Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

SOSIALISASI INTEGRASI PSYHCOLOGIES, OPPORTUNITIES DAN CHALLENGES DALAM PENDIDIKAN KEAGAMAAN KATOLIK DI PERBATASAN MALAYSIA Cenderato, Cenderato; Ahen, Lukas; Bhakti, Angga Satya; Rina, Flariana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 7, No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v7i2.4066

Abstract

ABSTRACTThe goal of this Community Service Activity (PkM) is to increase awareness among Catholics living in border regions about the significance of Catholic religious education, by reaching out and showcasing the various opportunities for faith formation and education available through Catholic religious education in Malaysia's border areas. This activity utilizes a socialization approach through lectures and presenting material to help people comprehend and become aware of the significance of Catholic religious education. The community appeared highly enthusiastic in carrying out this PkM, as evidenced by the lively discussions between resource persons and participants. The audience raised numerous inquiries and gave feedback on the information presented by the speaker. Typically, individuals experience a sense of peace following prayer, however, there is still a shortage in comprehension of Catholic prayers. Religious ceremonies are forms of support that the Catholic Church specifically, as well as the government in general, can offer. The community benefits from educational staff like monthly visiting priests, teachers, as well as facilities like churches and schools. Many essential services, like repairing damaged roads and providing counseling, should still be effectively managed by the government.Keywords: Psyhcologies, Opportunities, ChallengesABSTRAKTujuan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk memberi penyadaran kepada umat Katolik di wilayah perbatasan akan pentingnya pendidikan keagamaan Katolik melalui sosialisasi serta menyoroti peluang pembinaan dan pendidikan iman melalui pendidikan agama Katolik di wilayah perbatasan Malaysia. Kegiatan ini menggunakan pendekatan berupa sosialisasi yaitu dengan cara ceramah dan pemaparan materi dengan maksud memberikan pemahaman yang baik dan penyadaran umat agar memberi perhatian yang penuh akan pentingnya pendidikan keagamaan Katolik. Dalam pelaksanaan PkM ini masyarakat terlihat sangat antusias, hal ini terlihat dari dialog anatara narasumber dengan peserta yang terjadi begitu intens. Masyarakat banyak mengajukan pertanyaaan maupun mengomentari materi-materi yang diberikan oleh narasumber. Secara umum masyarakat mersakan tenang setelah berdoa namun disis lain pemahaman mengenai doa-doa katolik masih kurang. Pelayanan keagamaan merupakan tindakan perhatian yang dapat diberikan Gereja Katolik secara khusus dan juga oleh pemerintah secara umum. Pelayanan yang sudah diterima masyarakat disana ialah tersebut ketersediaan tenaga pendidik, seperti kunjungan Imam sebulan sekali, guru, dan fasilitas seperti Gereja, sekolah. Masih banyak pelayanan yang seharusnya maksimal dapat disediakan oleh pemerintah seperti jalan rusak yang harus diperbaiki untuk memudahkan pelayanan dan juga seperti penyuluhan yang dapat dilakukan oleh pemerintah setempat.Kata Kunci:, Psikologi, Peluang, Tantangan
Implementasi Model STAD dalam Pembelajaran PAK untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik di SDN 41 Sejotang Kuslin, Thomas; Vina, Anastasia; Cenderato, Cenderato
Vocat : Jurnal Pendidikan Katolik Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52075/vctjpk.v4i2.531

Abstract

This research is about how effort are made to improve learning outcomes, namely by implementing the students Teams-Achievment Divisions (STAD) Model in learning. The type of research is Classroom Action Reserach. The subject in this research were Catholic Religious Education teachers and class VI students at SDN 41 Sejotang, Sanggau Regency. Observation, dokumentation and test data collection tools. Data analysis technique was qualitative descriptive. The findings in the research were: the implementation of STAD model in PAK learning has gone well. This result showed from observation during the action that the teacher had implemented learning by following each step of STAD and the students responded positively as long as this model was implemented. The improvement was known by comparing the learning results in pre-action activities, namely the result achieved were 43.75%, indicating that students have not achieved the specified classical completeness, namely 67%. After the STAD was implemented, students learning outcomes began to increase in Cycle 1 with results of 62.5%. In Cycle 2 the learning outcomes have reached the specified indicators with the result of 81.25%  
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VIII Di SMPN 4 Satu Atap Nanga Taman Meman, Oktavianey G. P. H.; Nanak, Eka; Cenderato, Cenderato
Vocat : Jurnal Pendidikan Katolik Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52075/vctjpk.v4i1.432

