Dharmayanti, Gusti Ayu Putu Candra
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Udayana

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

EVALUASI PENERAPAN SISTEM SPESIFIKASI UMUM 2010 (REVISI 3) PADA PELAKSANAAN PROYEK JALAN DI KABUPATEN GIANYAR Nyoman Martha Jaya; G.A.P. Candra Dharmayanti; I Nyoman Dinton Vicky Budi Laksana
JURNAL SPEKTRAN Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/SPEKTRAN.2021.v09.i01.p08

Abstract

Pembangunan proyek jalan masih banyak mengalami kendala penerapan spesifikasi umum 2010 (revisi 3) oleh penyedia jasa, hasil yang diharapkan tidak sesuai dengan mutu pekerjaan yang di isyaratkan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi terhadap hasil pekerjaan dengan mengetahui penyimpangan dan kegagalan kontraktor untuk memenuhi ketentuan spesifikasi pada divisi 3 sampai dengan divisi 7 yang sering mengalami ketidak sesuaian pada spesifikasi umum 2010. Metode pada penelitian ini menggunakana survey dan kuesioner. Responden dipilih berdasarkan purvosive sampling kemudian dianalisa dengan metode sebab akibat (fishbone Analysis) dan Root Cause Analysis (RCA). pekerjaan yang mengalami kendala ketidasuaian didominasi pekerjaan galian lapis pondasi agregat (95,83%) diikuti dengan pekerjaan galian dan campuran beraspal panas (83,33%), pasangan batu (75%), pekerjaan pelebaran dan perkerasan (70,83%). Kendala yang terjadi karena kurang tegasnya team dari kotraktor untuk melakukan metode pekerjaan, kordinasi kepada masyarakat yang membutuhkan waktu lama, kurangnya pengawasan di base camp dan membeli dari supplier yang membuat campuran berbeda saat bahan sampai di lokasi proyek. Upaya pencegahan yang dilakukan yaitu kontraktor agar bekerja sesuai spesifikasi dan metode kerja untuk mencapai mutu, harus di lakukan kordinasi dan kesepakatan antara PDAM, Desa, dan kontraktor sebelum di lakukan galian, apabila terkena galian tidak meminta ganti rugi, pemilihan bahan harus tepat, dan peningkatan quality control di quarry, baik untuk material, komposisi untuk mencapai spesifikasi yang diminta (PI, CBR, abrasi, ukuran butir), kordinasi atau bersurat, melakukan sosialisasi dan membuat kesepakatan kerja sama.
PENANGANAN JALAN DAN PEMASANGAN UTILITAS DI WILAYAH KOTA DENPASAR: KONDISI DAN KENDALA I.A Widhiyanasari; A.A. Diah Parami Dewi; G.A.P Candra Dharmayanti
JURNAL SPEKTRAN Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5, No. 2, Juli 2017
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.475 KB)

Abstract

The road handling and installation of utilities in Denpasar City is still running based on the work program of each agency and has not been integrated. The authorities of the utilities repair and improve the network based on consumer demand, however, the implementation has not been integrated between the utilities installation and road handling program. Consequently, the reinstatement of pavement conditions is not optimal and can potentially damage the utility network. This paper aims to analyze existing condition of the road handling and installation of utilities and barriers to conducting synergy of program between the road handling and installation of utilities. Data was collected using questionnaire survey to respondents that selected by purposive sampling method. The result shows that currently, the synergy condition of the road handling and installation of utilities in Denpasar City is only based on coordination among the stakeholders regarding approval to install the utility network. The barriers to integrated utility implementation include ineffective implementation of coordination and collaboration between related stakeholders, ineffective involvement stakeholder in decision making, unavaibility of vision and mission of stakeholders to alter the program, stakeholder ‘s resistance to change, limited budget allocation on road handling lack of stakeholder’s innovation, high cost of operational and maintenance, and unavailability of stakeholders who initiate the integrated program. Key words: synergy, stakeholders, integrated management
ANALISIS KINERJA PROYEK TERHADAP KEPUASAN STAKEHOLDER Luh Dewi Trisnawati; Gusti Ayu Putu Candra Dharmayanti; Nyoman Martha Jaya
JURNAL SPEKTRAN Vol 6 No 2 (2018): Vol. 6, No. 2, Juli 2018
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.395 KB)

