Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN LAHAN PERTANIAN PEPAYA CALIFORNIA DENGAN IRIGASI TETES DI DESA SELENGEN KABUPATEN LOMBOK UTARA I Dewa Gede Jaya Negara; Kadek Wiratama; I Wayan Yasa; Humairo Saidah; Anid Supriyadi; Suparjo Suparjo
Jurnal Pepadu Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v4i2.2645

Abstract

Pengembangan pertanian di lahan kering,sangat menjanjikan jika masyarakat mau tekun melakukan pertanian dengan lebih intensif, dan untuk mendorong kepekaan masyarakat tentang potensi lahannya perlu diberikan pelatihan-pelatihan terkait dengan pemanfaatan lahannya. Dusun Tampes merupakan wilayah desa Selengan yang memiliki potensi lahan kering yang perlu dikembangkan, dengan adanya lahan yang banyak tidak tergarap perlu dimotivasi untuk mau melakukan usahatani pada lahan tersebut. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan lahan untuk penanaman papaya California pada masyarakat dusun Tampes yang berdomisili di sekitar sungai. Dengan harapan lahan tanam yang dibuat nantinya dapat dilanjutkan dengan penanaman bibit papaya, untuk membantu ekonomi masyarakat setempat, karena tanaman ini mempunyai masa panen cukup panjang dan harga jual buanya cukup bangus. Untuk itu karena lahan ini berpasiran sehingga sangat boros air maka perlu diinisiasi penggunaan air irigasi yang efisien seperti sistem tetes. Untuk hal tersebut maka pelatihan oleh tim Unram dilakukan dalam jangka waktu 2 minggu yang mencakup survey lapangan, persiapan pelatihan, pelaksanaan pelatihan dan evaluasi. Pelatihan terdiri dari pembersihan lahan, pembuatan petak lahan dan bedengan, dan pembuatan lubang tanam. Berdasarkan hasil pelatihan diketahui bahwa warga telah mampu membuat lahan tanam papaya. Sedangkan evaluasinya adalah keberhasilan dari masing-masing peserta alam membuat lahan tanam. Berdasarkan hasil pelatihan bahwa peserta telah berhasil melakukan pembuatan lahan papaya dengan luasan seluas sekitar 2 ha dengan jumlah warga berpartisipasi sebanyak 26 orang. Dengan fakta ini peserta telah berhasil dilatih untuk membuat lahan awal untuk penanaman papaya California, yang akan dilakukan lebih lanjut. Dengan berhasilnya kegiatan ini, maka tim memberi arahan agar nantinya dapat dilanjutkan dengan pengisian pupuk kompos masing-masing sehingga bisa dilakukan penanamn bibit papaya di lahan masing-masing
Penyuluhan Pembuatan Irigasi Tetes Bertingkat Pada Anak Sekolah Pesraman Dan Masyarakat Di Sekitar Kelurahan Mandalika Kecamatan Sandubaya Kota Mataram I Dewa Gede Jaya Negara; I Dewa Made Alit Karyawan; I Kade Wiratama; Made Mahendra; I Wayan Joniarta; I Nyoman Merdana; Agus Suroso; Hasyim; I Wayan Yasa; Yusron Saadi; Heri Sulistiyono; Hartana; Atas Pracoyo
Portal ABDIMAS Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal PORTAL ABDIMAS
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/portalabdimas.v1i2.3539

