2) Peran kontrol dan pengawas, (3) Peran pendukung, dan (4) Peran mediator. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai dasar merancang berbagai program untuk terus mendorong keterlibatan ayah dalam mendukung tumbuh kembang anak di masyarakat melalui pemenuhan keempat peran tersebut.
Hubungan Antara Pola Asuh Orang Tua dengan Perilaku Konsumsi Pornografi pada Remaja Fairuzi, Yafi Maulana; Cahyono, Rudi
Cakrawala Vol. 18 No. 2: Desember 2024
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v18i2.741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Pola Asuh Orang Tua dan Perilaku Konsumsi Pornografi pada remaja di Indonesia. Pola Asuh didefinisikan sebagai serangkaian metode dan strategi yang diterapkan oleh orang tua dalam proses mengasuh, membimbing, dan mendidik anak, sementara Pornografi merujuk pada perilaku remaja untuk mengakses dan mengkonsumsi konten pornografi.  Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Parental Authority Questionnaire (PAQ) untuk mengidentifikasi Pola Asuh, dan Skala Perilaku Konsumsi Pornografi untuk mengukur tingkat konsumsi Pornografi. Subjek yang terlibat di dalam penelitian ini adalah remaja laki-laki maupun perempuan, berusia 10-22 Tahun, tinggal Bersama orang tua, dan belum menikah. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif signifikan dengan konsumsi pornografi, pola asuh permisif yang menunjukkan hubungan positif lemah yang tidak signifikan, dan pola asuh demokratis menunjukkan hubungan negatif lemah yang tidak signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat Pola Asuh Otoriter yang diterapkan oleh orang tua, semakin tinggi pula Perilaku Konsumsi Pornografi pada remaja.
Play Therapy “Beat The Clock” (Mengalahkan Waktu)” untuk Meningkatkan Atensi Pada Anak Dengan Masalah Innatention Yulilla, Difiana; Cahyono, Rudi
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 3 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i3.7714

Abstract

Children with attention deficit symptom are generally difficult to have focus and centering their attention on long period of time, especially on completing school assignments process. Children with attention-centered symptom are easier to be distracted with many things around whether it is sounds, lights and noises. They also easily nodded and hardly focus on the assignment given. Therefore, there is an intervention to improve children attention and concentration. One of the techniques is play therapy called "Beat the Clock" which designed for children with attention-centered symptom. The objective of this research was to observe the effectivity of this play therapy called "Beat the Clock" in improving inattention children attention duration. The participant was six years old kindergarten. This research used single case experiment with data interview, observation and DSM V checklis method to ADHD inattention. The result of this research showed that play therapy called "Beat the Clock" had improved the participant's attention duration and concentration power although it was not improved drastically but there was an improvement from baseline phase and follow-up.Anak-anak dengan gejala pemusatan perhatian biasaya sulit untuk fokus dan memusatkan perhatiannya pada jangka waktu yang lama, terlebih lagi saat proses penyelesaian tugas di sekolah. Anak dengan gejala pemusatan perhatian akan mudah terdistraksi dengan berbagai hal yang berada di sekitar lingkungannya baik itu suara, cahaya dan bunyi-bunyian. Mereka juga mudah berpaling dan tidak mudah fokus dengan tugas yang diberikan. Oleh sebab itu terdapat sebuah intervensi untuk meningkatkan atensi dan konsentrasi anak salah satu tekhnik tersebut ialah play therapy “Beat the Clock” (Mengalahkan Waktu) yang dimana tekhnik ini didesain untuk anak-anak dengan gejala pemusatan perhatian. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk melihat efektivitas play therapy “Beat the Clock” (Mengalahkan Waktu) dalam meningkatkan durasi atensi anak dengan gejala innatention. Partisipasi merupakan anak laki-laki berusia 6 tahun yang masih duduk dibangku TK. Penelitian ini menggunakan single case experiment dengan pengumpulan data dan dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan checklis DSM V terkait ADHD innatention. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik play therapy “Beat the Clock” memiliki pengaruh untuk meningkatkan durasi atensi serta daya konsentrasi subjek meskipun durasi atensi yang ditunjukkan tidak meningkat secara drastis, namun terjadi peningkatkan dari fase baseline dan follow up.