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran yang kurang bervariasi, kurangnya semangat peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran, pada akhirnya hasil belajar peserta didik tidak mencapai KKM. Bentuk penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan pre-eksperimental design one-group pretest-pottest. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMPN 4 Satu Atap Nanga Taman yang beragama katolik. Instrumen yang digunakan adalah soal tes pilihan ganda yang diberikan sebelum dan sesudah model pembelajaran inkuiri. Pengambilan keputusan uji hipotesis menggunakan bantuan aplikasi SPSS. Berdasarkan pada pengolahan data hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata yang diperoleh peserta didik sebelum menggunakan model pembelajaran inkuiri adalah 56,67 atau ketuntasan belajar peserta didik mencapai 16,67%. Sesudah menggunakan model pembelajaran inkuiri mencapai 78,33 atau ketuntasan belajar peserta didik mencapai 83,33%. Berdasarkan pengambilan keputusan dalam uji paired sample T-test bahwa nilai sig. (2-tailed) < 0,05 atau 0.020 < 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan nilai posttest. Berdasarkan perhitungan uji effect size diperoleh angka 1,65 atau 0,8 dengan kriteria besar. Maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri berpengaruh besar terhadap hasil belajar peserta didik.
DAMPAK MEDSOS TERHADAP MENTALITAS SISWA: PEMBELAJARAN DAN ETIKA (Sosialisasi pendidikan di SMAK St. Thomas Tayan Hilir Kabupaten Sanggau) Cenderato, Cenderato; Meman, Oktavianey Gasperius Patana Hamahena; Mukarramah, Mukarramah; Deri, Deri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2023): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v6i2.2786

Abstract

ABSTRACT Community service (PkM) is one of compulsory matters that must be carried out by lecturers. This activity aims to describe the use of social media at SMAK St. Thomas Tayan Hilir, Sanggau Regency. PkM is a concern about the use of social media (social media). The PkM activity method used in this extension activity is in the form of socialization. The use of social media is no longer inevitable among people from children to adults. Almost every Android cellphone uses social media applications. Social media is easily accessible to users because of its simplicity. Until now, the need for WhatsApp, for example, is very high. Sending messages via SMS (short message service) is rarely used. On the other hand, Facebook also reaches many groups. is a social networking service headquartered in Menlo Park, California, United States which was launched in February 2004. As of September 2012, Facebook has more than one billion active users, more than half of whom use mobile phones. Social media has a positive effect on children and teens, whether by teaching social skills, strengthening relationships, or just having fun. However, continued use of these platforms can also have negative impacts, especially on the mental health and well-being of young users.Keywords: Social media, Platform, learning, ethicalityABSTRAKPengabdian kepada masyarakat (PkM) merupakan salah satu dharma yang harus dilakukan oleh dosen. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan Medsos di SMAK St. Thomas Tayan Hilir Kabupaten Sanggau. PkM yang menjadi concern penggunaan media sosial (medsos). Metode kegiatan PkM yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan ini berbentuk sosialisasi. Penggunaan medsos sudah tidak terhindarkan lagi di kalangan masyarakat dari level anak-anak sampai dewasa. Hampir setiap Handphone android menggunakan aplikasi medsos. Medsos mudah diakses oleh users karena kesimpelannya. Sampai saat ini, kebutuhan terhadap Whatsaap misalnya sangat tinggi. Pengiriman pesan melalui SMS (short message service) sudah jarang digunakan. Disisi lain, Facebook juga menjangkau banyak kalangan. dalah sebuah layanan jejaring sosial berkantor pusat di Menlo Park, California, Amerika Serikat yang diluncurkan pada bulan Februari 2004. Per September 2012, Facebook memiliki lebih dari satu miliar pengguna aktif, lebih dari separuhnya menggunakan telepon genggam. Media sosial memiliki efek positif pada anak-anak dan remaja, baik dengan mengajarkan keterampilan sosial, memperkuat hubungan, maupun hanya bersenang-senang. Namun, penggunaan terus-menerus dari platform ini juga dapat memiliki dampak negatif, terutama pada kesehatan mental dan kesejahteraan pengguna muda.Kata Kunci:Media sosial, Platform, belajar, etika
PEMANFAATAN MEDIA KOMUNIKASI SOSIAL DALAM BERKATEKESE DI PAROKI KELUARGA KUDUS DAN PAROKI SANTO AGUSTINUS KEUSKUPAN AGUNG PONTIANAK Bhakti, Angga Satya; Ahen, Lukas; Halawa, Arius Arifman; Cenderato, Cenderato; Zulkarnain, Rezkie; Kurniati, Yusi; Rina, Flariana; Petrus, Petrus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2023): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v6i2.2484