Abstract

Anak Pesraman di Kecamantan Sandubaya Kota Mataram perlu diberikan penyuluhan irigasi modern seperti system tetes, agar memiliki pengetahuan irigasi dalam rangka melakukan usahatani di pekarangan. Hal ini menjadi penting karena dilingkungan perumahan anak-anak pesraman rata-rata memiliki lahan pekarangan yang luas tetapi tidak dimanfaatkan, sehingga perlu disentuhkan dengan irigasi tanaman pada lahan pekarangan yang sempit agar nantinya dapat memberikan manfaat pada keluarga. Untuk mendukung hal tersebut maka penyuluhan cara pembuatan irigasi tetes perlu diberikan sebagai media pembelajaran non formal dan untuk meningkatkan wawasan anak-anak Pesraman tersebut.Memperhatikan potensi anak-anak yang umurnya sangat dini, maka Pengabdian dilakukan dengan tahapan survey lokasi, penyuluhan, diskusi dan tanya jawab serta evaluasi dengan cara iteraktif dimana materi suluh disampaikan dan juga dengan cara bermain.Penyuluhan diawali dengan pembukaa, sosialisasi tim penyuluh, materi suluh tediri dari teori irigasi irigasi dan irigasi tetes, teori lahan irigasi dan lahan bertingkat, serta materi contoh-contoh system irigasi tetes dan aplikasinya. Diskusi dan tanyajawab dilakukan secara berurutan pada tiap sesi penyuluhan termasuk sebagai evaluasi kegiatan.Pengabdian ini telah menyuluhkan 15 anak-anak pesraman, penyuluhan telah memberi wawasan irigasi tetes dan cara pembuatan irigasi tetes bertingkat dengan iteraktif. Anak-anak Pesraman sangat antosias mengikuti pengabdian ini sampai selesai. Dimasa mendatang diharapkan ada contoh aplikasi irigasi tetes untuk media pembelajaran anak -anak di Pesraman ini, agar dapat dipraktikan langsung.
Pengenalan Produk Modifikasi Mesin Ketinting Dengan Penambahan Alternator Kepada Nelayan Tradisional i dewa ketut okariawan; I Kadek Wiratama; Achmad Zainuri; I Made Mara; Nur Kaliwantoro
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol. 6 No. 1 (2024): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkp.v6i1.166

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyakakat di desa Dara Kunci kepada kelompok masyarakat nelayan tradisional ini bertujuan untuk mengurangi beban operasional dan meningkatkan produktifitas dan mengentaskan kemiskinan dalam jangka panjang. Dalam operasionalnya terutama melaut di malam hari, nelayan menggunakan aki untuk mensuplai daya lampu penerangan. Untuk penerangan 4 lampu 5 watt aki 12 volt hanya mampu bertahan selama 4 jam sehingga perlu melakukan inovasi/modifikasi mesin perahu agar bisa mengisi aki sendiri. Dengan menggunakan lampu penerangan yang telah modifikasi ini diharapkan nelayan dapat menambah jam operasionalnya yang biasanya hanya disiang hari menjadi malam hari. Bertambahnya jam operasi nelayan akan dapat meningkatkan tangkapan nelayan. Begitu pula dengan kemampuan nelayan merawat mesin perahu secara baik dan benar akan dapat menambah umur pemakain mesin. Sehingga kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan kegiatan adalah metode penyuluhan perawatan mesin prahu dan pelatihan tentang teknologi lampu penerangan nelayan saat melaut pada malam hari. Untuk penerapan lampu penerangan saat melaut di malam hari dan penyuluhan perawatan mesin perahu digunakan metode Participatory Action Research (PAR) yaitu; melibatkan masyarakat kelompok nelayan secara langsung dalam kegiatan mulai dari penyiapan, perencanaan, dan pembuatan maupun pengoperasian alat sehingga nelayan dapat melaksanakan sendiri pembuatan lampu penerangan saat melaut di malam hari dan perawatan ringan perahu setelah kegiatan berakhir. Adapun hasil dari kegiatan ini adalah Mesin ketinting sebagai penggerak perahu dapat dimodifikasi dengan menambahkan alternator sebagai carge aki, dengan lama pengisian aki selama 4 jam dan peningkatan konsumsi bahan bakar sangat kecil yaitu 7 persen. Hasil dari penyuluhan ini adalah sekarang masyarakat lebih aman dan nyaman untuk melaut pada malam hari karena sudah ada lampu diperahunya yang sekaligus dapat membuat ikan mendekatinya. Dengan adanya pengisian aki mereka tidak lagi cemas akan kehabisan daya aki saat melaut. Begitu juga untuk perbaikan kerusakan kecil perahu sudah dapat ditangani sendiri.
Pengaruh variasi besar butir dan variasi komposisi bahan terhadap kinerja briket arang tempurung kelapa dan sekam padi Joniarta, I.W.; Wiratama, I.K.; Wijana, M.; Sujita, S.
Dinamika Teknik Mesin: Jurnal Keilmuan dan Terapan Teknik Mesin Vol 14, No 2 (2024): Dinamika Teknik Mesin: Jurnal Keilmuan dan Terapan Teknik Mesin
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dtm.v14i2.925