Abstract

ABSTRAK Kinerja proyek merupakan prestasi kerja yang dicapai dalam melakukan pekerjaan yang tercermin dari hasil akhir yang dihasilkan sesuai dengan kuantitas maupun kualitas yang diinginkan. Biaya Mutu Waktu (BMW), manajemen lingkungan dan manajemen K3 merupakan beberapa faktor kinerja yang mempengaruhi kepuasan stakeholders yang terdiri dari internal stakeholders dan eksternal stakeholders. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh BMW, manajemen lingkungan dan manajemen K3 terhadap kepuasan stakeholders dalam pelaksanaan proyek. Pengumpulan data dilakukan melalui survei mengggunakan kuisioner. Responden yang diambil berdasarkan metode purposive sampling yang meliputi stakeholders proyek kontruksi atau orang yang berkompeten di bidang konstruksi yang mencangkup 100 orang responden. Analisis data dilakukan dengan analisis statistika regresi linier berganda dan analisis korelasi menggunakan program SPSS versi 17. Dari analisis diperoleh faktor BMW memberikan pengaruh negatif sedangkan manajemen lingkungan dan manajemen K3 memberikan pengaruh positif terhadap kepuasan stakeholders. Manajemen K3 adalah faktor kinerja yang paling mempengaruhi kepuasan stakeholders.
ANALISIS KEBERHASILAN PENGEMBANGAN PROYEK PROPERTI KOMERSIAL BANGUNAN CAMPURAN I Nyoman Yudha Astana; G. A.P. Candra Dharmayanti; Vava Bensa Delaranto
JURNAL SPEKTRAN Vol 7 No 1 (2019): Vol. 7, No.1, Januari 2019
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.769 KB)

Abstract

ANALYSIS OF SUCCESSFUL PROJECT DEVELOPMENT OF MIXED-USE COMMERCIAL PROPERTY ABSTRACT Property industry in Indonesia has contributed 9.4% againts national Brutto Domestic Product during 2016, and property industry growth in 2017 is predicted raise up to 15% from previous year with total capitalization in amount of 318 trillion rupiahs. Property companies have often run their property project without proper strategy and planning, and this circumstance causes property project failure in achieving the initial goal. That occured situation will have serious implication concerning to company reputation, budget, project neighbour, urban planning, possibility of criminal around project site, and tax revenue target. The objective of this research is to identify factors that affecting the succesful project development of mixed-use commercial property, and how the affects are. Respondents are the experts who worked at public listed property companies that registered in Indonesia Stock Exchange, for Property and Real Estate sub-sector, at period of 2016 – 2018. This research have two stages, first to reduce initial confirmatory indicators based on previous references by using Factor Analysis model, and second to analize whether reduced indicators could affect the successful project development of mixed-use commercial property by using Partial Least Square model. The result of analysis shows that the affecting factors are: X1 (Product Diversity and Permits), X2 (Feasibility Study), X3 (Funding and Construction Supervise), X4 (Product Quality and Operational Management), X5 (Design), X6 (Ease of Execution), X7 (Marketing Strategy) and X8 (Location and Building Maintenance). Correlation amongst variable shown by equation model Y = 0.167 X1 + 0.219 X2 + 0.196 X3 + 0.155 X6 + 0.226 X7 + 0.204 X8. However the factors that have positive and significant effect are: X7 (significant value 3.501), X8 (significant value 2.912), X6 (significant value 2.430), X2 (significant value 2.427), X3 (significant value 2.282) and X1 (significant value 2.083).
Kendala Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada Kontraktor di Bali G.A.P. Candra Dharmayanti; G.N.P. Sien Pramana
Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.987 KB) | DOI: 10.24002/jts.v15i1.3146