Abstract

ABSTRACT The advancement of the electronic communication medium is still ongoing on occasion. This trend is consistent with people's occasionally growing desire for access to the internet. The Covid-19 pandemic has significantly altered many aspects of life, including interaction and religion. The capacity to adjust to these advancements in digital technology is likewise required of bishops, priests, nuns, and catechists. Incorporating media edification in catechesis as an alternative to catechizing media, catechists can employ social media. Social communication medium, for example can be through Facebook, Instagram, YouTube, and others. The competencies of the catechists are necessary in order to use social media. Based on these issues, it's essential to provide counselling for the catechists.Keywords: social communicating media, catechists ABSTRAKMedia komunikasi digital terus mengalami perkembangan dari masa ke masa. Perkembangan ini sejalan dengan kebutuhan manusia akan dunia internet yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup memengaruhi berbagai hal termasuk cara beribadah dan juga berkomunikasi. Para uskup, pastor, biarawan-biarawati termasuk para katekis juga harus dapat menyesuaikan diri dengan kemajuan-kemajuan teknologi digital ini. Termasuk memperbaharui media dalam berkatese. Para katekis dapat menggunakan media komunikasi sosial sebagai alternatif media berkatekese.  Media komunikasi sosial tersebut misalnya melalui Facebook, Instagram, Youtube, dan lain-lain. Untuk menggunakan media komunikasi sosial tersebut, diperlukan kecakapan dari para katekis. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu dilaksanakan penyuluhan terkait pemanfaatan media komunikasi sosial dalam berkatekese yang bertujuan memberikan pengetahuan kepada para katekis tentang jenis-jenis media sosial yang dapat dimanfaatkan dalam berkatekese.  Kata Kunci: Media Komunikasi Sosial, Kateki
Peran Guru Pendidikan Agama Katolik dalam Meningkatakan Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas XI IIS 1 SMA Negeri 1 Serawai Krisna, Skolastika; Meman, Oktavianey G.P.H; Cenderato, Cenderato
Vocat : Jurnal Pendidikan Katolik Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52075/vctjpk.v2i2.104

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah: 1)Bagaimana peran Guru PAK dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas XI IIS 1 SMA Negeri 1 Serawai? 2) Apa faktor yang memengaruhi motivasi belajar peserta didik kelas XI IIS 1 SMA Negeri 1 Serawai? Peneliti menggunakan Bentuk penelitian kualitatif dengan metode deskriptif agar peneliti dapat mendeskripsikan secara menyeluruh dan mendalam mengenai fakta-fakta yang tampak berkaitan dengan “Peran guru Agama Katolik Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas XI IIS 1 SMA Negeri 1 Serawai”. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari Guru Pendidikan Agama Katolik, delapan orang peserta didik dan kepala sekolah SMA Negeri 1 Serawai. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan upaya penarikan kesimpulan. Temuan utama dalam penelitian ini bahwa guru pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti telah melaksanakan perannya dengan memberi angka, memberi hadiah berupa pujian, menciptakan persaingan, menciptakan keterlibatan, memberi ulangan, menyampaikan hasil, memberi hukuman dan menumbuhkan hasrat dan minat. Temuan lain yaitu faktor yang memengaruhi motivasi belajar peserta didik adalah Kesehatan fisik, keinginan untuk maju, gangguan emosional, sikap guru dan sarana prasarana dan faktor yang paling dominal memengaruhi motivasi belajar peserta didik adalah sikap guru
EFL Speaking Achievement in Undergraduate Oral Presentations: The Roles of Enjoyment and Self-Efficacy Cenderato Cenderato; Exnasia Retno Palupi Handayani
Jo-ELT (Journal of English Language Teaching) Fakultas Pendidikan Bahasa & Seni Prodi Pendidikan Bahasa Inggris IKIP Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Culture, Management, and Business Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jo-elt.v12i2.17855

Abstract

English speaking achievement is a crucial outcome in foreign language learning, yet the interplay of affective factors like enjoyment and self-efficacy as determinant predictors remains an essential area for exploration. The purpose of this research is to determine the interrelationships among students’ English enjoyment, self-efficacy, and speaking achievement. Additionally, it also plays a mediating role in the relationship between self-efficacy and speaking achievement. The rationale for this investigation is rooted in developing more effective teaching strategies by understanding how positive emotions and confidence contribute to measurable language outcomes. This quantitative study employed a cross-sectional design involving undergraduate students at STAKat Negeri Pontianak. The sample included 102 students enrolled in the second semester. Data were collected using a speaking presentation test to measure achievement, along with validated questionnaires and semi-structured interviews to assess enjoyment and self-efficacy. The key findings revealed a positive prediction of speaking achievement when enjoyment and self-efficacy were considered together. The analysis underscored a moderate positive correlation, suggesting that self-efficacy had a moderate effect on speaking achievement. Crucially, the results provided evidence that enjoyment played a significant mediating role in the relationship between students’ self-efficacy and their speaking achievement. These findings carry significant pedagogical implications, suggesting that fostering positive emotions and enhancing student enjoyment is not merely a supplementary goal but a crucial factor that directly improves language learning outcomes. Teachers should focus on creating an emotionally supportive classroom environment to leverage this interplay for more effective foreign language speaking instruction.
Anxiety and Religious Literacy: An Intercorrelation Analysis in the Context of Post-Teaching Practice Catechesis Lukas Ahen; Angga Satya Bhakti; Cenderato Cenderato
Journal of Education and Teaching (JET) Vol 6 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/jet.v6i2.593