Abstract

Abundant biomass waste is often thrown away. Careless disposal of waste will have a negative impact on environmental quality. Research regarding variations in composition and grain size of biomass waste charcoal briquettes on briquette performance is feasible. The aim of the research is to obtain briquettes that have high performance. The research method used was experimental research, coconut shell charcoal and rice husk charcoal, made in sizes 20 mesh, 60 mesh and 100 mesh. Then mixed with 15% starch adhesive with variations in the composition of coconut shell charcoal (TK): rice husk charcoal (SP), namely: I (75%:25%), II (50%:50%) and III (25%:75% ), After printing, the biket is dried in the sun and in the oven until it reaches a moisture content of (14-15)%. After the briquettes are dry, the heating value, flame duration and water boiling time are tested. In the calorific value test, the greater the composition (TK), the greater the calorific value produced. The highest heating value of 5937 kcal/kg was obtained from composition I, mesh 60 and the lowest heating value of 3714 kcal/kg was obtained from composition III mesh 60. The shortest flame duration of 1386.6 seconds occurred in mesh 20 composition III and the longest flame duration was 1933.2 seconds. obtained on mesh 100 composition I. In the Boilling Time test, it was found that the larger the grain size and the greater the composition of the coconut shell charcoal mixture in bioarang briquettes, the faster the water boiling time.
PENGARUH VARIASI JUMLAH BLADE TURBIN ANGIN TERHADAP OUTPUT DAYA LISTRIK Wiratama, I Kade; Mara, Made; Mulyanto, Arif; Harianhady, Muliadi
Dinamika Teknik Mesin: Jurnal Keilmuan dan Terapan Teknik Mesin Vol 4, No 1 (2014): Dinamika Teknik Mesin: Jurnal Keilmuan dan Terapan Teknik Mesin
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.88 KB)

Abstract

Some area in Indonesia such as southern part of Sumatra to Nusa Tenggara have big enough wind speed to produce electrical energy by using wind turbine. However, the potential resources are not yet fully developed, and only 1.4 GW electrical energy has been generating in the Indonesia region. Most of the wind energy generating equipment is designed to the European wind speed which is   10 - 30 knot. So, it is very important to modify the such equipment to be able to implement in Indonesia area which is have a lower wind speed.The purpose of this research is to know the influence of number of blades and wind speed to electricity generated by horizontal axis wind turbine with blade taper inversed linear.The result showed that the highest electrical output power was 2,02 watt produced by 5 blades and 3,5 m/s wind speed. The lowest electrical output power was 2,347 watt achieved by using 3 blades and 2,5 m/s wind speed.
PENGARUH JUMLAH BLADE DAN VARIASI PANJANG CHORD TERHADAP PERFORMANSI TURBIN ANGIN SUMBU HORIZONTAL (TASH) Wiratama, I Kade; Mara, Made; Furqan Prina, L. Edsona
Dinamika Teknik Mesin: Jurnal Keilmuan dan Terapan Teknik Mesin Vol 4, No 2 (2014): Dinamika Teknik Mesin: Jurnal Keilmuan dan Terapan Teknik Mesin
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.319 KB) | DOI: 10.29303/dtm.v4i2.60

Abstract

The willingness of electrical energy is one energy system has a very important role in the economic development of a country's survival. As one energy source (wind) can be converted into electrical energy with the use of a horizontal axis wind turbine. Wind Energy Conversion Systems (WECS) that we know are two wind turbines in general, ie the horizontal axis wind turbine and vertical axis wind turbine is one type of renewable energy use wind as an energy generator. The purpose of this study was to determine the effect of the number of blade and the radius chord of rotation (n), Torque (T), Turbine Power (P), Power Coefficient (CP) and Tip Speed Ratio (λ) generated by the horizontal axis wind turbine with form linear taper. The results show that by at the maximum radius of the chord R3 the number blade 4 is at rotation = 302.700 rpm, Pturbine = 7.765 watt, Torque = 0.245 Nm, λ = 3.168 and Cp = 0.403 or 40.3%.
komposter Penerapan Komposter Sampah Rumah Tangga Untuk Mendukung Desa Sehat di Kecamatan Sembelia-Lotim Suartika, I Made; tri, trirachmanto; I kade, wiratama; dewa ketut, okariawan; Pandiatmi, pandri
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol. 7 No. 1 (2025): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkp.v7i1.214