Abstract

Abstract: Previous research suggested that the implementation of OHS in building construction projects in Indonesia ranges from 30% - 80%.Priority analysis related to the constraints of the OHS implementation in the Indonesian construction, particulary in Bali, need to be conducted to minimize the level of workplace accidents. This study aimed to analyze and prioritize the barriers of the OHS implementation faced by the contractors in Bali. Data collection was carried-out usinga questionnaire survey distributed to the respondents that were selected based on purposive sampling. The criteria of respondents werethose who experienced onimplementing OHS on building construction projects in Bali. Data was analyzed using the Analytic Hierarchy Process (AHP) to determine the level of priority of the identified barriers. The results showed thatthe barriers to the OHS implementation, sorted from the main ones, namely: limited OHS funds (3,231), low priority of OHS implementation by the company management (2,020), low culture and discipline to implement OHS (1,031), lack of knowledge about OHS (0,725), weak supervision (0.478), low sanctions from companies (0.340), and contractors forced to work late at night (0.230).These barriers can be managed by high commitment of the contractor and the project owner to allocate health andsafety costs of the project in the phase of planning and construction, to improve safety culture by supervising and implementing sanctionto the indicipline workers that do not applypersonal protective equipment orsafety working procedure. Abstrak: Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa penerapan SMK3 pada proyek konstruksi gedung di Indonesia tidak mencapai 100%, atau berkisar antara 30% - 80%. Analisis prioritas terkait kendala dalam penerapan SMK3 di dunia konstruksi perlu dilakukan untuk meminimalkan tingkat kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan kendala pada penerapan SMK3 yang dihadapi oleh kontraktor. Pengumpulan data dilakukanmenggunakan kuesioner yang didistribusikan kepada responden yang dipilih berdasarkan purposive sampling dengan kriteria responden yang pernah menangani proyek konstruksi gedung yang menerapkan SMK3. Responden diambil dari kontraktor yang berlokasi di Bali. Analisis data dilakukan menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan tingkat prioritas/kepentingan dari kendala yang teridentifikasi. Hasil analisis menunjukkan nilai prioritas jenis kendalapada penerapan SMK3 yang diurutkan dari yang paling utama yaituterbatasnya dana K3 (3,231), rendahnya prioritas K3 oleh manajemen perusahaan (2,020), rendahnya budaya dan disiplin K3 (1,031), kurangnya pengetahuan mengenai K3 (0,725), lemahnya pengawasan (0,478), lemahnya penerapan sanksi dari perusahaan (0,340), dan kontraktor memaksakan bekerja sampai larut malam (0,230). Untuk mengatasi hambatan ini, diperlukan komitmen yang tinggi darikontraktor dan pemilik proyek untuk mengalokasikan biaya K3 proyek pada tahap perencanaan dan konstruksi, meningkatkan budaya keselamatan dengan meningkatkan pengawasan penggunaan APD dan memberikan sanksi pada pekerja yang tidak bekerja sesuai prosedur keselamatan kerja.
UPAYA PENINGKATAN PROGRAM BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA (BSPS) DI KABUPATEN TABANAN I Wayan Sastrawan; Gusti Ayu Putu Candra Dharmayanti; Ngk. Md. Anom Wiryasa
JURNAL SPEKTRAN Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/SPEKTRAN.2022.v10.i02.p06