Abstract

This scholarly inquiry examined the interrelationship between anxiety levels and religious literacies in relation to pedagogical and catechetical methodologies among 115 students in their seventh semester of post-Teaching Practice at STAKat Negeri Pontianak. Quantitative data, derived from validated questionnaires comprising 21 items, alongside qualitative data obtained from interviews, were subjected to analysis via the One-Sample Kolmogorov-Smirnov test and simple regression techniques. The results of normality tests corroborated the appropriateness of employing parametric statistical methodologies (p > 0.05). The regression analysis indicated a statistically significant positive influence of anxiety on religious literacies (F = 29.082, p < .001), thereby suggesting that increased levels of anxiety correlate with enhanced understanding of catechism. In addition, correlation analysis conducted among 26 participants revealed a robust positive correlation (r = 0.740, p < .001) between anxiety and religious literacies, implying a potential association between a more profound comprehension of religious doctrines and elevated anxiety, which may be attributable to the introspective characteristics of catechism or the propensity of anxious individuals to seek significance within religious teachings.
PEMBINAAN ROHANI DENGAN REKOLEKSI PADA SISWA SISWI KATOLIK:  ORANG MUDA KATOLIK DALAM HIDUP MENGGEREJA Ahen, Lukas; Bhakti, Angga Satya; Cenderato, Cenderato; Oktaviati, Theresia Tri
Amare Vol. 4 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52075/pysa7t28

Abstract

Rekoleksi merupakan suatu usaha pembinaan Rohani yang dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan untuk pembinaaan rohani kepada para siswa siswi sekolah Negeri yang di sekolahnya tidak pernah diadakan rekoleksi. Rekoleksi bertujuan untuk menggali kembali pengalaman hidup seseorang, terutama merenungi dan merefleksikan hidup mereka dalam kaitannya dengan kehidupan rohani dan pengalaman iman. Pengalaman iman ini diharapakan membuka kesadaran mereka agar terlibat aktif dalam dunia menggereja yakni Panca Tugas Gereja. Peserta atau sasaran rekoleksi ini ialah siswa siswi Katolik SMA Negeri 1 Sungai Raya dan SMK Negeri 7 Pontianak. Siswa siswi Katolik SMA Negeri 1 Sungai Raya dan SMK Negeri 7 Pontianak merupakan anggota Gereja Katolik dan dari sisi usia termasuk sebagai Orang Muda Katolik. Metode yang digunakan ialah rekoleksi yakni dengan ibadat, membaca Kitab Suci dan sharing satu dengan yang lain. Dalam rekoleksi ini ditemukan para peserta banyak yang ingin terlibat dalam kegiatan menggereja. Rekoleksi ini menyadarkan mereka bahwa hidup menggereja merupakan tanggung jawab mereka sebagai Orang Muda Katolik.
The Catholic Gen-Z on Virtual Eucharist Within the Archdiocese of Pontianak Bhakti, Angga Satya; Sugiarto, Bernardus Ario Tejo; Cenderato, Cenderato; Rudi, Abil
Al-Albab Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Pascasarjana IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/alalbab.v14i2.3507

Abstract

Since the expiration of the Community Activities Restrictions Enforcement on 13 December 2022, The Catholic Church has also resumed in-person (offline) Eucharistic celebrations. Virtual Eucharistic celebrations continue in select parishes, particularly within the Archdiocese of Pontianak. This study examines how Catholic Generation Z (Gen-Z) individuals— a cohort inherently familiar with the virtual world—respond to virtual versus in-person Eucharistic celebrations. From the perspective of liturgical theology, the Eucharist should ideally be celebrated in person unless circumstances necessitate a virtual format. This study employs a quantitative approach with an online questionnaire sent via WhatsApp to 250 Catholic Generation Z respondents in several parishes. The results show that although offline Mass was rated as spiritually better, practical conditions made online Masses also preferred by the majority of respondents. This research provides insights for the Catholic Church in the Archdiocese of Pontianak in formulating pastoral approaches that better suit the spiritual and practical needs of Generation Z in the context of multicultural society of Pontianak.