Abstract

Peningkatan jumlah sampah rumah tangga di Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Penanganan sampah yang tidak efektif dapat menyebabkan pencemaran, penyebaran penyakit, serta penurunan kualitas hidup. Artikel ini membahas penerapan komposter sebagai solusi untuk mengelola sampah organik rumah tangga dalam mendukung program desa sehat. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat setempat dalam pelatihan pembuatan dan penggunaan komposter. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan komposter mampu mengurangi volume sampah rumah tangga hingga 60%, menghasilkan pupuk organik berkualitas tinggi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan. Implementasi program ini juga berdampak positif terhadap peningkatan estetika lingkungan dan kesehatan warga. Kesimpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa komposter sampah rumah tangga dapat menjadi solusi praktis dan efisien dalam mendukung terciptanya desa sehat dan berkelanjutan di Kecamatan Sambelia.
PENGARUH VARIASI BENTUK BRIKET ARANG BIOMASSA BERBAHAN LIMBAH KAYU TERHADAP NILAI KALOR DAN BOILING TIME : THE EFFECT OF VARIATIONS IN THE SHAPE OF BIOMASS CHARCOAL BRIQUETTES MADE FROM WOOD WASTE ON CALORIFIC VALUE AND BOILING TIME I Wayan Joniarta; Zohimundin Usman; Made Wijana; I Kade Wiratama
Energy, Materials and Product Design Vol. 4 No. 1 (2025): Energy, Materials and Product Design
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/empd.v4i1.6805

Abstract

Most Indonesian people currently use energy derived from fossil fuels, such as fuel oil, gas and coal. The impact of using fossil fuels is that it can damage the environment. Several alternative energy sources that are commonly developed are biomass energy. This biomass is usually processed into biochar which is a fuel with a high calorific value and can be used in everyday life. Briquettes are an energy source derived from biomass which can be used as alternative energy. In this study, briquettes were made from teak, acacia and mahogany wood waste. The method used is an experiment with the carbonization process using a modified composing drum. The independent variables used were briquette materials from teak, acacia and mahogany wood waste, variations in the shape of cube, cylindrical and hexagonal jerry cans. Tests include analysis of water content, calorific value, and changes in temperature. The results of this study showed that the best moisture content was obtained from cylindrical teak wood waste briquettes with an average value of 3.57%. Then for the calorific value, the best results were obtained from cylindrical teak wood waste briquettes with a value of 3457.0 Kkal/kg. and for temperature changes the best results were obtained on the cube-shaped mahogany wood waste briquette specimens with an average value of 10 minutes 46 seconds.
Aerodynamic Analysis of Diffuser with Airfoil-Based Curved Geometry Across Various Prototypes Ramadhan, Galang Baruna; Wiratama, I Kade; Joniarta, I Wayan
Journal of Mechanical Engineering, Science, and Innovation Vol 5, No 1 (2025): (April)
Publisher : Mechanical Engineering Department - Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jmesi.2025.v5i1.7313

Abstract

The diffuser can increase air velocity in wind turbines by utilizing pressure differences, particularly in small-scale wind turbines. However, some previous research still uses a simple diffuser shape. One alternative diffuser shape is using the airfoil, the wortmann Fx 63-137 airfoil has high lift, exhibits soft stall characteristics, and has excellent overall performance. This study aims to analyze the wind velocity and wind power output generated by an airfoil-based diffuser. Aerodynamic simulations were used with an inlet wind speed of 5.6 m/s. The diffuser has a diameter of 1020 mm, with length to diameter ratios of 0.1, 0.137, 0.221, and 0.371, with angles of attack from 0° to 8° in 2° increments. The results show that the diffuser 0.371 ratio at an 8° angle of attack achieved the highest wind speed of 10.22 m/s, it generate 513 watts. Conversely, the lowest wind speed was observed with a 0.1 ratio at an 8° angle, where the velocity reached 6.58 m/s, producing 137 watts of wind power. Those findings indicate that diffuser length is directly proportional to wind velocity. However, variation in the angle of attack result in maximum wind velocity at specific angles, and wind power output is directly proportional to wind velocity.