Abstract

Rumah Layak Huni yang merupakan kebutuhan dasar manusia sehingga Pemerintah perlu lebih berperan dalam menyediakan dan memberikan kemudahan dan bantuan perumahan yang berbasis kepada keswadayaan bagi mereka yang tergolong Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui RPJMD telah merencanakan Program Rehabilitasi RTLH dari tahun 2016 sampai dengan 2020 melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 3.325 unit. Namun, berdasarkan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (Lakip) Dinas Pekerjaan Umum Penataan ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP), target tersebut tidak tercapai, sehingga pelaksanaan program BSPS di Kabupaten Tabanan perlu di evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program BSPS selama kurun waktu tahun 2016 – 2020, serta untuk merumuskan upaya peningkatan pelaksanaan program BSPS tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data pada penelitian ini terdiri dari data sekunder berupa RPJMD, Renstra, Lakip dan dokumen BSPS Kabupaten Tabanan. Sedangkan data primer berupa hasil wawancara menggunakan instrument daftar pertanyaan untuk mengevaluasi pelaksanaan dan permasalahan terkait program BSPS, serta metode focus group discussion (FGD) untuk merumuskan upaya peningkatan pelaksanaan program BSPS. Evaluasi program BSPS mengacu pada perencanaan RPJMD dan BSPS yang mencakup 6 indikator yaitu sosialisasi, anggaran (rencana anggaran), tepat sasaran (obyek penerima bantuan), tepat tujuan (obyek konstruksi), tepat waktu, efisiensi (realisasi anggaran). Hasil evaluasi menunjukkan Program BSPS dalam kurun waktu 2016 sampai dengan 2020 telah memenuhi indikator sosialisasi, tepat sasaran dan tepat waktu. Namun Program BSPS belum tercapai ditinjau dari indikator anggaran, efisiensi dan indikator tepat tujuan. Tidak tercapainya indikator anggaran, tepat tujuan dan efisiensi disebabkan oleh kurangnya alokasi anggaran pada program BSPS, sehingga perlu diupayakan penambahan alokasi anggaran dari Pemerintah pusat, pendampingan anggaran dari Pemerintah Propinsi dan Kabupaten serta partisipasi dari CSR (CorporateSocial Responsibility). Kata kunci: Efektifitas, efisiensi, MBR, RTLH
MANAJEMEN RISIKO PADA PROYEK PEMBANGUNAN PENYEDIAAN AIR MINUM DI KECAMATAN NUSA PENIDA Purnami, Ni Made Ririn; Dharmayanti, Gusti Ayu Putu Candra; Dewi, Anak Agung Diah Parami
JURNAL SPEKTRAN Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/SPEKTRAN.2024.v12.i01.p02

Abstract

Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida memprogramkan kegiatan Pembangunan Penyediaan Air Minum di Kecamatan Nusa Penida. Pelaksanaan Pembangunan ini akan berdampak pada aktivitas masyarakat setempat yang berada pada objek wisata Pantai Cristal Bay dengan daerah yang berbukit-bukit. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasikan risiko, memberikan penilaian serta memutuskan penerimaan risiko, memutuskan risiko utama serta melakukan mitigasi serta kepemilikan risiko pada risiko utama tersebut mempergunakan analisis kualitatif. Data dikumpulkan mempergunakan metode brainstorming serta kuesioner yang dibagikan ke 40 responden yang berpartisipasi langsung dalam pelaksanaan proyek serta ditunjuk secara purposive sampling. Hasil analisis memperlihatkan risiko utama pada adanya ketidakpuasan masyarakat terhadap biaya kompensasi dan ganti rugi, mengakibatkan pembengkakan biaya proyek, akses ke lokasi yang sulit berakibat pengukuran elevasi serta kontur tanah salah, banyaknya wisatawan yang berkunjung pada saat survei berlangsung mengakibatkan keterlambatan pendataan informasi pekerjaan. Mitigasi risiko dilakukan melalui sosialisasi di kantor desa kepada masyarakat setempat terkait adanya proyek dan menjelaskan dampak dari proyek kepada masyarakat sebelum proyek dimulai, mengutus tim pengukur ahli yang pernah melalui medan yang sulit untuk melaksanakan pengukuran di lokasi pekerjaan proyek, melaksanakan koordinasi dengan pihak terkait, di antaranya pemrakarsa pekerjaan, penyedia jasa, dan perangkat desa atau kecamatan untuk mendapatkan data informasi pekerjaan lebih awal dengan rencana kerja survei yang sudah disusun sebelumnya. Kontraktor mempunyai kepemilikan risiko tertinggi karena risiko yang diindetifikasi berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan proyek Pembangunan Penyediaan Air Minum di Kecamatan Nusa Penida.